HIDUP ADALAH KRISTUS DAN MATI ADALAH KEUNTUNGAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus, 21 Mei 2020)

Filipi 1:21
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”

Kenaikan Yesus ke sorga bukan hanya sebagai peringatan bagi kita tetapi, hal ini juga akan menjadi pengalaman kita. Yang menjadi pertanyaan adalah, orang Kristen seperti apa yang akan diangkat ke sorga? Jawabannya adalah orang kristen yang menerapkan prinsip seperti yang diterapkan oleh rasul Paulus, yaitu: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Filipi 1:21).

Dari banyak kata yang terdapat dalam ayat ini, mari kita melihat terlebih dahulu kata mati atau kematian. Firman Allah mengatakan bahwa sejak Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa di dalam taman Eden, maka setiap manusia telah berdosa. Memang setiap orang tua tidak mungkin mengajarkan dosa kepada anak-anak mereka, tetapi ada tabiat dosa didalam diri manusia sehingga tanpa diajar pun manusia cakap dalam berbuat dosa. Roma 6:23a berkata bahwa “upah dosa adalah maut”. Kata maut pada ayat ini bukan lah kematian secara jasmani, tetapi suatu bentuk siksaan yang kekal didalam api neraka.

Apapun latar belakang manusia, dari agama manapun ia, namun manusia tidak bisa mendustai suara hukum bantin atau suara hukum hati nurani. Hal ini merupakan pemberian Tuhan kepada manusia.  Sekalipun manusia tidak mengenal hukum agama, namun setiap orang tidak bisa mendustai hukum hati nurani yang mengatakan bahwa dia berdosa, suatu saat akan mati dan akan dihukum. Hati nuranilah yang akan menegur dan mengingatkan sebagai “alarm” dalam diri manusia.

Jadi, apa solusi agar setelah kematian kita tidak akan mengalami hukuman akibat dosa yang telah kita perbuat? Jawabannya adalah dengan menerapkan prinsip: Hidup adalah Kristus (Filipi 1:21). Hal ini berarti, kita harus menjadikan Yesus sebagai inti dari kehidupan kita, sehingga kematian akan menjadi keuntungan bagi kita. Oleh sebab itu setiap pengikut Yesus harus memiliki komitmen yang kuat untuk mempraktekkan cara hidup seperti yang rasul Paulus terapkan dalam kehidupannya, yaitu: “Hidup adalah Kristus”. Apa yang dimaksudkan dengan hidup adalah Kristus?

  1. Percaya kepada Yesus.
    Pada saat kita percaya, bertobat dan hidup baru kita menjadi anggota keluarga kerajaan Allah dan Yesus ada didalam kita. Saat kita percaya kepada Yesus maka DNA Kristus ada didalam diri kita. Kita dilahirkan kembali dari atas karena pekerjaan Kristus. Sehingga, setiap orang yang benar-benar percaya memiliki potensi untuk menjadi sama seperti Yesus, sebab kita telah dipilih dan ditentukan untuk menjadi serupa dengan Allah (Roma 8:29).
  1. Memuliakan Kristus
    Hidup adalah Kristus berarti kehidupan yang dipakai untuk memuliakan Yesus. Sejarah penyebutan Kristen terdapat didalam Kisah Rasul 11:26, pertama kali Kristen disebut di Antiokhia. Kata Kristen sebenarnya merupakan kata hinaan sebab, orang Roma banyak menganiaya pengikut Yesus. Mereka berpikir bahwa pengikut Yesus telah menjadi saingan bagi Kaisar karena pengikut Yesus tidak mau menyembah Kaisar bahkan mereka rela mati untuk tetap mengikuti Yesus.  Sebab itu pengikut kaisar disebut Kaisarianos, sedangkan orang kristen menjadi Christianos. Christianos berarti:
  • Orang yang telah menjadi milik Kristus dan menjadi satu dengan Kristus
  • Seorang pengikut Yesus adalah orang yang memiliki hayat dan sifat Kristus; ada kesatuan organic yaitu: cara hidup, perilaku, perkataan dan perbuatannya mirip dengan Yesus(1 Petrus 4:16).
  1. Melayani Yesus
    Setiap pengikut Yesus yang prinsip pengiringannya adalah Kristus maka ia tidak akan menjadi penonton di dalam sebuah gereja. Dia akan melibatkan diri, sekecil apapun dari kemampuan yang diberikan Tuhan kepada dia untuk melayani Tuhan. Apa yang akan kita terima kalau kita mengambil bagian apabila kita melayani Tuhan? Yohanes 12:26 berkata bahwa kita akan dihormati Bapa.
  1. Menjadi Terang dan Saksi Yesus.
    Hidup adalah Kristus berarti hidup sebagai saksi Kristus. Itulah sebabnya setiap pengikut Yesus yang memakai prinsip bahwa “hidup adalah Kristus”, di teguhkan oleh Tuhan Yesus untuk menjadi saksi (1 Korintus 1:5-6). Jadi, kalau hidup kita tidak pernah menjadi kesaksian bagi orang-orang disekeliling kita, maka sebenarnya hidup kita tidak pernah menjadikan Tuhan Yesus sebagai pusat kehidupan kita. Kata kesaksian dalam bahasa Yunani adalah Marturion. Dari kata ini maka muncul sebuah kata yang kita dengar yaitu Martyr, yang berarti Syahid. Kata Syahid berarti: senantiasa menjadi saksi.Jadi, pengikut Yesus yang sejati akan berusaha terus bersaksi walau ia harus mengalami syahid. Inilah yang disebut “Hidup adalah Kristus”.
  1. Setia Sampai Akhir
    Orang Kristen yang sabar dan setia sampai akhir hidupnya tetap menjadi saksi Kristus. Artinya, dalam penderitaan apapun ia tetap setia menjadi saksi Kristus. Matius 24:13 berkata, Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Kata bertahan dalam ayat ini dipakai kata hupomeno yang berarti bersabar atau setia kepada Tuhan Yesus walau harus menanggung penderitaan. Para pahlawan iman didalam Ibrani 11:1-35a bersaksi bahwa mereka semua menderita karena mempertahankan iman mereka. Walaupun mereka penuh dengan penderitaan tetapi mereka bertahan. Mereka mengakhiri hidup mereka dalam kesetiaan kepada Tuhan (Ibrani 11:35b-40).

Setiap manusia pada akhirnya akan mati dan dihakimi. Ibrani 9:27 menulis bahwa “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.” Inilah yang disebut dalam Roma 6:23a bahwa upah dosa ialah maut sebab, tidak ada manusia yang tidak berdosa, semuanya harus dihakimi. Penghakiman Allah adalah kebinasaan yang kekal didalam neraka, tetapi bagi yang berpegang kepada prinsip “hidup adalah Kristus”, maka bagi orang tersebut kematian bukanlah suatu penghakiman tetapi kematian adalah keuntungan sebab, kematian menjadi saat yang sangat menyenangkan. Kematian orang percaya adalah keuntungan atau saat yang menyenangkan karena:

  1. Kematian orang percaya berarti tidur (Yoh 11:11). Ketika Maria dan Marta mengirim kabar kepada Yesus bahwa Lazarus sudah mati, maka Yesus berkata bahwa Lazarus sudah tertidur. Hal yang sama Allah katakan didalam Daniel 12:2. Jadi, kematian bagi orang percaya berarti kita tertidur.
  2. Sebuah istirahat yang membahagiakan (wahyu 14:13). Mereka yang diluar kristus justru menganggap sebagai penderitaan kekal. Tetapi bagi kita orang percaya maka kematian merupakan sebuah istirahat yang membahagiakan.
  3. Kematian menjadi saat yang menyenangkan karena kita dibawa ke Firdaus. Penjahat yang disalib bersama Tuhan Yesus tidak memiliki kesempatan untuk mempraktekkan “hidup adalah Kristus”. Namun, karena ia percaya kepada maka, ia dibawa ke Firdaus bersama Yesus.

DIBANGKITKAN DARI KEMATIAN
1 Tesalonika 4:16 berkata bahwa “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit”.

Orang-orang yang berprinsip bahwa “hidup adalah Kristus” akan dibangkitkan pada kebangkitan yang pertama. Setelah itu, orang-orang percaya akan diubahkan, kemudian diangkat menyongsong Tuhan ke angkasa. Sedangkan orang yang berada diluar Kristus akan dibangkitkan juga, namun untuk menerima penghukuman.

KESIMPULAN
Jadi, hal ini memberi penjelasan kepada kita bahwa baik orang percaya maupun orang tidak percaya sama-sama akan mengalami kematian. Namun perbedaannya adalah: kematian bagi orang percaya yang berprinsip bahwa “hidup adalah Kristus” adalah hal yang menyenangkan sedangkan kematian bagi orang yang tidak percaya kepada Yesus akan menjadi saat yang menakutkan karena mereka akan menerima penghukuman. Oleh sebab itu, sebagai orang percaya, kita harus mempertahankan iman kita dan menjadikan Yesus sebagai pusat dari kehidupan kita maka kita akan hidup bersama-sama dengan Dia didalam kerajaan sorga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *