MEMANDANG YESUS – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya – Minggu, 30 Agustus 2020)

Ibrani 3:1-6

Surat Ibrani ditulis untuk orang-orang Ibrani di perantauan dengan beberapa tujuan, salah satu tujuannya adalah agar mereka memiliki komitmen untuk terus memandang kepada Yesus. Orang Ibrani yang menjadi pengikut Yesus pada saat itu mengalami banyak aniaya dan pencobaan dari orang-orang yang membenci mereka. Ada beberapa faktor mengapa kita diminta untuk memandang kepada Yesus.

1. Yesus lebih tinggi dari Musa
Didalam surat ini, penulis kitab menekankan bahwa Yesus lebih tinggi dari Musa. Bagi orang Ibrani Musa adalah Nabi besar yang dijunjung tinggi oleh mereka. Tetapi sebagai pengikut Kristus mereka didorong untuk memandang hanya kepada Yesus

 2. Yesus adalah Allah yang setia
Kesetiaannya dibuktikan dengan mati bagi seluruh manusia. Ayat 1b berkata bahwa kita diminta untuk memandang kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus, yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya.

3. Yesus adalah kepala atas jemaat
Yesus adalah Anak yang setia kepada kehendak Bapa dan Yesus adalah kepala atas Rumah-Nya yaitu kita (jemaat).  Ayat 6 berkata: “Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai Rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita.” Jadi hanya Yesus yang harus menjadi satu-satunya fokus utama bagi orang percaya.

Ibrani 3:1 berkata, “Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar  yang kita akui, yaitu Yesus, yang setia.” Itu sebabnya orang percaya didorong untuk selalu memandang kepada Yesus.

4. Yesus sebagai Rasul
Rasul dalam bahasa Yunani adalah Apostolos, artinya duta besar tertinggi dari Allah yang diutus untuk dunia dengan kuasa yang Maha Tinggi.

5. Yesus sebagai Imam Besar
Imam besar dalam bahasa aslinya adalah archiereus. Imam yang melayani pendamaian yang besar antara Allah dengan dunia ini dengan darah-Nya sendiri. Imam yang melayani manusia dan Allah.

Ada beberapa hal yang kita peroleh saat memandang kepada Yesus.
1). Ada kekuatan baru
Mazmur 16:8 berkata “Aku senantiasa memandang kepada Tuhan;karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Ini adalah Mazmur dari Daud. Daud berkata bahwa ia tidak akan goyah karena ia selalu memandang kepada Tuhan. Ketika Daud melihat orang fasik dalam kemujurannya namun tetap hidup didalam kefasikan, bahkan ketika Daud dalam keadaan tertindas dan terancam, seharusnya kondisi seperti ini akan membuat ia gampang tergoncangkan. Namun ia tetap berdiri kuat, beriman dan percaya karena Daud selalu memandang kepada Tuhan yang ada didekatnya.

Siapa yang kita pandang hari-hari ini? Apakah seseorang yang kuat? Seseorang yang kita yakini mampu menolong kita? Ataukah kepada kekayaan kita? Semuanya akan goyah. Namun ketika kita memandang kepada Tuhan, maka kita tidak akan goyah.

Ketika kita memandang kepada Yesus bukan berarti kita tidak akan menghadapi masalah, tetapi saat kita memandang kepada Tuhan, maka kita akan mendapat kekuatan baru.

Contoh Stevanus (Kisah Rasul 7:55). Dalam pelayanannya ketika ia akan dirajam batu, ia memandang kepada Tuhan. Stevanus bukannya luput dari rajaman batu itu, namun ia mendapat kekuatan sehingga sekalipun ia mati dirajam batu, tetapi ia mampu menanggungnya.

2). Ada pertolongan
Ibrani 2:18 berkata, “Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.” Penulis menasehatkan bahwa ketika kita memandang Imam Besar itu, maka kita akan mendapat pertolongan.

Contoh: Elisa (2 Raja-raja 6:15-17). Raja Aram pada waktu itu ingin menyerang bangsa Israel. Namun setiap rencananya selalu gagal. Kemudian raja Aram mengetahui bahwa yang selalu memberitahu strategi mereka adalah Elisa sehingga hal ini membuat raja Aram marah dan menyerang Elisa. Bujangnya melihat bahwa gerombolan orang Aram datang dan telah mengepung mereka. Namun, Elisa meyakinkan bujangnya bahwa ada pertolongan Tuhan saat kita memandang kepadaNya. Mazmur 121:1-4 menceritakan bagaimana pemazmur bertanya-tanya dalam hatinya saat melakukan ziarah; apakah ada pertolongan di gunung? Namun ia memilih untuk memandang kepada Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, sebab Ia tidak pernah terlelap.

 3). Karena akan mendapat berkat
Bilangan 6:24-26 berkata, “Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” Ketika kita memandang kepada Tuhan, maka Ia akan melimpahkan berkat-Nya dalam hidup kita.

Bagaimana cara memandang Yesus? Mazmur 123:1-2

  • Memandang Tuhan di sorga
  • Memandang Tuhan seperti seorang hamba kepada tuan dan nyonyanya (penuh dengan kerendahan hati).
  • Memandang berkali-kali (tidak menyerah).

Ibrani 3:1 dalam terjemahan lama berkata : “Maka dari sebab itu, hai saudara-saudaraku yang suci, yang beroleh sama bahagian dalam panggilan sorga, amat-amatilah Rasul lagi Imam Besar yang telah kita akui, yaitu Yesus.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu teruslah memandang kepada Tuhan, sebab sekalipun kita melewati banyak tantangan kehidupan namun kita akan memperoleh kekuatan, pertolongan serta berkat yang melimpah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *