Yesus adalah Penopang – oleh Pdt. Marthen Schalwyk (Ibadah Pagi Ucapan Syukur dan Ulang Tahun Gereja – Minggu, 27 September 2020)

Ibrani 1:1-4

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

Dari ayat-ayat ini, ada beberapa hal yang dapat kita petik.
1. Allah sangat mengasihi manusia
Dari ayat-ayat ini kita melihat bahwa Allah begitu mengasihi manusia. Hal ini dapat dilihat dari pendekatan Allah dari generasi ke generasi. Semenjak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak dapat dekat lagi dengan Allah seperti sebelum mereka jatuh ke dalam dosa. Hubungan Allah dan manusia rusak. Dan Allah melihat bahwa manusia tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pendekatan kepada Allah seperti sebelum mereka jatuh kedalam dosa. Allah-lah yang berinisiatif untuk datang mendekati manusia itu sendiri. Allah-lah yang berusaha melakukan pendekatan kepada manusia agar hubungan itu pulih kembali. Sebab sekalipun manusia jatuh ke dalam dosa, namun Allah menciptakan manusia seturut dan segambar dengan Allah. Allah memiliki maksud-maksud untuk manusia, namun tidak dapat dilakukan karena manusia telah jauh dari Allah karena dosa. Karena didorong dengan kasih, maka Allah menggunakan segala macam cara untuk mendekati manusia. Dalam Ibrani 1:1, dikatakan bahwa “Allah berulang-ulang dengan berbagai cara”. Allah tidak pernah bosan sampai Ia mendapatkan itu. Tujuan Allah adalah agar manusia lama kelamaan menjadi sadar.

Karena didorong dengan kasih, maka Allah berulang-ulang mendekati manusia. Allah memakai tokoh-tokoh mulai dari zaman dahulu kala untuk mendekati manusia. Namun sebagai nabi atau hamba Allah yang diutus, mereka pun memiliki keterbatasan. Dan hal ini dapat kita temukan di dalam Perjanjian Lama. Namun pada zaman akhir ini, Allah memakai Anak-Nya sendiri untuk melakukan pendekatan dengan manusia (Efesus 2:7).

2. Yesus adalah Pencipta
Dalam Yohanes 1:3 mencatat bahwa Yesus sebagai pencipta. Ada dua hal yang dipercayakan kepada Yesus, yaitu menciptakan dan menopang. Kolose 1:15-17 berkata bahwa segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan ada di dalam Dia. Kita diciptakan oleh Allah untuk Dia, yaitu Yesus Kristus.

Allah yang tidak kelihatan menjadi terlihat melalui wujud Yesus untuk mendekati kita manusia. Yesus adalah pribadi yang paling besar yang Allah berikan kepada kita. Yesus telah ditetapkan oleh Allah untuk menerima segala sesuatu.

3. Yesus adalah Penopang
Karya penciptaan memang telah selesai, namun Allah masih menopang seluruh ciptaan-Nya sampai saat ini. Demikian juga kehidupan kita. Keberadaan kita sampai saat ini adalah karena Allah-lah yang menopang kita. Allah menopang secara langsung tetapi Allah juga memakai orang-orang disekitar kita untuk menopang kehidupan kita. Namun perlu kita ingat bahwa, tangan manusia dapat lelah menopang kita, tetapi tangan yang telah di pakukan diatas kayu salib itu tidak pernah lelah menopang kehidupan kita. Yesus menopang kita dengan Firman-Nya. Allah menopang seluruh ciptaan-Nya dengan Firman-Nya (Mazmur 33:9). Segala sesuatu yang di Firmankan Allah pasti jadi. Kuasa Firman yang menjadikan segala sesuatu itulah yang menopang kita sampai saat ini. Mazmur 3:6 berkata bahwa pemazmur dapat bangun karena Allah lah yang menopang.

Yohanes 13:17 berkata bahwa Firman yang dipakai Allah untuk menciptakanlah yang dipakai Allah juga untuk menopang kita. Oleh sebab itu kita perlu melakukan Firman Allah maka kita akan berbahagia.

Salah satu yang disyukuri Paulus terhadap jemaat yang ada di Roma adalah karena mereka melakukan Firman Allah (Roma 6:17).

Mazmur 37:17 berkata bahwa “sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang orang-orang benar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *