MASA SUKAR : Memahami rancangan dan mewaspadai jebakan – oleh Pdp. Joy Lazarus (Ibadah Raya – Minggu, 22 November 2020)

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.”  (2 Timotius  3:1)

 Pendahuluan
Surat ini merupakan surat terakhir yang ditulis oleh Rasul Paulus, kepada Timotius. Ia berkata bahwa di hari-hari terakhir akan ada masa sukar. Kesukaran yang disampaikan oleh rasul Paulus setidaknya berbicara tentang dua hal. Yang pertama kesukaran dapat diartikan sebagai keadaan sulit (penderitaan, gangguan keamanan, sakit penyakit) yang dialami manusia yang hidup di akhir zaman. Ini tentu relevan dengan kita, sebab kita adalah orang-orang yang hidup di akhir zaman. Kesukaran bisa saja masalah ekonomi, pertengkaran rumah tangga, atau gangguan kesehatan. Secara global misalnya kita dapat melihat kesukaran yang terjadi hari-hari ini, yang berdampak bagi semua orang.

Siapa yang dapat menyangka jika virus yang terjadi diakhir tahun 2019, tetapi sampai sekarang belum juga selesai. Namun yang paling ditakuti adalah ancaman kematian. Berdasarkan data statistik 18 November saja jumlah orang yang meninggal akibat covid di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 1 juta jiwa. Bahkan dampak dari virus ini merusak ekonomi, keuangan, usaha dan berbagai bidang kehidupan lainnya.

Yang kedua kesukaran juga bicara tentang keadaan manusia. Dijelaskan bahwa orang-orang di akhir zaman mengalami degradasi moral dan cenderung mementingkan diri sendiri/Self Center (2 Tim 3:2-9). Kedua poin ini dapat saling mempengaruhi, kesulitan hidup dapat menyebabkan degradasi moral bagi orang yang mengalaminya, sebaliknya orang-orang yang mementingkan diri sendiri dapat mencelakakan atau menimbulkan kesukaran bagi sesamanya.

 KEDAULATAN TUHAN
Di tengah kesukaran yang terjadi tentu kita tetap percaya akan kedaulatan TUHAN. Kita yakin bahwa semua ini adalah penggenapan firman Tuhan, sebab tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa seijin TUHAN dan jika diijinkan tentu Tuhan punya tujuan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Sebagai contoh, kepada orang Yehuda yang dibuang ke Babel TUHAN telah berfirman Yeremia 29:11“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

 Begitu juga yang dikatakan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma.

Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Dari ayat-ayat di atas kita dapat meyakini bahwa hidup mungkin penuh kesukaran tetapi TUHAN tidak pernah lepas tangan, dibalik masa yang sukar Dia punya rancangan yang terbaik bagi manusia secara umum dan orang percaya secara khusus.

AGENDA IBLIS
Dibalik masa sukar yang dihadapi oleh manusia ada juga Iblis yang turut memanfaatkan situasi yang sulit untuk menjalankan rencananya. Seperti kisah Ayub dimana iblis berupaya menghancurkan kerohanian Ayub lewat penderitaan yang dialami. Iblis sangat yakin bahwa masa sukar akan membuat manusia yang saleh sekalipun berpaling dan mengutuki TUHAN.

Ayub 1:11 “Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”

2 CARA PANDANG TERHADAP MASA SUKAR
Sampai disini kita melihat bahwa dibalik kesukaran ada kedaulatan TUHAN tetapi disisi lain juga ada agenda iblis. Dalam masa sukar kita diperhadapkan kepada dua pilihan yaitu masuk dalam rancangan Tuhan atau sebaliknya masuk dalam jebakan setan.

RANCANGAN TUHAN VS JEBAKAN SETAN
Ada beberapa perbedaan-perbedaan yang jelas antara rancangan TUHAN dan jebakan setan, yang perlu kita pahami.

RANCANGAN TUHAN
1. Menaikkan level iman (Ayub 23:10)
Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Catatan :
Bicara tentang emas murni, maka kita tahu bahwa semakin panas api semakin murni pula emas yang dihasilkan. Ini bicara kualitas iman orang percaya. Masa yang sukar akan membawa kita untuk semakin bergantung kepada-Nya. Masa yang sukar juga berbicara tentang “masa penampian”, seperti panasnya api memisahkan emas murni dari unsur-unsur bukan emas demikian juga masa sukar akan menunjukkan siapa orang yang sungguh-sungguh percaya kepada TUHAN dan mana yang bukan.

2. Mengerjakan mujizat (Kel 15:11)
Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?

Catatan :
Di balik masa sukarlah TUHAN menyatakan kuasa-Nya. Tidak jarang kita melihat mujizat-Nya dinyatakan dalam hidup kita lewat masa sukar yang kita hadapi.

3. Mengalami Pribadi-Nya (Ayub 42:5)
“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.”

Catatan :
Ayub tidak sedang bicara tentang perkara jasmani, melainkan tentang pengalaman pribadi bersama TUHAN dimana ia mengalami kesetiaan Tuhan saat masa-masa sukar dalam hidupnya. Ini merupakan suatu pernyataan kekaguman Ayub setelah melihat kesempurnaan rancangan Tuhan. Masa sukar sering menjadi sarana bagi TUHAN agar kita mengalami Dia.

JEBAKAN SETAN
1. Melemahkan iman (Yoh 10:10)
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan.”

Catatan : Yang ingin iblis hancurkan dibalik masa yang sukar bukan sekedar ekonomi, kesehatan (jasmani) melainkan iman kita (rohani).

2. Melepaskan tipu muslihat (Efesus 6:11)
“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;”

Catatan : Masa sukar sering menjadi kesempatan bagi iblis untuk menipu orang percaya.

3. Mengalami kekecewaan.
Yer 14:4 “Pekerjaan di ladang sudah terhenti, sebab hujan tiada turun di negeri, maka petani-petani merasa kecewa dan menyelubungi kepala mereka.”

catatan : Orang yang masuk jebakan setan biasanya mudah kecewa, mulai dari kecewa dengan keadaan, sesama maupun TUHAN.

Dapat kita katakan bahwa orang yang mengalami TUHAN memiliki pengharapan, orang yang mengalami kekecewaan kehilangan iman!

Murid-murid Yesus pun tidak terlepas dari masa sukar yaitu penolakan bahkan penganiayaan dan untuk itu Yesus telah berkata kepada mereka dalam Yohanes 16:1 “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.”

Pertanyaannya bagi kita yang sedang menghadapi masa sukar ini adalah bagaimana kita bisa masuk dalam rancangan TUHAN dan terhindar dari jebakan setan? Jawabanya adalah miliki respon yang benar.

Seperti apa respon yang benar di masa sukar? Saya mencatat setidaknya ada 4 hal yang dapat menjadi respon kita di tengah situasi yang sukar.

RESPON YANG BENAR DI MASA SUKAR
1. Mendekat dan bukan menjauh
Mazmur 62:2 “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

Kita dapat mendekat kepada TUHAN lewat ibadah, doa dan persekutuan secara pribadi dengan-Nya. Kesukaran seharusnya menarik kita kedalam keintiman dengan TUHAN bukan menjerumuskan kita ke jurang kekecewaan. Di masa yang sukar seharusnya kita mencari TUHAN dan bukan berlari tanpa tujuan. Sungguh sangat disayangkan ketika masa sukar dijadikan alasan bagi beberapa orang untuk menjauh dari TUHAN.

Contoh :
Kisah dari raja Yosafat yang memilih untuk mencari TUHAN ditengah kesukaran yang dihadapi dapat menjadi contoh bagi kita. (2 Taw 20:3-24)

2 Tawarikh 20:3 “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.”

2. Berserah dan jangan menyerah
Mazmur 56:4 “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;”

Kesukaran tidak boleh membunuh iman kita. Banyak orang yang ketika hadapi kesukaran imannya lumpuh. Orang-orang ini biasanya berkata tidak sanggup, tidak mungkin, mulai putus asa lalu kecewa dengan keadaan dan bahkan kecewa dengan Tuhan.

3. Bijak bukan sembarangan bertindak
Amsal 14:15b “…tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.”

Sekalipun Tuhan memiliki rancangan yang baik, itu bukan berarti kita kehilangan hikmat. Kita perlu merespon dengan bijak di tengah situasi yang sukar ini. Di masa pandemi seperti ini contoh sikap yang bijak adalah dengan mentaati protokol kesehatan dan bukan malah melanggar atau mengabaikannya. Orang percaya patut memberikan contoh bagi masyarakat bagaimana kita bisa melewati pandemi ini dengan sikap yang bijak.

4. Dengarkan Firman bukan perasaan
(Mazmur 119:105) Perasaan kita bukanlah kebenaran, Firman TUHAN adalah kebenaran. Dalam situasi tertentu bisa saja perasaan kita terluka, kita jadi takut, marah, kecewa dan kita tergoda untuk melakukan tindakan-tindakan di luar apa yang TUHAN kehendaki. Tindakan-tindakan yang lebih mengedepankan perasaan sering kali hanya memperburuk keadaan karena tetaplah berpegang kepada Firman TUHAN. Sebab Firman TUHAN adalah kebenaran (Yohanes 17:17b).

Kesimpulan :
Milikilah respon yang benar di masa sukar, karena itulah yang akan membuat kita masuk dalam rancangan TUHAN dan terhindar dari jebakan setan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *