HIKMAT TUHAN DITENGAH PANDEMI – oleh Pdp. Corneles Wim Kandou (Ibadah Raya – Minggu, 26 Juli 2020)

PENGERTIAN HIKMAT
Hikmat berasal dari kata “Hokmah” yang merupakan asal kata “hakam” yang berarti menjadi atau bertindak bijaksana. Hikmat (wisdom) adalah suatu pengertian dan pemahaman yang dalam mengenai orang, barang, kejadian dan situasi yang kemudian menghasilkan kemampuan untuk menerapkan persepsi, penilaian, perbuatan sesuai pengertian tersebut. Tidak jarang dibutuhkan sebuah kecerdasan emosional untuk mampu mengelola segala pengertian yang diterima.

Sebagai orang percaya, maka tentu kita meyakini bahwa dunia ini dan segala yang ada didalamnya, serta yang terjadi didalamnya ada didalam kekuasaan Tuhan. Untuk itu penting sekali dalam kehidupan yang Tuhan anugerahkan untuk kita memiliki hikmat yang asalnya dari Tuhan.

Dunia pun memiliki hikmatnya sendiri, tetapi itu terbatas, semu, dan gampang hancur. Akan tetapi dengan hikmat Tuhan memungkinkan orang percaya untuk hidup dengan maksimal ditengah dunia dan segala tantangannya. Terlebih dalam masa-masa pandemi yang kita rasakan hari-hari ini.

HIKMAT TUHAN UNTUK TEROBOSAN DITENGAH PANDEMI
Hikmat Tuhan sangat penting bagi kita agar mengalami terobosan dalam cara kita membangun hubungan dengan Tuhan, mengalami peningkatan secara rohani, terobosan dalam keluarga bahkan pekerjaan dan masih banyak hal lainnya. Kita akan mempelajari tokoh-tokoh hikmat yang luar biasa di negeri pembuangan yaitu Daniel dan rekan-rekannya (Hananya, Misael, Azarya atau Sadrakh, Mesakh, Abednego). Dari Daniel kita akan belajar bagaimana hikmat itu bekerja dalam diri seseorang, apa yang dihasilkan dan apa yang harus dilakukan agar hikmat itu ada didalam diri kita.

SIAPA DANIEL, SADRAKH MESAKH DAN ABEDNEGO ?
Daniel dkk adalah buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel bersama orang-orang muda lainnya yang punya keahlian dan pengertian yang dapat digunakan dalam pemerintahan di Babel.

Daniel adalah seorang berhikmat yang luar biasa dan itu dibuktikan bahwa Daniel terus berguna dalam berbagai pemerintahan walau raja silih berganti (walau tidak didapat catatan lanjutan mengenai 3 kawannya yang lain).

Mulai dari Nebukadnezar Raja Babel – Belsyazar Raja Babel – Darius Raja Media. Daniel selalu dipakai dalam berbagai pemerintahan, karena hikmat Allah dalam dirinya.

1. Hikmat diberikan kepada orang yang berkomitmen kepada kebenaran, Daniel 1:3;4;8
Dan 1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,

Dan 1:4  yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

Dan 1:8  Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Daniel dikenal sebagai orang yang berhikmat jauh sebelum ada panggung yang melambungkan namannya. Dikatakan bahwa Daniel adalah orang muda yang tidak bercela. Artinya dari masa mudanya Daniel menjaga dirinya dari segala hal yang tak berkenan, sehingga tidak heran dalam dirinya Tuhan mengaruniakan hikmat yang luar biasa. Ketahuilah, hikmat dan kebenaran itu beriringan. Hikmat lahir dari kebenaran bukan pengetahuan. Banyak orang yang pintar tetapi belum tentu berhikmat karena hidup dalam kejahatan. Sebaliknya ada orang yang pendidikannya tidak tinggi, pengetahuanya tidak luas, tapi hidupnya penuh hikmat karena hidup dalam kebenaran (Mazmur  111:10). Dengan takut akan Tuhan, mengantarkan kita pada pintu gerbang hikmat Allah yang luar biasa.

Hikmat Tuhan hanya datang kepada orang yang hidup dalam kebenaran. Hikmat hanya akan datang kepada orang yang menjaga dirinya dari hal-hal yang jahat. Hikmat hanya datang kepada orang yang mempersiapkan kehidupannya begitu rupa. Hikmat hanya akan datang kepada orang yang berkomitmen untuk menjaga dirinya begitu rupa dari hal-hal yang merusak dirinya. Hikmat Tuhan hanya datang kepada orang yang hidup dalam kebenaran. Didalam kehidupan yang menghormati Tuhan dan firmanNya disitulah Hikmat Tuhan dilimpahkan atas setiap kita.

2. Hikmat Tuhan memberikan nilai dalam diri seseorang, Daniel 1:19-20.

Kisah mengenai percobaan mengenai santapan Daniel dkk dan para orang berhikmat lainnya.

Dan1:19  Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.

Dan 1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.

Setelah percobaan mengenai makanan yang dikonsumsi oleh Daniel dkk, dibandingkan dengan beberapa orang lainnya, didapati bahwa mereka lebih segar dari orang lainnya yang makan santapan raja. Dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Mereka didapati sepuluh kali lebih cerdas. Dari ayat ini kita dapat melihat bahwa dalam diri Daniel dkk, bukan sekedar kecerdasan ataupun kepintaran tetapi sebuah nilai yang kemudian membuat mereka jauh lebih unggul dalam segi kecerdasan dan hal lain yang berhubungan dengan itu. Orang yang mempunyai nilai lebih dalam kehidupanlah yang hanya akan diakui oleh orang lain.

Nilai dalam diri seseoranglah yang menentukan identitas orang tersebut. Ini membuktikan bahwa hikmat yang asalnya dari Tuhan memberi nilai dalam diri seseorang, hikmat Tuhan dalam diri seseorang selalu mengerjakan sesuatu diatas rata-rata, hikmat Tuhan tidak sama dengan dunia ini, hikmat Tuhan melampaui segala hikmat dunia.

Pengkhotbah 7:19 Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota.

Masalah dikerjakan atau keluarga boleh sama, tapi anak Tuhan yang mempunyai hikmat Tuhan tahu bagaimana cara untuk menyelesaikan itu semua.

3. Hikmat Tuhan hanya lahir dari sebuah ketergantungan tunggal kepada Tuhan, Daniel 2:16-19;28.

Kisah tentang mimpi Nebukadnezar
Daniel dipanggil untuk dimintakan mengartikan mimpi tersebut.

Dan 2:16  Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.

Dan 2:17  Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,

Dan 2:18  dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.

Dan 2:19 Maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.

Dan 2:28  Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:

Hikmat selalu diberikan kepada orang-orang yang menghormati Tuhan, artinya walau mereka mempunyai kepandaian, pengalaman, sumber daya apapun, namun mereka selalu menempatkan Tuhan sebagai penolong utama dalam kehidupan. Yang menarik dari mereka adalah bahwa sekalipun mereka tahu bahwa diri mereka memiliki hikmat dan dianggap sebagai orang yang pintar, namun mereka tidak tinggi hati dan berjalan dengan hikmat mereka sendiri. Sekalipun kita mempunyai pengalaman puluhan tahun, sekalipun kita mahir, memiliki sumber daya yang mumpuni, tetapi jangan pernah sekalipun mencoba untuk berjalan sendiri tanpa hikmat Tuhan.

Amsal 3:19 Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit,

Kita seharusnya sadar bahwa dunia ini diciptakan oleh Tuhan, segala hal diatur, dikonsep, dikerjakan oleh Tuhan maka sudah sepantasnya kita pun dalam hidup ini melakukan segala sesuatu dengan hikmat Tuhan. Kita membutuhkan hikmat Tuhan setiap waktu untuk segala kondisi dan perubahan yang terjadi disekitar kita.

4. Hikmat Tuhan melalui diri seseorang mengerjakan penghormatan & peninggian bagi Tuhan, Daniel 2:46-48.

Kisah tentang mimpi Nebukadnezar
Setelah Daniel mengartikan mimpi Nebukadnezar.

Dan 2:46  Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel; juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya.

Dan 2:47  Berkatalah raja kepada Daniel: “Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.”

Dan 2:48  Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel.

Karena hikmat Tuhan, Daniel mampu mengartikan mimpi dari raja Nebukadnezar. Namun justru yang menarik setelahnya adalah bahwa Nebukadnezar sendiri yang mengucapkan sebuah pengakuan dan penghormatan kepada Tuhan yang diyakini bekerja dibalik kemampuan dan hikmat Daniel.

Disinilah letak perbedaan hikmat dunia dibandingkan dengan Hikmat Tuhan. Hikmat duniawi berfokus pada peninggian diri sendiri; hikmat dunia berfokus pada nama besar seseorang; hikmat dunia hanya ditujukan bagi sebuah panggung  keegoisan, kecongkakan dan tinggi hati.  Tetapi hikmat Tuhan dalam diri seseorang harusnya hanya dan semata-mata untuk meninggikan nama Tuhan.

Ini pun seharusnya terjadi dalam kehidupan orang percaya. Hikmat Tuhan yang diberikan kepada kita dalam segala area kehidupan, hikmat yang Tuhan berikan dalam cara kita memimpin keluarga, memimpin usaha, dalam cara kita melakukan apapun, itu semua harus mendatangkan hormat bagi kemuliaan Tuhan.

Saya yakin bahwa seperti halnya Daniel pun dihormati demikian juga kita akan mendapat pengaruhnya. Ada wibawa sorgawi dalam setiap kepemimpinan kita (entahkah dalam keluarga, pekerjaan, komunitas gereja, komunitas sosial dan lain sebagainya.)

Filipi 1:9  Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,

Filipi 1:10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,

Filipi 1:11  penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Setiap kasih, pengetahuan yang benar, berbagai macam pengertian melahirkan sebuah kesanggupan untuk memilih apa yang baik, menjadi suci dan tak bercacat, menghasilkan buah kebenaran – Inilah HIKMAT (Kombinasi dari kasih – pengetahuan yang benar – pengertian). Hikmat Tuhan tidak sekedar diberikan untuk menyelesaikan masalah-masalah kehidupan kita, tetapi lewat hidup kita nama Tuhan dipermuliakan.

5. Hikmat Tuhan tidak mengerjakan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran. Daniel 3:16-18

Kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego di perapian yang menyala-nyala karena menolak menyembah patung yang didirikan oleh Nebukadnezar.

Dan 3:16  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.

Dan 3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;

Dan 3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Sekalipun mereka orang yang pintar, mempunyai hikmat dan pengertian namun mereka tidak menggunakan hal itu untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dan mengorbankan iman mereka kepada Tuhan. Sekalipun jauh dari kampung halaman, jauh dari tanah Yehuda, tanah suci, namun hati mereka tidak pernah jauh dari Tuhan (seperti yang kita tahu kesepuluh hukum Taurat, didalamnya terdapat larangan untuk menyembah Allah lain.) Sekalipun mereka mempunyai hikmat, tetapi itu tidak membuat mereka mengakal-akali Tuhan dan mempreteli kebenaran Tuhan hanya untuk sekedar bertahan hidup (bisa saja mereka berpikir, bahwa boleh-boleh saja menyembah patung tersebut, sebab mereka pun ada dalam tawanan, jauh dari tanah perjanjian Allah).

Hikmat tidak mengerjakan suatu jalan pintas yang membuat kita melanggar firman Tuhan. Hikmat memberi kita sebuah cara Ilahi dan bukan jalan pintas. Hikmat Tuhan tidak mengerjakan sebuah kompromi terhadap kebenaran firman Tuhan. Hikmat Tuhan tidak mengerjakan hal-hal yang tidak menghormati Tuhan. Hikmat Tuhan adalah bagaimana menyelesaikan masalah kita dengan cara Tuhan, bukan cara kita. Saat masalah datang maka orang yang mempunyai hikmat Tuhan mengerti kepada siapa pertama kali harus berdoa, kepada siapa harus berharap dan percaya. Hikmat Tuhan membuat kita tahu kapan kita harus berusaha sekuat tenaga dan kapan saudara harus berserah tanpa batas.

Amsal  4:11  Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.

Amsal 4:12 Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung.

Dari ayat ini kita tahu bahwa cara Tuhan memimpin kita tidak sekedar membuat kita berada ditempat tujuan kita, tetapi Dialah yang memimpin perjalanan kita. Hikmat Tuhan memberikan kita kemampuan untuk mengelola sikap bahkan tindakan iman walau dalam keadaan yang paling sukar. Hikmat tidak memberikan kemudahan tetapi memberi kita cara Ilahi untuk bertumbuh bahkan melalui kesulitan. Kita akan terus maju walau ada tantangan, terus terbang walau angin badai, terus bertahan walau ombak menderu.

6. Hikmat Tuhan menembus segala kebuntuan dan membawa penyelesaian, Daniel 5:10-14

Kisah tentang tulisan di dinding pada zaman raja Belysazar.

Dan 5:10  Karena perkataan raja dan para pembesarnya itu masuklah permaisuri ke dalam ruang perjamuan; berkatalah ia: “Ya raja, kekallah hidup tuanku! Janganlah pikiran-pikiran tuanku menggelisahkan tuanku dan janganlah menjadi pucat;

 Dan 5:11 sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum,

Dan 5:12  karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!”

Dan 5:13  Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: “Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda?

 Dan 5:14  Telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa.

 Kita melihat bahwa, ketika kegemparan terjadi dikerajaan tersebut (karena tulisan yang ada di dinding yang terjadi secara ajaib), permaisuri raja langsung mengingat Daniel dan hikmat Tuhan dalam dirinya. Jadi dari sini kita bisa mengetahui mengenai reputasi Daniel serta hikmat Tuhan dalam dirinya yang begitu diingat dan dikenang oleh pemerintahan Babel. Telah terbukti berulang kali dalam berbagai pemerintahan yang berbeda mengenai hikmat Daniel yang mampu menembus kebuntuan serta yang mampu menembus segala  keterbatasan para orang berhikmat di sana. Tahukah saudara kita pun mampu menembus segala kebuntuan, membawa penyelesaian bagi hal-hal yang ada disekitar kita ? Sebagai orang percaya, hidup kita seperti diatas panggung, banyak cahaya, banyak orang yang menyorot kita, mereka menunggu terobosan kita dalam situasi yang juga sama dialami oleh mereka.

Ditengah situasi pandemi terhebat di abad-21 ini, banyak orang menjadi buntu. Mereka tidak mempunyai jalan, tidak memiliki harapan, semua runtuh, gagal, segala sesuatu berada diluar daya kita, rasanya begitu dekat dengan kematian. Namun, tahukah saudara bahwa hikmat Tuhan akan menembus segala kebuntuan, kemustahilan, kerumitan yang terjadi dalam berbagai area kehidupan.

Bagi orang lain hari ini mereka mengalami jalan buntu – tidak mempunyai cara untuk memimpin keluarga, membesarkan anak ditengah situasi pandemi ini. Tetapi jika kita mempunyai hikmat Tuhan, maka hidup kita akan berbeda. Hidup kita tak dirundung oleh ketakutan, tetapi sebaliknya orang melihat dan mencari Yesus karena keberadaan hikmatNya dalam hidup orang percaya.

KESIMPULAN:
Ditengah pandemi global ini, penting bagi kita untuk memiliki hikmat Tuhan, sebab kita telah mempelajari keuntungan saat memiliki hikmat Tuhan. Jadi, kejarlah hikmat Tuhan, berkomitmenlah dengan kebenaran agar segala masalah kita selesai. Mintalah hikmat kepada Tuhan dalam mempertimbangkan dan menyelesaikan setiap masalah kita, maka Tuhan pasti akan memberikan hikmat kepada setiap kita yang memintanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *