Muliakanlah Allah dengan Tubuhmu – oleh Pdt. J.S Minandar (Ibadah Raya, Minggu, 21 Juni 2020)

1 Korintus 6:20
“Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

Dengan adanya pandemik Covid-19 ini, kita melihat manusia menjadi begitu berhati-hati dalam beraktifitas dan melakukan kegiatan. Apa yang dahulu tidak pernah dilakukan kini menjadi kebiasaan baru. Contohnya penggunaan masker, kebiasaan sering mencuci tangan, menjaga jarak, tidak bersentuhan fisik dan tidak makan makanan sembarangan. Tujuan semua ini adalah supaya kita dapat tetap sehat dengan harapan agar terhindar dari virus ini dan tidak jatuh sakit. Tidak sedikit orang yang melakukan semua anjuran yang diberikan kepadanya. Tetapi, semua usaha yang kita lakukan adalah hal-hal yang baik dan tidak salah sejauh kita berbuat semua hal yang tidak bertentangan dengan Firman Allah.

Rasul Paulus menasehatkan kita agar kita memuliakan Allah dengan tubuh kita. Hal ini berarti apapun upaya yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan jasmani serta menjaga kesehatan seharusnya tidak membuat kita melupakan kewajiban kita, yaitu: memuliakan Allah dengan tubuh kita. Maksud nasihat rasul Paulus adalah kesukaran Covid-19 yang kita hadapi, jangan sampai membuat kita hanya mengurus hal-hal jasmani tetapi mengabaikan hal rohani.

Apakah arti makna Firman Allah dengan “memuliakan Allah dengan tubuh kita”?

  1. Manusia jasmani
    1 Korintus 6:12 “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.”

Ada 2 hal yang ditekankan rasul Paulus dari ayat ini
1). Jangan menghalalkan segala cara.
Yang pertama dan yang utama untuk memuliakan Allah dengan tubuh adalah rasul Paulus menasehatkan agar kita tidak menghalalkan segala cara untuk tetap bertahan hidup ditengah pandemik, termasuk dengan melanggar Firman Allah. Apabila kita melakukan hal ini maka berarti kita hanya memperhatikan hal jasmani tetapi tidak memperhatikan hal rohani. Kita memahami bahwa sebagai pengikut Yesus, kita tidak berada dibawah hukum Taurat. Karena kita tidak lagi berada dibawah hukum Taurat, ini bukan berarti kita dapat berbuat apapun tanpa aturan. Sebagai pengikut Yesus, kita tidak boleh keluar dari Firman Allah, sebab sebagai pengikut Yesus yang sejati dalam keadaan apapun, kita dianjurkan untuk memuliakan Tuhan dengan tubuh kita sama seperti jemaat pendatang yang dilayani oleh Petrus (1 Petrus 2:12). Surat Petrus merupakan surat yang ditujukan kepada orang-orang Kristen yang berkebangsaan Yahudi. Mereka dianjurkan untuk memiliki cara hidup yang baik ditengah-tengah orang yang tidak percaya, sehingga orang-orang yang tidak percaya ini pun menjadi percaya kepada Yesus.

2). Tidak diperhamba oleh apapun
Matius 24:8
“Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.”

Kesukaran yang kita alami dan lihat sekarang barulah permulaan menjelang zaman baru. Kesukaran sekarang belum seberapa bila dibandingkan dengan kesukaran besar di akhir zaman.

2. Manusia Rohani
Pelacuran Rohani di Akhir Zaman
Sebelum membahas pelacuran rohani, kita akan terlebih dulu membahas mengenai pelacuran jasmani.

Pelacuran rohani telah dinubuatkan didalam Wahyu 13:11-12. Perlu diketahui bahwa yang dimaksud pelacur dalam ayat ini bukan dalam arti harafiah, namun menunjuk kepada nabi-nabi palsu. Mereka mengajarkan ajaran yang terlihat baik, namun sebenarnya merupakan kompromi dengan ajaran sesat.Iblis mencoba meniru Trinitas Allah kita (iblis, Antikristus dan nabi palsu). Mereka digambarkan seperti binatang yang keluar dari dalam bumi. Nabi palsu keluar dari bumi seperti anak domba, mirip seperti Yesus. Tetapi ia berbicara seperti naga, artinya berita yang ia sampaikan berasal dari iblis. Dia melakukan perintah Iblis ini, dan membuat seluruh bumi menyembah iblis. Jadi bentuk pengajarannya gereja palsu seperti gereja.

1 Korintus 6:15
“Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!.”

Perlu diketahui bahwa setiap orang percaya yang telah ditebus oleh darah Yesus merupakan anggota tubuh Yesus.

Karena kita adalah anggota tubuh Yesus, oleh sebab itu sesukar apapun kondisinya, kita harus menjaga kekudusan diri kita.

Mengapa kita tidak boleh berzinah?
1 Korintus 6:16
Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

Alkitab melarang perzinahan sebab apabila seseorang melakukan perzinahan, maka mereka menjadi satu tubuh, sebab perzinahan mengikat. Melakukan perzinahan jasmani akan berakibat dibuang dari keanggotaan tubuh Kristus, terlebih lagi perzinahan rohani. Oleh sebab itu, jangan bermain-main dengan dosa perzinahan, sebab dosa ini berakibat fatal.

1 Korintus 6:17
“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.”

Melakukan perzinahan menyangkut dosa tubuh, jiwa dan roh. Itu sebabnya orang yang melakukan dosa perzinahan menjadi terikat dengan dosa itu. Tetapi, kalau kita melekat dengan Tuhan hal ini berarti kita tetap menjadi pengikut Kristus yang sejati, yang berjalan mengikuti jejak Yesus, karena jalan hidup kita dipimpin Roh Kudus sehingga kita menjadi satu roh dengan Tuhan.

Percabulan rohani menyangkut roh.
1 Korintus 6:18-19
Tubuh ini harus kita pakai sebagai alat kebenaran (Roma 6:19). Ketika kita menjadi anggota tubuh Kristus, kita harus menjaga hidup kita. Oleh sebab itu tubuh kita jangan digunakan sebagai alat kecurangan atau kejahatan demi sesuap nasi apalagi untuk berbuat sesuatu yang cemar, yaitu percabulan rohani.

Karena kita telah dibeli dengan darah Yesus, maka:

  • Sebagai milik Kristus, diri kita bukan milik kita sendiri.
  • Percabulan bukan hubungan fisik semata
  • Percabulan adalah suatu sikap kompromi orang Kristen yang menyerahkan rohnya untuk menerima dan mengimani ajaran diluar Firman Allah, yaitu ajaran setan-setan.

KESIMPULAN:
Kesulitan dalam hidup sering membuat orang-orang Kristen berkompromi dengan dosa. Namun, kita belajar bahwa saat kita berkompromi dengan dosa, kita telah melakukan perzinahan secara rohani. Oleh sebab itu, sesulit apapun kehidupan ini, jangan pernah berkompromi dengan dosa, sebab tubuh kita adalah Bait Allah. Saat kita tetap berjalan pada jalan yang benar, maka Bapa akan memelihara hidup kita.

Matius 24:26
“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *