KASIH KARUNIA – oleh Pdt. Marthen Schalwyk (Ibadah Raya Sore Ucapan Syukur dan Ulang Tahun Gereja – Minggu, 27 September 2020)

1 Korintus 15:10
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku  tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Ayat ini merupakan sebuah kesaksian dari Rasul Paulus, bagaimana ia diubah Tuhan dari Saulus menjadi Paulus. Paulus berkata bahwa Dia ada sebagaimana ia ada sekarang karena kasih karunia yang Allah kerjakan dalam kehidupannya. Demikian juga kita. Oleh karena kasih karunia Tuhanlah yang membuat kita ada sampai saat ini. Kasih karunia didatangkan dari Yesus Kristus (Yohanes 1:17). Yohanes menjelaskan bahwa hubungan Yesus dengan Bapa sangat dekat. Sebab itu Yohanes memakai kata “pangkuan”. Ini berbicara tentang hubungan yang begitu dekat. Anugerah/kasih karunia adalah pemberian seorang atasan kepada bawahan yang sebenarnya tidak layak diperolehnya.

Apa yang diberikan Allah kepada kita? Kisah 17:24-25

  • Hidup
    Allah memberikan kehidupan bagi kita. Hidup kita adalah pemberian Tuhan.
  • Nafas
    Setiap hari kita dapat menikmati nafas yang Allah berikan. Ada orang-orang yang masih hidup tetapi membutuhkan bantuan alat pernafasan.
  • Segala sesuatu
    Apa yang kita peroleh bukanlah atas kemampuan kita, namun hidup, nafas dan segala sesuatu yang Allah berikan adalah anugerah Tuhan, kemurahan Tuhan.
  • Kita dapat bergerak (Kisah 17:28)
    Ada orang-orang yang masih hidup namun tidak dapat bergerak. Tetapi apabila kita masih dapat bergerak, ini semua adalah karena pemberian Tuhan bagi kita semua.

Secara umum, kita juga masih menikmati setiap pemberian Tuhan; ada matahari, bulan, bintang, dll.  Apalagi sebagai milik Tuhan, kita akan memperoleh banyak hal karena kasih karunia-Nya.

Apa yang rasul Paulus katakan tentang kasih karunia?

  • Efesus 1:7 berkata, Paulus yakin bahwa kasih karunia bukan hanya membuat rasul Paulus masih hidup. Tetapi, juga rasul Paulus menyadari bahwa kasih karunia juga mengerjakan pengampunan.
  • Efesus 2:8 berkata bahwa kasih karunia juga mengerjakan keselamatan dalam hidup kita. Paulus menunjukkan sebuah kepastian mengenai keselamatan oleh kasih karunia Allah dalam Roma 5:9-10.
  • Efesus 3:8 berkata bahwa kasih karunia adalah pelayanan. Kasih karunialah yang membuat rasul Paulus dapat melayani. Demikian juga dengan kita. Apabila kita dipercayakan untuk melayani, ini adalah kasih karunia Allah. Sebab itu Paulus menyikapi kasih karunia yang Allah berikan dengan sungguh-sungguh yaitu dengan bekerja lebih keras. Sekalipun Paulus menemukan banyak masalah dan tantangan dalam pelayanan, namun ia bekerja dengan lebih keras.

Kasih karunia bukan saja berarti kita memperoleh apa yang kita inginkan. Tetapi kasih karunia membuat kita mampu menghadapi segala tantangan dalam kehidupan.

Kasih karunia Allah membuat kita bersemangat sama seperti Rasul Paulus:

  • Bersemangat dalam melayani.
    Kalau ia bekerja keras, itu bukan karena kemauannya. Hal ini terjadi karena Allah-lah yang menggerakkannya, Filipi 2: 12-13.
  • Bersemangat dalam melakukan apapun (Titus 2:11)
  • Bersemangat untuk berbuat baik (1 Petrus 5:10)

KESIMPULAN
Oleh sebab itu, sadari dan syukuri kasih karunia Allah dalam kehidupan kita, sebab banyak hal yang Allah kerjakan dan berikan kepada kita sehingga kita mampu menghadapi dan menjalani kehidupan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *