Hidup Dalam Pimpinan Roh Allah – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya – Minggu, 11 Juli 2020)

Roma 8:14
“Semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak-anak Allah.”

Menghadapi kedatangan Yesus yang kedua kali, penting bagi kita untuk hidup dipimpin oleh Roh Allah, karena hari-hari terakhir merupakan hari-hari yang sukar. Ayat ini menjawab pertanyaan banyak orang tentang mengapa orang yang telah lama menjadi kristen bisa mundur, jatuh dan terhilang tetapi yang baru malah lebih kuat dan lebih dewasa rohani. Menjadi pengikut Kristus yang sejati bukan bergantung dari lamanya menjadi orang Kristen.  Masalahnya adalah siapa yang mengendalikan hidupnya: apakah ia dipimpin oleh Roh Allah atau dipimpin oleh kedagingannya.

Banyak orang yang merasa mengetahui Roh Kudus, sudah dipenuhi Roh Kudus dan memiliki Roh Kudus. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Roh Kudus juga merasa memiliki kita? Roh Kudus memiliki kemauan untuk memimpin hidup kita kepada hidup dan damai sejahtera. Kata dipimpin pada ayat di atas menunjukkan bahwa harus ada kerja sama antara roh kita untuk dipimpin oleh Roh Allah. Mengapa? Karena roh kedagingan kita juga memiliki pemikiran dan keinginannya sendiri.

Tujuan Allah dalam hidup kita bukan semata-mata agar kita diberkati, masalah kita selesai, dan sebagainya. Tetapi tujuan Allah yang utama untuk membentuk kita adalah agar kita menjadi seperti Allah.

Roma 8:5-6 menunjukkan kepada kita bahwa baik keinginan daging maupun Roh Allah masing-masing mempunyai pemikiran dan keinginannya sendiri yang hasilnya kita ketahui. Kata “memimpin” berarti menguasai “sepenuhnya”. Karena kedagingan kita mempunyai keinginannya sendiri maka diperlukan penyerahan total kepada Roh Kudus, agar Roh Kudus benar-benar menguasai kita.

Roma 6:13-14
“Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.”

Kalimat “yang dahulu mati tetapi yang sekarang hidup” memiliki arti bahwa dahulu kita telah mati karena dosa, sekarang hidup dalam kebebasan karena penebusan Kristus. Namun kita harus mati hari demi hari dengan mematikan manusia lama kita yang sifatnya masih hidup didalam diri kita (keinginan daging).

Sewaktu-waktu keinginan daging kita dapat menyeret kita kembali kepada kehidupan yang lama. Disinilah ruang kerja iblis untuk menjatuhkan setiap orang tebusan Kristus untuk kembali jatuh ke dalam dosa. Orang percaya harus segera mengambil tindakan.

Antikris yang akan muncul dan memerintah dunia adalah berasal dari kita, yaitu orang yang pada mulanya percaya kepada Yesus. Namun ia tidak bersungguh-sungguh menyerahkan hidupnya untuk dipimpin Roh (1 Yohanes 2:18-19).

Roma 8:13
Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

Jangan ijinkan perbuatan dosa yang sudah dihapuskan oleh darah Yesus tumbuh lagi. Kita harus mematikannya.

Kalimat “Jika oleh Roh kamu mematikan” Ini menunjuk kepada penyerahan diri oleh Roh Allah untuk mengikuti kehendakNya. Ketika kita menaklukkan pikiran dan keinginan kita kepada Kristus, maka harus ada yang dimatikan dalam kehidupan kita. Kolose 3:5, berkata bahwa bukan hanya keserakahan tetapi semua dosa yang harus dimatikan itu disamakan dengan penyembahan berhala. Mengapa? Karena dengan membiarkan dosa-dosa itu menjadi pusat dari keinginannya dan nilai hidupnya, sehingga tidak lagi bergantung dan beriman kepada Allah. Selain itu juga ada yang harus kita buang dari dalam hidup kita. Kolose 3:8 menunjukan daftar keinginan daging kita yang harus dimatikan dan dibuang dalam kehidupan baru bersama Tuhan. Namun bagaimana dengan pikiran kita? Bukankah pikiran dan keinginan berjalan bersama dalam menentukan perbuatan kita? Pikiran kita juga harus ditaklukkan kepada pikiran Kristus Yesus (Filipi 2:5).

Semuanya ini dapat terjadi apabila kita berkomitmen untuk memberi diri untuk mau dipimpin oleh Roh Kudus. Galatia 5:18 berkata bahwa apabila kita memberi diri dipimpin oleh Roh maka kita tidak hidup dibawah hukum Taurat. Memberi diri berarti ada kesediaan diri, kerelaan untuk mau dipimpin oleh Roh, bukan karena terpaksa untuk tunduk kepada pimpinan Roh.

Tuhan Yesus telah berkorban untuk menebus kita dari perhambaan dosa, dan memberikan keselamatan jiwa. Tugas kita selama kita masih hidup adalah mengerjakan keselamatan kita (Filipi 2:12). Menjaga hidup kita untuk tidak jatuh lagi kepada dosa, dengan memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus dan bertumbuh ke arah Kristus menjadi sama seperti Yesus.

TANDA PENGENALAN ALLAH
Semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah” (Roma 8:14). Kata dipimpin ditulis dalam bahasa aslinya: AGO- artinya: diarahkan/dituntun dalam penguasaanNya. Sebenarnya ketika Roh Kudus memenuhi hidup orang percaya, maka orang itu sudah ada dalam kuasa Roh (Kisah Rasul 1:8a).

Kata “turun” ditulis dalam bahasa aslinya: EPERCHOMAI artinya menguasai. Roh Allah memimpin dan menguasai kehidupan kita bukan untuk memperbudak dan menimbulkan ketakutan pada hidup kita. Tetapi memimpin kehidupan kita agar kita dapat hidup menjadi anak-anak Allah yang sebenar-benarnya, sehingga kita dapat memanggil Allah itu Bapa (Roma 8:15). Anak Allah dalam ayat ini ditulis dengan kata HUYOS-dewasa muda, bukan TEKNON-bayi rohani. Roh Kudus menguasai dan memimpin hidup kita menjadi dewasa muda yang kuat untuk mengalahkan yang jahat (1 Yohanes 2:13-14).

Selanjutnya, Roh Kudus yang memimpin kita akan meneguhkan kita dengan menjadi saksi dalam roh kita untuk memberi kesadaran bahwa kita adalah anak-anak Allah (Roma 8:16). Yang pada akhirnya dari pimpinan Roh dalam hidup kita adalah menjadikan kita sama seperti Yesus dan menjadi ahli waris kerajaan Allah (Roma 8:17).

KESIMPULAN
Menghadapi kehidupan yang semakin sulit ini, sangat penting bagi kita untuk dipimpin oleh Roh Allah. Hal inilah yang akan menolong kita untuk melakukan kehendak Bapa, sehingga semakin hari kita semakin disempurnakan dan menjadi seperti Yesus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *