PENGIKUT YESUS YANG SEJATI – Oleh : Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 03 Mei 2020)

YOHANES 18:1

PENDAHULUAN
Kita sering mendengar mengenai pengikut Yesus yang sejati. Tetapi tahukah Anda bahwa untuk menjadi pengikut Yesus yang sejati, kita akan dibawa kepada pengalaman-pengalaman yang tidak kita kehendaki. Namun sebenarnya pengalaman-pengalaman itu membawa kita untuk menjadi pengikut Tuhan yang sejati. Oleh sebab itu, marilah kita mempelajari bagaimana caranya menjadi pengikut Tuhan yang sejati. Mari kita mendasarkan pembahasan ini dari Yohanes 18:1.

Yohanes 18:1, berkata: “Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.”

Kalau kita memperhatikan ayat ini, terdapat dua catatan dimana Yesus bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pertanyaannya adalah, kemana Yesus berjalan bersama murid-murid-Nya?

  1. Yesus bersama murid-murid-Nya untuk menyeberang sungai Kidron.
  2. Yesus berjalan bersama murid-murid-Nya menuju ke taman Getsemani.

Dapat kita simpulkan bahwa Tuhan Yesus membawa murid-murid-Nya pada dua pengalaman yaitu: pengalaman di sungai Kidron dan pengalaman di taman Getsemani. Melalui dua pengalaman ini, Tuhan Yesus dapat melihat mana pengikut-Nya yang sejati dan mana yang bukan pengikut Yesus yang sejati. Jadi dari ayat ini kita bisa memastikan bahwa untuk menjadi murid Yesus atau pengikut Yesus yang sejati, tidak ada pilihan; kita harus masuk kepada dua pengalaman yaitu pengalaman menyeberangi sungai Kidron dan pengalaman masuk ke taman Getsemani.

TENTANG SUNGAI KIDRON
Sungai Kidron letaknya pada suatu lembah yang sangat dalam, yaitu di lembah Kidron. Diapit oleh dua bukit yaitu bukit Moria dan bukit Zaitun. Kota Yerusalem ada di bukit Moria, sedangkan taman Getsemani terletak di bukit Zaitun. Dengan demikian, apabila orang-orang dari Yerusalem ingin ke taman Getsemani, ia harus turun ke lembah Kidron, menyeberangi sungai Kidron barulah tiba di taman Getsemani. Begitu juga sebaliknya. Orang-orang yang berasal dari taman Getsemani yang ingin pergi ke Yerusalem, mereka juga harus turun ke lembah Kidron kemudian menyeberangi sungai Kidron.

Apa artinya sungai Kidron? Dalam bahasa Ibrani kata Kidron ditulis “Qidron” dan dalam bahasa Inggris disebut “obscure”, yang berarti kabur atau samar. Kalau kita hubungkan dengan manusia, maka manusia yang obscure berarti seseorang yang tidak mempunyai identitas yang jelas atau samar-samar. Sebagai anak-anak Tuhan atau pengikut Yesus yang sejati, kita harus mempunyai identitas yang jelas. Tuhan Yesus tidak mau ada pengikut–Nya yang mengaku sebagai orang kristen tetapi tidak mempunyai identitas yang jelas. Tuhan Yesus ingin agar setiap orang kristen yang mengaku pengikut Tuhan, karakter dan kehidupannya menunjukkan kekristenan yang sejati. Yesus tidak mau ada kekristenan yang kualitas ketaatan, kualitas imannya tidak jelas. Seringkali kita bertanya-tanya mengenai pengalaman-pengalaman sulit yang kita alami. Kita bertanya mengapa menjadi pengikut Yesus yang sejati kita meghadapi banyak masalah, kesulitan dan berbagai penderitaan. Percayalah bahwa pengalaman-pengalaman itu bertujuan agar Tuhan melihat kejelasan dari ketaatan, iman, dan komitmen kita kepada Tuhan.

Mari kita melihat beberapa contoh betapa pentingnya pengalaman sungai Kidron bagi kekristenan kita. Dua contoh dari Perjanjian Lama.
1. Ahitofel.
2 Samuel 18:1-12 mencatat mengenai kisah pemberontakan Absalom. Tetapi mari kita melihat ayat sebelumnya (2 Samuel 15:13). Dari ayat ini kita mendapat informasi bahwa rakyat Israel yang dahulu menghormati raja Daud, tetapi kini hati mereka condong kepada Absalom sang pemberontak. 2 Samuel 15:23 mencatat bahwa, para pengikut Daud berjalan menuruni lembah Kidron dan menyeberang sungai Kidron sambil menangis. Bahkan dalam 2 Samuel 15:30, Daud mendaki ke bukit Zaitun sambil berkabung. Mengapa Daud menutup mukanya? Sebab ia malu karena anaknya sendiri yang memberontak kepadanya. Selanjutnya di ayat 31 berkata: Ahitofel ada bersama-sama dengan Absalom. Mengetahui Ahitofel bersama dengan Absalom maka Daud berdoa agar Tuhan menggagalkan nasehat Ahitofel. Daud baru menyadari bahwa selama ini ada sesuatu yang ditutup-tutupi. Seorang penasehat Daud yang begitu setia dan kelihatan mencintai Daud, tetapi ternyata selama ini ia memakai topeng. Ternyata Ahitofel berada di pihak Absalom dan mendukung Absalom untuk memberontak terhadap Daud, ayahnya. Mengapa Allah membiarkan Daud mengalami pengalaman ini? Sebab Allah ingin melihat kemurnian hati Daud.

2. Daud.
2 Samuel 16:5 mencatat mengenai Simei. Simei adalah seseorang yang masih mempunyai hubungan keluarga dengan Saul, raja sebelumnya. Saat Simei melihat Duad di Bahurim, ia mengutuki Daud dan melemparinya dengan batu kerikil. Melihat apa yang terjadi, Abisai salah satu panglima Daud berkata: “mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja?”, bahkan ia meminta ijin untuk memenggal kepala Simei (ayat 9). Apakah jawaban raja Daud atas permohonan Abisai? Dalam 2 Samuel 16:10-12, Daud berkata: “biarkan saja Simei mengutukiku, siapa tahu Tuhan telah berfirman dan menyuruhnya untuk mengutukiku.” Daud melihat dari sisi yang positif. Daud tidak menjadi emosi dengan perkataan Simei, tetapi dengan kesadaran dia melihat mungkin Allahlah yang telah berfirman kepada Simei agar mengutukinya. Sebagai seorang raja, Daud bisa memerintahkan untuk membunuh Simei, tetapi dari cara pandangnya menunjukkan karakter sebagai pengikut Tuhan yang sejati. Dia tidak menjadi marah dan kecewa dengan keadaan yang terjadi, tetapi Daud menunjukkan karakter pengikut Tuhan yang sejati. Bagaimana dengan kita? Apabila kita melewati sungai Kidron, Allah ingin melihat kualitas iman kita, kasih kita, kesetiaan kita, ibadah kita, karekter kita kepada-Nya. Di Tahun 2020 ini Tuhan sedang membawa kita melewati lembah Kidron. Melalui wabah Covid 19, Tuhan ingin melihat seperti apa dan sejauh mana kualitas rohani kita. Apakah dengan semua ini kita makin  murni, mulia dan berkualitas, atau sebaliknya? Ketahuilah pengalaman lembah Kidron akan menunjukan  kualitas rohani kita yang sebenarnya.

Bagaimana peran sungai Kidron di zaman Perjanjian Baru?
Berulang kali Tuhan Yesus membawa murid-murid-Nya dari Yerusalem ke Getsemani  atau sebaliknya melewati lembah Kidron dan sungai Kidron. Melalui pengalaman-pengalaman ini akan terlihatlah secara jelas kualitas pengiringan murid-murid Yesus. Salah satu yang tersingkap kualitas pengiringannya adalah Yudas Iskariot.

3. Yudas Iskariot, (Yohanes 13:28-29)
Dimata rekan-rekannya, Yudas Iskariot adalah murid yang baik, ia suka memberi dan memperhatikan orang-orang yang miskin dan kekurangan. Tetapi setelah Yudas melewati sungai Kidron dan masuk ke taman Getsemani, maka terbukalah mata murid-murid siapa Yudas yang sebenarnya. Melewati sungai Kidron, topeng yang digunakan Yudas akhirnya terbuka. Yudas bukanlah pengikut Yesus yang sejati. Kebaikan yang dilakukannya selama ini hanyalah kedok untuk menutupi jati dirinya yang sebenarnya. Melalui pengalaman lembah Kidron, ternyata Yudas adalah seorang penipu yang mencium dan menjual Yesus demi mendapatkan uang.

TAMAN GETSEMANI
Dalam bahasa Aram kata Getsemani ditulis “Gat-syemen” yang berarti alat pemerasan. Apa yang diperas? Karena disana terdapat banyak pohon zaitun maka yang diperas adalah buah zaitun. Tanpa disadari di taman inilah Yudas sedang masuk ke dalam tempat pemeresan. Ketika ia diperas, bukan minyak zaitun yang baik yang keluar dari dirinya tetapi sesuatu yang busuk. Yudas datang dengan ciuman pengkhianatan, ia menjual Yesus dengan 30 keping perak. Ternyata Yudas lebih mencintai uang daripada mencitai Tuhan.

TUHAN YESUS
Berbeda dengan Tuhan Yesus. Ketika Tuhan Yesus masuk ke taman Getsemani, Ia meletakkan diri-Nya menjadi buah zaitun yang terbaik yang siap untuk diperas. Dalam pergumulan yang sangat berat karena beban dosa manusia yang harus ditanggung, Tuhan Yesus menyerahkan semuanya kepada kehendak BapaNya. Lukas 22:44 berkata, “Ia bersunguh-sungguh berdoa dan peluh-Nya seperti titik-titik darah.” Di atas kayu salib, Tuhan Yesus seperti buah zaitun yang dihancurkan agar menghasilkan minyak yang baik. Minyak zaitun sangat banyak kegunaannya, salah satunya adalah memberikan kesehatan. Demikian juga  dengan pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib. KematianNya bukan saja memberikan keselamatan bagi kita, kematianNya juga membuat kita sembuh, pulih dari segala sakit penyakit.

Selain itu, kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib memberikan tanda keagungan Tuhan sehingga  salah seorang dari prajurit Romawi berkata “sungguh Ia ini Anak Allah”. Tempat pemerasan telah menunjukan bahwa Yesus bukan sekedar manusia, Ia adalah Anak Allah. Demikian juga dengan kita. Biarlah melalui tempat-tempat pemerasan, kesulitan, tekanan dan berbagai persoalan orang-orang melihat kita sebagai anak-anak Allah yang terbukti kualitas imannya.

KESIMPULAN:
Kadang Allah mengijinkan kita untuk turun ke lembah Kidron dan masuk ke taman Getsemani. Kita seperti berada pada pengalaman “turun ke lembah” dan “masuk ke dalam tempat pemerasan”. Tetapi, kita tidak boleh bersungut-sungut. Percayalah Tuhan menyediakaan sesuatu yang istimewa dari pengalaman-pengalaman tersebut. Oleh sebab itu, belajarlah dewasa dalam menghadapi segala sesuatunya, agar hidup kita dapat menyenangkan hati Allah dan menjadi berkat bagi banyak orang. Selamat memasuki lembah Kidron dan Taman Getsemani, Tuhan kiranya menolong dan memampukan kita semua. Tuhan memberkati.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s