LAPAR dan HAUS oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya – Minggu, 29 November 2020

PENDAHULUAN
Ayat ini merupakan bagian ke empat dari rangkaian sepuluh kata bahagia pada khotbah Yesus di bukit. Tuhan Yesus menggunakan kesepuluh kata berbahagia itu dalam bahasa aslinya : MAKARIOS, yang lebih tepat diterjemahkan dengan kata “DIBERKATILAH.”

Tuhan Yesus menggunakan kata “berbahagia” ini tidak untuk membicarakan tentang orang-orang yang merasa bahagia atau orang yang berpikir bahagia. Juga tidak sedang membicarakan tentang apa yang kita pikir tentang diri kita atau perasaan kita. Sebab kehidupan rohani orang pecaya tidak dimulai dari perasaan, atau dari apa yang kita pikirkan, tetapi fondasi kerohanian Kristen yang sejati adalah “Apa kata Yesus mengenai kita dan apa yang telah la singkapkan di dalam firman-Nya mengenai kita.”

Dalam bagian ini, Tuhan sedang mendeklarasikan para pengikut-Nya, bahwa mereka adalah orang-orang yang berbahagia diberkati, jika memiliki rasa lapar dan haus, dalam hal ini akan kebenaran karena Tuhan akan memuaskannya.

LAPAR DAN HAUS
Lapar dan haus merupakan fundamental needs artinya kebutuhan yang paling mendasar, yang jika tidak dipenuhi orang pasti akan mati. Tubuh manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh dan memiliki kebutuhan masing-masing.

  • TUBUH : Dipuaskan dengan makanan dan minuman.
  • JIWA : Dipuaskan dengan ketenangan, penghiburan, wisata.
  • ROH : Dipuaskan dengan hal yang datang dari asalnya, yaitu hadirat Allah dan firman-Nya/ kebenaran.

Jika kita melihat tentang hukum alam ciptaan, kita dapat mengetahui bahwa apa yang diciptakan Tuhan lewat perkataan firman adalah tumbuhan dan binatang (Kej. 1:11, 20, 24). Tumbuhan tidak akan hidup tanpa tanah karena ia muncul dari dalam tanah oleh perkataan firman Allah,  demikian juga dengan binatang. Ikan tidak akan hidup tanpa air karena ia keluar dari air oleh perkataan firman Allah. Bagaimana dengan manusia? Manusia diciptakan oleh tangan Allah sendiri dan menghembuskan nafas-Nya, sehingga manusia menjadi mahluk yang hidup dan begitu mulia yang segambar dengan Allah sendiri, Kej. 2:7. Tanpa manusia tidak masalah bagi Allah, tetapi manusia tanpa Allah, ia akan mati karena rohnya berasal dari Allah. Sama seperti dengan kebutuhan akan makanan dan minuman untuk menghidupi tubuh jasmani kita, demikian juga “kebenaran” adalah kebutuhan mutlak rohani kita yang harus dipenuhi tiap hari. Kita tidak dapat berkata kadang-kadang saja saya makan, kadang-kadang saja saya minum, makan sebulan sekali minum setahun sekali.

Setiap orang yang percaya kepada Yesus, hidupnya telah ditebus dari dosanya dan dibenarkan oleh Allah. Orang benar tidak akan mungkin dapat hidup tanpa kebenaran, untuk itu kita tidak bisa hanya sekali-kali saja belajar akan kebenaran Allah. Orang benar tidak akan dapat hidup dengan kadang-kadang saja menaruh perhatian kepada kebenaran.

(Yohanes. 6:27) “Bekerjalah bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu, sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” Ayat ini memberi peringatan jangan hanya mementingkan kebutuhan jasmani yang hanya dapat mempertahankan hidup jasmani manusia sampai 70-80 tahun saja, tetapi berjuanglah juga untuk memenuhi kebutuhan rohani kita yang kekal.

WASPADAI TIPU DAYA IBLIS
Jika Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang percaya (Roma 8:28), iblispun turut bekerja dalam situasi dan kondisi manusia untuk mengalihkan, menyesatkan dan membinasakan manusia.

Kepada Yesus sebagai manusia, Iblis berani mencoba mengalihkan kebutuhan lapar  dan haus-Nya kepada hal yang bukan makanan. BATU dijadikan ROTI.  Matius.4:3 – “Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Sesuatu yang bukan makanan yaitu batu minta dijadikan roti. Inilah tipu daya Iblis yang disebut pengalihan kepada hal yang bukan kebutuhan sejati. Tetapi Tuhan segera menjawabnya.

(Matius 4:4) “Tetapi Yesus menjawab. Ada tertulis manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah .” Tuhan meluruskan kembali bahwa manusia tidak hanya melulu membutuhkan makanan jasmani, tetapi juga membutuhkan makanan rohani yaitu firman kebenaran Allah.

Bagaimana Iblis mengalihkan rasa lapar dan haus akan kebenaran kepada perkara lain?
1. Melalui tipu daya (Markus 4:19)
“Lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” Ada dua hal dalam ayat ini untuk bisa dialami.

A).Tipu daya kekayaan
Menjadi kaya itu tidak salah asal bekerja keras sesuai aturan Tuhan, pasti Tuhan akan berkati, tetapi waspadai Iblis yang akan menggunakan tipu dayanya agar kita menjadi lapar dan haus bukan kepada kebenaran tetapi kepada cinta akan uang.

1 Timotius 6:10.
“Karena akar segala kejahatan ialah cinta akan uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Iblis berusaha mengalihkan rasa lapar hausnya manusia akan kebenaran kepada tipu daya kekayaan, manusia dibuat lapar untuk memburu kekayaan jasmani apapun caranya, sehingga neraca / timbangan kehidupannya menjadi tidak seimbang, kebutuhan jasmaninya kenyang, tetapi rohaninya tetap kelaparan dan kehausan. Amsal 11:1 mengatakan bahwa neraca yang serong itu merupakan kekejian bagi Tuhan. Orang-orang seperti ini masih bisa mengikuti ibadah tetapi tanpa merasa perlu mendengar tentang kebenaran Allah bagi rohaninya. Biasanya suka pilih-pilih khotbah mana yang cocok baginya untuk didengar.

Tipe orang seperti ini dalam kitab wahyu adalah tipe jemaat Laodekia. Wahyu 3:17 berkata:  “Karena engkau berkata, aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.”

Kelihatannya secara jasmani kaya tidak kekurangan apapun, tetapi rohaninya menyedihkan di mata Tuhan.

B). Keinginan-keinginan yang lain
Salah satu dari keinginan yang lain yang terus meningkat adalah rasa lapar dan haus pada MEDSOS. Orang tidak lagi merasa perlu baca Alkitab cetak lagi. Bisa kirim ayat tanpa merasa perlu buka Alkitab. Bisa mengirimkan acara ibadah dan khotbah tanpa harus hadir dan mendengar apa isi khotbahnya. Lebih suka memposting keadaan yang sedang dihadapi dari pada dibawanya dalam doa.

Apa kata Alkitab mengenai kondisi rohani orang-orang seperti ini? Wahyu 3:1 berkata, “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!”

Kelihatan hidup ada aktivitas, tetapi sebenarnya mati secara rohani. Rasul Paulus menyebutnya sebagai manusia duniawi.

1 Korintus 2:14
“Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan, dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”

Orang-orang seperti ini tidak dapat bertumbuh rohaninya, karena mati. Itulah sebabnya mereka tidak sanggup mengerti hal- hal rohani.

Iblis membuat banyak orang akan kehilangan kepekaannya akan rasa lapar dan haus yang sesungguhnya kepada kebenaran Allah, sehingga membuatnya menjadi seperti lima gadis yang bodoh (Matius 25:3,8,12). Tahu bahwa pelitanya butuh minyak tapi tidak menyediakan minyaknya. Mereka terlambat menyadari kebutuhan minyaknya, sampai akhirnya ditolak masuk kedalam pesta perjamuan Anak Domba Allah.

2. Melalui penyesatan, Matius 18:7.
Penyesatan dapat terjadi melalui:

  • Nabi palsu – Nubuat dan mujizat palsu
  • Rasul palsu – Pengajaran firman yang disesatkan.
  • Penginjil palsu- Memberitakan Injil lain.
  • Gembala dan guru palsu – Mengajarkan hal yang bertentangan dengan kebenaran firman.
  • Kristus palsu – Karunia yang dipalsukan, urapan yang dipalsukan.

LAPAR DAN HAUS
Hubungannya dengan makanan dan minuman. Yohanes 6:53, “Maka kata Yesus kepada mereka, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup didalam dirimu.”

Ayat ini menjelaskan bahwa kelaparan dan kehausan manusia adalah keselamatan jiwanya, dan hanya pribadi Yesus melalui penebusan-Nya yang dapat menyelesaikannya. Ketika kita percaya dan menerima Yesus sebagai juru selamat, kita dipersekutukan dengan tubuh dan darah Yesus melalui perjamuan Kudus.

AKAN KEBENARAN
Yohanes 17:17.
“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, firman-Mu adalah kebenaran.”

Dalam perjalanan hidup kita sebagai orang yang sudah dibenarkan, maka kehidupan kita dihidupi dengan firman Tuhan.

DIPUASKAN
Orang-orang yang mencari hadirat Tuhan dan firman-Nya dengan rasa lapar dan haus akan kebenaran-Nya akan dipuaskan.

Kata “dipuaskan” ditulis dalam bahasa aslinya – KHORTASTESONTAI, yang juga dapat berarti dikenyangkan atau dipenuhi. Jadi Kebenaran bukan hanya menghidupkan kita tetapi juga “memuaskan” kita.

Segeralah sadar dan siuman, apakah masih ada rasa lapar dan haus akan kebenaran Allah? Ini penting sebab itu petanda bahwa kita masih hidup secara rohani. Lapar dan haus rohani kita hanya dapat dipuaskan oleh hadirnya Yesus dalam hidup kita, dan kebenaran firman-Nya, inilah yang dapat mempertahankan hidup kita sampai pada kekekalan. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *