KUASA DOA SYAFAAT- oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya Minggu – 06 September 2020)

Kejadian 20:17-18

“Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak. Sebab tadinya TUHAN telah penutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu.”

PENDAHULUAN
Kisah ini terjadi setelah Allah menghukum Sodom dan Gomora. Saat itu Abraham tinggal di Kanaan sebagai orang asing, sebab pada saat itu Kanaan belum menjadi milik Israel. Israel (keturunan Abraham) baru menerima Kanaan (tanah perjanjian) setelah bangsa Israel bebas dari Mesir. Karena rasa takut yang luar biasa sebab Abraham menumpang di wilayah kekuasaan Abimelekh yang rakyatnya sangat kejam, Abraham meminta agar Sara mengakui bahwa Abraham adalah saudaranya. Demikian juga sebaliknya. Namun Allah tidak pernah membiarkan rencana-Nya gagal sehingga Allah datang dalam mimpi Abimelekh (Kejadian 20:3-7). Allah menegur Abimelekh dengan keras dalam mimpi itu.

Kejadian 20:8, Allah menyuruh Abimelekh untuk mengembalikan Sara agar Abimelekh tetap hidup. Tetapi bila Abimelekh tidak mau menuruti perintah Tuhan, maka ia akan mati. Setelah itu Abimelekh memanggil semua hambanya dan menceritakan mimpi itu.

Kejadian 20:14 berkata bahwa, Abimelekh memberi seribu syikal perak, hamba laki dan perempuan serta mengembalikan Sara, isteri Abraham. Dan Allah menyuruh Abimelekh untuk meminta agar Abraham berdoa syafaat baginya. Setelah Abimelekh didoakan karena ia mengembalikan Sara, maka doa syafaat itu berdampak luar biasa bagi Abimelekh, sebab istri dan para budak-budaknya awalnya mandul namun setelah didoakan, mereka melahirkan anak-anak. Hasil doa syafaat itu bukan hanya berdampak bagi Abimelekh tetapi juga berdampak kepada Abraham. Setelah Abraham berdoa syafaat untuk Abimelekh maka, Kejadian 21:1-3 menceritakan bahwa Sara melahirkan anak diusia sembilan puluh tahun. Abraham telah menunggu anak ini selama dua puluh lima tahun. Doa syafaat membuat sesuatu yang mustahil menjadi tidak mustahil. Tidak rugi apabila kita berdoa untuk orang lain, sebab doa syafaat ini bukan hanya berdampak kepada orang yang kita doakan, tetapi juga berdampak bagi kehidupan kita. Abraham tidak berdoa mengenai hal-hal yang buruk kepada Abimelekh, namun Abraham berdoa dan memberkati Abimelekh sehingga Abraham pun diberkati.

Selain Abraham, ada tokoh lain yang diceritakan didalam Alkitab yang melakukan doa syafaat bagi orang lain, yaitu Ayub. Salah satu gelar Ayub adalah orang saleh sebab Ayub suka berdoa syafaat.

1. Doa syafaat Ayub untuk anak-anaknya
Ayub mendoakan anak-anaknya (Ayub 1:5). Oleh doa syafaat Ayub ini maka anak-anak Ayub selamat dari kebinasaan kekal sehingga ketika Tuhan melipatgandakan kekayaan Ayub, bukan hanya harta Ayub yang dilipatgandakan, tetapi Allahpun melipatgandakan anak-anaknya. Artinya, sepuluh anak Ayub hidup di sorga namun Tuhan menambahkan sepuluh anak bagi Ayub di bumi.

2. Doa syafaat Ayub untuk isterinya
Tidak ada catatan yang menulis bahwa Ayub bersyafaat untuk isterinya. Tetapi kalau kita membaca dalam kitab Ayub 2:10, maka dalam ayat ini tersirat bahwa setelah Ayub marah maka Ayub melakukan doa syafaat bagi isterinya agar Tuhan mengubahkan istrinya. Istri Ayub diubahkan Tuhan sehingga ia setia mendampingi Ayub sampai Ayub pulih. Dan dari rahim isterinya, Ayub diberkati oleh Tuhan bukan cuma harta Ayub yang dipulihkan, tetapi Tuhan memberi Ayub tujuh orang anak laki-laki dan tiga anak perempuan yang tercantik di negerinya.

3. Doa syafaat Ayub bagi sahabat-sahabatnya
Tiga sahabat Ayub yaitu Elifas, Bildad dan Zofar datang menemui Ayub karena begitu mengasihi Ayub. Tetapi ketika mereka melihat kondisi dan keadaan Ayub, tanpa bertanya terlebih dahulu, ketiga sahabat Ayub menuduh  bahwa tragedi perampokan, malapetaka, kematian anak-anak, sakit penyakit dan berbagai penderitaan yang Ayub alami bukan terjadi tanpa sebab. Mereka menuduh Ayub bahwa semua yang terjadi akibat dari kejahatan, dosa, kecurangan dan perbuatan fasik yang Ayub telah lakukan kepada Tuhan. Tuduhan sahabat-sahabat Ayub sangat menyakitkan hati dan perasaan Ayub. Tetapi, Ayub memiliki penguasaan diri untuk menahan emosinya. Ayub tidak emosi dan mengusir sahabat-sahabatnya. Dengan sabar Ayub menjadikan Tuhan sebagai saksi di depan sahabat-sahabatnya bahwa Ayub tidak melakukan kesalahan sedikitpun kepada Tuhan dan sesamanya.

Ayub 27:5
Aku sama sekali tidak membenarkan kamu! (tiga sahabat Ayub yang telah menuduh Ayub) Sampai binasa aku tetap mempertahankan bahwa aku tidak bersalah!”

Tetapi, dalam keadaan yang sangat tersakiti, Allah menyuruh Ayub mendoakan dan mensyafaati sahabat-sahabanya. Ayub 42:7,8 menceritakan bahwa Allah marah terhadap ketiga sahabat Ayub. Mereka diperintahkan untuk memberikan persembahan serta meminta agar Ayub mendoakan mereka. Hanya doa syafaat Ayublah yang dapat menyelamatkan ketiga sahabanya dari murka Allah. Ternyata dosa menuduh merupakan dosa yang berat.

Tetapi sekarang kalau kita berbuat dosa apakah kita harus mencari Ayub dan meminta agar Ayub melakukan doa syafaat untuk keselamatan kita? Tentu tidak. Sebab apabila ini menjadi syarat agar kita selamat, maka kita semua akan binasa sebab Ayub sudah mati dan dunia kematian tidak ada hubungannya dengan kita yang masih hidup. Tetapi syukur kepada Yesus. 1 Yohanes 2:1-3 berkata bahwa Yesus adalah juru syafaat atau sebagai pengantara agung yang menghubungkan kita dengan Bapa. Yesus datang menjadi pengantara bagi kita dengan Bapa yang menanggung dosa kita. Ayub artinya: permusuhan. Dari kisah tiga sahabat Ayub, kita diingatkan bahwa dosa menuduh tujuh kali lipat beratnya (sehingga Elifas dan temannya harus mempersembahkan korban tujuh ekor domba dan tujuh ekor kambing).

BERKAT DOA SYAFAAT
Setelah Ayub mendoakan Elifas, Bildad dan Zofar, yaitu orang yang sudah menyakiti Ayub, maka Allah memulihkan keadaan Ayub (Ayub 42:10).

KESIMPULAN
Dari kisah-kisah di atas, kita belajar untuk mensyafaati orang-orang disekeliling kita, sebab ada kuasa yang besar dibalik doa syafaat. Sering kali kita juga diperhadapkan dengan orang-orang yang menyakiti hati kita. Namun, hari ini kita belajar seperti Abraham, Ayub, terlebih Yesus bahwa kita diminta untuk mensyafaati orang-orang yang menyakiti kita. Apabila kita melakukan hal ini, maka Allah akan memberikan berkat-Nya dan memulihkan keadaan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *