MASA SUKAR : Memahami rancangan dan mewaspadai jebakan – oleh Pdp. Joy Lazarus (Ibadah Raya – Minggu, 22 November 2020)

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.”  (2 Timotius  3:1)

 Pendahuluan
Surat ini merupakan surat terakhir yang ditulis oleh Rasul Paulus, kepada Timotius. Ia berkata bahwa di hari-hari terakhir akan ada masa sukar. Kesukaran yang disampaikan oleh rasul Paulus setidaknya berbicara tentang dua hal. Yang pertama kesukaran dapat diartikan sebagai keadaan sulit (penderitaan, gangguan keamanan, sakit penyakit) yang dialami manusia yang hidup di akhir zaman. Ini tentu relevan dengan kita, sebab kita adalah orang-orang yang hidup di akhir zaman. Kesukaran bisa saja masalah ekonomi, pertengkaran rumah tangga, atau gangguan kesehatan. Secara global misalnya kita dapat melihat kesukaran yang terjadi hari-hari ini, yang berdampak bagi semua orang.

Siapa yang dapat menyangka jika virus yang terjadi diakhir tahun 2019, tetapi sampai sekarang belum juga selesai. Namun yang paling ditakuti adalah ancaman kematian. Berdasarkan data statistik 18 November saja jumlah orang yang meninggal akibat covid di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 1 juta jiwa. Bahkan dampak dari virus ini merusak ekonomi, keuangan, usaha dan berbagai bidang kehidupan lainnya.

Yang kedua kesukaran juga bicara tentang keadaan manusia. Dijelaskan bahwa orang-orang di akhir zaman mengalami degradasi moral dan cenderung mementingkan diri sendiri/Self Center (2 Tim 3:2-9). Kedua poin ini dapat saling mempengaruhi, kesulitan hidup dapat menyebabkan degradasi moral bagi orang yang mengalaminya, sebaliknya orang-orang yang mementingkan diri sendiri dapat mencelakakan atau menimbulkan kesukaran bagi sesamanya.

 KEDAULATAN TUHAN
Di tengah kesukaran yang terjadi tentu kita tetap percaya akan kedaulatan TUHAN. Kita yakin bahwa semua ini adalah penggenapan firman Tuhan, sebab tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa seijin TUHAN dan jika diijinkan tentu Tuhan punya tujuan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Sebagai contoh, kepada orang Yehuda yang dibuang ke Babel TUHAN telah berfirman Yeremia 29:11“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

 Begitu juga yang dikatakan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma.

Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Dari ayat-ayat di atas kita dapat meyakini bahwa hidup mungkin penuh kesukaran tetapi TUHAN tidak pernah lepas tangan, dibalik masa yang sukar Dia punya rancangan yang terbaik bagi manusia secara umum dan orang percaya secara khusus.

AGENDA IBLIS
Dibalik masa sukar yang dihadapi oleh manusia ada juga Iblis yang turut memanfaatkan situasi yang sulit untuk menjalankan rencananya. Seperti kisah Ayub dimana iblis berupaya menghancurkan kerohanian Ayub lewat penderitaan yang dialami. Iblis sangat yakin bahwa masa sukar akan membuat manusia yang saleh sekalipun berpaling dan mengutuki TUHAN.

Ayub 1:11 “Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”

2 CARA PANDANG TERHADAP MASA SUKAR
Sampai disini kita melihat bahwa dibalik kesukaran ada kedaulatan TUHAN tetapi disisi lain juga ada agenda iblis. Dalam masa sukar kita diperhadapkan kepada dua pilihan yaitu masuk dalam rancangan Tuhan atau sebaliknya masuk dalam jebakan setan.

RANCANGAN TUHAN VS JEBAKAN SETAN
Ada beberapa perbedaan-perbedaan yang jelas antara rancangan TUHAN dan jebakan setan, yang perlu kita pahami.

RANCANGAN TUHAN
1. Menaikkan level iman (Ayub 23:10)
Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Catatan :
Bicara tentang emas murni, maka kita tahu bahwa semakin panas api semakin murni pula emas yang dihasilkan. Ini bicara kualitas iman orang percaya. Masa yang sukar akan membawa kita untuk semakin bergantung kepada-Nya. Masa yang sukar juga berbicara tentang “masa penampian”, seperti panasnya api memisahkan emas murni dari unsur-unsur bukan emas demikian juga masa sukar akan menunjukkan siapa orang yang sungguh-sungguh percaya kepada TUHAN dan mana yang bukan.

2. Mengerjakan mujizat (Kel 15:11)
Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?

Catatan :
Di balik masa sukarlah TUHAN menyatakan kuasa-Nya. Tidak jarang kita melihat mujizat-Nya dinyatakan dalam hidup kita lewat masa sukar yang kita hadapi.

3. Mengalami Pribadi-Nya (Ayub 42:5)
“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.”

Catatan :
Ayub tidak sedang bicara tentang perkara jasmani, melainkan tentang pengalaman pribadi bersama TUHAN dimana ia mengalami kesetiaan Tuhan saat masa-masa sukar dalam hidupnya. Ini merupakan suatu pernyataan kekaguman Ayub setelah melihat kesempurnaan rancangan Tuhan. Masa sukar sering menjadi sarana bagi TUHAN agar kita mengalami Dia.

JEBAKAN SETAN
1. Melemahkan iman (Yoh 10:10)
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan.”

Catatan : Yang ingin iblis hancurkan dibalik masa yang sukar bukan sekedar ekonomi, kesehatan (jasmani) melainkan iman kita (rohani).

2. Melepaskan tipu muslihat (Efesus 6:11)
“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;”

Catatan : Masa sukar sering menjadi kesempatan bagi iblis untuk menipu orang percaya.

3. Mengalami kekecewaan.
Yer 14:4 “Pekerjaan di ladang sudah terhenti, sebab hujan tiada turun di negeri, maka petani-petani merasa kecewa dan menyelubungi kepala mereka.”

catatan : Orang yang masuk jebakan setan biasanya mudah kecewa, mulai dari kecewa dengan keadaan, sesama maupun TUHAN.

Dapat kita katakan bahwa orang yang mengalami TUHAN memiliki pengharapan, orang yang mengalami kekecewaan kehilangan iman!

Murid-murid Yesus pun tidak terlepas dari masa sukar yaitu penolakan bahkan penganiayaan dan untuk itu Yesus telah berkata kepada mereka dalam Yohanes 16:1 “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.”

Pertanyaannya bagi kita yang sedang menghadapi masa sukar ini adalah bagaimana kita bisa masuk dalam rancangan TUHAN dan terhindar dari jebakan setan? Jawabanya adalah miliki respon yang benar.

Seperti apa respon yang benar di masa sukar? Saya mencatat setidaknya ada 4 hal yang dapat menjadi respon kita di tengah situasi yang sukar.

RESPON YANG BENAR DI MASA SUKAR
1. Mendekat dan bukan menjauh
Mazmur 62:2 “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

Kita dapat mendekat kepada TUHAN lewat ibadah, doa dan persekutuan secara pribadi dengan-Nya. Kesukaran seharusnya menarik kita kedalam keintiman dengan TUHAN bukan menjerumuskan kita ke jurang kekecewaan. Di masa yang sukar seharusnya kita mencari TUHAN dan bukan berlari tanpa tujuan. Sungguh sangat disayangkan ketika masa sukar dijadikan alasan bagi beberapa orang untuk menjauh dari TUHAN.

Contoh :
Kisah dari raja Yosafat yang memilih untuk mencari TUHAN ditengah kesukaran yang dihadapi dapat menjadi contoh bagi kita. (2 Taw 20:3-24)

2 Tawarikh 20:3 “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.”

2. Berserah dan jangan menyerah
Mazmur 56:4 “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;”

Kesukaran tidak boleh membunuh iman kita. Banyak orang yang ketika hadapi kesukaran imannya lumpuh. Orang-orang ini biasanya berkata tidak sanggup, tidak mungkin, mulai putus asa lalu kecewa dengan keadaan dan bahkan kecewa dengan Tuhan.

3. Bijak bukan sembarangan bertindak
Amsal 14:15b “…tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.”

Sekalipun Tuhan memiliki rancangan yang baik, itu bukan berarti kita kehilangan hikmat. Kita perlu merespon dengan bijak di tengah situasi yang sukar ini. Di masa pandemi seperti ini contoh sikap yang bijak adalah dengan mentaati protokol kesehatan dan bukan malah melanggar atau mengabaikannya. Orang percaya patut memberikan contoh bagi masyarakat bagaimana kita bisa melewati pandemi ini dengan sikap yang bijak.

4. Dengarkan Firman bukan perasaan
(Mazmur 119:105) Perasaan kita bukanlah kebenaran, Firman TUHAN adalah kebenaran. Dalam situasi tertentu bisa saja perasaan kita terluka, kita jadi takut, marah, kecewa dan kita tergoda untuk melakukan tindakan-tindakan di luar apa yang TUHAN kehendaki. Tindakan-tindakan yang lebih mengedepankan perasaan sering kali hanya memperburuk keadaan karena tetaplah berpegang kepada Firman TUHAN. Sebab Firman TUHAN adalah kebenaran (Yohanes 17:17b).

Kesimpulan :
Milikilah respon yang benar di masa sukar, karena itulah yang akan membuat kita masuk dalam rancangan TUHAN dan terhindar dari jebakan setan.

JALAN BUNTU atau JALAN BARU – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya – Minggu, 15 November 2020)

Pandemi covid 19 telah menimbulkan dampak yang besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia terutama bidang ekonomi. Dari berbagai sumber media atau berita kita dapat mengetahui bahwa tidak sedikit perusahaan-perusahaan besar gulung tikar, pabrik-pabrik yang dulu perkasa dan jaya, kini tak berdaya menghadapi wabah korona.

Berikut ini saya coba daftarkan beberapa perusahanan yang menutup usahanya karena diterjang badai korona.

  • NPC International selaku pemegang waralaba Pizza Hut dan restoran cepat saji Wendy’s telah menutup 1.200 gerai Pizza Hut dan sekitar 400 restoran cepat saji Wendy’s di AS.
  • Muji, perusahaan ritel asal Jepang yang menjual dekorasi rumah tangga, alat tulis, hingga pakaian itu mengajukan kebangkrutan karena terbeban utang yang besar.
  • Brooks Brothers, ritel pakaian pria asal AS. Perusahaan yang sudah berusia 200 tahun dan ‘mendandani’ 40 presiden AS serta menjadi brand favorit bagi para bankir Wall Street mengajukan pailit dan memecat hampir 700 pekerja di tiga negara bagian pada Juni 2020.
  • Crew, perusahaan ritel asal AS. Perusahaan yang sudah berdiri sekitar 73 tahun itu mengajukan pailit karena pandemi corona.
  • Diamond Offshore perusahaan minyak asal AS. Perusahaan dengan lebih dari 2.500 pekerja mengajukan pailit karena utang sekitar US$2 miliar.

Tentunya masih ada daftar yang panjang perusahaan-perusahaan lain yang menutup usahanya karena pandemi seperti: Boeing perusahaan pembuat pesawat, Starbucks Coffee, Hermes, perusahaan jam Rolex, perusahaan mobil Nissan, perusahaan sepatu Nike, dll. Pertanyaannya adalah mengapa perusahan yang besar dan berskala internasional menutup usahanya? Jawabannya adalah karena perusahaan tersebut menemui jalan buntu. Tidak ada jalan keluar agar perusahaan tetap operasi. Satu-satunya pilihan adalah menutup usahanya.

JALAN BUNTU BANGSA ISRAEL
Bangsa Israel juga pernah mengalami jalan buntu saat berjalan menuju ke tanah perjanjian. Perjalanan yang awalnya dipenuhi dengan sukacita karena kedahsyatan tangan Allah atas apa yang telah menimpa orang Mesir, tiba-tiba berubah menjadi duka dan bencana karena mereka menemui jalan buntu. Dari belakang pasukan Mesir mengejar mereka, sementara itu di depan mereka terbentang laut Teberau yang luas. Semakin lama, suara derap kuda dan pasukan Mesir makin terdengar keras pertanda pasukan Mesir semakin dekat, tetapi mereka tidak bisa berajalan maju karena terhalang laut Tiberau. Dalam keadaan demikian ini, maka tidak ada pilihan lain yang dapat dilakukan selain mempersalahkan Musa, karena telah membawa mereka keluar dari Mesir. Mereka berkata kepada Musa: “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kau perbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?  Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.”

SAAT JALAN TERASA BUNTU, TUHAN MEMBUKA JALAN BARU
Pada saat itu Musa dan bangsa Israel benar-benar berada di jalan buntu. Tidak ada jalan keluar, semua jalan telah tertutup, tidak ada kesempatan untuk menyelamatkan diri. Sepertinya itulah akhir cerita hidup mereka. Pasukan Mesir akan membunuh mereka semua atau mati bunuh diri di laut Teberau. Pada saat seolah-olah tidak ada jalan keluar, Tuhan memerintahkan Musa agar mengulurkan tongkatnya dan membelah laut Teberau. Oleh kuasa Tuhan laut Teberau terbelah airnya, sehingga orang Israel dapat berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Puji Tuhan, pada saat jalan terasa buntu, Tuhan membuka jalan baru. Percayalah, bagi Tuhan tidak ada perkara yang sukar, Dia dapat membuka jalan baru bagi anak-anakNya.

BAGAIMANA MENEMUKAN JALAN BARU, SAAT JALAN TERASA BUNTU?
Saat kesulitan datang, apakah yang kita temukan jalan buntu atau jalan baru? Dalam perjalanan menuju Kanaan bangsa Israel mendapati jalan buntu, tetapi Musa menemukan jalan baru.  Mari kita belajar dari Musa, bagaimana menemukan jalan baru saat jalan terasa buntu.

1. Percayalah bahwa besarnya ukuran masalahmu tak melebihi besarnya ukuran TUHAN-mu
Kel. 14:13
Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

Inilah yang membedakan antara Musa dan bangsa Israel. Musa melihat Allahnya yang besar, sedangkan bangsa Israel melihat masalahnya yang besar. Oleh karena melihat masalah yang besar, maka bangsa Israel ketakutan hasilnya kebuntuan. Berbeda dengan Musa. Musa melihat masalah yang sama besar, tetapi Musa percaya bahwa masalahnya yang besar tidak akan melebihi ukuran besarnya Allah. Akibatnya Musa timbul iman, Musa percaya Allah berkuasa, Ia mendapatkan jalan baru.

Ketahuilah bahwa cara kita memandang, menentukan yang kita dapatkan. Melihat masalah yang besar kita menemukan jalan buntu, melihat Allah yang besar kita menemukan jalan baru. Untuk itu lihatlah dengan mata iman sebab iman adalah kunci pembuka jalan baru.

Yohanes 11:40 Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

 2. Jika tidak ada yang bisa kita lakukan, serahkanlah sepenuhnya kepada TUHAN
Kel. 14:14
“TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Semua cara telah kita coba tetapi sepertinya sia-sia, segala daya telah dicurahkan tetapi tak ada hasil yang didapatkan, maka serahkanlah sepenuhnya kepada Tuhan. Jika tak ada lagi yang  bisa kita lakukan, ketahuilah masih ada satu hal yang bisa kita lakukan yaitu berdoa kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa iman sejati tidak sekedar percaya, tetapi iman sejati adalah mempercayai Tuhan sepenuhnya. Jangan menyerah dengan keadaan atau kesulitan, sebaliknya berserahlah sepenuh kepada Tuhan. Menyerah ditengah kesulitan membuat kita menemukan jalan buntu, tetapi berserah kepada Tuhan akan membawa kita mendapatkan jalan baru.

Mengapa kita harus berserah kepada Tuhan pada saat masa sukar? “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Luk 1:37) Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. JalanNya tak pernah dapat diduga sebelumnya. Musa tidak pernah tahu kalau Tuhan akan membuka jalan di tengah laut Teberau, yang ia tahu adalah percaya saja kepada firmanNya, sebab Tuhan pembuat keajaiban.

Keluaran 15:11
Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?

Marilah kita lihat contoh orang-orang yang memilih berserah kepada Allah daripada menyerah kepada masalah.

  • Raja Hizkia (2Ki 19:14)

Ketika raja Hizkia menerima surat tantangan dari tangan para utusan raja Asyur, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. Hizkia sadar dengan seluruh kekuatan pasukan dan persenjataan yang dimiliki tak akan dapat mengalahkan pasukan raja Asyur yang besar jumlahnya itu. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah menyerahkan surat tantangan itu kepada Tuhan dan mengijinkan Tuhan berperang baginya.

  • Hana (1Samuel 1:9-10)

Setelah bertahun-tahun menanti kelahiran anak baginya, Hana pergi ke rumah Allah di Silo dan berdoa memohon kepada Tuhan agar memberikan anak baginya. Puji Tuhan, Tuhan membuat keajaiban, kandungan Hana dibukaNya, lalu setahun kemudian Hana melahirkan seorang anak yang diberi nama Samuel.

Mazmur 37:5
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.

3. Jalan baru terbuka, saat kita bergerak maju bersamaNya.
Kel. 14:15
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

Diam tidak akan menyelesaikan persoalan, sebaliknya diam hanya akan menambah beban terasa makin memberatkan. Itulah sebanya Tuhan memerintahkan Musa agar orang Israel berangkat maju menuju tanah perjanjian. Diam berarti menunggu kematian, sebab dari belakang pasukan Mesir akan menghancurkan mereka. Meski tidak tahu apa yang akan terjadi, Musa memerintahkan orang Israel berangkat maju, sebab Musa percaya bahwa jalan akan terbuka saat ia bergerak maju bersamaNya. Saat Musa dan bangsa Israel melangkah maju, Tuhan membelah laut Teberau.

Orang yang meyakini tidak ada jalan buntu akan terus berjalan maju sampai menemukan keajaiban baru. Jika kita berhenti melangkah saat menemui masalah, kita akan menemui jalan buntu, tetapi saat kita melangkah maju maka terbukalah jalan baru. Apapun yang sedang kita hadapi jangan diam menanti keajaiban. Melangkahlah maju, lakukan apapun yang masih bisa dilakukan. Percayalah, gembok tidak diciptakan tanpa kunci, tidak ada masalah tanpa jalan keluar. Semua masalah selalu ada jalan keluarnya meski tidak mudah.

1Kor. 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

TUHAN MEMBUKA JALAN BARU MELALUI KEMATIANNYA
Ibrani  10:19,20
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Jika jalan hidupmu sedang buntu, tak ada pintu yang terbuka, pandanglah kepada Tuhan Yesus Kristus. Jika jalan ke sorga DIA dapat membukanya, apalagi jalan hidupmu. Tidak ada yang sulit bagi Tuhan untuk menolongmu. Percayalah, ditengah jalan buntu, DIA membuka jalan baru. Tuhan memberkati. KJP!

KESANGGUPAN DIDALAM YESUS – oleh Pdt. Simon Sitinjak (Ibadah  – Minggu, 08 November 2020)

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13)

PENDAHULUAN
Kata “kutanggung” dalam bahasa Yunani ditulis ischuo yang berarti memiliki kekuatan atau kemampuan untuk menghadapi segala pekerjaan. Rasul Paulus dapat menanggung segala perkara yang dia alami baik sebagai pelayan Tuhan, saat ia bekerja, sebagai orang percaya bahkan saat menghadapi situasi yang sulit.

Dari ayat ini kita mengerti bahwa mengenal Yesus bukan hanya berbicara bagaimana kita mengalami berkat tetapi juga bagaimana kita mengalami banyak kesulitan. Berikut merupakan pengalaman-pengalaman dari tanggung jawab rasul Paulus.

1. Rasul Paulus sebagai pelayan (2 Korintus 11:23-28)
Paulus bukan sedang menyombongkan diri atau membandingkan apa yang dia kerjakan dengan apa yang orang lain kerjakan, namun ia menyaksikan bahwa ia ada karena kesanggupan dari Allah. Ada banyak tantangan dan kesulitan sebagai pelayan Tuhan. Namun Rasul Paulus mengakui bahwa kekuatan Allahlah yang memampukan rasul Paulus untuk tetap melayani Tuhan.

2. Rasul Paulus dalam pekerjaan ( Kisah Rasul 20:34-35).
Paulus bekerja sebagai seorang tukang tenda. Bahkan Paulus bukan hanya bekerja untuk diri sendiri, namun ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan orang lain (2 Timotius 3:1).

3. Rasul Paulus dalam komunitas ( Kisah Rasul 18:3).
Paulus mau bekerja sama sebagai satu tim. Kesanggupan dari Allah akan memampukan kita untuk bekerja sama dengan orang-orang disekeliling kita maupun orang-orang dunia. Sekalipun bekerja dengan orang lain bukanlah hal yang mudah karena terbentur dengan perbedaan, namun Allah yang memampukan rasul Paulus untuk bekerja sama dengan orang lain.

4. Rasul Paulus sebagai orang percaya ( Filipi 4:11-12).
Sebagai orang percaya Paulus juga mengerti bahwa menderita demi Kristus adalah sebuah karunia (Filipi 1:29). Demikian juga dengan kita sebagai orang percaya. Kita bukan hanya hidup untuk menerima berkat, namun juga akan mengalami penderitaan. Mengapa Paulus sanggup menghadapi hal-hal ini?

Ada beberapa rahasia mengapa Paulus sanggup melakukan banyak perkara.
1. Belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan (Filipi 4:11)
Dalam bahasa aslinya mengatakan bahwa, Paulus memiliki segala sesuatu, namun ia belajar mencukupkan dirinya. Dia merasa puas akan segala sesuatu yang Allah percayakan dalam dirinya. Beberapa minggu lalu kita telah belajar dari Pdt. Gideon bagaimana sebagai orang percaya kita harus mencukupkan diri. Mungkin kita memiliki kemampuan, namun belajarlah untuk mencukupkan diri dan merasa puas dengan apa yang Allah berikan dalam hidup kita. Apalagi ditengah pandemi ini ada banyak kesulitan yang kita alami. Namun ketika kita belajar mengelolah berkat yang Allah berikan dengan cara mencukupkan diri, maka kita akan melewati segala situasi sulit dengan baik. Ada dua keuntungan besar saat kita mencukupkan diri, yaitu:

  • Ketika kita mencukupkan diri maka kita akan terhindar dari kekhawatiran.
    Kekhawatiran akan membuat sukacita hilang, ketenangan hilang. Namun apabila kita mencukupkan diri maka kita akan terhindar dari semua itu.
  • Ketika kita mencukupkan diri maka kita akan hidup bahagia.
    Kebahagiaan sering diusahakan oleh banyak orang diluar Kristus, namun berbeda dengan orang percaya. Hanya dengan mencukupkan diri, kita akan hidup berbahagia, sebab kita tidak khawatir dengan apa yang terjadi hari esok.

2. Mau menanggungnya didalam Tuhan
Paulus mengerti bahwa segala perkara akan mampu ia tanggung ketika ia ada didalam Tuhan. Kata didalam dalam bahasa asli ditulis -en- menyatakan syarat mutlak. Lawan kata dari kata “didalam” adalah “diluar”. Artinya, hanya dengan didalam Yesus maka kita dapat menikmati apa yang dijanjikan, yaitu kekuatan dari Allah.

Yohanes 15: 5 berkata “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Hal ini berarti bahwa, Kita harus memiliki kesadaran untuk tinggal didalam Dia. Mengapa kita harus tinggal didalam Tuhan? Dalam Kolose 2:1-2 rasul Paulus menceritakan perjuangan yang harus ia lakukan untuk jemaat Kolose. Namun, pada ayat 3 rasul Paulus berkata bahwa ketika ada didalam Dia maka ada harta yang akan diberikan, yaitu hikmat dan pengetahuan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Oleh sebab itu, janganlah kita keluar dari Yesus karena apabila kita keluar maka kita tidak dapat berbuat apa-apa (Kolose 2:9).

Kata “memberi kekuatan” dalam Filipi 4:13 berarti bukan kekuatan dari dirinya, melainkan ada oknum lain yang menjadi sumber kekuatan itu. Artinya, Allah yang menjadi sumber kekuatan dan kekuatan itu juga diberikan bukan hanya kepada Paulus, namun juga kepada kita.

Ada beberapa keterbatasan dalam hidup ini:

  • Keterbatasan fisik
  • Mental
  • Finansial
  • Logika
  • dll

Artinya, kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dimasa depan sebab sebagai manusia biasa kita memiliki banyak keterbatasan. Namun apabila kita mengerti bahwa kita memiliki keterbatasan, maka jangan pernah keluar dari Yesus.

KESIMPULAN
Belajarlah mencukupkan diri dalam segala keadaan dan teruslah ada didalam Yesus sebab kesanggupan kita hanya ada didalam-Nya. Oleh sebab itu, teruslah setia, percaya dan berhadap kepada Yesus, maka kita akan mampu menanggung segala hal karena ada Yesus yang memampukan kita.

Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita (Mazmur 68:20).

RENCANA ALLAH MENYELAMATKAN MANUSIA – oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Raya -Minggu, 1 November 2020)

PENDAHULUAN
Allah memiliki rencana yang besar bagi manusia. Khotbah ini adalah sambungan khotbah dari saudara Jeff Minandar beberapa minggu lalu. Pernahkah anda bertanya dalam diri anda bahwa:

  1. Mengapa Allah menciptakan alam semesta dan isinya?
  2. Mengapa Allah menciptakan manusia?
  3. Mengapa Allah menciptakan saudara dan saya?

Dari pertanyaan-pertanyaan diatas maka jawabannya terdapat dalam Kejadian 1:27-29:

  1. Allah menciptakan manusia menurut gambar yang Allah (mulia).
  2. Allah menciptakan manusia berpasangan (laki-laki dan perempuan).
  3. Allah memberkati manusia, dengan perintah: beranakcuculah dan bertambah banyak.
  4. Kepada manusia diberi otoritas untuk berkuasa atas seisi dunia dan ciptaan-Nya yaitu langit, bumi alam semesta dan isinya, (menjadi penguasa bumi).

Berikut ini sketsa berdasarkan proses urutan waktu:

H1 – Kej. 1:3-5 Terang
H2 – Kej. 1:6-8 Cakrawala atau langit
H3 – Kej. 1:9-13 Darat dan laut serta pohon-pohonan
H4 – Kej. 1:14-19 Matahari, bulan dan bintang
H5 – Kej. 1:20-25 Ikan, burung dan ternak
H6 – Kej. 1:26 Manusia (laki-laki dan perempuan)
H7 – Kej. 2:2 Allah selesai bekerja dan berkati hari ke 7

Berapa lama manusia (Adam dan Hawa) diberi kuasa atas langit, bumi dan isinya? Jawabannya adalah tidak ada batasan (selamanya). Sebab Allah memberkati manusia (bukan mengutuk) untuk hidup kekal.

SETELAH HARI KE TUJUH
Kejadian 1-2, setelah hari ketujuh tidak ada penjelasan mengenai kegiatan apa yang dilakukan Adam dan Hawa selama di Taman Eden. Sebab Yohanes 21:25 mengatakan: “Jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis.”

Bila kita membaca Kejadian 3:1-24, maka Firman Allah langsung menceritakan peristiwa kejatuhan manusia ke dalam dosa. Lalu, manusia diusir dari Taman Eden. Dengan demikian, manusia gagal melakukan rencana Allah. Selain itu, ada hal-hal yang dialami manusia akibat dosa dan upaya Allah memulihkan rencana-Nya.

 

Dari gambar diatas, kita melihat bahwa posisi manusia seharusnya terus bersama dengan Allah, namun karena dosa maka manusia terpisah dengan Allah. Roma 3:23 berkata, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Dan Roma 6:23 berkata, Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

RENCANA MEMULIHKAN MANUSIA
Untuk memulihkan manusia, Allah memberi “hukum hati nurani” kepada manusia. Tetapi tidak ada satupun yang dapat taat kepada hukum hati nurani. Kejadian 6:5,6 berkata: “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal ini memilukan hati-Nya.”

ALLAH MEMILIH KELUARGA NUH
Dari sekian banyak manusia di bumi, Allah memilih Nuh dan keluarganya. Kejadian 6:8 berkata: “…Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan!” Diharapkan dari keluarga Nuh lahir keturunan/ generasi baru, yang sekualitas dengan Adam dan Hawa sebelum jatuh ke dalam dosa. Tujuannya adalah agar mereka menggenapi maksud dan rencana Allah.

Kejadian 6 dan seterusnya menceritakan bahwa:

  • Nuh disuruh membuat bahtera.
  • Setelah bahtera selesai, seluruh umat manusia diundang untuk masuk ke dalam bahtera.
  • Yang mendengar atau mengikuti ajakan Nuh dan masuk kedalam bahteralah yang akan selamat. Sebaliknya, yang menolak akan binasa.

Bahtera gambaran dari Tuhan Yesus sebagai satu-satunya jalan keselamatan bagi umat manusia. Yang percaya kepada Yesus akan diselamatkan dan yang tidak percaya akan binasa.

NUH DAN KELUARGA GAGAL
Namun setelah bahtera mendarat, Nuh mabuk anggur. Ham, anak Nuh yang kedua, yang seharusnya menjadi keturunan yang kudus, sempurna dan mulia, justru menerima kutuk dari Nuh sehingga Nuh dan keluarganya gagal  untuk menjadi keturunan yang sesuai dengan kehendak dan rencana Allah.

MEMILIH SATU BANGSA
Allah memilih satu bangsa yaitu bangsa Israel yang cikal-bakalnya dari manusia terbaik yaitu: Abraham (Yesaya 5:1-3). Setelah Israel menjadi bangsa yang besar, Allah memberikan “Hukum Taurat” kepada mereka dengan tujuan agar ketaatan Israel dalam menjalani Taurat dapat berdampak bagi semua bangsa di dunia. Dan oleh ketaatan bangsa Israel kepada Hukum Taurat, maka seluruh bangsa-bangsa di dunia diberkati. Bahkan semua bangsa-bangsa di dunia, menjadi milik kepunyaan Allah. Selain itu, seluruh manusia di muka bumi akan menjadi umat yang kudus, suci, sempurna dan mulia sama seperti Adam dan Hawa ketika berada di Taman Eden.

BANGSA ISRAEL GAGAL
Tidak seorang pun dari bangsa Israel yang bisa melakukan hukum Taurat secara sempurna/ 100% (Yesaya 5:5-7). Sebaliknya, hukum Taurat menjadi kutuk bagi umat manusia. Galatia 3:13 berkata: “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Jadi, dengan diturunkannya hukum Taurat, manusia bukannya menjadi pulih dari dosa, sebaliknya semakin nyata dan terbukti betapa besar dosa manusia di hadapan Tuhan. Sebab Hukum Taurat membuktikan bahwa manusia jahat dan tidak berkenan di hadapan Allah sehingga manusia harus dihukum.

YESUS DIUTUS
Sebab itu Yesus diutus. Tidak ada pilihan lain, untuk menggenapi rencana Allah yang gagal dilakukan Adam dan Hawa. Allah sendiri yang harus turun menyelesaikan masalah dosa manusia. Caranya Allah harus menjadi manusia untuk menebus dosa manusia dan memulihkan manusia kepada keadaan semula.

ALLAH MENJADI MANUSIA
Yohanes 1:1,2 berkata “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia (Firman) pada mulanya bersama-sama dengan Allah.”

Firman adalah Allah. Firman pada mulanya bersama-sama Allah. Dan, untuk memulihkan rencana Allah, maka Yohanes 1:14 berkata, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”  Agar manusia dapat menggenapi rencana Allah yang gagal dilakukan Adam dan Hawa maka, Yesus memberikan hukum kepada manusia. Hukum tersebut adalah hukum pengampunan sebesar-besarnya dan seluas-luasnya yang diberikan Allah kepada umat manusia. Artinya, berapa pun besarnya dosa seseorang, bagaimanapun hebatnya kejahatan masa lalu yang dilakukan oleh seseorang, hitam pekat seperti apapun hidup masa lalu seseorang, Yohanes 1:14 berkata, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Dan agar manusia bisa menggenapi rencana Allah yang gagal dilakukan Adam dan Hawa, maka Yesus memberikan hukum kepada manusia.

Saat kita membuka hati dan percaya kepada Yesus, lalu kita mengalami kelahiran baru, 2 Korintus 5:17 berkata “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Maka kita yang percaya dan sudah menjadi ciptaan baru, kita adalah orang yang dipersiapkan Allah untuk menggenapi rencana Allah yang mulia.

KESIMPULAN
Orang-orang yang percaya kepada Yesus dengan sungguh-sungguh dan telah dilahirkan kembali, status orang tersebut adalah pewaris kerajaan Allah (Yohanes 3:3,5). Selain itu, mereka adalah orang-orang yang akan menggenapi rencana Allah yang gagal digenapi/ dilakukan oleh Adam dan Hawa. Artinya, apabila kita dipanggil Tuhan sebelum rencana Allah digenapi, maka kita akan mewarisi kerajaan Sorga. Namun, bila kita hidup sampai Yesus datang kedua kali dan kita bertumbuh menjadi pengikut Yesus yang sejati (gereja sempurna), maka kita akan menjadi orang-orang yang menggenapi rencana Allah yang gagal seperti yang dilakukan oleh Adam dan Hawa.

Bagaimana bila terdapat seorang pengikut Yesus yang tidak mengalami pertumbuhan rohani, sehingga ia tidak masuk ke dalam gereja sempurna atau pengikut Yesus yang sejati? Maka sebelum Yesus datang kedua kali, Yesus akan mengadakan proses pemisahan dalam gereja.