JALAN BUNTU atau JALAN BARU – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya – Minggu, 15 November 2020)

Pandemi covid 19 telah menimbulkan dampak yang besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia terutama bidang ekonomi. Dari berbagai sumber media atau berita kita dapat mengetahui bahwa tidak sedikit perusahaan-perusahaan besar gulung tikar, pabrik-pabrik yang dulu perkasa dan jaya, kini tak berdaya menghadapi wabah korona.

Berikut ini saya coba daftarkan beberapa perusahanan yang menutup usahanya karena diterjang badai korona.

  • NPC International selaku pemegang waralaba Pizza Hut dan restoran cepat saji Wendy’s telah menutup 1.200 gerai Pizza Hut dan sekitar 400 restoran cepat saji Wendy’s di AS.
  • Muji, perusahaan ritel asal Jepang yang menjual dekorasi rumah tangga, alat tulis, hingga pakaian itu mengajukan kebangkrutan karena terbeban utang yang besar.
  • Brooks Brothers, ritel pakaian pria asal AS. Perusahaan yang sudah berusia 200 tahun dan ‘mendandani’ 40 presiden AS serta menjadi brand favorit bagi para bankir Wall Street mengajukan pailit dan memecat hampir 700 pekerja di tiga negara bagian pada Juni 2020.
  • Crew, perusahaan ritel asal AS. Perusahaan yang sudah berdiri sekitar 73 tahun itu mengajukan pailit karena pandemi corona.
  • Diamond Offshore perusahaan minyak asal AS. Perusahaan dengan lebih dari 2.500 pekerja mengajukan pailit karena utang sekitar US$2 miliar.

Tentunya masih ada daftar yang panjang perusahaan-perusahaan lain yang menutup usahanya karena pandemi seperti: Boeing perusahaan pembuat pesawat, Starbucks Coffee, Hermes, perusahaan jam Rolex, perusahaan mobil Nissan, perusahaan sepatu Nike, dll. Pertanyaannya adalah mengapa perusahan yang besar dan berskala internasional menutup usahanya? Jawabannya adalah karena perusahaan tersebut menemui jalan buntu. Tidak ada jalan keluar agar perusahaan tetap operasi. Satu-satunya pilihan adalah menutup usahanya.

JALAN BUNTU BANGSA ISRAEL
Bangsa Israel juga pernah mengalami jalan buntu saat berjalan menuju ke tanah perjanjian. Perjalanan yang awalnya dipenuhi dengan sukacita karena kedahsyatan tangan Allah atas apa yang telah menimpa orang Mesir, tiba-tiba berubah menjadi duka dan bencana karena mereka menemui jalan buntu. Dari belakang pasukan Mesir mengejar mereka, sementara itu di depan mereka terbentang laut Teberau yang luas. Semakin lama, suara derap kuda dan pasukan Mesir makin terdengar keras pertanda pasukan Mesir semakin dekat, tetapi mereka tidak bisa berajalan maju karena terhalang laut Tiberau. Dalam keadaan demikian ini, maka tidak ada pilihan lain yang dapat dilakukan selain mempersalahkan Musa, karena telah membawa mereka keluar dari Mesir. Mereka berkata kepada Musa: “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kau perbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?  Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.”

SAAT JALAN TERASA BUNTU, TUHAN MEMBUKA JALAN BARU
Pada saat itu Musa dan bangsa Israel benar-benar berada di jalan buntu. Tidak ada jalan keluar, semua jalan telah tertutup, tidak ada kesempatan untuk menyelamatkan diri. Sepertinya itulah akhir cerita hidup mereka. Pasukan Mesir akan membunuh mereka semua atau mati bunuh diri di laut Teberau. Pada saat seolah-olah tidak ada jalan keluar, Tuhan memerintahkan Musa agar mengulurkan tongkatnya dan membelah laut Teberau. Oleh kuasa Tuhan laut Teberau terbelah airnya, sehingga orang Israel dapat berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Puji Tuhan, pada saat jalan terasa buntu, Tuhan membuka jalan baru. Percayalah, bagi Tuhan tidak ada perkara yang sukar, Dia dapat membuka jalan baru bagi anak-anakNya.

BAGAIMANA MENEMUKAN JALAN BARU, SAAT JALAN TERASA BUNTU?
Saat kesulitan datang, apakah yang kita temukan jalan buntu atau jalan baru? Dalam perjalanan menuju Kanaan bangsa Israel mendapati jalan buntu, tetapi Musa menemukan jalan baru.  Mari kita belajar dari Musa, bagaimana menemukan jalan baru saat jalan terasa buntu.

1. Percayalah bahwa besarnya ukuran masalahmu tak melebihi besarnya ukuran TUHAN-mu
Kel. 14:13
Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

Inilah yang membedakan antara Musa dan bangsa Israel. Musa melihat Allahnya yang besar, sedangkan bangsa Israel melihat masalahnya yang besar. Oleh karena melihat masalah yang besar, maka bangsa Israel ketakutan hasilnya kebuntuan. Berbeda dengan Musa. Musa melihat masalah yang sama besar, tetapi Musa percaya bahwa masalahnya yang besar tidak akan melebihi ukuran besarnya Allah. Akibatnya Musa timbul iman, Musa percaya Allah berkuasa, Ia mendapatkan jalan baru.

Ketahuilah bahwa cara kita memandang, menentukan yang kita dapatkan. Melihat masalah yang besar kita menemukan jalan buntu, melihat Allah yang besar kita menemukan jalan baru. Untuk itu lihatlah dengan mata iman sebab iman adalah kunci pembuka jalan baru.

Yohanes 11:40 Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

 2. Jika tidak ada yang bisa kita lakukan, serahkanlah sepenuhnya kepada TUHAN
Kel. 14:14
“TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Semua cara telah kita coba tetapi sepertinya sia-sia, segala daya telah dicurahkan tetapi tak ada hasil yang didapatkan, maka serahkanlah sepenuhnya kepada Tuhan. Jika tak ada lagi yang  bisa kita lakukan, ketahuilah masih ada satu hal yang bisa kita lakukan yaitu berdoa kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa iman sejati tidak sekedar percaya, tetapi iman sejati adalah mempercayai Tuhan sepenuhnya. Jangan menyerah dengan keadaan atau kesulitan, sebaliknya berserahlah sepenuh kepada Tuhan. Menyerah ditengah kesulitan membuat kita menemukan jalan buntu, tetapi berserah kepada Tuhan akan membawa kita mendapatkan jalan baru.

Mengapa kita harus berserah kepada Tuhan pada saat masa sukar? “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Luk 1:37) Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. JalanNya tak pernah dapat diduga sebelumnya. Musa tidak pernah tahu kalau Tuhan akan membuka jalan di tengah laut Teberau, yang ia tahu adalah percaya saja kepada firmanNya, sebab Tuhan pembuat keajaiban.

Keluaran 15:11
Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?

Marilah kita lihat contoh orang-orang yang memilih berserah kepada Allah daripada menyerah kepada masalah.

  • Raja Hizkia (2Ki 19:14)

Ketika raja Hizkia menerima surat tantangan dari tangan para utusan raja Asyur, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. Hizkia sadar dengan seluruh kekuatan pasukan dan persenjataan yang dimiliki tak akan dapat mengalahkan pasukan raja Asyur yang besar jumlahnya itu. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah menyerahkan surat tantangan itu kepada Tuhan dan mengijinkan Tuhan berperang baginya.

  • Hana (1Samuel 1:9-10)

Setelah bertahun-tahun menanti kelahiran anak baginya, Hana pergi ke rumah Allah di Silo dan berdoa memohon kepada Tuhan agar memberikan anak baginya. Puji Tuhan, Tuhan membuat keajaiban, kandungan Hana dibukaNya, lalu setahun kemudian Hana melahirkan seorang anak yang diberi nama Samuel.

Mazmur 37:5
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.

3. Jalan baru terbuka, saat kita bergerak maju bersamaNya.
Kel. 14:15
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

Diam tidak akan menyelesaikan persoalan, sebaliknya diam hanya akan menambah beban terasa makin memberatkan. Itulah sebanya Tuhan memerintahkan Musa agar orang Israel berangkat maju menuju tanah perjanjian. Diam berarti menunggu kematian, sebab dari belakang pasukan Mesir akan menghancurkan mereka. Meski tidak tahu apa yang akan terjadi, Musa memerintahkan orang Israel berangkat maju, sebab Musa percaya bahwa jalan akan terbuka saat ia bergerak maju bersamaNya. Saat Musa dan bangsa Israel melangkah maju, Tuhan membelah laut Teberau.

Orang yang meyakini tidak ada jalan buntu akan terus berjalan maju sampai menemukan keajaiban baru. Jika kita berhenti melangkah saat menemui masalah, kita akan menemui jalan buntu, tetapi saat kita melangkah maju maka terbukalah jalan baru. Apapun yang sedang kita hadapi jangan diam menanti keajaiban. Melangkahlah maju, lakukan apapun yang masih bisa dilakukan. Percayalah, gembok tidak diciptakan tanpa kunci, tidak ada masalah tanpa jalan keluar. Semua masalah selalu ada jalan keluarnya meski tidak mudah.

1Kor. 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

TUHAN MEMBUKA JALAN BARU MELALUI KEMATIANNYA
Ibrani  10:19,20
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

Jika jalan hidupmu sedang buntu, tak ada pintu yang terbuka, pandanglah kepada Tuhan Yesus Kristus. Jika jalan ke sorga DIA dapat membukanya, apalagi jalan hidupmu. Tidak ada yang sulit bagi Tuhan untuk menolongmu. Percayalah, ditengah jalan buntu, DIA membuka jalan baru. Tuhan memberkati. KJP!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *