KESANGGUPAN DIDALAM YESUS – oleh Pdt. Simon Sitinjak (Ibadah  – Minggu, 08 November 2020)

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13)

PENDAHULUAN
Kata “kutanggung” dalam bahasa Yunani ditulis ischuo yang berarti memiliki kekuatan atau kemampuan untuk menghadapi segala pekerjaan. Rasul Paulus dapat menanggung segala perkara yang dia alami baik sebagai pelayan Tuhan, saat ia bekerja, sebagai orang percaya bahkan saat menghadapi situasi yang sulit.

Dari ayat ini kita mengerti bahwa mengenal Yesus bukan hanya berbicara bagaimana kita mengalami berkat tetapi juga bagaimana kita mengalami banyak kesulitan. Berikut merupakan pengalaman-pengalaman dari tanggung jawab rasul Paulus.

1. Rasul Paulus sebagai pelayan (2 Korintus 11:23-28)
Paulus bukan sedang menyombongkan diri atau membandingkan apa yang dia kerjakan dengan apa yang orang lain kerjakan, namun ia menyaksikan bahwa ia ada karena kesanggupan dari Allah. Ada banyak tantangan dan kesulitan sebagai pelayan Tuhan. Namun Rasul Paulus mengakui bahwa kekuatan Allahlah yang memampukan rasul Paulus untuk tetap melayani Tuhan.

2. Rasul Paulus dalam pekerjaan ( Kisah Rasul 20:34-35).
Paulus bekerja sebagai seorang tukang tenda. Bahkan Paulus bukan hanya bekerja untuk diri sendiri, namun ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan orang lain (2 Timotius 3:1).

3. Rasul Paulus dalam komunitas ( Kisah Rasul 18:3).
Paulus mau bekerja sama sebagai satu tim. Kesanggupan dari Allah akan memampukan kita untuk bekerja sama dengan orang-orang disekeliling kita maupun orang-orang dunia. Sekalipun bekerja dengan orang lain bukanlah hal yang mudah karena terbentur dengan perbedaan, namun Allah yang memampukan rasul Paulus untuk bekerja sama dengan orang lain.

4. Rasul Paulus sebagai orang percaya ( Filipi 4:11-12).
Sebagai orang percaya Paulus juga mengerti bahwa menderita demi Kristus adalah sebuah karunia (Filipi 1:29). Demikian juga dengan kita sebagai orang percaya. Kita bukan hanya hidup untuk menerima berkat, namun juga akan mengalami penderitaan. Mengapa Paulus sanggup menghadapi hal-hal ini?

Ada beberapa rahasia mengapa Paulus sanggup melakukan banyak perkara.
1. Belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan (Filipi 4:11)
Dalam bahasa aslinya mengatakan bahwa, Paulus memiliki segala sesuatu, namun ia belajar mencukupkan dirinya. Dia merasa puas akan segala sesuatu yang Allah percayakan dalam dirinya. Beberapa minggu lalu kita telah belajar dari Pdt. Gideon bagaimana sebagai orang percaya kita harus mencukupkan diri. Mungkin kita memiliki kemampuan, namun belajarlah untuk mencukupkan diri dan merasa puas dengan apa yang Allah berikan dalam hidup kita. Apalagi ditengah pandemi ini ada banyak kesulitan yang kita alami. Namun ketika kita belajar mengelolah berkat yang Allah berikan dengan cara mencukupkan diri, maka kita akan melewati segala situasi sulit dengan baik. Ada dua keuntungan besar saat kita mencukupkan diri, yaitu:

  • Ketika kita mencukupkan diri maka kita akan terhindar dari kekhawatiran.
    Kekhawatiran akan membuat sukacita hilang, ketenangan hilang. Namun apabila kita mencukupkan diri maka kita akan terhindar dari semua itu.
  • Ketika kita mencukupkan diri maka kita akan hidup bahagia.
    Kebahagiaan sering diusahakan oleh banyak orang diluar Kristus, namun berbeda dengan orang percaya. Hanya dengan mencukupkan diri, kita akan hidup berbahagia, sebab kita tidak khawatir dengan apa yang terjadi hari esok.

2. Mau menanggungnya didalam Tuhan
Paulus mengerti bahwa segala perkara akan mampu ia tanggung ketika ia ada didalam Tuhan. Kata didalam dalam bahasa asli ditulis -en- menyatakan syarat mutlak. Lawan kata dari kata “didalam” adalah “diluar”. Artinya, hanya dengan didalam Yesus maka kita dapat menikmati apa yang dijanjikan, yaitu kekuatan dari Allah.

Yohanes 15: 5 berkata “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Hal ini berarti bahwa, Kita harus memiliki kesadaran untuk tinggal didalam Dia. Mengapa kita harus tinggal didalam Tuhan? Dalam Kolose 2:1-2 rasul Paulus menceritakan perjuangan yang harus ia lakukan untuk jemaat Kolose. Namun, pada ayat 3 rasul Paulus berkata bahwa ketika ada didalam Dia maka ada harta yang akan diberikan, yaitu hikmat dan pengetahuan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Oleh sebab itu, janganlah kita keluar dari Yesus karena apabila kita keluar maka kita tidak dapat berbuat apa-apa (Kolose 2:9).

Kata “memberi kekuatan” dalam Filipi 4:13 berarti bukan kekuatan dari dirinya, melainkan ada oknum lain yang menjadi sumber kekuatan itu. Artinya, Allah yang menjadi sumber kekuatan dan kekuatan itu juga diberikan bukan hanya kepada Paulus, namun juga kepada kita.

Ada beberapa keterbatasan dalam hidup ini:

  • Keterbatasan fisik
  • Mental
  • Finansial
  • Logika
  • dll

Artinya, kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dimasa depan sebab sebagai manusia biasa kita memiliki banyak keterbatasan. Namun apabila kita mengerti bahwa kita memiliki keterbatasan, maka jangan pernah keluar dari Yesus.

KESIMPULAN
Belajarlah mencukupkan diri dalam segala keadaan dan teruslah ada didalam Yesus sebab kesanggupan kita hanya ada didalam-Nya. Oleh sebab itu, teruslah setia, percaya dan berhadap kepada Yesus, maka kita akan mampu menanggung segala hal karena ada Yesus yang memampukan kita.

Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita (Mazmur 68:20).

4 Comments

  1. Magnificent goods from you, man. I have understand your stuff previous to and you are just extremely great.
    I actually like what you’ve acquired here, really like
    what you are stating and the way in which you say it. You make it
    entertaining and you still take care of to keep it wise.
    I can’t wait to read much more from you. This is really a terrific site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *