DATANG KEPADA YESUS DENGAN IMAN – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Minggu, 26 April 2020)

Lukas 8:40-56

PENDAHULUAN
Kisah ini dicatat dengan lengkap dalam  Injil  Matius, Markus dan Lukas. Dan dua kejadian ditulis dalam satu perikop. Lebih dahulu kita memperhatikan perbandingan antara kedua orang yang datang kepada Yesus dan memohon kesembuhan dari Yesus yaitu:

MAKNA PERBANDINGAN
1. Yesus, Allah yang tidak pandang bulu
Yesus adalah Allah yang tidak membeda-bedakan siapa pun. Yesus katakan dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Siapapun yang datang kepada Yesus, dengan sungguh-sungguh, Yesus bersedia membuka tangan-Nya lebar-lebar untuk menyambut dan melayani siapapun dia.

2. Yesus bukan Allah yang formalistik
Dalam Keluaran 23:25; Ibrani 10:25, bahwa setiap orang percaya wajib beribadah kepada Tuhan. Tetapi, ketika:

  1. Kondisi tidak memungkinkan, kita bisa mencari dan menghampiri Yesus di manapun kita berada.
  2. Sebagaimana Yesus sambut Yairus dan sembuhkan perempuan itu di jalan maka kita bisa ibadah di rumah, Matius 18:20.
  3. Yesus tidak membeda-bedakan pria – wanita, kaya – miskin, terkenal – tidak dikenal. Yesus tidak membedakan, kita ibadah secara formal – informal. Dari sorga Yesus lihat dan mengerti masalah dan isi hati kita.
  4. Kita bisa mengalami kuasa-Nya; berkat-Nya; mujizat-Nya, dalam ibadah formal di Gereja.
  5. Kita juga bisa mengalami hal yang sama seperti perempuan berpenyakit lelehan darah, ketika secara diam-diam, dengan iman dia menjamah jumbai jubah Yesus (gambaran ibadah informal).
  6. Sebagaimana Yesus mengalirkan kuasa kesembuhan-Nya kepada wanita yang datang dengan diam-diam, Yesus akan alirkan berkat-Nya; kuasa-Nya dan mujizat-Nya bagi orang percaya yang datang ibadah secara informal (diam-diam di rumah) masing-masing.

KUNCINYA
Dari kesembuhan anak perempuan Yairus dan seorang perempuan yang disembuhkan dari sakit lelehan darah selama 12 tahun, dapat disimpulkan bahwa Yesus tidak mempersoalkan: tempat, posisi, kapan, siapa, status dan apapun itu. Semua sama di hadapan Yesus. Yang paling utama, kita harus datang kepada Yesus dengan iman dan dengan hati yang sungguh-sungguh. Perhatikan, Lukas 8:41 “Maka datanglah seorang yang bernama  Yairus.  Ia adalah  kepala rumah ibadat. Sambil tersungukur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya.” Jadi, Yairus datang dengan tersungkur dan memohon kepada Yesus, tanda ia sangat membutuhkan Yesus.

Tetapi perhatikan dengan sikap perempuan yang menjamah Yesus. Lukas 8:44 “Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.”

Lukas 8:45 Lalu kata Yesus: “Siapa yang menjamah Aku?” Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: “Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau.”

Lukas 8:46 “Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ADA KUASA KELUAR DARI DIRI-KU.”

Dari sekian banyak orang yang berdesakan dan menjamah Yesus, tidak satupun yang mengalami kuasa Tuhan. Seperti gereja masa kini, dimana banyak orang beribadah hanya sekedar formalistik, kelihatan berhadapan langsung, bahkan bersentuhan dengan Yesus. Namun, Yesus tidak merasakan sentuhan iman dari ibadah yang mereka lakukan. Sebab itu, tidak heran ketika pulang, tidak alami dan rasakan kuasa ibadah, 2 Timotius 3:5. Namun perhatikan, perempuan ini, datang diam-diam, tidak dilihat orang. Walau begitu ia datang dengan sungguh-sungguh. Tangan iman diulurkan menyentuh hadirat Yesus dan kuasa Yesus mengalir atas hidupnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ibadah seperti Yairus dan seperti  perempuan  yang 12  tahun sakit inilah yang berkenan dan menyenangkan Tuhan Yesus, sehingga tidak ada alasan bagi Yesus tidak mengalirkan berkat-Nya;  kuasa-Nya dan mujizat-Nya kepada orang yang beribadah seperti Yairus dan perempuan yang datang dari belakang Yesus ini.

PENUTUP
Sebagai orang percaya, dalam kondisi sekarang ini, tidak mustahil bagi Tuhan untuk menjamah dan memulihkan kita meskipun secara fisik kita terpisah karena wabah penyakit. Namun, bila kita datang kepada Tuhan dengan bersungguh-sungguh, tersungkur dan memohon, maka iman kita sanggup menyentuh Yesus, sehingga yang sukar dijadikan-Nya berhasil. Percayalah bahwa Yesus adalah Allah yang hidup yang sanggup memulihkan bangsa ini dan keadaan ini. Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *