MEMPERLENGKAPI DIRI DENGAN SENJATA ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya- Minggu, 04 Oktober 2020)

Efesus 6:10-20

PENDAHULUAN
Setiap pengikut Yesus harus memperlengkapi diri dengan perlengkapan senjata perang dan pakaian perang secara rohani. Bahkan, senjata dan pakaian perang rohani ini harus kita kenakan setiap jam, waktu dan setiap keadaan. Pakaian dan senjata perang ini harus menutupi seluruh hidup kita yaitu: roh, jiwa, tubuh kita. Hal ini dapat kita lihat dari kehidupan Yesus. Pada saat Yesus menjadi manusia, ke mana dan di manapun Yesus berada. Yesus selalu melindungi roh, jiwa dan tubuh-Nya dengan selengkap senjata rohani atau senjata Allah. Matius 4:1-11 menceritakan bahwa Iblis berusaha menyerang Yesus dalam tiga aspek (seluruh bagian hidup Yesus), yaitu: tubuh, jiwa dan roh.

Ayat 1 dan 2 mengatakan: setelah Yesus berpuasa selama 40 hari 40 malam dan merasa lapar, Iblis datang mencobai-Nya.

Bagian pertama yang diserang oleh Iblis dari kehidupan Yesus adalah TUBUH YESUS (Matius 4:3). Sangat mudah bagi Yesus untuk mengubah batu menjadi roti, tetapi Yesus tidak mau tunduk dan mengikuti perintah Iblis. Sebab itu Yesus langsung mematahkan serangan Iblis! Matius 4:4 berkata: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah!” Dan, Iblis langsung “knock down”! Namun Iblis tidak berhenti menyerang Yesus.

Untuk kali ini Iblis berusaha menyerang JIWA YESUS (Matius 4:5,6). Kembali Yesus mematahkan serangan Iblis. Kata Yesus kepada Iblis: Ada pula tertulis: “Janganlah engkau mencobai Tuhan Allahmu” (Matius 4:7).

Dan yang terakhir, Iblis menyerang Roh Yesus (Matius 4:8-9). Pertama-tama iblis memperlihatkan kepada Yesus, kekayaan seisi dunia. Ada banyak orang menjadi kaya namun memakai metode iblis, dengan cara melakukan kecurangan, korupsi, pergi ke gunung Kawi, dsb. Yang kedua Iblis meminta supaya Yesus bersedia untuk menyembah Iblis. Iblis mempunyai 1001 cara, salah satunya dengan kekayaan dunia, agar tubuh, jiwa, khususnya roh kita tidak menjadi menyembah Tuhan, melainkan menyembah Iblis. Carilah kekayaan, tetapi jangan memakai cara iblis.

Mengapa Iblis membidik atau menjadikan Roh Yesus sebagai target serangan? Sebab Yohanes 4:24 berkata, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Penyembahan yang benar dan berkenan kepada Allah adalah penyembahan yang dilakukan dari roh berlanjut ke jiwa yang diekspresikan melalui tubuh.

 

Allah memakai tiga bagian hidup kita, namun Ia mulai bekerja dari roh, jiwa kemudian tubuh.

Demikian juga Iblis berusaha meniru Allah. Iblis ingin manusia menyembah iblis sama seperti manusia menyembah Allah. Allah mulai dari roh, tetapi iblis memulai dari tubuh.

Iblis juga memakai tiga aspek hidup kita, namun Iblis bekerja mulai dari tubuh, jiwa dan kemudian roh.

CONTOH:
Bila karena alasan apa saja, termasuk karena harta dunia, kita mengikuti perintah Iblis sadar atau tidak kita telah menyembah atau tunduk kepada iblis. Sebaliknya, apabila kita melakukan segala sesuatu sesuai perintah atau firman Allah, dan perintah itu kita lakukan dari dasar hati atau roh kita, pada saat itu kita telah menaati atau menyembah Allah. Sebab itu saat Iblis menyerang dan masuk ke stadium roh, Yesus langsung memakai pedang roh yaitu Firman Allah sebagai senjata untuk mengalahkan Iblis. Matius 4:10 maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” Sebagaimana Yesus menang atas serangan iblis, demikian juga kita harus menang sama seperti Yesus telah menang!

AYUB
Ayub adalah figure pengikut Yesus yang sejati yang melengkapi diri dengan senjata Allah. Walau iblis menyerang Ayub dari semua lini, Ayub tetap keluar sebagai pemenang.

  • Tubuh Ayub

Iblis berusaha menyerang ekonomi, keuangan dan usaha Ayub. Tetapi iblis tidak bisa meruntuhkan iman Ayub kepada Tuhan. Ayub 2:1-7, Allah bertanya kepada iblis sebab iblis tidak bisa mengalahkan iman Ayub. Jawab iblis: Ayub tetap beriman sebab Allah melarang iblis untuk menyerang jiwa Ayub. Sebab itu Allah pun mengijinkan iblis menyerang jiwa Ayub.

  • Jiwa Ayub

Seluruh tubuh Ayub dipenuhi dengan barah, suatu penyakit kulit dan bisul yang gatal dan yang membuat Ayub begitu menderita. Ayub 2:7,8 berkata bahwa dalam penderitaan, Ayub tetap setia kepada Tuhan. Dalam penderitaannya, Ayub duduk di atas debu sambil menggaruk-garuk tubuhnya.

  • Roh Ayub

Ayub diserang iblis lewat perilaku isterinya. Ayub 2:9 berkata, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah.” Iblis menyerang roh Ayub agar Ayub tidak lagi mau menyembah Allah. Tetapi jawaban Ayub dalam Ayub 2:10, membuat iblis kalah untuk ketiga kalinya oleh Ayub.

YUSUF
Kejadian 37:1-11 dua kali Tuhan memberi mimpi kepada Yusuf, dengan arti yang sama bapak dan ibunya serta sebelas saudaranya menyembah Yusuf. Ini bukan hanya mimpi, tetapi nubuat Allah bagi Yusuf bahwa Yusuf akan dimuliakan dan ditinggikan. Iblis tidak mau hal ini digenapi atas diri Yusuf, oleh sebab itu iblis menyerang Yusuf dengan gencar.

Kejadian 39:10 Iblis menyerang tubuh, jiwa dan roh Yusuf dari hari ke hari. Dan Yusuf bisa mematahkan senjata yang dilontarkan iblis kepada Yusuf. Secara tubuh, pasti Yusuf mendapat fasilitas. Secara jiwa, Yusuf tentu merasa bangga sebab dia dianggap istimewa dan dibutuhkan. Namun secara roh, 1 Korintus 6:16-19 berkata:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

 Pada saat Yakub, ayah Yusuf masih hidup, saudara-saudara Yusuf belum merasa resah tetapi setelah Yakub, ayah mereka mati, saudara-saudara Yusuf mulai merasa takut. Mereka mengira Yusuf akan balas dendam. Sebab itu mereka datang kepada Yusuf dan menggenapi semua mimpi Yusuf.

KESIMPULAN
Apabila kita melengkapi diri kita dengan senjata Allah dan kita berjalan sesuai Firman Allah dan dipenuhi Roh Kudus. Bukanlah hal yang mustahil sebagai pengikut Yesus, kita bisa hidup kudus dan benar serta menjadi “sempurna sama seperti Yesus.”

DAUD, 1 RAJA 15:5
Karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu.”

Daud adalah pribadi yang benar, taat dan setia dalam penilaian Tuhan. Namun ada satu catatan yang mencemari nilai Daud, yaitu perkaranya dengan Uria. Apabila pada saat Daud melihat Batsyeba, mata Daud mampu menolak lalu lari, meninggalkan tempat itu, maka masalah selesai dan Iblis dikalahkan. Tetapi, Daud mengijinkan Iblis bergerak di jiwa dan terus kepada roh akhirnya berzinah. Sebab itu kita harus melengkapi roh, jiwa dan tubuh kita dengan selengkap senjata Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *