TUJUH UCAPAN YESUS DI ATAS KAYU SALIB – Oleh: Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Kematian Yesus – Jumat, 10 April 2020)

PENDAHULUAN

Ketika Yesus disalib untuk menebus dosa umat manusia, ada 7 perkataan yang Yesus ucapkan ketika Yesus tergantung di atas Kayu Salib. Dan inilah ketujuh ucapan yang Yesus ucapkan saat Yesus disalib.

1.Ya Bapa ampunilah mereka
Dalam Lukas 23:34 “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Dan mereka membuang undi  untuk membagi pakaian-Nya.”

Beragam motivasi yang ada di hati orang-orang yang ingin Yesus dihukum mati dengan cara disalibkan. Para Imam, ahli Taurat dan orang Farisi, memaksa Pilatus untuk menyalibkan Yesus karena Yesus mengaku adalah Mesias dan menuduh Yesus melanggar Taurat. Pilatus menyalibkan Yesus karena terpaksa, sebab orang Yahudi menuduh Pilatus musuh Kaisar. Sebab itu, Pilatus mencuci tangan sebagai tanda ia tidak bersalah. Tetapi apapun motivasi mereka seperti kebencian, iri hati, kelicikan, kejahatan dan segala macam dosa yang mereka buat sehingga menyalibkan Yesus yang tidak verdosa, kematian Yesus telah membuka jalan bagi manusia untuk mendapat pengampunan dari Tuhan.

2. “Hari ini engkau bersama Aku di dalam Firdaus
Dalam Lukas 23:43 “Kata Yesus kepadanya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Kepada siapakah Yesus menyampaikan ucapan atau perkataan ini…? Tentu kepada salah satu penjahat yang disalib bersama Yesus, seorang penjahat, pendosa paling berat, dibenci, sampah masyarakat. Tapi, ketika ia percaya bahwa Yesus yang adalah Mesias (Penyelamat), dalam detik-detik menjelang ajalnya seorang pendosa paling jahat yang sudah ada di bibir neraka, oleh kematian Yesus ia dipindahkan ke Taman Firdaus.

 3.Ibu, inilah anakmu!
Dalam Yohanes 19:26,27, “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah anakmu!“ Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!“ Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di rumahnya.”

Yesus, Allah yang menjadi manusia, dilahirkan, dibesarkan secara jasmani oleh Maria. Menjelang kematian Yesus, sebagai anak Yesus menitipkan Maria kepada Yohanes, murid yang dikasihi. Kalau kita pelajari Yohanes pasal 7, kemungkinan pada saat itu Yusuf suami Maria sudah meninggal. Sedangkan dalam Yohanes 7:3-4, anak-anak hasil pernikahan Maria dan Yusuf, pada saat itu belum percaya kepada Yesus (Yohanes 7:5). Yohanes 19:7b “Dan sejak saat itu murid itu (Yohanes) menerima día (Maria) di dalam rumahnya.” Kematian Yesus telah mempersatukan orang-orang percaya (para pengikut Yesus) menjadi satu keluarga yang saling mengasihi, menolong, membela bahkan memelihara.”

4. “Eli, Eli lama sabakhtani…?
Perhatikan Matius 27:46, “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?“ Artinya: AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Mengapa Yesus berseru dengan suara yang keras seperti itu kepada Bapa di sorga? Sebab pada waktu Yesus tergantung diatas kayu salib, semua dosa manusia yang ada di muka bumi, ditimpakan/ ditanggungkan diatas diri Yesus. Dan Bapa yang benar, suci dan mulia tidak bisa bersikap kompromi dengan  dosa. Sebab itu Bapa memalingkan wajah-Nya dari Yesus yang sedang menderita menanggung dosa manusia (kita semua). Dan Yesus pun mengungkapkan perasaan-Nya kepada Bapa di sorga. Hal ini memberi pengertian kepada kita, betapa mengerikan orang yang dibuang ke dalam neraka. Mereka  dipisahkan dan ditinggalkan oleh Allah selama-lamanya. Tetapi orang-orang yang percaya kepada Yesus bersama-sama dan diperhatikan Bapa, seperti Maria juga penjahat di sebelah Yesus.

5.Aku haus”
Yohanes 19:28 “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia – supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: “Aku haus!”

Inilah penggenapan nubuatan Mesianik! Mazmur 69:21“Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.” Ketika Yesus berkata “Aku haus” tentara Romawi memberi Yesus anggur asam, yaitu minuman yang biasa disediakan bagi para terhukum saat proses penyaliban. Secara jasmani Yesus adalah Allah yang menjadi manusia 100% dan saat itu Yesus  benar-benar merasa haus. Tetapi ucapan Yesus yang yang kelima ini adalah ungkapan kerinduan ilahi yang ada di hati Allah sejak dulu sampai kini. Yesaya 5:1,2 Allah umpamakan bangsa Israel adalah benih anggur terbaik yang dipilih oleh Allah sendiri, untuk menghasilkan buah anggur yang manis. Tetapi  yang dihasilkan Israel bukan buah anggur yang manis, tetapi buah anggur yang asam. Dan setelah kematian Yesus, maka kita yang percaya dalam 1 Petrus 2:9, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan  yang  besar  dari  Dia,  yang  telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.“

Oleh kematian Yesus di atas kayu salib, lahirlah bangsa pilihan Allah, yaitu orang-orang percaya untuk menggantikan bangsa Israel yang dipilih untuk menghasilkan buah anggur yang menyenangkan dan memuaskan haus Yesus yaitu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Yesus, Tuhan kita.” Dengan merayakan kematian Yesus, kita diingatkan bahwa kita harus menjadi anak-anak-Nya yang menyenangkan dan memuaskan hati Tuhan dan Raja kita yaitu Yesus.  Bagaimana caranya? 2 Petrus 1:5-8, yaitu dengan cara hidup yang berkenan kepada Allah. Perhatikan gambar. Dimana pertumbuhan kita bukan hanya sampai di iman, melainkan iman itu bertumbuh dengan ditandai oleh perbuatan kebajikan, pengetahuan akan firman, hidup dalam penguasaan diri, tekun, saleh, bertumbuh pada kasih philea sampai disempurnakan sama seperti Yesus yang memiliki kasi Agape. Inilah air anggur yang manis, yang menyenangkan hati Yesus.

6. “Sudah selesai ”
Yohanes 19:30 “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan  menyerahkan nyawa-Nya.”

Ucapan Yesus ini memiliki arti yang  sangat  menentukan dan luar biasa dahsyatnya. Oleh kematian  Yesus di kayu salib, Yesus telah selesai membuka jalan keselamatan bagi semua yang percaya kepada  Yesus (termasuk orang paling jahat yang disalib bersama Yesus yang nyaris binasa). Tetapi sebaliknya kalau ada orang yang menolak dan tidak mau berjalan di jalan keselamatan yang Yesus telah buka ini, ia akan mendengar suara yang sama, yaitu “sudah terlaksana.” Bilamana dan di mana? Wahyu 16:17, Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” Artinya, pada saat Yesus datang kedua kali, orang-orang yang menolak korban Yesus di atas salib, akan dibinasakan Yesus sampai semua tuntas dilaksanakan.

7. Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawaKu”
Lukas 23:46, Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawaKu.” Dan sesudah berkata demikian  Ia menyerahkan nyawaNya.

Pada saat Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa, pada saat itu resmi, sah, genap telah dibuka satu-satunya jalan bagi manusia untuk masuk ke dalam sorga, yaitu JALAN KESELAMATAN di dalam Tuhan Yesus Kristus! Sebab itu, setelah Yesus mengucapkan perkataan-Nya yang terakhir di atas kayu salib, maka dalam Matius 27:51 dikatakan “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah! Puji Tuhan, kematian Yesus membuka tabir pemisah atara manusia dengan Allah sehingga kita dapat berjumpa dengan Allah. Tidak ada lagi tembok pemisah. Kematian Yesus menjadi kehidupan bagi setiap orang yang percata. Amin! Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *