MENJADI SERUPA DENGAN YESUS – oleh Pdt. J. S. Minandar  (Ibadah Raya – Minggu, 6 Desember 2020)

Roma 8:29
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya la, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

PENDAHULUAN
Untuk menyelamatkan dan mengembalikan manusia kepada maksud dan rencana Allah yang semula, maka Allah harus menjelma menjadi manusia. Dan bila kita mengatakan bahwa: “Allah menjadi manusia hal ini tidak berarti bahwa ketika Allah menjadi manusia, Allah itu tidak ada sebab sudah berubah jadi manusia.” Sebab Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa Allah yang menjelma menjadi manusia adalah: Firman Allah yaitu kalam Allah, yang adalah Allah sendiri, yang menjelma menjadi manusia dalam wujud Yesus, sebagaimana yang telah difirmankan dalam Yohanes 1:1,14. Dan pada saat Allah menebus dosa manusia maka Filipi 2:5-8 berkata bahwa, “dalam keadaan manusia Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa kita.”

Dan inilah janji yang disampaikan Yesus kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Dalam Yohanes 5:24 berkata bahwa “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa yang mendengar perkataan-Ku (Yesus-Firman yang menjadi manusia) dan percaya kepada Dia (Allah Bapa) yang mengutus Aku (Yesus) ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”

PINDAH DARI MAUT KEPADA HIDUP
Oleh karena pengorbanan Yesus di atas kayu salib bagi seluruh umat manusia, maka orang-orang yang percaya kepada Yesus posisinya sudah dipindahkan oleh Yesus dari maut kepada hidup yang kekal.

Dibawah ini merupakan ilustrasi posisi orang yang percaya kepada Yesus

Keterangan gambar:
Jadi, dari gambar diatas kita melihat bahwa ketika ketika kita percaya kepada Yesus, maka posisi kita tidak lagi berada dalam kebinasaan, namun kita berada dalam kehidupan yang kekal bersama-sama dengan Yesus

Oleh karena itu, ada dua hak istimewa yang kita dapat sebagai orang yang percaya kepada Yesus, yaitu:

1. Kepastian Selamat
Kapanpun kita dipanggil Tuhan (mati) maka kita pasti masuk sorga. Kecuali apabila kita tidak setia dalam mengikut Yesus atau menolak dan menyangkal Yesus.

2. Menggenapi Rencana Allah
Artinya, apabila kita hidup sampai Yesus datang kedua kali, maka kita memiliki peluang besar untuk menggenapi rencana Allah yang gagal dilakukan oleh Adam dan Hawa. Dengan catatan bahwa kualitas kerohanian kita harus pulih menjadi seperti Adam Hawa yang serupa dengan Allah sebelum mereka jatuh dalam dosa (Kejadian 1:26). Bahkan, menjadi serupa dengan Yesus (Roma 8:19).

KESUNGGUHAN DALAM MENGIKUT YESUS
Untuk tetap ada pada “posisi jaminan keselamatan” maka Yesus meminta pertanggung jawaban pengiringan kita kepada Dia. Filipi 2:12 berkata, “Hai Saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.”

Bagaimana caranya untuk memiliki kesungguhan dalam mengikut Yesus?

1). TAAT
Dilihat atau tidak dilihat orang, kita senantiasa hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah. Inilah yang disebut pengikut Yesus yang sejati (CHRISTIANOS), Yesaya 26:7.

2). KERJAKAN KESELAMATANMU
Keselamatan yang sudah kita terima dari Yesus harus bisa dilihat setiap orang dalam hidup kita sehari-hari dari karakter dan perbuatan kita.

3). TAKUT DAN GENTAR
Artinya, siapa dan apapun status kita: pendeta, diaken, pelayan/aktivis, anggota jemaat, suami, isteri, pemuda, remaja bahkan apapun itu, kita harus memiliki rasa hormat kepada Tuhan dan menyadari bahwa Tuhan memperhatikan dan mengamat-amati secara detail aktivitas roh jiwa dan tubuh kita, dimanapun kita berada.

Tidak sedikit orang yang bertanya mengenai latar belakang hidup mereka yang jahat dan banyak sekali melakukan dosa: “Apakah saya bisa diubah, dan menjadi serupa dengan Yesus? Apakah ini dapat menjadi kenyataan?” Yesus sudah mengampuni kita oleh kematian-Nya di kayu salib pada saat kita percaya kepada-Nya. Dan untuk menjadi serupa dengan Yesus, kita tidak dapat melakukannya dengan usaha dan kekuatan kita, namun kita harus berserah sepenuhnya kepada Firman-Nya dan Roh Kudus agar Dia membentuk kita menjadi serupa dengan Yesus. Sebab walaupun bagi manusia hal itu adalah mustahil tetapi dikatakan dalam Lukas 1:37 bahwa “Bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Demikian juga Ayub berkata dalam Ayub 42:2 bahwa “Allah sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Nya yang gagal.”

3. Bertumbuh dalam Mengikut Yesus

Perhatikan gambar dibawah ini.

Didalam mengikut Yesus, seharusnya kerohanian kita bertumbuh seperti gambar diatas. Ketika kita bertumbuh maka kita akan menjaga diri kita sedemikian rupa agar hidup kita menjadi semakin seperti Yesus. Ketika kita bertumbuh maka kita akan melakukan hal-hal dalam tangga kekristenan, yang menunjukkan bahwa kita adalah pengikut Yesus yang sejati.

4. Jangan Kendor Dalam Pengiringan
Roma 12:11 berkata, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala- nyala dan layanilah Tuhan.” Apapun situasi dan kondisi yang terjadi dengan dunia ini, kita harus tetap setia tetap bersemangat dalam beribadah dan melayani Tuhan Yesus Kristus. Dalam 2 Korintus 12:3 Rasul Paulus mengungkapkan rasa kuatirnya ketika melihat kerohanian jemaat (demikian juga dengan setiap gembala) bahwa Rasul Paulus tidak mau apa yang Yesus nubuatkan digenapi secara negatif di dalam jemaat. Nubuat Yesus terdapat didalam Matius 19:30 yang berkata, “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

FENOMENA PETOBAT BARU DIGENAPI
Roma 10:20,21 berkata, “Dan dengan berani Yesaya mengatakan: “Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku” Tetapi tentang Israel ia berkata: “Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah.”

Di bawah ini merupakan gambar-gambar petobat baru.

Demikian juga seorang gembala sangat takut kalau ada jemaat yang kehilangan kasih yang mula-mula seperti yang dialami jemaat Efesus. Wahyu 2:4 berkata, “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” Menjelang Yesus datang kedua kali, apabila kondisi rohani kita seperti jemaat Efesus (kehilangan kasih yang mula-mula). Maka status kita di mata Yesus adalah: Wahyu 2:5 “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.”

Hal ini berarti:

1). Kita hidup dalam dosa seperti kita hidup di masa lalu saat kita belum diselamatkan.

2). Kita harus bertobat, artinya: berbalik dari jalan yang salah dan kembali ke jalan yang semula (dan mulai dari nol lagi).

3). Bila tidak mau bertobat atau mengeraskan hati kita maka,

4). Yesus akan mengambil kaki dian dari kita.

Apa arti kaki dian? Wahyu 1:20b berkata bahwa, “Ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat.” Jadi, kaki dian yang diambil dari tempatnya artinya: Orang yang dikeluarkan oleh Yesus dari keanggotaan jemaat (bukan dari organisasi gereja) sehingga orang tersebut bukan milik Yesus lagi. Orang yang bukan menjadi milik Yesus akan dicampakkan kedalam api yang kekal.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu, untuk menjadi serupa dengan Yesus, kita harus bertumbuh, bersungguh-sungguh dalam mengikut Yesus, menjaga diri kita untuk melakukan Firman Allah, serta tidak kendor dalam pengiringan kepada Yesus. Hal-hal inilah yang akan membuat kita menjadi serupa dengan Yesus dan kita akan masuk dalam kerajaan sorga bersama dengan Yesus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *