TANGGUNG JAWAB PENGIKUT YESUS YANG SEJATI- oleh Pdt. Elisabeth Minandar (Ibadah Raya -Minggu, 25 Oktober 2020)

Amsal 30:24-28

PENDAHULUAN
Tulisan ini ditulis oleh seorang yang bernama Agur dan ayahnya bernama Yake. Tetapi tulisan Agur ini penuh hikmat. Sebagai pengikut Yesus yang sejati, kita harus mempraktekkan ayat ini dalam pengiringan kita.

Kita sudah mengerti bahwa, saat kita membuka hati dan percaya kepada Yesus, pada saat itu kita menerima jaminan/kepastian keselamatan di dalam Yesus (Yohanes 3:16). Tetapi walaupun kita sudah menerima jaminan keselamatan, kita harus bertanggung jawab untuk memelihara keselamatan yang sudah kita terima, sebagaimana ditulis dalam Filipi 2:12a yang berkata: “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar.”

Pada kesempatan ini, kita akan membahas karakter dari keempat binatang yang dibahas oleh Agur bin Yake, yang akan memberi pelajaran bagaimana menjadi pengikut Yesus yang sejati.

1. SEMUT
Amsal 30:25 “Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas.”

KEISTIMEWAAN SEMUT
Yang paling menonjol dari semut ialah rajin bekerja. Sebab itu kita tidak pernah lihat ada semut yang menganggur, berdiam diri atau bersantai. Semut selalu bergerak aktif untuk bekerja atau melakukan kegiatan. Tidak heran bila Salomo menegur dengan keras dalam Amsal 6:6-8 yang berkata, “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.”

 2 Timotius 3:1 Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa, sekarang kita sedang hidup di akhir zaman dan dikatakan bahwa di akhir zaman akan ada masa yang sukar. Secara jasmani walaupun saat ini sangat berbahaya akibat covid-19, orang-orang tidak peduli dengan bahaya ini. Mereka tetap berusaha bekerja agar semua kebutuhan jasmaninya dapat tercukupi.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana sikap kita dalam memenuhi kebutuhan rohani? Apakah kita berani nyerempet-nyerempet bahaya demi mendapat makanan rohani? Amsal 30:25 berkata: “Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas.”

Ayat ini menubuatkan bahwa akan ada masa kelaparan rohani yang luar biasa menjelang kedatangan Yesus kedua kali. Tetapi berbahagialah mereka yang senantiasa rajin mencari firman Allah di masa sulit sekalipun.

2. PELANDUK (KELINCI)
Amsal 30:26 “Pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu.”

Kita kurang akrab dengan istilah pelanduk. Istilah lain digunakan kelinci yang masuk dalam ordo rusa. Karena pelanduk termasuk hewan kecil, biasanya binatang ini jadi sasaran atau mangsa binatang-binatang buas seperti singa, macan dan lainnya.

KEISTIMEWAAN PELANDUK
Untuk menghindarkan diri dari sasaran hewan/binatang buas, pelanduk menjadikan bukit batu sebagai tempat perlindungan bagi mereka. Sebab pelanduk menyadari tubuhnya yang kecil itu tidak mungkin bisa melawan binatang buas dengan kekuatan fisiknya. Sebab itu pada saat binatang buas mengincar dirinya, satu-satunya harapan pelanduk adalah menjadikan gunung batu sebagai tempat perlindungannya.

Demikian juga seorang pengikut Yesus yang sejati. Ia sadar dalam 1 Petrus 5:8 bahwa Iblis menyerang dia, seperti singa yang mengaum untuk memangsa dirinya. Satu-satunya harapan pengikut Yesus yang sejati ialah datang kepada Yesus dan berdoa. Mazmur 71:3 berkata “Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku”.

3. BELALANG
Belalang bukan binatang yang kuat atau mempunyai senjata yang ampuh seperti tawon. Anak kecilpun bisa menangkap belalang. Tetapi bila belalang bersatu, seperti saat Allah mendatangi Mesir dengan belalang dalam jumlah besar, maka orang Mesir pun mengalami ketakutan (Keluaran 10:1-20).

Amsal 30:27 berkata “Belalang itu tidak mempunyai raja atau pemimpin. Namun semuanya berbaris dengan teratur.”

 Kalau belalang yang tidak mempunyai raja tetapi karena mereka bersatu hati dengan teratur, maka persatuan mereka menjadi kekuatan yang besar dan hebat. Apalagi kalau sebagai pengikut Yesus yang sejati, kita menyatukan hati di bawah pemimpin Tuhan Yesus Kristus, Raja kita maka tidak ada yang sanggup bertahan di hadapan Yesus, Raja kita dan tak ada yang tidak mungkin bagi kita. Iblis mengetahui bahwa kekuatan gereja, yaitu orang-orang percaya selain Yesus dan Roh Kudus yang menyertai orang-orang percaya, yaitu persatuan jemaat.

Matius 18:20 mengatakan: “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku (nama Yesus), di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Pada saat orang-orang percaya menyatukan hati dan datang kepada Yesus dalam doa maka Iblis menjadi gemetar dan ketakutan. Sebab itu, jangan kita terkecoh oleh tipu muslihat Iblis yang berusaha memecah belah dengan roh kebencian, sakit hati, kemarahan, perselisihan dan lain sebagainya.

4. CICAK
Amsal 30:28
“Cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.”

Cicak adalah hewan yang sederhana, tidak memiliki gigi taring, tidak memiliki sengat, kuku yang tajam dan lain-lainnya.

KEISTIMEWAAN CICAK
Menurut seorang peneliti dari Universitas, Berkeley – California: di telapak tangan cicak ada bulu-bulu halus yang disebut “SOBOTTA” yang membuat cicak bisa melekat di dinding.

Kalau kita hubungkan dengan nubuatan Yakub untuk Yusuf dalam kejadian 49:22 mengatakan: “Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok.”

Tidak seorangpun dari kakak adik Yusuf, bahkan ayah Yusuf, yaitu Yakub yang mengira bahwa Yusuf akan menjadi seorang penguasa di istana Firaun, di Mesir. Yang mengerti rahasianya adalah Yusuf sendiri. Bagaimana Yusuf melekatkan dirinya kepada Tuhan sehingga ujian dan cobaan seperti apapun tidak membuat Yusuf jauh dan terpisah dari Tuhan.

Demikian juga, walaupun dunia tidak memandang kita karena kita adalah orang yang sangat sederhana di mata manusia. Tetapi, kalau kita melekatkan diri kita kepada pribadi Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus sanggup membawa kita untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Bukan di istana dunia ini, tetapi di dalam istana  kemuliaan-Nya di dalam sorga.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu, biarlah karakteristik dari keempat binatang ini menjadi karakteristik kita sebagai pengikut Yesus yang sejati, bahwa kita rajin dalam mencari Tuhan, kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan, kita tetap menjaga persatuan dan semakin melekat kepada Tuhan. Apabila kita melakukan hal-hal ini, maka kita akan menikmati kemuliaan-Nya didalam kerajaan sorga (Yesaya 40:30-31).

One Comment

  1. Привет, приглашаю тебя на форум
    с тысячами курсов по смешным ценам.
    Авторские, уникальные курсы в складчину по
    наверное самым низким ценам на рынке.
    Заходи https://bit.ly/32ob7K0 тебе тут рады.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *