Bagi Allah Tidak Ada Yang Mustahil – Oleh: Pdt. Simon Sitinjak (Ibadah Raya – Minggu, 28 Juni 2020)

Lukas 1:37
“Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Kita sering mendengar orang-orang berbicara mengenai kemustahilan. Bahkan, sebagai manusia kita sering berhadapan dengan kemustahilan. Dalam ayat ini kita melihat bahwa, Maria mengalami kemustahilan dalam hidupnya. Ketika malaikat datang dan membawa kabar kepada Maria, Maria seolah tidak percaya. Maria ragu dengan kepercayaan besar yang Tuhan berikan. Untuk meyakinkan Maria bahwa Allah berkuasa atas segala yang ada, maka Allah menyatakan bahwa Roh Kudus, pribadi Allah yang Maha Tinggi menaungi Maria dan seorang wanita lanjut usia, Elisabeth sanaknya juga mengandung.

Terkadang kita harus melihat tanda dahulu baru kita percaya. Tetapi kita belajar bahwa ada banyak perkara yang dapat Tuhan lakukan dalam kehidupan kita. Berikut beberapa hal yang dapat Tuhan lakukan dalam kehidupan kita.

1. Tuhan sanggup mengubah pribadi kita.
Bukan berarti Tuhan tidak tertarik untuk mengubah keadaan kita. Namun, Tuhan lebih tertarik mengubah diri kita. Tuhan merindukan ada yang berubah dalam kita, sebab kita berharga dimata Tuhan. Ia begitu bergairah untuk mengubah kita.

Allah terlebih dahulu ingin memulihkan kita kemudian barulah ia memulihkan perekonomian, keadaan, dsb. Saat manusia berada di Taman Eden, sekalipun mereka berdosa, namun Allah terlebih dahulu mencari mereka karena Allah ingin memulihkan pribadi mereka.

Yesaya 43:4 berkata bahwa kita berharga dimata Tuhan. Tuhan kita luar biasa. Dia tidak pernah menyerah untuk mengubah kehidupan kita. Dia tidak pernah menyerah untuk memulihkan dan mengubah kita sebab kita adalah buatan tanganNya. Tuhan bahkan rela mati agar kita diselamatkan, karena begitu berharganya kita dan karena Ia mengasihi kita. Seberapa berat kondisi kita hari-hari ini, atau seberapa jauh kita jatuh kedalam dosa, namun Ia tetap mengasihi kita.

Sebuah contoh mengenai perempuan yang kedapatan berzinah (Yoh 8:1-11). Perempuan ini seharusnya dirajam batu, seharusnya tidak ada kesempatan lagi untuk berubah atau bertobat. Namun Tuhan Yesus memberi kesempatan kepada perempuan ini untuk berubah.

Petrus juga pernah mengalami hal yang sama. Petrus menyangkal Yesus sampai 3x karena ia takut mengakui Yesus. Namun ketika Petrus menyangkal, ia menangis, tanda bahwa ia menyesal. Tetapi kemudian Petrus berubah menjadi pribadi yang berani. Bahkan sejarah mencatat bahwa ia mati syahid dalam pemberitaan injil. Allah sanggup mengubah kehidupan kita. Sebelum Tuhan mengubah keadaan kita, ekonomi kita, Tuhan rindu terlebih dahulu mengubah pribadi kita.

2. Tuhan sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada (Kejadian 1:1).
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dam bumi.”

Kata menciptakan disini dipakai kata “bara“, yang berarti menjadikan sesuatu yang belum ada menjadi ada, yang tidak ada menjadi ada.

Contoh Petrus (Matius 17:27). Suatu saat Tuhan Yesus memerintahkan Petrus untuk membayar biaya bea Bait Allah. Tuhan Yesus menyuruh Petrus untuk memancing ikan dan didalam mulut ikan itu terdapat uang untuk membayar biaya bea Bait Allah. Ini merupakan suatu hal yang luar biasa. Allah sanggup mengubah perkara yang tidak ada menjadi ada.

Filipi 4:19 berkata “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi dan juga kepada kita semua bahwa Allah sanggup mengadakan segala sesuatu, bahkan mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

3. Tuhan sanggup membuka jalan (Yesaya 43:19).
“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara”

Ada tiga pengalaman yang bangsa Israel alami ketika keluar dari tanah Mesir.
1). Pengalaman Laut Teberau (Keluaran 14:10)
Mereka dalam kondisi tidak ada jalan. Tuhan telah membebaskan mereka dari Firaun, namun mereka bertemu dengan Laut Teberau. Tetapi Allah membuat jalan ditengah Laut Teberau (Keluaran 14:10, 21). Allah mampu membuat jalan ditengah himpitan.

2). Pengalaman Padang gurun.
Ada beberapa proses yang mereka alami dipadang gurun:

  • Masa kepahitan (Keluaran 15:22-24). Musa melempar kayu kedalam air dan menjadi manis. Kayu yang dilemparkan menggambarkan salìb, yang mengubah kehidupan yang pahit menjadi manis.
  • Masa kelaparan (Keluaran 16:1-4). Allah sanggup memberi makan roti dari sorga kepada bangsa Israel.
  • Masa kehausan (Keluaran 17:1-3). Allah bahkan memberi bangsa Israel minum dari gunung batu.

Namun kita melihat bahwa dari proses-proses ini, Allah sanggup melakukan perkara-perkara yang mustahil.

  • Tuhan sanggup membuka jalan di padang gurun saat mengalami kepahitan (Keluaran 15:25).
  • Tuhan sanggup memberi jalan di padang gurun saat mengalami kelaparan (Keluaran 16:4)
  • Tuhan sanggup memberi jalan di padang gurun saat mengalami kehausan (Keluaran 17:6).

3) Pengalaman Sungai Dalam (Yosua 3:15).
Jika kita melihat dari Yesaya 43:16, beginilah Firman Tuhan, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat.

Dalam kitab Yosua 3:15, dikatakan air yang sebak. Artinya mengalami masalah yang datang secara hebat, digambarkan seperti air yang meluap di Sungai Yordan. Kita tidak pernah tahu kapan dan seperti ada masalah itu datang, tetapi proses yang kita alami ini kadang Tuhan ijinkan untuk membentuk kita, dan karena Allah mengerti bahwa kita mampu bahkan sanggup untuk menanggungnya (Yosua 3: 16).

Sekalipun masalah yang datang dalam kehidupan kita begitu deras, namun percayalah bahwa Tuhan akan membuka jalan bagi setiap permasalahan yang terjadi dalam kehidupan kita.

KESIMPULAN
Masalah sering kali datang dalam kehidupan kita. Namun, kita belajar bahwa sebelum Tuhan mengubah kehidupan kita, Ia terlebih dahulu ingin mengubah pribadi kita agar lebih dewasa dalam menghadapi tantangan kehidupan. Setelah Ia mengubah pribadi kita, maka Ia akan mengadakan segala yang kita perlukan, bahkan Ia membuka setiap jalan bagi kita. Oleh sebab itu sikap kita seharusnya percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah dan percayalah, Ia sanggup melakukan segala sesuatu (Ayub 42:2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *