BAHAGIA DALAM PANDANGAN ALLAH – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya – Minggu, 11 Oktober2020)

PENDAHULUAN
Kebahagiaan adalah hal yang paling diinginkan semua orang dan paling dimohonkan dalam doa:

  • Pernikahan
  • Ulang tahun
  • Menempati rumah baru
  • Membuka usaha

PANDANGAN UMUM UNTUK DAPAT BERBAHAGIA

  • Kaya raya
  • Jabatan tinggi
  • Orang terkenal
  • Orang yang berkuasa
  • Punya pasangan cantik/ganteng terkenal

Benarkah semua ini dapat membuat orang berbahagia ?
Firman Tuhan tidak memberi banyak syarat bagi orang percaya untuk dapat menikmati kebahagiaan. Hanya dua hal yang praktis dan semua orang dapat mengerjakannya. Tidak dipengaruhi oleh situasi dan kondisi maupun status seseorang. Apakah dua hal tersebut?

PERTAMA
Matius 6:11
“Berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya”.
Komponen pertama firman Tuhan menempatkan rasa cukup untuk mendapatkan kebahagiaan. Tuhan ingin kita belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita.

KEDUA
1 Tesalonika 5:18.
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Komponen kedua untuk mendapatkan kebahagiaan adalah mengucap syukur. Seseorang yang selalu tidak merasa cukup tidak akan puas dengan apa yang ia miliki, selalu ingin lebih sehingga hal inilah yang membuat tidak ada ucapan syukur dari hidupnya.

BAHAGIA MENURUT PANDANGAN TUHAN
Kombinasi antara rasa cukup dan mengucap syukur. Merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan mengucap syukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

I. MERASA CUKUP
Tuhan mengajar kita orang percaya, untuk merasa puas atau cukup dengan penyediaan Allah atas kebutuhan sehari-hari.

Matius 6:11
“Berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya”.

Mengapa Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa meminta secukupnya? Agar hidup kita selalu bergantung kepada Tuhan. Kita belajar mempercayai bahwa apa yang diberikan oleh Allah adalah cukup. Akan menjadi sesuatu yang berbahaya jika tidak ada rasa cukup dan mengucap syukur dari apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Hal ini disadari benar oleh Agur Bin Yake melalui doanya dalam Amsal 30:7-9.

“Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kau tolak sebelum aku mati, yakni : Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan, Jangan berikan kepadaku KEMISKINAN atau KEKAYAAN. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.”

Agur bukan tidak menginginkan kekayaan. Namun ia menyadari bahwa kekayaan atau kemiskinan dapat menjadi sesuatu yang berbahaya apabila tidak disertai dengan rasa cukup dan mengucap syukur. Itulah sebabnya ia berdoa demikian.

Allah ingin semua orang percaya belajar untuk merasa cukup dan puas dengan apa yang Tuhan berikan, sehingga terhindar dari dosa ketamakan. Tuhan juga ingin kita selalu mengucap syukur dalam segala hal, karena dengan mengucap syukur kita belajar menghargai pemberian Tuhan. Kebahagiaan tidak bergantung dari kondisi keadaan kita, namun bergantung dari kondisi hati kita.

Filipi 4:11-13
“Kukatakan ini bukanlah karena aku kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku, baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Menghadapi masa-masa sulit sekarang ini, bahkan kedepan yang juga akan bertambah sulit seperti yang dikatakan firman Tuhan, kita harus melatih diri untuk menghadapinya. Penyediaan Allah selalu cukup, hanya kadang kitalah yang merasa tidak cukup dan tidak mengucap syukur.

Contoh teladan dari prinsip Paulus dalam 1 Timotius 6:8 berkata, “Asal ada makanan dan pakaian cukuplah.”

Apa yang menjadi alasan Paulus ? 1 Timotius 6:7 berkata, “Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.” Pertanyaannya adalah, apakah keinginan untuk bisa kaya itu dosa? Jawabannya, TIDAK !

Namun harus dikendalikan dengan rasa cukup dan mengucap syukur. Jangan sampai lepas kontrol dan keluar dari jalur kebenaran firman Tuhan. Sebab dalam 1 Timotius 6:9 berkata, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.”

 Kekayaan yang tidak dikendalikan dengan rasa cukup dan mengucap syukur akan membawa seseorang jatuh kedalam pencobaan bahkan kedalam hawa nafsu yang hampa yang justru akan membawa kepada kerugian yang besar.

II. MENGUCAP SYUKUR
1 Tesalonika 5:18 berkata, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Ada tiga hal dalam ucapan syukur kepada Tuhan.
1. Itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Jadi ucapan syukur merupakan kehendak Allah. Mengucap syukur adalah sesuatu yang disenangi Allah.

2. Mengucap syukur berarti menghargai apa yang sudah Tuhan kehendaki untuk kita terima.
Bagaimana kita dapat mengucap syukur dalam segala hal ketika kita merasa kerugian, kekurangan bahkan kehilangan? Pertama belajar mencukupkan diri, dan yang kedua adalah memiliki penyerahan total akan apa yang Allah berikan kepada kita serta yang ketiga adalah segala sesuatu yang Allah ijinkan terjadi dalam kehidupan kita. Ketika kita melakukan hal ini maka kita akan mampu mengucap syukur.

3. Ada rahasia berkat dibalik ucapan syukur.
Yohanes 6:11 “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikianlah juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.”

Peristiwa ini menceritakan bagaimana murid-murid bingung untuk memberi makan lima ribu orang. Dengan lima roti dan dua ekor ikan, tentu tidak akan mampu memberi makan lima ribu orang. Namun, ketika Yesus mengucap syukur, maka mereka mampu memberi makan lima ribu orang bahkan terdapat lebihnya.

Ketika kita mengucap syukur kepada Tuhan maka kita sedang mengucapkan berkat sehingga apa yang tidak mungkin bagi kita, menjadi mungkin bagi Allah karena ucapan syukur kita. Ketika kita belajar mengucap syukur, maka ini berarti kita belajar untuk berterima kasih kepada semua yang Allah berikan dan berserah total kepada semua pemberian Allah.

KESIMPULAN
Kebahagiaan kita dalam pandangan Allah adalah kombinasi rasa cukup dan mengucap syukur atas semua yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Kebahagiaan tidak bergantung dari materi kita, tetapi dari hati yang selalu bersyukur. Oleh sebab itu, cukupkanlah diri dengan apa yang ada pada kita serta mengucap syukurlah dalam segala hal, maka kita akan menikmati berkat melimpah yang Allah siapkan bagi kita yang percaya kepada-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *