TANGGUNG JAWAB PENGIKUT YESUS YANG SEJATI- oleh Pdt. Elisabeth Minandar (Ibadah Raya -Minggu, 25 Oktober 2020)

Amsal 30:24-28

PENDAHULUAN
Tulisan ini ditulis oleh seorang yang bernama Agur dan ayahnya bernama Yake. Tetapi tulisan Agur ini penuh hikmat. Sebagai pengikut Yesus yang sejati, kita harus mempraktekkan ayat ini dalam pengiringan kita.

Kita sudah mengerti bahwa, saat kita membuka hati dan percaya kepada Yesus, pada saat itu kita menerima jaminan/kepastian keselamatan di dalam Yesus (Yohanes 3:16). Tetapi walaupun kita sudah menerima jaminan keselamatan, kita harus bertanggung jawab untuk memelihara keselamatan yang sudah kita terima, sebagaimana ditulis dalam Filipi 2:12a yang berkata: “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar.”

Pada kesempatan ini, kita akan membahas karakter dari keempat binatang yang dibahas oleh Agur bin Yake, yang akan memberi pelajaran bagaimana menjadi pengikut Yesus yang sejati.

1. SEMUT
Amsal 30:25 “Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas.”

KEISTIMEWAAN SEMUT
Yang paling menonjol dari semut ialah rajin bekerja. Sebab itu kita tidak pernah lihat ada semut yang menganggur, berdiam diri atau bersantai. Semut selalu bergerak aktif untuk bekerja atau melakukan kegiatan. Tidak heran bila Salomo menegur dengan keras dalam Amsal 6:6-8 yang berkata, “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.”

 2 Timotius 3:1 Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa, sekarang kita sedang hidup di akhir zaman dan dikatakan bahwa di akhir zaman akan ada masa yang sukar. Secara jasmani walaupun saat ini sangat berbahaya akibat covid-19, orang-orang tidak peduli dengan bahaya ini. Mereka tetap berusaha bekerja agar semua kebutuhan jasmaninya dapat tercukupi.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana sikap kita dalam memenuhi kebutuhan rohani? Apakah kita berani nyerempet-nyerempet bahaya demi mendapat makanan rohani? Amsal 30:25 berkata: “Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas.”

Ayat ini menubuatkan bahwa akan ada masa kelaparan rohani yang luar biasa menjelang kedatangan Yesus kedua kali. Tetapi berbahagialah mereka yang senantiasa rajin mencari firman Allah di masa sulit sekalipun.

2. PELANDUK (KELINCI)
Amsal 30:26 “Pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu.”

Kita kurang akrab dengan istilah pelanduk. Istilah lain digunakan kelinci yang masuk dalam ordo rusa. Karena pelanduk termasuk hewan kecil, biasanya binatang ini jadi sasaran atau mangsa binatang-binatang buas seperti singa, macan dan lainnya.

KEISTIMEWAAN PELANDUK
Untuk menghindarkan diri dari sasaran hewan/binatang buas, pelanduk menjadikan bukit batu sebagai tempat perlindungan bagi mereka. Sebab pelanduk menyadari tubuhnya yang kecil itu tidak mungkin bisa melawan binatang buas dengan kekuatan fisiknya. Sebab itu pada saat binatang buas mengincar dirinya, satu-satunya harapan pelanduk adalah menjadikan gunung batu sebagai tempat perlindungannya.

Demikian juga seorang pengikut Yesus yang sejati. Ia sadar dalam 1 Petrus 5:8 bahwa Iblis menyerang dia, seperti singa yang mengaum untuk memangsa dirinya. Satu-satunya harapan pengikut Yesus yang sejati ialah datang kepada Yesus dan berdoa. Mazmur 71:3 berkata “Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku”.

3. BELALANG
Belalang bukan binatang yang kuat atau mempunyai senjata yang ampuh seperti tawon. Anak kecilpun bisa menangkap belalang. Tetapi bila belalang bersatu, seperti saat Allah mendatangi Mesir dengan belalang dalam jumlah besar, maka orang Mesir pun mengalami ketakutan (Keluaran 10:1-20).

Amsal 30:27 berkata “Belalang itu tidak mempunyai raja atau pemimpin. Namun semuanya berbaris dengan teratur.”

 Kalau belalang yang tidak mempunyai raja tetapi karena mereka bersatu hati dengan teratur, maka persatuan mereka menjadi kekuatan yang besar dan hebat. Apalagi kalau sebagai pengikut Yesus yang sejati, kita menyatukan hati di bawah pemimpin Tuhan Yesus Kristus, Raja kita maka tidak ada yang sanggup bertahan di hadapan Yesus, Raja kita dan tak ada yang tidak mungkin bagi kita. Iblis mengetahui bahwa kekuatan gereja, yaitu orang-orang percaya selain Yesus dan Roh Kudus yang menyertai orang-orang percaya, yaitu persatuan jemaat.

Matius 18:20 mengatakan: “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku (nama Yesus), di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Pada saat orang-orang percaya menyatukan hati dan datang kepada Yesus dalam doa maka Iblis menjadi gemetar dan ketakutan. Sebab itu, jangan kita terkecoh oleh tipu muslihat Iblis yang berusaha memecah belah dengan roh kebencian, sakit hati, kemarahan, perselisihan dan lain sebagainya.

4. CICAK
Amsal 30:28
“Cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.”

Cicak adalah hewan yang sederhana, tidak memiliki gigi taring, tidak memiliki sengat, kuku yang tajam dan lain-lainnya.

KEISTIMEWAAN CICAK
Menurut seorang peneliti dari Universitas, Berkeley – California: di telapak tangan cicak ada bulu-bulu halus yang disebut “SOBOTTA” yang membuat cicak bisa melekat di dinding.

Kalau kita hubungkan dengan nubuatan Yakub untuk Yusuf dalam kejadian 49:22 mengatakan: “Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok.”

Tidak seorangpun dari kakak adik Yusuf, bahkan ayah Yusuf, yaitu Yakub yang mengira bahwa Yusuf akan menjadi seorang penguasa di istana Firaun, di Mesir. Yang mengerti rahasianya adalah Yusuf sendiri. Bagaimana Yusuf melekatkan dirinya kepada Tuhan sehingga ujian dan cobaan seperti apapun tidak membuat Yusuf jauh dan terpisah dari Tuhan.

Demikian juga, walaupun dunia tidak memandang kita karena kita adalah orang yang sangat sederhana di mata manusia. Tetapi, kalau kita melekatkan diri kita kepada pribadi Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus sanggup membawa kita untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Bukan di istana dunia ini, tetapi di dalam istana  kemuliaan-Nya di dalam sorga.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu, biarlah karakteristik dari keempat binatang ini menjadi karakteristik kita sebagai pengikut Yesus yang sejati, bahwa kita rajin dalam mencari Tuhan, kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan, kita tetap menjaga persatuan dan semakin melekat kepada Tuhan. Apabila kita melakukan hal-hal ini, maka kita akan menikmati kemuliaan-Nya didalam kerajaan sorga (Yesaya 40:30-31).

PROTOKOL KERAJAAN ALLAH – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya – Minggu, 18 Oktober 2020)

Ester 4:11
“Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja.”

Ester diangkat untuk menggantikan ratu Wasti. Ester merupakan orang Yahudi. Namun ada sebuah masalah. Orang kedua dalam kerajaan yaitu Haman ingin memusnahkan seluruh bangsa Yahudi. Kemudian Mordekhai datang kepada Ester, sebab hanya Ester yang memiliki akses untuk datang kepada raja. Namun Ester berkata bahwa telah 30 hari raja tidak memanggilnya. Sebab, dalam kerajaan Media Persia ada sebuah protokol kerajaan yang berlaku bahwa semua orang yang menghadap raja dengan tidak dipanggil raja dan raja tidak mengulurkan tongkatnya, maka hukumannya adalah mati.

Ester 5:1-3 menceritakan bahwa ketika raja melihat Ester, maka raja berkenan dengan mengulurkan tongkat emasnya. Artinya, raja menghendaki kehadiran Ester untuk menghadap raja. Bahkan raja bertanya apa yang Ester inginkan, sampai berani melanggar protokol kerajaan.

PROTOKOL
Protokol adalah sekumpulan panduan / aturan yang dibuat untuk menjaga kehormatan sebuah negara yang diwakili oleh pemimpin tertinggi dari negara tersebut. Protokol berhubungan dengan kehormatan seorang raja dan lingkungan istana kerajaan. Protokol berhubungan dengan pemimpin sebuah negara dan istana kenegaraannya. Protokol juga berhubungan dengan acara kenegaraan saat menyambut pemimpin dari negara lain. Protokol tidak boleh dilanggar karena mewakili suatu kehormatan dan kemuliaan dari sebuah negara. Kalau dilanggar, maka sangsinya tidak terkatakan (sebuah kehinaan bagi negara tersebut).

Di tengah pandemi ini juga kita memakai istilah protokol kesehatan. Mengapa harus memakai kata protokol? Karena apabila dilanggar maka akan menimbulkan bahaya yang sangat besar bagi kita dan bagi sesama kita, sebab akibat dari pelanggaran ini adalah kematian. Sanksi protokol Covid-19 diberikan agar orang-orang tahu bahwa hal ini merupakan hal yang serius, tidak bisa sembarang dilanggar.

Apakah protokol kerajaan? Protokol kerajaan Allah berisi panduan apa yang dikehendaki seorang Raja (Sang Pemilik kerajaan) di lingkungan kerajaan-Nya. Protokol dibuat untuk menyenangkan hati Raja.

PROTOKOL KERAJAAN ALLAH
Dengan protokol ini diharapkan seseorang yang datang kepada Tuhan dihadapan tahta-Nya mendapat perkenanan-Nya (bahkan mendapat akses kepada seluruh istana-Nya).

Ketika protokol ini disampaikan, sangat diharapkan bahwa orang-orang yang datang ke takhta seorang Raja, diperkenan oleh Raja, sama seperti ratu Ester. Sekalipun ia melanggar protokol kerajaan pada saat itu, namun karena raja berkenan, raja mengulurkan tongkatnya kepada Ester bahkan memberikan apa yang Ester inginkan.

KERAJAAN ALLAH
Mengapa kita harus belajar mengenai protokol kerajaan Allah?
Allah tinggal di sorga dan sorga merupakan sebuah kerajaan. Selama Yesus melayani di bumi, Yesus sering memberitakan mengenai kerajaan Allah, bahkan Paulus juga melelakukan hal yang sama (Matius 4:17; Matius 9:35; Kisah 1: 3a; Kisah 28:31).

Mengapa kita harus mengikuti protokol kerajaan Allah? Sebab kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan (Ibrani 12: 26-28). Orang-orang yang hidup dalam kerajaan Allah ini sudah sepatutnya hidup mereka selalu mengucap syukur dan beribadah dengan menghormati Tuhan dalam ibadah.

Banyak kerajaan-kerajaan dunia ini yang begitu hebat pada awal mulanya (Mesir, Babel, Asyur, Media Persia, Yunani, Romawi) pada akhirnya menurun karena goncangan-goncangan yang dialami. Kerajaan yang terakhir memerintah adalah kerajaan Antikristus. Sekalipun kerajaannya begitu kuat pada mulanya, namun pasti akan hancur juga.

Ketika kita mentaati protokol kerajaan Allah, maka hal ini berarti memberikan jaminan kepada kita aman dan tidak akan tergoncang dari kegoncangan yang akan dialami oleh dunia melainkan terpelihara dalam kerajaan  Allah.

Apa saja isi protokol kerajaan Allah ini? (Roma 14:17)
1. Kebenaran
Apakah kita sudah menjadi warga negara kerajaan Allah? Kalau belum, berarti posisi kita belum benar terhadap kerajaan Allah.

Yohanes 3:3-5 berkata untuk mengalami kerajaan Allah, maka kita harus benar. Bagaimana caranya? Yaitu mengalami kelahiran baru. Ketika kita mengalami kelahiran baru, maka kita akan dipimpin oleh Firman dan Roh Kudus yang akan membawa hidup kita dalam pertobatan setiap hari.

Bertobat dalam bahasa Yunani: Metanoia yang berarti perubahan pikiran. Bukan lagi pikiran yang berasal dari kehidupan lama. Oleh sebab itu pikiran kita harus terus dicek juga setiap jari agar tetap selaras dengan Firman Allah. Sebelum tindakan kita berubah, maka yang harus kita ubah adalah pikiran kita.

2. Damai sejahtera (Inside)
Kalau kita mengikuti protokol ini maka kita akan mengalami damai sejahtera. Mengapa? Dalam bahasa Yunani, damai sejahtera ini berkaitan dengan jaminan kelimpahan dari kerajaan Allah.

Kalau posisi kita benar terhadap undang-undang kerajaan Allah, maka keyakinan kita akan kuat bahwa kerajaan ini akan memelihara kehidupan kita. Kita tidak akan mengalami ketakutan, kekuatiran, kegelisahan, dsb sekalipun dunia mengalami goncangan-goncangan (Matius 6:33).

3. Sukacita oleh Roh Kudus (Outside)
Sukacita yang terekspresi lewat perkataan dan tindakan yang tidak mempermalukan dan mencemari kerajaan Allah (1 Tesalonika 1:5-6).

Matius 13: 41 memberi contoh bahwa banyak orang yang berada didalam kerajaan Allah namun tidak mengikuti protokol. Orang yang tidak mengikuti protokol kerajaan Allah tidak akan hidup dalam kebenaran, damai sejahtera dan sukacita. Oleh sebab itu, mereka tidak akan masuk dalam kerajaan Allah. Namun orang-orang yang mengikuti protokol kerajaan Allah akan bersinar dalam kerajaan-Nya (Matius 13:43).

KESIMPULAN
Oleh sebab itu, hiduplah dalam protokol kerajaan Allah yaitu kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Ketika kita melakukan protokol kerajaan Allah, Allah disenangkan dan pada akhirnya jaminan pemeliharaan dari Kerajaan Allah menjadi bagian kita orang yang percaya. Amin.

BAHAGIA DALAM PANDANGAN ALLAH – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya – Minggu, 11 Oktober2020)

PENDAHULUAN
Kebahagiaan adalah hal yang paling diinginkan semua orang dan paling dimohonkan dalam doa:

  • Pernikahan
  • Ulang tahun
  • Menempati rumah baru
  • Membuka usaha

PANDANGAN UMUM UNTUK DAPAT BERBAHAGIA

  • Kaya raya
  • Jabatan tinggi
  • Orang terkenal
  • Orang yang berkuasa
  • Punya pasangan cantik/ganteng terkenal

Benarkah semua ini dapat membuat orang berbahagia ?
Firman Tuhan tidak memberi banyak syarat bagi orang percaya untuk dapat menikmati kebahagiaan. Hanya dua hal yang praktis dan semua orang dapat mengerjakannya. Tidak dipengaruhi oleh situasi dan kondisi maupun status seseorang. Apakah dua hal tersebut?

PERTAMA
Matius 6:11
“Berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya”.
Komponen pertama firman Tuhan menempatkan rasa cukup untuk mendapatkan kebahagiaan. Tuhan ingin kita belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita.

KEDUA
1 Tesalonika 5:18.
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Komponen kedua untuk mendapatkan kebahagiaan adalah mengucap syukur. Seseorang yang selalu tidak merasa cukup tidak akan puas dengan apa yang ia miliki, selalu ingin lebih sehingga hal inilah yang membuat tidak ada ucapan syukur dari hidupnya.

BAHAGIA MENURUT PANDANGAN TUHAN
Kombinasi antara rasa cukup dan mengucap syukur. Merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan mengucap syukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

I. MERASA CUKUP
Tuhan mengajar kita orang percaya, untuk merasa puas atau cukup dengan penyediaan Allah atas kebutuhan sehari-hari.

Matius 6:11
“Berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya”.

Mengapa Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa meminta secukupnya? Agar hidup kita selalu bergantung kepada Tuhan. Kita belajar mempercayai bahwa apa yang diberikan oleh Allah adalah cukup. Akan menjadi sesuatu yang berbahaya jika tidak ada rasa cukup dan mengucap syukur dari apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Hal ini disadari benar oleh Agur Bin Yake melalui doanya dalam Amsal 30:7-9.

“Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kau tolak sebelum aku mati, yakni : Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan, Jangan berikan kepadaku KEMISKINAN atau KEKAYAAN. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.”

Agur bukan tidak menginginkan kekayaan. Namun ia menyadari bahwa kekayaan atau kemiskinan dapat menjadi sesuatu yang berbahaya apabila tidak disertai dengan rasa cukup dan mengucap syukur. Itulah sebabnya ia berdoa demikian.

Allah ingin semua orang percaya belajar untuk merasa cukup dan puas dengan apa yang Tuhan berikan, sehingga terhindar dari dosa ketamakan. Tuhan juga ingin kita selalu mengucap syukur dalam segala hal, karena dengan mengucap syukur kita belajar menghargai pemberian Tuhan. Kebahagiaan tidak bergantung dari kondisi keadaan kita, namun bergantung dari kondisi hati kita.

Filipi 4:11-13
“Kukatakan ini bukanlah karena aku kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku, baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Menghadapi masa-masa sulit sekarang ini, bahkan kedepan yang juga akan bertambah sulit seperti yang dikatakan firman Tuhan, kita harus melatih diri untuk menghadapinya. Penyediaan Allah selalu cukup, hanya kadang kitalah yang merasa tidak cukup dan tidak mengucap syukur.

Contoh teladan dari prinsip Paulus dalam 1 Timotius 6:8 berkata, “Asal ada makanan dan pakaian cukuplah.”

Apa yang menjadi alasan Paulus ? 1 Timotius 6:7 berkata, “Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.” Pertanyaannya adalah, apakah keinginan untuk bisa kaya itu dosa? Jawabannya, TIDAK !

Namun harus dikendalikan dengan rasa cukup dan mengucap syukur. Jangan sampai lepas kontrol dan keluar dari jalur kebenaran firman Tuhan. Sebab dalam 1 Timotius 6:9 berkata, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.”

 Kekayaan yang tidak dikendalikan dengan rasa cukup dan mengucap syukur akan membawa seseorang jatuh kedalam pencobaan bahkan kedalam hawa nafsu yang hampa yang justru akan membawa kepada kerugian yang besar.

II. MENGUCAP SYUKUR
1 Tesalonika 5:18 berkata, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Ada tiga hal dalam ucapan syukur kepada Tuhan.
1. Itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Jadi ucapan syukur merupakan kehendak Allah. Mengucap syukur adalah sesuatu yang disenangi Allah.

2. Mengucap syukur berarti menghargai apa yang sudah Tuhan kehendaki untuk kita terima.
Bagaimana kita dapat mengucap syukur dalam segala hal ketika kita merasa kerugian, kekurangan bahkan kehilangan? Pertama belajar mencukupkan diri, dan yang kedua adalah memiliki penyerahan total akan apa yang Allah berikan kepada kita serta yang ketiga adalah segala sesuatu yang Allah ijinkan terjadi dalam kehidupan kita. Ketika kita melakukan hal ini maka kita akan mampu mengucap syukur.

3. Ada rahasia berkat dibalik ucapan syukur.
Yohanes 6:11 “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikianlah juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.”

Peristiwa ini menceritakan bagaimana murid-murid bingung untuk memberi makan lima ribu orang. Dengan lima roti dan dua ekor ikan, tentu tidak akan mampu memberi makan lima ribu orang. Namun, ketika Yesus mengucap syukur, maka mereka mampu memberi makan lima ribu orang bahkan terdapat lebihnya.

Ketika kita mengucap syukur kepada Tuhan maka kita sedang mengucapkan berkat sehingga apa yang tidak mungkin bagi kita, menjadi mungkin bagi Allah karena ucapan syukur kita. Ketika kita belajar mengucap syukur, maka ini berarti kita belajar untuk berterima kasih kepada semua yang Allah berikan dan berserah total kepada semua pemberian Allah.

KESIMPULAN
Kebahagiaan kita dalam pandangan Allah adalah kombinasi rasa cukup dan mengucap syukur atas semua yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Kebahagiaan tidak bergantung dari materi kita, tetapi dari hati yang selalu bersyukur. Oleh sebab itu, cukupkanlah diri dengan apa yang ada pada kita serta mengucap syukurlah dalam segala hal, maka kita akan menikmati berkat melimpah yang Allah siapkan bagi kita yang percaya kepada-Nya.

MEMPERLENGKAPI DIRI DENGAN SENJATA ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya- Minggu, 04 Oktober 2020)

Efesus 6:10-20

PENDAHULUAN
Setiap pengikut Yesus harus memperlengkapi diri dengan perlengkapan senjata perang dan pakaian perang secara rohani. Bahkan, senjata dan pakaian perang rohani ini harus kita kenakan setiap jam, waktu dan setiap keadaan. Pakaian dan senjata perang ini harus menutupi seluruh hidup kita yaitu: roh, jiwa, tubuh kita. Hal ini dapat kita lihat dari kehidupan Yesus. Pada saat Yesus menjadi manusia, ke mana dan di manapun Yesus berada. Yesus selalu melindungi roh, jiwa dan tubuh-Nya dengan selengkap senjata rohani atau senjata Allah. Matius 4:1-11 menceritakan bahwa Iblis berusaha menyerang Yesus dalam tiga aspek (seluruh bagian hidup Yesus), yaitu: tubuh, jiwa dan roh.

Ayat 1 dan 2 mengatakan: setelah Yesus berpuasa selama 40 hari 40 malam dan merasa lapar, Iblis datang mencobai-Nya.

Bagian pertama yang diserang oleh Iblis dari kehidupan Yesus adalah TUBUH YESUS (Matius 4:3). Sangat mudah bagi Yesus untuk mengubah batu menjadi roti, tetapi Yesus tidak mau tunduk dan mengikuti perintah Iblis. Sebab itu Yesus langsung mematahkan serangan Iblis! Matius 4:4 berkata: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah!” Dan, Iblis langsung “knock down”! Namun Iblis tidak berhenti menyerang Yesus.

Untuk kali ini Iblis berusaha menyerang JIWA YESUS (Matius 4:5,6). Kembali Yesus mematahkan serangan Iblis. Kata Yesus kepada Iblis: Ada pula tertulis: “Janganlah engkau mencobai Tuhan Allahmu” (Matius 4:7).

Dan yang terakhir, Iblis menyerang Roh Yesus (Matius 4:8-9). Pertama-tama iblis memperlihatkan kepada Yesus, kekayaan seisi dunia. Ada banyak orang menjadi kaya namun memakai metode iblis, dengan cara melakukan kecurangan, korupsi, pergi ke gunung Kawi, dsb. Yang kedua Iblis meminta supaya Yesus bersedia untuk menyembah Iblis. Iblis mempunyai 1001 cara, salah satunya dengan kekayaan dunia, agar tubuh, jiwa, khususnya roh kita tidak menjadi menyembah Tuhan, melainkan menyembah Iblis. Carilah kekayaan, tetapi jangan memakai cara iblis.

Mengapa Iblis membidik atau menjadikan Roh Yesus sebagai target serangan? Sebab Yohanes 4:24 berkata, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Penyembahan yang benar dan berkenan kepada Allah adalah penyembahan yang dilakukan dari roh berlanjut ke jiwa yang diekspresikan melalui tubuh.

 

Allah memakai tiga bagian hidup kita, namun Ia mulai bekerja dari roh, jiwa kemudian tubuh.

Demikian juga Iblis berusaha meniru Allah. Iblis ingin manusia menyembah iblis sama seperti manusia menyembah Allah. Allah mulai dari roh, tetapi iblis memulai dari tubuh.

Iblis juga memakai tiga aspek hidup kita, namun Iblis bekerja mulai dari tubuh, jiwa dan kemudian roh.

CONTOH:
Bila karena alasan apa saja, termasuk karena harta dunia, kita mengikuti perintah Iblis sadar atau tidak kita telah menyembah atau tunduk kepada iblis. Sebaliknya, apabila kita melakukan segala sesuatu sesuai perintah atau firman Allah, dan perintah itu kita lakukan dari dasar hati atau roh kita, pada saat itu kita telah menaati atau menyembah Allah. Sebab itu saat Iblis menyerang dan masuk ke stadium roh, Yesus langsung memakai pedang roh yaitu Firman Allah sebagai senjata untuk mengalahkan Iblis. Matius 4:10 maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” Sebagaimana Yesus menang atas serangan iblis, demikian juga kita harus menang sama seperti Yesus telah menang!

AYUB
Ayub adalah figure pengikut Yesus yang sejati yang melengkapi diri dengan senjata Allah. Walau iblis menyerang Ayub dari semua lini, Ayub tetap keluar sebagai pemenang.

  • Tubuh Ayub

Iblis berusaha menyerang ekonomi, keuangan dan usaha Ayub. Tetapi iblis tidak bisa meruntuhkan iman Ayub kepada Tuhan. Ayub 2:1-7, Allah bertanya kepada iblis sebab iblis tidak bisa mengalahkan iman Ayub. Jawab iblis: Ayub tetap beriman sebab Allah melarang iblis untuk menyerang jiwa Ayub. Sebab itu Allah pun mengijinkan iblis menyerang jiwa Ayub.

  • Jiwa Ayub

Seluruh tubuh Ayub dipenuhi dengan barah, suatu penyakit kulit dan bisul yang gatal dan yang membuat Ayub begitu menderita. Ayub 2:7,8 berkata bahwa dalam penderitaan, Ayub tetap setia kepada Tuhan. Dalam penderitaannya, Ayub duduk di atas debu sambil menggaruk-garuk tubuhnya.

  • Roh Ayub

Ayub diserang iblis lewat perilaku isterinya. Ayub 2:9 berkata, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah.” Iblis menyerang roh Ayub agar Ayub tidak lagi mau menyembah Allah. Tetapi jawaban Ayub dalam Ayub 2:10, membuat iblis kalah untuk ketiga kalinya oleh Ayub.

YUSUF
Kejadian 37:1-11 dua kali Tuhan memberi mimpi kepada Yusuf, dengan arti yang sama bapak dan ibunya serta sebelas saudaranya menyembah Yusuf. Ini bukan hanya mimpi, tetapi nubuat Allah bagi Yusuf bahwa Yusuf akan dimuliakan dan ditinggikan. Iblis tidak mau hal ini digenapi atas diri Yusuf, oleh sebab itu iblis menyerang Yusuf dengan gencar.

Kejadian 39:10 Iblis menyerang tubuh, jiwa dan roh Yusuf dari hari ke hari. Dan Yusuf bisa mematahkan senjata yang dilontarkan iblis kepada Yusuf. Secara tubuh, pasti Yusuf mendapat fasilitas. Secara jiwa, Yusuf tentu merasa bangga sebab dia dianggap istimewa dan dibutuhkan. Namun secara roh, 1 Korintus 6:16-19 berkata:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

 Pada saat Yakub, ayah Yusuf masih hidup, saudara-saudara Yusuf belum merasa resah tetapi setelah Yakub, ayah mereka mati, saudara-saudara Yusuf mulai merasa takut. Mereka mengira Yusuf akan balas dendam. Sebab itu mereka datang kepada Yusuf dan menggenapi semua mimpi Yusuf.

KESIMPULAN
Apabila kita melengkapi diri kita dengan senjata Allah dan kita berjalan sesuai Firman Allah dan dipenuhi Roh Kudus. Bukanlah hal yang mustahil sebagai pengikut Yesus, kita bisa hidup kudus dan benar serta menjadi “sempurna sama seperti Yesus.”

DAUD, 1 RAJA 15:5
Karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu.”

Daud adalah pribadi yang benar, taat dan setia dalam penilaian Tuhan. Namun ada satu catatan yang mencemari nilai Daud, yaitu perkaranya dengan Uria. Apabila pada saat Daud melihat Batsyeba, mata Daud mampu menolak lalu lari, meninggalkan tempat itu, maka masalah selesai dan Iblis dikalahkan. Tetapi, Daud mengijinkan Iblis bergerak di jiwa dan terus kepada roh akhirnya berzinah. Sebab itu kita harus melengkapi roh, jiwa dan tubuh kita dengan selengkap senjata Allah.

KASIH KARUNIA – oleh Pdt. Marthen Schalwyk (Ibadah Raya Sore Ucapan Syukur dan Ulang Tahun Gereja – Minggu, 27 September 2020)

1 Korintus 15:10
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku  tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Ayat ini merupakan sebuah kesaksian dari Rasul Paulus, bagaimana ia diubah Tuhan dari Saulus menjadi Paulus. Paulus berkata bahwa Dia ada sebagaimana ia ada sekarang karena kasih karunia yang Allah kerjakan dalam kehidupannya. Demikian juga kita. Oleh karena kasih karunia Tuhanlah yang membuat kita ada sampai saat ini. Kasih karunia didatangkan dari Yesus Kristus (Yohanes 1:17). Yohanes menjelaskan bahwa hubungan Yesus dengan Bapa sangat dekat. Sebab itu Yohanes memakai kata “pangkuan”. Ini berbicara tentang hubungan yang begitu dekat. Anugerah/kasih karunia adalah pemberian seorang atasan kepada bawahan yang sebenarnya tidak layak diperolehnya.

Apa yang diberikan Allah kepada kita? Kisah 17:24-25

  • Hidup
    Allah memberikan kehidupan bagi kita. Hidup kita adalah pemberian Tuhan.
  • Nafas
    Setiap hari kita dapat menikmati nafas yang Allah berikan. Ada orang-orang yang masih hidup tetapi membutuhkan bantuan alat pernafasan.
  • Segala sesuatu
    Apa yang kita peroleh bukanlah atas kemampuan kita, namun hidup, nafas dan segala sesuatu yang Allah berikan adalah anugerah Tuhan, kemurahan Tuhan.
  • Kita dapat bergerak (Kisah 17:28)
    Ada orang-orang yang masih hidup namun tidak dapat bergerak. Tetapi apabila kita masih dapat bergerak, ini semua adalah karena pemberian Tuhan bagi kita semua.

Secara umum, kita juga masih menikmati setiap pemberian Tuhan; ada matahari, bulan, bintang, dll.  Apalagi sebagai milik Tuhan, kita akan memperoleh banyak hal karena kasih karunia-Nya.

Apa yang rasul Paulus katakan tentang kasih karunia?

  • Efesus 1:7 berkata, Paulus yakin bahwa kasih karunia bukan hanya membuat rasul Paulus masih hidup. Tetapi, juga rasul Paulus menyadari bahwa kasih karunia juga mengerjakan pengampunan.
  • Efesus 2:8 berkata bahwa kasih karunia juga mengerjakan keselamatan dalam hidup kita. Paulus menunjukkan sebuah kepastian mengenai keselamatan oleh kasih karunia Allah dalam Roma 5:9-10.
  • Efesus 3:8 berkata bahwa kasih karunia adalah pelayanan. Kasih karunialah yang membuat rasul Paulus dapat melayani. Demikian juga dengan kita. Apabila kita dipercayakan untuk melayani, ini adalah kasih karunia Allah. Sebab itu Paulus menyikapi kasih karunia yang Allah berikan dengan sungguh-sungguh yaitu dengan bekerja lebih keras. Sekalipun Paulus menemukan banyak masalah dan tantangan dalam pelayanan, namun ia bekerja dengan lebih keras.

Kasih karunia bukan saja berarti kita memperoleh apa yang kita inginkan. Tetapi kasih karunia membuat kita mampu menghadapi segala tantangan dalam kehidupan.

Kasih karunia Allah membuat kita bersemangat sama seperti Rasul Paulus:

  • Bersemangat dalam melayani.
    Kalau ia bekerja keras, itu bukan karena kemauannya. Hal ini terjadi karena Allah-lah yang menggerakkannya, Filipi 2: 12-13.
  • Bersemangat dalam melakukan apapun (Titus 2:11)
  • Bersemangat untuk berbuat baik (1 Petrus 5:10)

KESIMPULAN
Oleh sebab itu, sadari dan syukuri kasih karunia Allah dalam kehidupan kita, sebab banyak hal yang Allah kerjakan dan berikan kepada kita sehingga kita mampu menghadapi dan menjalani kehidupan ini.

Yesus adalah Penopang – oleh Pdt. Marthen Schalwyk (Ibadah Pagi Ucapan Syukur dan Ulang Tahun Gereja – Minggu, 27 September 2020)

Ibrani 1:1-4

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

Dari ayat-ayat ini, ada beberapa hal yang dapat kita petik.
1. Allah sangat mengasihi manusia
Dari ayat-ayat ini kita melihat bahwa Allah begitu mengasihi manusia. Hal ini dapat dilihat dari pendekatan Allah dari generasi ke generasi. Semenjak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak dapat dekat lagi dengan Allah seperti sebelum mereka jatuh ke dalam dosa. Hubungan Allah dan manusia rusak. Dan Allah melihat bahwa manusia tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pendekatan kepada Allah seperti sebelum mereka jatuh kedalam dosa. Allah-lah yang berinisiatif untuk datang mendekati manusia itu sendiri. Allah-lah yang berusaha melakukan pendekatan kepada manusia agar hubungan itu pulih kembali. Sebab sekalipun manusia jatuh ke dalam dosa, namun Allah menciptakan manusia seturut dan segambar dengan Allah. Allah memiliki maksud-maksud untuk manusia, namun tidak dapat dilakukan karena manusia telah jauh dari Allah karena dosa. Karena didorong dengan kasih, maka Allah menggunakan segala macam cara untuk mendekati manusia. Dalam Ibrani 1:1, dikatakan bahwa “Allah berulang-ulang dengan berbagai cara”. Allah tidak pernah bosan sampai Ia mendapatkan itu. Tujuan Allah adalah agar manusia lama kelamaan menjadi sadar.

Karena didorong dengan kasih, maka Allah berulang-ulang mendekati manusia. Allah memakai tokoh-tokoh mulai dari zaman dahulu kala untuk mendekati manusia. Namun sebagai nabi atau hamba Allah yang diutus, mereka pun memiliki keterbatasan. Dan hal ini dapat kita temukan di dalam Perjanjian Lama. Namun pada zaman akhir ini, Allah memakai Anak-Nya sendiri untuk melakukan pendekatan dengan manusia (Efesus 2:7).

2. Yesus adalah Pencipta
Dalam Yohanes 1:3 mencatat bahwa Yesus sebagai pencipta. Ada dua hal yang dipercayakan kepada Yesus, yaitu menciptakan dan menopang. Kolose 1:15-17 berkata bahwa segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan ada di dalam Dia. Kita diciptakan oleh Allah untuk Dia, yaitu Yesus Kristus.

Allah yang tidak kelihatan menjadi terlihat melalui wujud Yesus untuk mendekati kita manusia. Yesus adalah pribadi yang paling besar yang Allah berikan kepada kita. Yesus telah ditetapkan oleh Allah untuk menerima segala sesuatu.

3. Yesus adalah Penopang
Karya penciptaan memang telah selesai, namun Allah masih menopang seluruh ciptaan-Nya sampai saat ini. Demikian juga kehidupan kita. Keberadaan kita sampai saat ini adalah karena Allah-lah yang menopang kita. Allah menopang secara langsung tetapi Allah juga memakai orang-orang disekitar kita untuk menopang kehidupan kita. Namun perlu kita ingat bahwa, tangan manusia dapat lelah menopang kita, tetapi tangan yang telah di pakukan diatas kayu salib itu tidak pernah lelah menopang kehidupan kita. Yesus menopang kita dengan Firman-Nya. Allah menopang seluruh ciptaan-Nya dengan Firman-Nya (Mazmur 33:9). Segala sesuatu yang di Firmankan Allah pasti jadi. Kuasa Firman yang menjadikan segala sesuatu itulah yang menopang kita sampai saat ini. Mazmur 3:6 berkata bahwa pemazmur dapat bangun karena Allah lah yang menopang.

Yohanes 13:17 berkata bahwa Firman yang dipakai Allah untuk menciptakanlah yang dipakai Allah juga untuk menopang kita. Oleh sebab itu kita perlu melakukan Firman Allah maka kita akan berbahagia.

Salah satu yang disyukuri Paulus terhadap jemaat yang ada di Roma adalah karena mereka melakukan Firman Allah (Roma 6:17).

Mazmur 37:17 berkata bahwa “sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang orang-orang benar.”