KEMENANGAN DIMASA SUKAR – Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 07 Juni 2020)

2 Timotius 3:1-5

Ayat ini merupakan nasehat rasul Paulus yang ditujukan kepada anak rohaninya yaitu Timotius. Tetapi tentu nasehat ini juga ditujukan kepada kita sebab kita hidup di akhir zaman. Rasul Paulus berkata bahwa di hari-hari terakhir akan ada masa sukar. Kesukaran akan berdampak bagi semua orang, apalagi apabila kesukaran itu terjadi secara global. Contohnya adalah pandemik Covid-19 ini. Dunia digoncang oleh Covid-19 dan dampaknya dialami oleh semua orang, yaitu kesukaran. Padahal virus ini terjadi diakhir tahun 2019, tetapi sampai sekarang masalah virus ini  belum selesai. Bahkan dampak dari virus ini merusak ekonomi,keuangan, usaha dan berbagai bidang kehidupan lainnya. Namun yang paling ditakuti adalah ancaman kematian.

Kesukaran ini bukan hanya menyerang materi tetapi sadar atau tidak, kesukaran di akhir zaman ini juga mengancam kerohanian kita apabila kita tidak mengantisipasinya. Bagaimana caranya agar kerohanian kita tidak goyah sekalipun ditengah kesukaran ini? Kesukaran seperti apapun jangan sampai kesukaran itu membuat kita berfokus hanya kepada hal-hal materi atau jasmani.

Berikut adalah perbandingan bagaimana kehidupan kita secara rohani dan ancaman yang terjadi dalam kesukaran.

Tabel ini adalah hal-hal yang akan terjadi dihari-hari terakhir ketika kesukaran itu datang. Alkitab memang mengajarkan hal-hal yang baik, tetapi karena kesukaran maka banyak hal buruk yang terjadi kepada manusia.

Sebagai contoh kita tahu bahwa pandemic covid-19 ini merupakan lanjutan dari penggenapan meterai ke-IV yaitu sampar yang berkembang menjadi pandemik. Bagaimana dengan kehadiran pandemik Covid-19 ini? Apakah tidak berdampak apa-apa, ataukah berdampak pada kerohanian jemaat?

HIDUP DALAM KEMENANGAN
Tuhan Yesus menghendaki agar setiap orang yang sudah ditebus dan diselamatkan dapat hidup oleh Roh, bukan hidup oleh daging. Sebab akhir hidup orang yang dikuasai daging akan binasa, tetapi orang yang hidup oleh Roh akan memperoleh keselamatan, yaitu sorga yang kekal.

Tuhan mau kita hidup oleh Roh, bukan digerakkan oleh daging atau hawa nafsu. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa sering kali hidup kita dikuasai oleh daging. Oleh sebab itu, banyak hal yang hilang karena kesukaran-kesukaran ini.

Bagaimana kita dapat hidup dimata Tuhan apabila kehidupan kita seperti ini? Apabila kita hidup seperti ini maka kita tidak akan hidup sebagai orang yang berkenan dihadapan Tuhan, sehingga kita tidak masuk kedalam kemuliaan sebab Tuhan menolak kita.

Allah mau kita hidup seperti ini. Kesukaran seharusnya tidak mengubah kita. Apabila kita hidup seperti pada gambar ini dihadapan Tuhan, maka kita akan masuk kedalam kekekalan bersama Tuhan.

RAHASIA HIDUP BERKEMENANGAN
Ester 8:17
“Demikian juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat mana pun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira; dan lagi banyak dari antara rakyat negeri itu masuk Yahudi, karena mereka ditimpa ketakutan kepada orang Yahudi.”

Pada ayat ini kita melihat bahwa ada sukacita dan kegirangan yang besar diantara orang Yahudi. Bahkan banyak dari antara rakyat negeri itu menjadi Yahudi  karena mereka takut kepada orang Yahudi.

Padahal, apabila kita melihat dalam kisah-kisah sebelum, maka yang terjadi adalah orang Yahudi yang berada di benteng Susan atau yang hidup dimana saja, mereka mengalami ketakutan yang luar biasa. Mengapa? Pada saat itu orang Yahudi berada dalam undang-undang yang mengerikan sebab terdapat keputusan untuk memusnahkan orang Yahudi (Ester 3:12-13). Orang Yahudi beradaidalam ancaman maut dan kemiskinan. Mengapa undang-undang maut ini bisa berubah menjadi pesta perjamuan, sukacita dan kegirangan bagi orang Yahudi? Dan mengapa banyak rakyat yang ingin menjadi Yahudi apabila terdapat undang-undang maut seperti ini? Rahasia hidup berkemenangan dari orang Yahudi adalah mematikan keinginan daging.

Bagaimana mematikan keinginan daging menurut kitab Ester? Ester 3:1-2 mencatat mengenai seorang buangan yang bernama Haman, seorang dari keturunan Amalek. Haman marah kepada Mordekhai, paman dari ratu Ester. Ia marah sebab Mordekhai tidak mau menyembah Haman. Haman bukan ingin dihormati karena ia adalah pejabat, tetapi ia ingin disembah seperti Tuhan. Ini adalah gambaran dari Antikris (Wahyu 13:14).

Ester 3:8-15 menceritakan bahwa Haman ingin membunuh semua orang Yahudi. Haman membujuk raja Ahasyweros untuk memeteraikan undang-undang yang ia buat. Akhirnya undang-undang untuk bebas membunuh orang Yahudi itu resmi diedarkan kepada seluruh daerah yang berada dibawah kekuasaan raja Ahasyweros.

Ester 4:8, mencatat bagaimana Mordekhai meminta Ester untuk menghadap raja Ahasyweros dan membujuk raja untuk membatalkan undang-undang tersebut. Namun ada peraturan kerajaan Media-Persia bahwa orang yang tidak diundang untuk menghadap raja, apabila raja tidak berkenan maka ia akan mati. Aturan ini menggambarkan bahwa dosa telah memisahkan manusia dan Allah (Yesaya 59:2). Siapa yang menghadap Allah akan binasa oleh kekudusan Allah. Namun karena Yesus turun kedalam dunia maka kita dapat menghadap Allah yang kudus.

Dalam menghadapi ancaman ini, Ester mengirim pesan kepada Mordekhai (Ester 4:15-17). Ester meminta semua orang Yahudi yang berada di benteng Susan, berpuasa bersama Ester selama tiga hari tiga malam. Setelah itu, Ester akan menghadap raja, sekalipun Ester datang tanpa undangan raja. Ester berkata bahwa “kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Ester adalah gambaran Gereja (pengikut Yesus) yang hidup di akhir zaman. Ester berpuasa selama tiga hari tiga malam adalah gambaran Gereja di akhir zaman yang telah mematikan keinginan daging dan telah hidup oleh Roh, bukan oleh daging.

Kalau kita ingin melihat bagaimana gereja mengalami kemenangan besar dan tongkat kuasa itu diberikan kepada Gereja, maka Gereja Tuhan harus mematikan keinginan daging. Hal ini seharusnya dimulai dari individu orang percaya, kemudian berlanjut ke tingkat komunitas gereja lokal yang terus berlanjut sampai pada tingkat gereja secara universal. Aplikasi atau penerapan hal tersebut di atas, bukan semata-mata puasa yang dilakukan secara massal selama tiga hari tiga malam, namun terekspresi pada gambar dibawah ini:

Allah mau kita bukan hanya sekedar beriman tetapi juga melakukan Firman Tuhan. Dan kita tidak bisa melakukan Firman Tuhan ini apabila kita melakukan keinginan daging.

Ketika kita mematikan keinginan daging kita maka Tuhan akan memberikan tongkat kuasa seperti yang diberikan raja Ahasyweros kepada Ester.

Apabila gereja bertumbuh secara rohani mati dari keinginan daging dan hidup didalam keinginan Roh, maka kita dapat melakukan: “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)

Hal ini digambarkan dengan gambaran bagaimana Ester tidak takut menghadap raja. “Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu.” (Ester 5:2)

Ester tidak takut mati, sebab ia telah mematikan keinginan daging sebelum menghadap raja. Kalau kedagingan kita mati, maka Roh akan menggerakkan kita.

Ester 5:3 berkata bahwa, ketika raja melihat Ester, maka raja jatuh hati sehinggga raja memberikan tongkat kerajaan kepada Ester serta berkata “Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu.”

Bersama Yesus, Gereja akan memiliki kuasa dahsyat dan tidak terbatas. Semua rencana jahat untuk menghancurkan gereja akan dipakai untuk menghancurkan mereka. Tiang gantung yang telah dibuat oleh Haman untuk menggantung Mordekhai, dipakai untuk menggantung Haman. Bahkan undang-undang yang menetapkan semua orang diperbolehkan membunuh bangsa Yahudi berbalik kepada mereka; bangsa Yahudi diperbolehkan untuk membunuh musuh-musuh mereka. Hal ini merupakan gambaran dari perang Harmagedon.

PERANG HARMAGEDON (Wahyu 19:17-21)
Dalam perang Harmagedon, Tuhan Yesus akan melibatkan gereja sempurna (Gereja yang telah mati dari semua keinginan daging) untuk melakukan pembalasan kepada musuh-musuh Gereja, yaitu: Antikristus, Nabi Palsu, dan pengikut-pengikutnya yaitu orang berdosa.

KESIMPULAN
Untuk memiliki hidup yang berkemenangan, maka kita harus mematikan keinginan daging kita dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Apabila kita melakukan hal ini, maka kita akan melihat bagaimana kemenangan-kemenangan besar menjadi milik kita sebagai gereja Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *