TANGGUH DALAM KEHIDUPAN, KUAT DALAM TUHAN – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya – Minggu, 19 Juli 2020)

1 Samuel 30:1-8

Pendahuluan
Dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan dan kesukaran dibutuhkan ketangguhan. Tanpa ketangguhan, maka semua pengalaman, pengetahuan, talenta dan keahlian hanya membuat kita memulai dengan baik, namun tidak menyelesaikannya.  Sadarilah kemenangan tidak didapat diawal perlombaan tetapi diakhir perjuangan. Banyak orang memulai dengan baik, tapi gugur di tengah jalan karena tidak memiliki ketangguhan.  Melalui kebenaran firman Tuhan hari ini marilah kita belajar bertumbuh menjadi pribadi yang “Tangguh dalam kehidupan dan kuat didalam Tuhan.”

Di dalam Alkitab kita bisa mendapati tokoh-tokoh yang menunjukkan ketangguhan iman. Salah satunya adalah Daud. Daud adalah seorang yang memiliki jiwa yang tangguh dalam menghadapi kehidupan, namun juga memiliki iman yang kokoh dan kuat dalam Tuhan. Mari kita buka 1Samuel 30:1-8.

Daud baru saja pulang dari negeri Filistin setelah dua tahun terakhir ia membantu raja Akhis dalam pertempuran melawan musuh-musuhnya. Setiap Daud maju berperang, Tuhan selalu memberikan kemenangan. Namun setelah para prajurit Filistin menolak kehadiran Daud dan orang-orangnya, Daud dan rakyat yang menyertainya pulang kembali ke kotanya yaitu Ziklag.

Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag. Ziklag telah dikalahkan dan dibakar habis oleh orang Amalek. Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan muda, telah ditawan mereka, termasuk kedua isteri Daud yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail. Melihat keadaan yang demikian maka menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, bahkan mereka tidak kuat lagi menangis.

Inilah fakta kehidupan! Kehidupan tidak selalu dihiasi dengan tawa ceria, tetapi juga dengan duka dan air mata. Ketahuilah, langit tidak selamanya akan cerah, kadang-kadang mendung dan hujan yang lebat tercurah. Hidup ini tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan dan doakan. Kadang-kadang justru yang terjadi kebalikannya.

Daud dan orang-orangnya baru saja memenangkan pertempuran bersama raja Akhis. Selayaknya kedatangan mereka disambut dengan tepuk tangan dan sanjungan sebagai pahlawan. Namun apa yang terjadi, bukan tepuk tangan apalagi sambutan dengan parade kemenangan, yang terjadi justru tangisan. Kota mereka dibakar, istri dan anak-anak mereka ditawan musuh.

Siapa yang pernah menduga jika tahun 2020 akan muncul virus? Tak satupun ahli atau pakar memprediksi sebelumnya jika tahun 2020 akan ada pandemi. Semua orang percaya th. 2020 akan berjalan normal-normal saja. Tidak ada tanda-tanda bahaya sebelumnya, tetapi tiba-tiba terjadi bencana. Virus covid 19 menyerang manusia di seluruh dunia. Akibatnya bukan saja kematian yang dialami manusia, tetapi juga seluruh sektor kehidupan manusia terkena dampaknya. Disinilah pentingnya ketangguhan. Dalam keadaan aman dan senang tidak dibutuhkan ketangguhan, tetapi saat keadaan berubah menjadi susah, diperlukan ketangguhan dan kekuatan iman untuk tetap bertahan. Hanya orang-orang tangguh yang tak akan rubuh meski keadaan yang disekitarnya seolah runtuh.

Melalui kisah Daud ini, marilah kita mempelajari cara bertumbuh menjadi orang tangguh.

  1. Orang tangguh tidak suka mengeluh
    1Samuel 30:6 
    Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu.

Marilah kita perhatikan respon Daud dan respon rakyat yang mengikutinya. Daud sadar kondisi yang dialaminya adalah sukar, kotanya dibakar, seluruh rumah dan harta benda lenyap, istri dan anak-anaknya ditawan. Namun Daud tidak mengeluh dengan keadaannya yang terjadi. Orang yang tangguh tidak suka mengeluh. Sebaliknya bagaimana respon rakyat yang mengikutinya? Ayat enam berkata: rakyat yang mengikutinya mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Orang-orang yang mengikuti Daud mengeluh, mereka protes kepada Daud hingga hendak melempari Daud dengan batu.

Hidup ini memang banyak kesulitan tetapi jangan mengeluh sebab mengeluh justru semakin mempersulit hidupmu. Persoalan bukan untuk dikeluhan, persoalan harus diselesaikan. Ingatlah keluhan tidak akan mengurangi beban yang kita hadapi apalagi menyelesaikan. Mengeluh hanya membuat beban yang dipikul terasa berat. Mengeluh hanya membuat perjalanan hidup terasa makin sulit. Itulah sebabnya jangan penuhi hidup ini dengan mengeluh, penuhi hidup ini dengan bersyukur.

Ketahuilah orang yang suka mengeluh hanya menyalahkan keadaan dan orang lain. Lihatlah apa yang dilakukan oleh orang-orang yang menyertai Daud. Mereka menyalahkan Daud dan kecewa dengan keadaan yang terjadi.

Ada orang yang berkata: bagaimana tidak mengeluh jika keadaanya sulit, kekurangan dan banyak persoalan. Coba saja keadaannya baik, diberkati dan berkecukupan, pasti orang tidak mengeluh. Sadarilah bahwa mengeluh adalah sikap hati bukan kondisi yang terjadi. Orang yang hatinya baik, maka apapun keadaannya ia akan selalu baik. Sebaliknya orang yang hatinya buruk, apapun keadaannya akan selalu mengeluh. Lihatlah apa yang dialami bangsa Israel selama perjalanan di padang gurun. Apa yang kurang bagi mereka? Makan disediakan, minum tersedia, siang hari ditudungi dengan tiang awan, malam hari disinari dengan tiang api. Ingin daging Tuhan kirim burung puyuh. Semua tercukupi. Apakah dengan semua fasilitas yang diberikan kepada bangsa Israel membuat mereka tidak mengeluh? Tidak! Dalam pemeliharaan dan kecukupan bangsa Israel tetap saja mengeluh. Ini bukti bahwa mengeluh itu bukan kondisi tetapi sikap hati. Banyak orang tidak dapat menikmati hidup ini karena selalu mengeluhkan keadaan, sehingga lupa mensyukuri apa yang Tuhan berikan. Jadilah orang yang tangguh, yang bisa bersyukur dalam segala keadaan dan situasi yang dialami.

2. Orang tangguh imannya teguh
Ayat 6
Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

Dalam keadaan yang terjepit, Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan Allahnya. Daud bisa saja kecewa kepada Tuhan, sebab selama ini ia hidup dalam kebenaran. Tetapi apa yang dialami? Bukan berkat, bukan pertolongan atau hal-hal yang menyenangkan, sebaliknya kotanya dibakar, istri dan anak-anak ditawan musuh dan orang-orang selama ini menyertainya berbalik hendak melemparinya dengan batu. Dalam keadaan yang demikian Daud tetap mempercayai Tuhan Allahnya bahkan menguatkan kepercayaannya.

Bagaimana dengan kita? Mampukah kita mempercayai Tuhan saat kehilangan? Apakah kita tetap percaya kepadaNya saat duka mendera? Apakah kita tetap beriman saat keadaan suram? Dalam masa yang sukar Daud memilih untuk menguatkan kepercayaanya kepada Tuhan Allahnya. Ketahuilah bahwa iman itu bukan pemberian, iman adalah keputusan untuk mempercayai Tuhan atau keadaan.

Ibrani 11:6 
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Sekali lagi, ketika orang-orangnya kecewa karena keadaaan yang terjadi, Daud memilih untuk tetap mempercayai Tuhan Allahnya. Daud tidak tahu dimana keberadaan anak dan istrinya, tetapi ia percaya bahwa Tuhan mengetahui keberadaan mereka. Daud tidak mampu untuk menolong mereka, tetapi ia percaya bahwa Tuhan sanggup menolong mereka. Itulah sebabnya ia menguatkan kepercayaannya bahwa Tuhan berkuasa untuk menolongnya.

Contoh lain adalah Abraham. (Roma 8:18-21)Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham tetap berharap dan percaya juga bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

Ayub
Ayub 23:10  Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

3. Orang yang tangguh bertanya kepada Allah sebelum melangkah
1Sam 30:8  Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.”

Inilah kunci kemenangan Daud. Di setiap pertempuran Daud selalu alami kemenangan sebab ia selalu bertanya kepada Allah sebelum ia melangkah. Daud tidak akan menemui musuhnya, sebelum bertemu dengan Allahnya. Sebelum berjumpa dengan musuhnya, terlebih dahulu berjumpa dengan Allahnya. Daud sadar bahwa kemenangan dalam pertempuran bukan ditentukan oleh banyaknya pasukan, tetapi oleh kuasa Tuhan. Oleh sebab itu, ia selalu memulai peperangan dengan bertanya kepada Tuhan.

2 Samuel 5:22,23
Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim, maka bertanyalah Daud kepada TUHAN, dan Ia menjawab: “Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.

Daud tak pernah gegabah, ia selalu bertanya kepada Allah sebelum melangkah. Orang-orang yang tangguh tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, orang-orang yang tangguh mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan. Sadarilah kekuatan orang-orang yang tangguh bukan saat ia berdiri teguh, tetapi saat ia bersimpuh di bawah kaki Tuhan.

Mazmur  37:5 
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

4. Orang tangguh berani mengejar musuh
1Sam. 30:8 
Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.”

Hidup ini tak akan sepi dari persoalan dan tantangan. Akan selalu ada kesulitan disepanjang perjalanan. Tetapi orang-orang yang tangguh berani mengejar musuh. Ingatlah, bahwa kemenangan tidak datang hanya dengan diam, kemenangan datang ketika kita berjuang ke medan pertempuran. Jangan takut dengan apa yang kita hadapi, majulah dengan berani karena Tuhan menyertai.

2Timotius 1:7  Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Percayalah Tuhan tidak pernah memberikan ketakutan kepada anak-anakNya. Tuhan memberikan roh keberanian kepada kita. Sebab itu songsonglah masa depan depan percaya. Jalanilah hidup ini tanpa mengeluhkan keadaan. Berdirilah teguh dalam iman walau jalan bertaburan rintangan, percayalah semua musuh kita pasti taklukan bersama Tuhan. “Jadilah Tangguh dalam kehidupan dan kuat didalam Tuhan”. Tuhan memberkati. KJP!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *