Muliakanlah Allah dengan Tubuhmu – oleh Pdt. J.S Minandar (Ibadah Raya, Minggu, 21 Juni 2020)

1 Korintus 6:20
“Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

Dengan adanya pandemik Covid-19 ini, kita melihat manusia menjadi begitu berhati-hati dalam beraktifitas dan melakukan kegiatan. Apa yang dahulu tidak pernah dilakukan kini menjadi kebiasaan baru. Contohnya penggunaan masker, kebiasaan sering mencuci tangan, menjaga jarak, tidak bersentuhan fisik dan tidak makan makanan sembarangan. Tujuan semua ini adalah supaya kita dapat tetap sehat dengan harapan agar terhindar dari virus ini dan tidak jatuh sakit. Tidak sedikit orang yang melakukan semua anjuran yang diberikan kepadanya. Tetapi, semua usaha yang kita lakukan adalah hal-hal yang baik dan tidak salah sejauh kita berbuat semua hal yang tidak bertentangan dengan Firman Allah.

Rasul Paulus menasehatkan kita agar kita memuliakan Allah dengan tubuh kita. Hal ini berarti apapun upaya yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan jasmani serta menjaga kesehatan seharusnya tidak membuat kita melupakan kewajiban kita, yaitu: memuliakan Allah dengan tubuh kita. Maksud nasihat rasul Paulus adalah kesukaran Covid-19 yang kita hadapi, jangan sampai membuat kita hanya mengurus hal-hal jasmani tetapi mengabaikan hal rohani.

Apakah arti makna Firman Allah dengan “memuliakan Allah dengan tubuh kita”?

  1. Manusia jasmani
    1 Korintus 6:12 “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.”

Ada 2 hal yang ditekankan rasul Paulus dari ayat ini
1). Jangan menghalalkan segala cara.
Yang pertama dan yang utama untuk memuliakan Allah dengan tubuh adalah rasul Paulus menasehatkan agar kita tidak menghalalkan segala cara untuk tetap bertahan hidup ditengah pandemik, termasuk dengan melanggar Firman Allah. Apabila kita melakukan hal ini maka berarti kita hanya memperhatikan hal jasmani tetapi tidak memperhatikan hal rohani. Kita memahami bahwa sebagai pengikut Yesus, kita tidak berada dibawah hukum Taurat. Karena kita tidak lagi berada dibawah hukum Taurat, ini bukan berarti kita dapat berbuat apapun tanpa aturan. Sebagai pengikut Yesus, kita tidak boleh keluar dari Firman Allah, sebab sebagai pengikut Yesus yang sejati dalam keadaan apapun, kita dianjurkan untuk memuliakan Tuhan dengan tubuh kita sama seperti jemaat pendatang yang dilayani oleh Petrus (1 Petrus 2:12). Surat Petrus merupakan surat yang ditujukan kepada orang-orang Kristen yang berkebangsaan Yahudi. Mereka dianjurkan untuk memiliki cara hidup yang baik ditengah-tengah orang yang tidak percaya, sehingga orang-orang yang tidak percaya ini pun menjadi percaya kepada Yesus.

2). Tidak diperhamba oleh apapun
Matius 24:8
“Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.”

Kesukaran yang kita alami dan lihat sekarang barulah permulaan menjelang zaman baru. Kesukaran sekarang belum seberapa bila dibandingkan dengan kesukaran besar di akhir zaman.

2. Manusia Rohani
Pelacuran Rohani di Akhir Zaman
Sebelum membahas pelacuran rohani, kita akan terlebih dulu membahas mengenai pelacuran jasmani.

Pelacuran rohani telah dinubuatkan didalam Wahyu 13:11-12. Perlu diketahui bahwa yang dimaksud pelacur dalam ayat ini bukan dalam arti harafiah, namun menunjuk kepada nabi-nabi palsu. Mereka mengajarkan ajaran yang terlihat baik, namun sebenarnya merupakan kompromi dengan ajaran sesat.Iblis mencoba meniru Trinitas Allah kita (iblis, Antikristus dan nabi palsu). Mereka digambarkan seperti binatang yang keluar dari dalam bumi. Nabi palsu keluar dari bumi seperti anak domba, mirip seperti Yesus. Tetapi ia berbicara seperti naga, artinya berita yang ia sampaikan berasal dari iblis. Dia melakukan perintah Iblis ini, dan membuat seluruh bumi menyembah iblis. Jadi bentuk pengajarannya gereja palsu seperti gereja.

1 Korintus 6:15
“Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!.”

Perlu diketahui bahwa setiap orang percaya yang telah ditebus oleh darah Yesus merupakan anggota tubuh Yesus.

Karena kita adalah anggota tubuh Yesus, oleh sebab itu sesukar apapun kondisinya, kita harus menjaga kekudusan diri kita.

Mengapa kita tidak boleh berzinah?
1 Korintus 6:16
Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

Alkitab melarang perzinahan sebab apabila seseorang melakukan perzinahan, maka mereka menjadi satu tubuh, sebab perzinahan mengikat. Melakukan perzinahan jasmani akan berakibat dibuang dari keanggotaan tubuh Kristus, terlebih lagi perzinahan rohani. Oleh sebab itu, jangan bermain-main dengan dosa perzinahan, sebab dosa ini berakibat fatal.

1 Korintus 6:17
“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.”

Melakukan perzinahan menyangkut dosa tubuh, jiwa dan roh. Itu sebabnya orang yang melakukan dosa perzinahan menjadi terikat dengan dosa itu. Tetapi, kalau kita melekat dengan Tuhan hal ini berarti kita tetap menjadi pengikut Kristus yang sejati, yang berjalan mengikuti jejak Yesus, karena jalan hidup kita dipimpin Roh Kudus sehingga kita menjadi satu roh dengan Tuhan.

Percabulan rohani menyangkut roh.
1 Korintus 6:18-19
Tubuh ini harus kita pakai sebagai alat kebenaran (Roma 6:19). Ketika kita menjadi anggota tubuh Kristus, kita harus menjaga hidup kita. Oleh sebab itu tubuh kita jangan digunakan sebagai alat kecurangan atau kejahatan demi sesuap nasi apalagi untuk berbuat sesuatu yang cemar, yaitu percabulan rohani.

Karena kita telah dibeli dengan darah Yesus, maka:

  • Sebagai milik Kristus, diri kita bukan milik kita sendiri.
  • Percabulan bukan hubungan fisik semata
  • Percabulan adalah suatu sikap kompromi orang Kristen yang menyerahkan rohnya untuk menerima dan mengimani ajaran diluar Firman Allah, yaitu ajaran setan-setan.

KESIMPULAN:
Kesulitan dalam hidup sering membuat orang-orang Kristen berkompromi dengan dosa. Namun, kita belajar bahwa saat kita berkompromi dengan dosa, kita telah melakukan perzinahan secara rohani. Oleh sebab itu, sesulit apapun kehidupan ini, jangan pernah berkompromi dengan dosa, sebab tubuh kita adalah Bait Allah. Saat kita tetap berjalan pada jalan yang benar, maka Bapa akan memelihara hidup kita.

Matius 24:26
“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Hati-hati Bahaya Penyesatan – Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya- Minggu, 14 Juni 2020)

Matius 24:10-14

Matius 24 dan 25 merupakan khotbah Yesus mengenai akhir zaman. Yesus yang mempunyai zaman ini mengetahui bahwa diakhir-akhir ini akan banyak kesukaran yang akan membuat kita lengah dalam mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Sebagai orang-orang percaya, kita seharusnya sudah menang terhadap pergumulan jasmani maupun jiwani. Sebab apabila kita tidak menang terhadap hal-hal mendasar ini, maka kita akan semakin sulit menghadapi masa-masa sukar khususnya dalam kehidupan rohani kita, karena dari ayat-ayat ini kita melihat bahwa dihari-hari terakhir akan timbul banyak penyesatan.

Ada 6 bagian penting dalam Matius 24, yaitu:

  • Bait Allah akan diruntuhkan. Goncangan gereja secara fisik akan terjadi agar Allah bisa menemukan Bait Allah yang sejati.
  • Permulaan penderitaan
  • Siksaan yang berat dan mesias-mesias palsu
  • Kedatangan Anak Manusia dan perumpamaan tentang pohon ara
  • Nasehat supaya berjaga-jaga
  • Perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat

Beberapa hal sulit yang perlu diwaspadai pada akhir zaman adalah:

  • Penyesatan (mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu)
  • Kesukaran karena pembukaan meterai-meterai. Hal ini merupakan permulaan penderitaan, banyak orang yang tidak selamat karena tidak bertahan (tidak setia) dan murtad.

PENYESATAN
Matius 24:3-5,11,24
Apabila kita semakin dekat dengan Tuhan, maka kita akan semakin peka terhadap tanda zaman. Kalau kita membaca ayat-ayat ini maka berulang-ulang Yesus memperingatkan mengenai kesesatan. Bahkan orang-orang pilihan pun akan sulit untuk bertahan.

Kata sesat dalam bahasa Yunani ditulis planaō
Yang berarti:

  • Tersesat (keluar dari jalan atau rute yang benar)
  • Menipu/merayu (menawarkan sesuatu yang lebih)
  • Mengembara (tidak tahu arah)

Alkitab berkata bahwa memang penyesatan harus ada. Tujuan dari penyesatan yang dilakukan iblis adalah untuk membawa orang-orang ke neraka bersamanya. Yang harus kita waspadai adalah tipuan mengenai kesesatan ini selalu menawarkan kita untuk tampil lebih. Iblis selalu menawarkan hal-hal lebih secara jasmani, keinginan daging dan mencintai diri sendiri.

Matius 24:4 kata menyesatkan dipakai kata menipu/ menyesatkan/deceive. Bahkan Alkitab menyebutkan bahwa banyak orang akan tersesat. Penyesat ini akan datang dan melakukan mujizat, namun perhatikan bahwa orientasinya selalu kepada hal-hal lahiriah. Ada mesias yang diurapi tetapi pengurapan palsu. Ajarannya mengandung mujizat tetapi demi kepentingan-kepentingan lahiriah manusia.

2 Timotius 3:5, berkata bahwa penyesatan menyentuh bagian lahiriah, keuangan kita. Mereka memungkiri kekuatan ibadah, artinya mereka hanya memusatkan perhatian kepada hal-hal jasmani. Penyesatan selalu menyusul apa yang sudah benar, seolah-olah menjadi lebih benar. Kekuatan ibadah kita terdapat didalam roh kita yang mempengaruhi jiwa kita. Kekuatan ibadah bukan dari berkat-berkat, tetapi bagaimana ibadah dapat mengubah kehidupan kita.

Penyesatan selalu menyelundup (2 Timotius 3:6). Penyesatan secara diam-diam menawarkan sesuatu yang lebih baik. Banyak hal yang “menyeludup” hari-hari ini (melalui HP, barang elektronik, arisan, dll) yang mempengaruhi keputusan kita, sehingga penyelundupan yang dikerjakan oleh Iblis berlangsung secara tidak disadari dan merusak pikiran kita. Ketika tawaran ini menyangkut diri kita, pasti kita tergiur apalagi tawarannya menyangkut keuangan kita. Kalau kita tidak menang terhadap hal-hal ini, maka kita mudah bertambah lemah dan bertambah ragu kepada Tuhan jika mengalami ujian dibidang keuangan. Tugas kita saat menghadapi keinginan daging adalah dengan mematikan keinginan daging. Bagaimana caranya? Jangan sering dikasih makan. Artinya apa yang menjadi kelemahan kita jangan dituruti. Belajarlah untuk mendisiplinkan diri. Dan tentu hidup ini kita serahkan kepada Roh Kudus untuk dapat dipimpin.

Penyesatan selalu menyusul hal-hal yang sudah benar, seolah-olah nampak benar. Kejadian 3 menceritakan bahwa sejak awal, penyesatan sudah dimulai di taman Eden. Awalnya Hawa dapat memberi jawaban kepada ular. Tetapi ketika timbul keraguan, maka penyesatan itu menyusul masuk dalam pikiran Hawa. Ular mulai menawarkan dari hal-hal yang lahiriah, tetapi lama kelamaan masuk lebih dalam dan membuat Hawa ragu dan pada akhirnya membuat Hawa memakan buah yang dilarang Tuhan bahkan memberinya kepada Adam untuk dimakan oleh Adam.

2 Korintus 11: 3, “Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.”

Kata disesatkan dalam bahasa inggris adalah corrupt. Sedikit demi sedikit ‘digerogoti’ sehingga mulai meragukan Tuhan.

NASIHAT TERHADAP PENYESATAN
2 Timotius 3:14, apa yang kita terima dan yakini mengenai kebenaran, harus benar-benar kita pegang dan kita ikuti. Jangan sampai kita disesatkan dalam pikiran kita, sehingga kita tidak berpegang kepada kebenaran dan keluar dari jalur yang seharusnya. Selain itu, kita diminta untuk mengingat orang-orang yang berperan penting dalam mengajar kebenaran didalam hidup kita. Timotius juga diminta untuk mengingat nilai-nilai yang telah tertanam sejak kecil. Sebagai orang tua, marilah kita menanamkan nilai-nilai kekal atau nilai rohani dalam hidup anak-anak kita (ayat 15).

1 Timotius 4: 6, Ingatkan saudara-saudara kita. Dalam keluarga juga baiklah kita mengajak keluarga kita dalam pokok-pokok iman dan ajaran yang sehat, sehingga bukan hanya kita yang diselamatkan tetapi keluarga kita juga lepas dari penyesatan.

KESIMPULAN
Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita berjuang dan mempertahankan iman lewat Firman Tuhan yang telah disampaikan kepada kita (Yudas 1:3). Akan terjadi banyak hal yang sulit karena pembukaan meterai, tetapi lebih lagi yang harus kita waspadai adalah penyesatan-penyesatan di akhir zaman. Apabila kita kuat didalam Firman Tuhan, maka kita akan kuat dalam mempertahankan iman kita menghadapi setiap penyesatan.

KEMENANGAN DIMASA SUKAR – Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 07 Juni 2020)

2 Timotius 3:1-5

Ayat ini merupakan nasehat rasul Paulus yang ditujukan kepada anak rohaninya yaitu Timotius. Tetapi tentu nasehat ini juga ditujukan kepada kita sebab kita hidup di akhir zaman. Rasul Paulus berkata bahwa di hari-hari terakhir akan ada masa sukar. Kesukaran akan berdampak bagi semua orang, apalagi apabila kesukaran itu terjadi secara global. Contohnya adalah pandemik Covid-19 ini. Dunia digoncang oleh Covid-19 dan dampaknya dialami oleh semua orang, yaitu kesukaran. Padahal virus ini terjadi diakhir tahun 2019, tetapi sampai sekarang masalah virus ini  belum selesai. Bahkan dampak dari virus ini merusak ekonomi,keuangan, usaha dan berbagai bidang kehidupan lainnya. Namun yang paling ditakuti adalah ancaman kematian.

Kesukaran ini bukan hanya menyerang materi tetapi sadar atau tidak, kesukaran di akhir zaman ini juga mengancam kerohanian kita apabila kita tidak mengantisipasinya. Bagaimana caranya agar kerohanian kita tidak goyah sekalipun ditengah kesukaran ini? Kesukaran seperti apapun jangan sampai kesukaran itu membuat kita berfokus hanya kepada hal-hal materi atau jasmani.

Berikut adalah perbandingan bagaimana kehidupan kita secara rohani dan ancaman yang terjadi dalam kesukaran.

Tabel ini adalah hal-hal yang akan terjadi dihari-hari terakhir ketika kesukaran itu datang. Alkitab memang mengajarkan hal-hal yang baik, tetapi karena kesukaran maka banyak hal buruk yang terjadi kepada manusia.

Sebagai contoh kita tahu bahwa pandemic covid-19 ini merupakan lanjutan dari penggenapan meterai ke-IV yaitu sampar yang berkembang menjadi pandemik. Bagaimana dengan kehadiran pandemik Covid-19 ini? Apakah tidak berdampak apa-apa, ataukah berdampak pada kerohanian jemaat?

HIDUP DALAM KEMENANGAN
Tuhan Yesus menghendaki agar setiap orang yang sudah ditebus dan diselamatkan dapat hidup oleh Roh, bukan hidup oleh daging. Sebab akhir hidup orang yang dikuasai daging akan binasa, tetapi orang yang hidup oleh Roh akan memperoleh keselamatan, yaitu sorga yang kekal.

Tuhan mau kita hidup oleh Roh, bukan digerakkan oleh daging atau hawa nafsu. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa sering kali hidup kita dikuasai oleh daging. Oleh sebab itu, banyak hal yang hilang karena kesukaran-kesukaran ini.

Bagaimana kita dapat hidup dimata Tuhan apabila kehidupan kita seperti ini? Apabila kita hidup seperti ini maka kita tidak akan hidup sebagai orang yang berkenan dihadapan Tuhan, sehingga kita tidak masuk kedalam kemuliaan sebab Tuhan menolak kita.

Allah mau kita hidup seperti ini. Kesukaran seharusnya tidak mengubah kita. Apabila kita hidup seperti pada gambar ini dihadapan Tuhan, maka kita akan masuk kedalam kekekalan bersama Tuhan.

RAHASIA HIDUP BERKEMENANGAN
Ester 8:17
“Demikian juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat mana pun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira; dan lagi banyak dari antara rakyat negeri itu masuk Yahudi, karena mereka ditimpa ketakutan kepada orang Yahudi.”

Pada ayat ini kita melihat bahwa ada sukacita dan kegirangan yang besar diantara orang Yahudi. Bahkan banyak dari antara rakyat negeri itu menjadi Yahudi  karena mereka takut kepada orang Yahudi.

Padahal, apabila kita melihat dalam kisah-kisah sebelum, maka yang terjadi adalah orang Yahudi yang berada di benteng Susan atau yang hidup dimana saja, mereka mengalami ketakutan yang luar biasa. Mengapa? Pada saat itu orang Yahudi berada dalam undang-undang yang mengerikan sebab terdapat keputusan untuk memusnahkan orang Yahudi (Ester 3:12-13). Orang Yahudi beradaidalam ancaman maut dan kemiskinan. Mengapa undang-undang maut ini bisa berubah menjadi pesta perjamuan, sukacita dan kegirangan bagi orang Yahudi? Dan mengapa banyak rakyat yang ingin menjadi Yahudi apabila terdapat undang-undang maut seperti ini? Rahasia hidup berkemenangan dari orang Yahudi adalah mematikan keinginan daging.

Bagaimana mematikan keinginan daging menurut kitab Ester? Ester 3:1-2 mencatat mengenai seorang buangan yang bernama Haman, seorang dari keturunan Amalek. Haman marah kepada Mordekhai, paman dari ratu Ester. Ia marah sebab Mordekhai tidak mau menyembah Haman. Haman bukan ingin dihormati karena ia adalah pejabat, tetapi ia ingin disembah seperti Tuhan. Ini adalah gambaran dari Antikris (Wahyu 13:14).

Ester 3:8-15 menceritakan bahwa Haman ingin membunuh semua orang Yahudi. Haman membujuk raja Ahasyweros untuk memeteraikan undang-undang yang ia buat. Akhirnya undang-undang untuk bebas membunuh orang Yahudi itu resmi diedarkan kepada seluruh daerah yang berada dibawah kekuasaan raja Ahasyweros.

Ester 4:8, mencatat bagaimana Mordekhai meminta Ester untuk menghadap raja Ahasyweros dan membujuk raja untuk membatalkan undang-undang tersebut. Namun ada peraturan kerajaan Media-Persia bahwa orang yang tidak diundang untuk menghadap raja, apabila raja tidak berkenan maka ia akan mati. Aturan ini menggambarkan bahwa dosa telah memisahkan manusia dan Allah (Yesaya 59:2). Siapa yang menghadap Allah akan binasa oleh kekudusan Allah. Namun karena Yesus turun kedalam dunia maka kita dapat menghadap Allah yang kudus.

Dalam menghadapi ancaman ini, Ester mengirim pesan kepada Mordekhai (Ester 4:15-17). Ester meminta semua orang Yahudi yang berada di benteng Susan, berpuasa bersama Ester selama tiga hari tiga malam. Setelah itu, Ester akan menghadap raja, sekalipun Ester datang tanpa undangan raja. Ester berkata bahwa “kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Ester adalah gambaran Gereja (pengikut Yesus) yang hidup di akhir zaman. Ester berpuasa selama tiga hari tiga malam adalah gambaran Gereja di akhir zaman yang telah mematikan keinginan daging dan telah hidup oleh Roh, bukan oleh daging.

Kalau kita ingin melihat bagaimana gereja mengalami kemenangan besar dan tongkat kuasa itu diberikan kepada Gereja, maka Gereja Tuhan harus mematikan keinginan daging. Hal ini seharusnya dimulai dari individu orang percaya, kemudian berlanjut ke tingkat komunitas gereja lokal yang terus berlanjut sampai pada tingkat gereja secara universal. Aplikasi atau penerapan hal tersebut di atas, bukan semata-mata puasa yang dilakukan secara massal selama tiga hari tiga malam, namun terekspresi pada gambar dibawah ini:

Allah mau kita bukan hanya sekedar beriman tetapi juga melakukan Firman Tuhan. Dan kita tidak bisa melakukan Firman Tuhan ini apabila kita melakukan keinginan daging.

Ketika kita mematikan keinginan daging kita maka Tuhan akan memberikan tongkat kuasa seperti yang diberikan raja Ahasyweros kepada Ester.

Apabila gereja bertumbuh secara rohani mati dari keinginan daging dan hidup didalam keinginan Roh, maka kita dapat melakukan: “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)

Hal ini digambarkan dengan gambaran bagaimana Ester tidak takut menghadap raja. “Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu.” (Ester 5:2)

Ester tidak takut mati, sebab ia telah mematikan keinginan daging sebelum menghadap raja. Kalau kedagingan kita mati, maka Roh akan menggerakkan kita.

Ester 5:3 berkata bahwa, ketika raja melihat Ester, maka raja jatuh hati sehinggga raja memberikan tongkat kerajaan kepada Ester serta berkata “Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu.”

Bersama Yesus, Gereja akan memiliki kuasa dahsyat dan tidak terbatas. Semua rencana jahat untuk menghancurkan gereja akan dipakai untuk menghancurkan mereka. Tiang gantung yang telah dibuat oleh Haman untuk menggantung Mordekhai, dipakai untuk menggantung Haman. Bahkan undang-undang yang menetapkan semua orang diperbolehkan membunuh bangsa Yahudi berbalik kepada mereka; bangsa Yahudi diperbolehkan untuk membunuh musuh-musuh mereka. Hal ini merupakan gambaran dari perang Harmagedon.

PERANG HARMAGEDON (Wahyu 19:17-21)
Dalam perang Harmagedon, Tuhan Yesus akan melibatkan gereja sempurna (Gereja yang telah mati dari semua keinginan daging) untuk melakukan pembalasan kepada musuh-musuh Gereja, yaitu: Antikristus, Nabi Palsu, dan pengikut-pengikutnya yaitu orang berdosa.

KESIMPULAN
Untuk memiliki hidup yang berkemenangan, maka kita harus mematikan keinginan daging kita dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Apabila kita melakukan hal ini, maka kita akan melihat bagaimana kemenangan-kemenangan besar menjadi milik kita sebagai gereja Tuhan.

Hari Raya Pentakosta – Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Pentakosta – Minggu, 31 Mei 2020)

Kisah Para Rasul 2:1-4
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Saat itu murid-murid tidak tahu bahwa mereka sedang menggenapi hari raya Pentakosta yang sudah dirayakan bangsa Israel sebelumnya (sekitar 1500 tahun sebelumnya). Ayat 5 mengatakan bahwa pada saat itu semua orang Yahudi yang merantau di berbagai negara berkumpul di Yerusalem, tepatnya di Bait Allah untuk merayakan hari raya Pentakosta. Hal ini merupakan tradisi bagi mereka bahwa setiap perayaan hari raya Pentakosta, orang-orang Israel di perantuan akan pulang untuk mengikuti perayaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada dua kelompok orang Yahudi yang sama-sama merayakan hari raya Pentakosta.

  • Kelompok pertama adalah murid-murid Yesus.
    Murid-murid tidak seperti pada umumnya orang-orang Yahudi merayakan hari raya Pentakosta. Murid-murid merayakan Pentakosta tetapi mereka juga mengalami penggenapan Pentakosta tersebut. Mereka mengalami apa yang dijanjikan Yesus (Kisah 1:8). Penggenapan hari raya Pentakosta bagi orang-orang yang merayakan Pentakosta adalah pengalaman dimana mereka dipenuhkan dengan Roh Kudus yang ditandai dengan berkata-kata dengan bahasa lain (glosolalia). Bahasa ini bukan asal berbicara tetapi ini merupakan pekerjaan Roh Kudus dalam diri seseorang sehingga mendorong orang tersebut mengucapkan kata-kata seperti yang dikaruniakan Roh Kudus. Oleh sebab itu, kita tidak boleh hanya merayakan tetapi harus mengalami kepenuhan Roh Kudus.
  • Kelompok yang kedua adalah orang-orang yang merayakan hari raya Pentakosta sebagai warisan yang diturunkan oleh nenek moyang mereka.
    Sayangnya mereka tidak mengalami kuasa Pentaksota seperti yang dialami murid-murid. Padahal inti dari perayaan Pentakosta adalah Roh Kudus. Mereka bukan saja tidak mengalami kuasa Pentakosta tetapi mereka juga menghina dan mengejek orang-orang yang dipenuhi kuasa Roh Kudus (Kisah 2:13).

Setiap pengikut Kristus yang mengalami kuasa Pentakosta, mereka bukan saja dipenuhi Roh Kudus tetapi mereka juga memiliki tanggung jawab, yaitu menjadi saksi Kristus. Apa yang dimaksud dengan saksi Kristus? Menjadi saksi Kristus harus menjadi hal yang mendasar didalam kehidupan orang percaya. Hidup sebagai saksi Kristus harus ditunjukkan dari cara hidup yang menjadi teladan dan menjadi berkat bagi orang-orang disekelilingnya baik dalam situasi yang baik ataupun disaat-saat yang sulit.

KESUKARAN AKHIR ZAMAN
Tanda-tanda yang harus digenapi yaitu: pembukaan meterai Allah, peniupan ketujuh sangkakala.

Meterai 4: kuda hijau kuning. Gambaran tentang kuasa wabah penyakit sampar. Seluruh dunia merasakan hal itu.
Meterai 5: aniaya kepada pengikut Kristus. Bagaimana kita tetap menjadi saksi sekalipun dianiaya.
Meterai 6: bencana alam secara global.

Jadi, kesukaran yang akan terjadi dimasa yang akan datang bukannya berkurang tetapi semakin menjadi-jadi. Sebab itu, satu-satunya cara untuk menjadi jemaat yang tetap berdiri sebagai jemaat akhir zaman adalah dengan  dipenuhi Roh Kudus dan firman Allah.

Matius 26: 31, sebelum Yesus disalib, yang dianiaya adalah Yesus, tetapi yang tergoncang imannya adalah murid-murid, padahal mereka belum mengalami aniaya.

1 Yohanes 2: 14
Yang dimaksud dengan banyak antikristus adalah orang-orang yang mengikuti roh antikristus.

Ayat 19 mengatakan bahwa Antikristus berasal dari antara kita. Jadi sebelumnya mereka adalah orang yang percaya kepada Yesus, tetapi kemudian berbalik dari Yesus. Mengapa mereka berbalik? Karena mereka tidak berdaya tahan, mereka tidak penuh dengan Roh Kudus, mereka tidak sungguh-sungguh. Untuk menjadi orang yang sungguh-sungguh kita harus mengalami kuasa Pentakosta, kita harus penuh dengan Roh Kudus.

Ayat 20, kita perlu pengurapan dari Roh Kudus untuk menjadi jemaat yang setia.

KESETIAAN ITAI
2 Samuel 15:19, Itai adalah orang Gat.

  • Arti nama Itai: adalah profil orang yang kuat dan setia.
  • Orang asing. Bukan orang Israel. Ia adalah orang Gat, termasuk wilayah Filistin.
  • Itai adalah orang buangan.
  • Saat Itai datang ke Israel, saat itu Absalom belum memberontak kepada Daud. Ketika Absalom memberontak, ini menjadi momemtum yang tepat untuk Daud melihat ketulusan Itai, sebab itu Daud menguji Itai. Ketika Daud menyebrang ke sungai Kidron, maka salah satu orang yang setia yang mengikuti Daud menyebrang adalah Itai (2 sam 15:17). Daud berhenti di rumah yang terakhir, di rumah itu Daud duduk beristirahat dan melihat orang-orang yang mengikutinya. Ayat 18-19,

Kesetiaan Itai betul-betul teruji.
Kita melihat komitmen Itai. Walaupun ia orang Filistin, tetapi ia percaya kepada Allah Israel. Komitmen ini harus ada didalam diri kita sebagai pengikut Yesus. Kita hanya dapat bertahan dan tetap setia apabila Roh Kudus ada di dalam diri kita. Ketika Daud melihat kesetiaan Itai,  Daud memberikan jabatan kepadanya. Daud mengangkat triwira yang sangat hebat salah satunya adalah Itai!

Kalau kita setia kepada Tuhan Yesus, maka Ia akan menempatkan kita pada posisi-posisi yang mulia. Sebab itu sekalipun perjalanan yang kita tempuh makin berat, tantangan makin banyak, kesulitan makin meningkat jangan tinggalkan Tuhan. Tetaplah setia seperti Itai. Mintalah kepada Tuhan agar memenuhi kita dengan Roh KudusNya sehingga kita diberikan kemampuan untuk tetap setia sampai tiba garis akhir kehidupan. Tuhan memberkati!