Hari Raya Pentakosta – Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Pentakosta – Minggu, 31 Mei 2020)

Kisah Para Rasul 2:1-4
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Saat itu murid-murid tidak tahu bahwa mereka sedang menggenapi hari raya Pentakosta yang sudah dirayakan bangsa Israel sebelumnya (sekitar 1500 tahun sebelumnya). Ayat 5 mengatakan bahwa pada saat itu semua orang Yahudi yang merantau di berbagai negara berkumpul di Yerusalem, tepatnya di Bait Allah untuk merayakan hari raya Pentakosta. Hal ini merupakan tradisi bagi mereka bahwa setiap perayaan hari raya Pentakosta, orang-orang Israel di perantuan akan pulang untuk mengikuti perayaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada dua kelompok orang Yahudi yang sama-sama merayakan hari raya Pentakosta.

  • Kelompok pertama adalah murid-murid Yesus.
    Murid-murid tidak seperti pada umumnya orang-orang Yahudi merayakan hari raya Pentakosta. Murid-murid merayakan Pentakosta tetapi mereka juga mengalami penggenapan Pentakosta tersebut. Mereka mengalami apa yang dijanjikan Yesus (Kisah 1:8). Penggenapan hari raya Pentakosta bagi orang-orang yang merayakan Pentakosta adalah pengalaman dimana mereka dipenuhkan dengan Roh Kudus yang ditandai dengan berkata-kata dengan bahasa lain (glosolalia). Bahasa ini bukan asal berbicara tetapi ini merupakan pekerjaan Roh Kudus dalam diri seseorang sehingga mendorong orang tersebut mengucapkan kata-kata seperti yang dikaruniakan Roh Kudus. Oleh sebab itu, kita tidak boleh hanya merayakan tetapi harus mengalami kepenuhan Roh Kudus.
  • Kelompok yang kedua adalah orang-orang yang merayakan hari raya Pentakosta sebagai warisan yang diturunkan oleh nenek moyang mereka.
    Sayangnya mereka tidak mengalami kuasa Pentaksota seperti yang dialami murid-murid. Padahal inti dari perayaan Pentakosta adalah Roh Kudus. Mereka bukan saja tidak mengalami kuasa Pentakosta tetapi mereka juga menghina dan mengejek orang-orang yang dipenuhi kuasa Roh Kudus (Kisah 2:13).

Setiap pengikut Kristus yang mengalami kuasa Pentakosta, mereka bukan saja dipenuhi Roh Kudus tetapi mereka juga memiliki tanggung jawab, yaitu menjadi saksi Kristus. Apa yang dimaksud dengan saksi Kristus? Menjadi saksi Kristus harus menjadi hal yang mendasar didalam kehidupan orang percaya. Hidup sebagai saksi Kristus harus ditunjukkan dari cara hidup yang menjadi teladan dan menjadi berkat bagi orang-orang disekelilingnya baik dalam situasi yang baik ataupun disaat-saat yang sulit.

KESUKARAN AKHIR ZAMAN
Tanda-tanda yang harus digenapi yaitu: pembukaan meterai Allah, peniupan ketujuh sangkakala.

Meterai 4: kuda hijau kuning. Gambaran tentang kuasa wabah penyakit sampar. Seluruh dunia merasakan hal itu.
Meterai 5: aniaya kepada pengikut Kristus. Bagaimana kita tetap menjadi saksi sekalipun dianiaya.
Meterai 6: bencana alam secara global.

Jadi, kesukaran yang akan terjadi dimasa yang akan datang bukannya berkurang tetapi semakin menjadi-jadi. Sebab itu, satu-satunya cara untuk menjadi jemaat yang tetap berdiri sebagai jemaat akhir zaman adalah dengan  dipenuhi Roh Kudus dan firman Allah.

Matius 26: 31, sebelum Yesus disalib, yang dianiaya adalah Yesus, tetapi yang tergoncang imannya adalah murid-murid, padahal mereka belum mengalami aniaya.

1 Yohanes 2: 14
Yang dimaksud dengan banyak antikristus adalah orang-orang yang mengikuti roh antikristus.

Ayat 19 mengatakan bahwa Antikristus berasal dari antara kita. Jadi sebelumnya mereka adalah orang yang percaya kepada Yesus, tetapi kemudian berbalik dari Yesus. Mengapa mereka berbalik? Karena mereka tidak berdaya tahan, mereka tidak penuh dengan Roh Kudus, mereka tidak sungguh-sungguh. Untuk menjadi orang yang sungguh-sungguh kita harus mengalami kuasa Pentakosta, kita harus penuh dengan Roh Kudus.

Ayat 20, kita perlu pengurapan dari Roh Kudus untuk menjadi jemaat yang setia.

KESETIAAN ITAI
2 Samuel 15:19, Itai adalah orang Gat.

  • Arti nama Itai: adalah profil orang yang kuat dan setia.
  • Orang asing. Bukan orang Israel. Ia adalah orang Gat, termasuk wilayah Filistin.
  • Itai adalah orang buangan.
  • Saat Itai datang ke Israel, saat itu Absalom belum memberontak kepada Daud. Ketika Absalom memberontak, ini menjadi momemtum yang tepat untuk Daud melihat ketulusan Itai, sebab itu Daud menguji Itai. Ketika Daud menyebrang ke sungai Kidron, maka salah satu orang yang setia yang mengikuti Daud menyebrang adalah Itai (2 sam 15:17). Daud berhenti di rumah yang terakhir, di rumah itu Daud duduk beristirahat dan melihat orang-orang yang mengikutinya. Ayat 18-19,

Kesetiaan Itai betul-betul teruji.
Kita melihat komitmen Itai. Walaupun ia orang Filistin, tetapi ia percaya kepada Allah Israel. Komitmen ini harus ada didalam diri kita sebagai pengikut Yesus. Kita hanya dapat bertahan dan tetap setia apabila Roh Kudus ada di dalam diri kita. Ketika Daud melihat kesetiaan Itai,  Daud memberikan jabatan kepadanya. Daud mengangkat triwira yang sangat hebat salah satunya adalah Itai!

Kalau kita setia kepada Tuhan Yesus, maka Ia akan menempatkan kita pada posisi-posisi yang mulia. Sebab itu sekalipun perjalanan yang kita tempuh makin berat, tantangan makin banyak, kesulitan makin meningkat jangan tinggalkan Tuhan. Tetaplah setia seperti Itai. Mintalah kepada Tuhan agar memenuhi kita dengan Roh KudusNya sehingga kita diberikan kemampuan untuk tetap setia sampai tiba garis akhir kehidupan. Tuhan memberkati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *