RENCANA ALLAH MENYELAMATKAN MANUSIA – oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Raya -Minggu, 1 November 2020)

PENDAHULUAN
Allah memiliki rencana yang besar bagi manusia. Khotbah ini adalah sambungan khotbah dari saudara Jeff Minandar beberapa minggu lalu. Pernahkah anda bertanya dalam diri anda bahwa:

  1. Mengapa Allah menciptakan alam semesta dan isinya?
  2. Mengapa Allah menciptakan manusia?
  3. Mengapa Allah menciptakan saudara dan saya?

Dari pertanyaan-pertanyaan diatas maka jawabannya terdapat dalam Kejadian 1:27-29:

  1. Allah menciptakan manusia menurut gambar yang Allah (mulia).
  2. Allah menciptakan manusia berpasangan (laki-laki dan perempuan).
  3. Allah memberkati manusia, dengan perintah: beranakcuculah dan bertambah banyak.
  4. Kepada manusia diberi otoritas untuk berkuasa atas seisi dunia dan ciptaan-Nya yaitu langit, bumi alam semesta dan isinya, (menjadi penguasa bumi).

Berikut ini sketsa berdasarkan proses urutan waktu:

H1 – Kej. 1:3-5 Terang
H2 – Kej. 1:6-8 Cakrawala atau langit
H3 – Kej. 1:9-13 Darat dan laut serta pohon-pohonan
H4 – Kej. 1:14-19 Matahari, bulan dan bintang
H5 – Kej. 1:20-25 Ikan, burung dan ternak
H6 – Kej. 1:26 Manusia (laki-laki dan perempuan)
H7 – Kej. 2:2 Allah selesai bekerja dan berkati hari ke 7

Berapa lama manusia (Adam dan Hawa) diberi kuasa atas langit, bumi dan isinya? Jawabannya adalah tidak ada batasan (selamanya). Sebab Allah memberkati manusia (bukan mengutuk) untuk hidup kekal.

SETELAH HARI KE TUJUH
Kejadian 1-2, setelah hari ketujuh tidak ada penjelasan mengenai kegiatan apa yang dilakukan Adam dan Hawa selama di Taman Eden. Sebab Yohanes 21:25 mengatakan: “Jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis.”

Bila kita membaca Kejadian 3:1-24, maka Firman Allah langsung menceritakan peristiwa kejatuhan manusia ke dalam dosa. Lalu, manusia diusir dari Taman Eden. Dengan demikian, manusia gagal melakukan rencana Allah. Selain itu, ada hal-hal yang dialami manusia akibat dosa dan upaya Allah memulihkan rencana-Nya.

 

Dari gambar diatas, kita melihat bahwa posisi manusia seharusnya terus bersama dengan Allah, namun karena dosa maka manusia terpisah dengan Allah. Roma 3:23 berkata, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Dan Roma 6:23 berkata, Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

RENCANA MEMULIHKAN MANUSIA
Untuk memulihkan manusia, Allah memberi “hukum hati nurani” kepada manusia. Tetapi tidak ada satupun yang dapat taat kepada hukum hati nurani. Kejadian 6:5,6 berkata: “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal ini memilukan hati-Nya.”

ALLAH MEMILIH KELUARGA NUH
Dari sekian banyak manusia di bumi, Allah memilih Nuh dan keluarganya. Kejadian 6:8 berkata: “…Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan!” Diharapkan dari keluarga Nuh lahir keturunan/ generasi baru, yang sekualitas dengan Adam dan Hawa sebelum jatuh ke dalam dosa. Tujuannya adalah agar mereka menggenapi maksud dan rencana Allah.

Kejadian 6 dan seterusnya menceritakan bahwa:

  • Nuh disuruh membuat bahtera.
  • Setelah bahtera selesai, seluruh umat manusia diundang untuk masuk ke dalam bahtera.
  • Yang mendengar atau mengikuti ajakan Nuh dan masuk kedalam bahteralah yang akan selamat. Sebaliknya, yang menolak akan binasa.

Bahtera gambaran dari Tuhan Yesus sebagai satu-satunya jalan keselamatan bagi umat manusia. Yang percaya kepada Yesus akan diselamatkan dan yang tidak percaya akan binasa.

NUH DAN KELUARGA GAGAL
Namun setelah bahtera mendarat, Nuh mabuk anggur. Ham, anak Nuh yang kedua, yang seharusnya menjadi keturunan yang kudus, sempurna dan mulia, justru menerima kutuk dari Nuh sehingga Nuh dan keluarganya gagal  untuk menjadi keturunan yang sesuai dengan kehendak dan rencana Allah.

MEMILIH SATU BANGSA
Allah memilih satu bangsa yaitu bangsa Israel yang cikal-bakalnya dari manusia terbaik yaitu: Abraham (Yesaya 5:1-3). Setelah Israel menjadi bangsa yang besar, Allah memberikan “Hukum Taurat” kepada mereka dengan tujuan agar ketaatan Israel dalam menjalani Taurat dapat berdampak bagi semua bangsa di dunia. Dan oleh ketaatan bangsa Israel kepada Hukum Taurat, maka seluruh bangsa-bangsa di dunia diberkati. Bahkan semua bangsa-bangsa di dunia, menjadi milik kepunyaan Allah. Selain itu, seluruh manusia di muka bumi akan menjadi umat yang kudus, suci, sempurna dan mulia sama seperti Adam dan Hawa ketika berada di Taman Eden.

BANGSA ISRAEL GAGAL
Tidak seorang pun dari bangsa Israel yang bisa melakukan hukum Taurat secara sempurna/ 100% (Yesaya 5:5-7). Sebaliknya, hukum Taurat menjadi kutuk bagi umat manusia. Galatia 3:13 berkata: “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Jadi, dengan diturunkannya hukum Taurat, manusia bukannya menjadi pulih dari dosa, sebaliknya semakin nyata dan terbukti betapa besar dosa manusia di hadapan Tuhan. Sebab Hukum Taurat membuktikan bahwa manusia jahat dan tidak berkenan di hadapan Allah sehingga manusia harus dihukum.

YESUS DIUTUS
Sebab itu Yesus diutus. Tidak ada pilihan lain, untuk menggenapi rencana Allah yang gagal dilakukan Adam dan Hawa. Allah sendiri yang harus turun menyelesaikan masalah dosa manusia. Caranya Allah harus menjadi manusia untuk menebus dosa manusia dan memulihkan manusia kepada keadaan semula.

ALLAH MENJADI MANUSIA
Yohanes 1:1,2 berkata “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia (Firman) pada mulanya bersama-sama dengan Allah.”

Firman adalah Allah. Firman pada mulanya bersama-sama Allah. Dan, untuk memulihkan rencana Allah, maka Yohanes 1:14 berkata, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”  Agar manusia dapat menggenapi rencana Allah yang gagal dilakukan Adam dan Hawa maka, Yesus memberikan hukum kepada manusia. Hukum tersebut adalah hukum pengampunan sebesar-besarnya dan seluas-luasnya yang diberikan Allah kepada umat manusia. Artinya, berapa pun besarnya dosa seseorang, bagaimanapun hebatnya kejahatan masa lalu yang dilakukan oleh seseorang, hitam pekat seperti apapun hidup masa lalu seseorang, Yohanes 1:14 berkata, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Dan agar manusia bisa menggenapi rencana Allah yang gagal dilakukan Adam dan Hawa, maka Yesus memberikan hukum kepada manusia.

Saat kita membuka hati dan percaya kepada Yesus, lalu kita mengalami kelahiran baru, 2 Korintus 5:17 berkata “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Maka kita yang percaya dan sudah menjadi ciptaan baru, kita adalah orang yang dipersiapkan Allah untuk menggenapi rencana Allah yang mulia.

KESIMPULAN
Orang-orang yang percaya kepada Yesus dengan sungguh-sungguh dan telah dilahirkan kembali, status orang tersebut adalah pewaris kerajaan Allah (Yohanes 3:3,5). Selain itu, mereka adalah orang-orang yang akan menggenapi rencana Allah yang gagal digenapi/ dilakukan oleh Adam dan Hawa. Artinya, apabila kita dipanggil Tuhan sebelum rencana Allah digenapi, maka kita akan mewarisi kerajaan Sorga. Namun, bila kita hidup sampai Yesus datang kedua kali dan kita bertumbuh menjadi pengikut Yesus yang sejati (gereja sempurna), maka kita akan menjadi orang-orang yang menggenapi rencana Allah yang gagal seperti yang dilakukan oleh Adam dan Hawa.

Bagaimana bila terdapat seorang pengikut Yesus yang tidak mengalami pertumbuhan rohani, sehingga ia tidak masuk ke dalam gereja sempurna atau pengikut Yesus yang sejati? Maka sebelum Yesus datang kedua kali, Yesus akan mengadakan proses pemisahan dalam gereja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *