TETAP TINGGAL TENANG DI DALAM YESUS – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya – Minggu,19 April 2020)

MATIUS 14:22-27 

Pendahuluan
Masih segar dalam ingatan saya, ketika saya dipercaya untuk menyampaikan khotbah pada tanggal 26 Januari 2020. Saya memberi judul tema saat itu “Siap menghadapi kenyataan hidup bersama Yesus.” Tidak disangka hanya selang satu bulan, kita benart-benar di hadapkan pada kenyataan yang sekarang ini kita sedang hadapi, yaitu wabah virus corona, atau yang disebut dengan istilah medis Covid 19 yang melanda hampir seluruh dunia ini.

Tidak dapat dipungkiri kondisi ini membuat banyak orang panik, kuatir dan takut karena bukan saja tingkat penyebarannya begitu cepat, tetapi juga tingkat kematiannya juga secepat penularannya, apalagi belum ditemukan vaksinnya. Dunia sedang menghadapi badai virus yang mematikan saat ini, yang membuat semua orang kuatir dan ketakutan. Sebagai orang percaya, apa yang harus kita perbuat ditengah situasi yang mencekam ini ? Tetap tinggal tenang di dalam Yesus. Kita dapat baca sebagai contoh ketika murid-murid juga menghadapi badai dalam perjalanan mereka.

Matius 14:22-27
“Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu di suruh-Nya pulang, Yesus naik ke bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan di ombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru “Itu hantu”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah ini Aku jangan takut.”

Hal yang sangat menarik dari kisah ini adalah pada Matius 14:27 “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini jangan takut!” Jika kita bandingkan dengan peristiwa yang terjadi dalam Markus 4:39, Yesus juga meredakan badai topan yang melanda perahu murid-murid. Yesus menenangkan badai itu dengan berkata “Diam, tenanglah.” Tetapi di peristiwa ini bukan badainya yang disuruh tenang, tetapi murid-murid-Nya. Dalam hidup kita orang-orang percaya pun demikian, kadang Tuhan memang menenangkan badai pencobaan yang menimpa kita, tapi kadang juga justru kita yang diminta-Nya tenang dalam menghadapi badai Covid 19 yang kita hadapi saat ini. Mengapa kita harus tenang di dalam Yesus dalam menghadapi pencobaan ini ? Selain karena segala sesuatu itu tetap ada dalam kendali Tuhan, semua yang terjadi ini adalah karena :

Penggenapan firman Tuhan tentang permulaan penderitaan.
Injil Lukas mencatat perkataan Yesus, bahwa menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali, akan didahului dengan apa yang disebut zaman penderitaan, yaitu masa pemerintahan AntiKristus di bumi.

Lukas 21:7- “Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?”

Murid-murid menanyakan apakah tanda-tandanya hal itu akan terjadi. Salah satu tandanya, tercatat dalam :
Lukas 21:11- “Dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”

Salah satu dari penggenapan tanda itu adalah penyakit sampar, yang tidak lain adalah wabah penyakit menular, pandemik Covid 19 ini. Ini baru salah satunya. Jika kita hubungkan dengan Wahyu 6:8, ini masuk pada pembukaan meterai ke-IV. Mengapa Allah ijinkan pencobaan ini terjadi? Allah mempunyai tujuan khususnya bagi gereja-Nya, yaitu orang-orang yang percaya kepada-Nya. Setidaknya ada dua tujuan Allah :

Matius 3:12 – “Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu dan jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

Inilah tujuan pertama Tuhan, sebagai alat penampian bagi umat-Nya. Goncangan yang terjadi saat ini, merupakan penampian, bagaikan gandum yang ditampi, setiap bulir gandum yang berisi akan jatuh kembali kehadapan pemiliknya, tetapi jerami dan sekam yang tidak berguna akan terhempas keluar. Sebagai anak Tuhan, kita harus mawas diri jangan sampai didapati ternyata kualitas rohani kita tidak berisi, segeralah bersungguh-sungguh dalam pengiringan kita kepada Tuhan, jangan pernah main-main lagi.

Hal yang kedua dari maksud dan tujuan Tuhan dengan mengijinkan badai ini terjadi, adal dalam :
1 Petrus 1:7 – “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api-sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”

Untuk memurnikan rohani pengikut Tuhan, kita sedang menghadapi pemurnian iman kita, apakah kita tetap setia dan tak tergoncangklan dalam menghadapi kesusahan ini. Dengan disuruhnya kita banyak berdiam diri di rumah sesuai anjuran pemerintah, ada banyak hal yang Tuhan sedang murnikan dalam diri kita, mulai dari kesabaran kita, emosi kita, mungkin juga kesombongan yang tersembunyi. Bayangkan banyak orang yang tadinya merasa hebat dapat tampil dimuka umum, dipuji, dikagumi karena pelayanannya, tetapi semua itu sekarang sirna, karena dilarang tampil lagi di muka umum, untuk menghindari penularan Covid 19.  Apa yang sebenarnya Tuhan harapkan dari hasil penampian dan  memurnikan orang yang percaya kepada-Nya? Pengikut Yesus yang sejati gereja Tuhan yang di sempurmakan. 

Lalu apa yang harus kita kerjakan, apakah kita hanya tinggal tenang saja di dalam Yesus ?  Tidak ! Ada hal-hal yang harus kita kerjakan :
1. Tetap kerjakan keselamatan kita
Filipi 2:12 – “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.”

Tetap kerjakan keselamatan kita, untuk terus maju menuju target menjadi pengikut Yesus yang sejati, yang nantinya menjadi gereja Tuhan yang di sempurnakan. Kita tidak boleh lengah apalagi santai. Kita harus kerjakan terus keselamatan yang kita sudah peroleh dengan lebih lagi justru di saat kita tidak dapat hadir bersama dalam ibadah seperti sekarang ini. Dengan takut dan gentar karena jika keselamatan kita tidak dikerjakan sampai yang dikehendaki Tuhan, maka keselamatan itu dapat hilang.

Dalam Ulangan 29:29, dikatakan bahwa  “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.”

Artinya kita tidak perlu memikirkan hal yang tidak dapat kita pikirkan seperti Covid 19 ini, karena itu adalah bagian Tuhan, yang perlu kita kerjakan adalah bagian kita yang dinyatakan bagi kita, yaitu melakukan perkataan firman Tuhan dan mengerjakannya bagi keselamatan kita.

2. Hadapi semua yang sedang terjadi dengan hati yang tabah
2 Korintus 5:6 – “Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan.” Kita harus sadari bahwa selama kita masih hidup dalam tubuh jasmani ini dan di bumi ini, kita harus hadapi dan mengalami semua yang terjadi di bumi ini. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus alami dan hadapi, untuk itu milikilah hati yang tabah, tetap berharap dan tinggal dalam Tuhan.

3.Tetaplah percaya.
2 Korintus 5:7- “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”

Artinya jangan melihat apa yang kenyataan sedang terjadi, tetapi lihatlah dengan percaya apa yang sedang Tuhan kerjakan bagi kita dan jangan dengar apa yang dunia katakan, tapi dengar dan percayai apa yang firman Tuhan katakan.

4. Tetap Setia.
Wahyu 17:14 – “Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

Ada tiga hal yang menarik dikatakan dalam ayat ini: Yang terpanggil – Tuhan memanggil semua orang tanpa terkecuali untuk masuk dalam keselamatan-Nya. Yang telah dipilih –  ini adalah orang-orang yang menanggapi panggilan keselamatan Tuhan, yaitu dengan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya. Dan yang ketiga adalah Yang setia. Hanya orang-orang yang setia sampai akhirlah yang akan menjadi para pemenang bersama dengan Yesus.

Tetaplah kerjakan keselamatan kita, dengan tabah, tetap percaya dan setia, untuk terus menantikan kedatangan Tuhan Yesus ke dua kalinya, dengan tetap tinggal tenang di dalam Yesus. Apa janji Tuhan bagi kita yang menantikan kedatangan Tuhan dengan menuruti firman-Nya? Wahyu 3:10 – “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *