Diselamatkan Untuk Menjadi Terang Kristus – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 13 Desember 2020)

Matius 5:13-16

PENDAHULUAN
Dalam perikop ini, Yesus sedang berbicara kepada murid-murid-Nya bahwa mereka (sekarang adalah kita sebagai pengikut Yesus/orang Kristen) digambarkan sebagai garam dan terang. Jadi, hidup kita didalam dunia ini harus menjadi terang dan garam. Apabila ada pengikut Yesus atau orang Kristen yang hidupnya tidak menjadi teladan, tidak menjadi berkat atau tidak menjadi contoh yang baik bagi lingkungan disekitarnya maka Yesus mengumpamakan mereka seperti:

1). Garam yang kehilangan asinnya.
Pada zaman dulu, bangsa Israel memakai batu yang diambil dari laut mati yang mengandung garam sebagai bahan untuk mengasinkan sesuatu. Batu tersebut berukuran kecil dan berongga seperti batu karang. Namun lama kelamaan batu ini akan kehilangan rasa asinnya kemudian dibuang ke halaman sehingga diinjak-injak orang.

2). Pelita yang menyala terang tetapi ditutup gantang dan diletakkan di bawah tempat tidur.
Artinya, sekalipun ada pelita namun karena ditutupi sehingga tidak menjadi berkat.

Setelah kita melihat hal-hal di atas, maka apakah relevansinya bagi perayaan natal? Yesaya 9:1 berkata “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.”

 Nabi Yesaya telah menubuatkan bahwa kelahiran Yesus ke dalam dunia seperti terang untuk menerangi kegelapan, sehingga hidup orang yang percaya kepada Yesus diterangi oleh terang Kristus dan tidak tinggal lagi dalam kegelapan. Dan orang yang menerima Yesus, ia akan menjadi pengikut Yesus yang sejati dan menjadi terang atau menjadi berkat bagi semua orang yang ada di sekitarnya. Hal ini memberi pengertian kepada kita bahwa setiap orang yang telah percaya kepada Yesus, orang tersebut tidak lagi hidup didalam dosa dalam seluruh aspek kehidupan dan perbuatannya. Selain itu, orang Kristen atau pengikut Yesus yang sejati, hidupnya pasti menjadi berkat bagi orang yang ada di sekitarnya.

PERISTIWA NATAL
Hal ini sangat erat kaitannya dengan peristiwa para Majus yang hidup di benua timur (Matius 2:1-12). Mereka menerima berita kelahiran Yesus bukan dari para malaikat seperti para gembala, tetapi orang majus menerima berita tentang kelahiran Yesus dari bintang-bintang yang bersinar dan terang bintang yang mereka lihat. Bintang itu mengisyaratkan atau menginformasikan kepada mereka bahwa telah lahir seorang Raja diatas segala raja yang harus disembah. Bintang itu menuntun para majus itu sampai mereka tiba di Bethlehem berjumpa dengan Yesus, dan mereka pun menyembah Yesus.

Pertanyaannya bagi kita adalah apakah hidup kita telah menjadi terang bagi orang di sekitar kita? Dan, apakah kita sudah membawa jiwa-jiwa yang masih hidup dalam dosa (kegelapan) kepada terang Kristus?

2000 tahun yang lalu, saat Yesus datang ke dalam dunia, secara khusus Allah telah menempatkan bintang di Timur untuk menuntun para Majus, sehingga oleh para Majus: Herodes, para imam dan seluruh penduduk Yerusalem mengetahui bahwa Yesus, Mesias itu telah lahir ke dalam dunia. Bagaimana dengan kita sebagai bintang-bintang yang Yesus tempatkan di dunla, dimasa akhir zaman ini? Apakah kita sudah berperan menjadi bintang yang bersinar terang di dunia ini?

HIDUP SEBAGAI BINTANG
Untuk menjadi bintang-Nya Yesus di akhir zaman, kita tidak perlu menjadi orang top di dunia ini. Tetapi, walaupun kita  orang yang sederhana, namun dengan beriman kepada Yesus maka Yesus dapat mengubah kita menjadi bintang-Nya! Yang jadi masalah adalah, apakah kita bersedia menyerahkan diri kita untuk dipulihkan Tuhan atau tidak?

SYARAT UNTUK MENJADI BINTANG
Filipi 2:15 berkata, “Supaya kamu tidak BERAIB dan tidak BERNODA, sebagai anak-anak Allah yang tidak BERCELA di tengah- tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu BERCAHAYA di antara mereka seperti BINTANG-BINTANG di dunia.”

Ada beberapa hal yang ditekankan oleh Paulus dalam ayat ini, yaitu:

  • BERAIB
    Seorang anak Tuhan seharusnya di dalam dirinya / hidupnya tidak ada lagi aib. Kata aib dalam bahasa Yunani ditulis: AMEMPTOS = hati kita benar-benar bersih atau murni dari semua yang jahat, sehingga siapa pun juga tidak dapat menemukan yang jahat di dalam diri orang itu.
  • BERNODA
    Sebagai pengikut Yesus seharusnya tidak ada lagi noda. Dalam bahasa Yunani ditulis: AKERAIOS, artinya hidup kita tidak bercampur lagi atau dicemari lagi oleh segala macam kejahatan yang ada di dunia ini sehingga, motivasi kita benar-benar bersih dan murni dari yang jahat.
  • BERCELA
    Sebagai pengikut Yesus, seharusnya hidup kita tidak ada lagi cela. Dalam bahasa Yunani ditulis: MOMOS artinya hidup kita seperti korban yang benar-benar berkenan dan layak di mezbah Tuhan.

Jadi, kita akan gagal menjadi “TERANG KRISTUS” di dunia ini, apabila ketiga hal ini yaitu: AIB, NODA dan CELA masih ada dalam diri kita. Untuk menjadi bintang, yang memancarkan kasih Kristus di tengah-tengah dunia ini. Setiap pengikut Yesus harus memancarkan kasih Yesus. Artinya, kita mengekspresikan kasih Kristus dalam perbuatan dan seluruh aktivitas hidup kita selama kita hidup di dunia ini.

Dalam Yesaya 58:8, Allah telah berfirman bahwa, “Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu  dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.” Ini adalah janji Allah kepada bangsa Israel, namun bukan saja kepada mereka tetapi juga kepada kita yang percaya kepada Yesus. Tetapi, dengan cara apa ayat ini digenapi? Hal ini akan terjadi apabila kita melakukan hal-hal berikut ini: Yesaya 58:7 berkata, “Supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!”

Apabila kita mau bersinar terang maka ada syarat yang harus kita lakukan. Ayat ini memang dapat kita lakukan secara harafiahnya, namun selain itu dapat kita lakukan secara rohani.

1. Memecah-mecahkan roti
Kita menerima banyak roti yaitu Firman Allah melalui ibadah-ibadah yang dilakukan didalam gereja. Roti hidup yang kita terima yaitu Firman Allah, bukan hanya untuk diri kita, tetapi harus kita bagikan kepada mereka yang belum diselamatkan. Hanya Firman Allah yang di dalamnya ada berita tentang Yesus yang sangup menghidupkan dan menyelamatkan.

2. Membawa ke rumah orang miskin yang tak punya rumah
Yohanes 14:2 Yesus berkata: “Di dalam rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal!” Kita yakin, Yesus sudah menyediakan rumah bagi kita dl sorga. Tetapi ada banyak orang yang tidak memiliki rumah di sana. Oleh sebab itu, hal ini seharusnya hal ini menjadi beban untuk kita tanggung.

3. Memberi pakaian kepada yang bertelanjang
Ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka bertelanjang di hadapan Allah sehingga mereka malu dan menyembunyikan diri. Lalu, Allah mengenakan pakaian dari kulit binatang sehingga Adam dan Hawa tidak malu lagi. Selama zaman Taurat, manusia dibenarkan dan dosanya diampuni bila mereka membawa korban binatang. Ini adalah teologi tipologi yang kemudian digenapi oleh Yesus di atas kayu salib. Sehingga barangsiapa yang percaya kepada Yesus ia tidak bertelanjang lagi sebab ia telah berpakaian kebenaran.

KESIMPULAN
Menjelang kita memperingati kelahiran Tuhan Yesus, di hari natal ini, marilah hidup sebagai bintang-bintang yang menerangi banyak orang. Hiduplah sebagai berkat, sehingga melalui hidup kita banyak orang akan diselamatkan dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *