MENAPAKI HARI BERSAMA TUHAN – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya – Minggu, 20 Desember 2020)

Matius 2:1-12

Pendahuluan
Tidak terasa kita sudah berada dipenghujung tahun 2020, 10 hari lagi kita akan tinggalkan tahun ini dan memasuki tahun baru 2021. Tentunya ada banyak pengalaman yang telah kita lalui sepanjang tahun ini, lebih-lebih tahun ini menjadi tahun yang tersulit yang pernah kita lalui karena pandemi Covid yang terjadi. Apapun keadaannya, kehidupan harus tetap berjalan. Sesulit apapun kondisi yang kita alami, hidup ini tidak boleh berhenti. Kita harus tetap menjalani hidup ini hingga garis akhir perjalanan nanti. Itulah sebabnya pada hari ini kita akan belajar bagaimana menapaki hari-hari kedepan bersama dengan Tuhan.

Matius 2:1-12
Dikisahkan bahwa  sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. Melalui tuntunan bintang mereka mencari bayi Yesus yang baru dilahirkan. Meski perjalanan yang ditempuh sangat jauh, menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan diperjalanan, serta menghabiskan banyak uang dan perbekalan, pada akhirnya rombongan orang-orang Majus ini berjumpa dengan Yesus bersama Maria dan Yusuf di rumahnya. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. Itulah kisah perjalanan orang-orang majus yang mencari Yesus.

Sebelum kita membahas kisah perjalanan orang majus ini, marilah kita melihat terlebih dahulu, siapakah yang disebut orang-orang Majus ini.

Tentang orang majus
Ayat 1  Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

Orang-orang Majus : dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata magoi (bentuk jamak dari magos), tetapi Alkitab tidak memberitahukan siapa sebenarnya mereka. Para penerjemah biasanya menerjemahkannya dengan “orang-orang bijaksana” (“wise men”) karena mereka adalah orang-orang yang memiliki keahlian tentang perbintangan dan ilmu lain.

Darimana orang-orang majus berasal?
Alkitab hanya memberi keterangan bahwa orang-orang majus ini berasal dari Timur. Kata Timur : ditulis dengan kata anatolē (“timur”), secara hurufiah berarti “tempat terbitnya matahari”, sehingga tepat jika diterjemahkan “timur”. Sebagian besar penafsir Alkitab menduga para majus berasal dari Babilonia atau Persia. Selain dari sisi geografis baik Babel maupun Persia sama-sama terletak di sebelah timur, dua kerajaan ini juga terkenal karena ilmu perbintangannya, apalagi di kemudian hari negara Babel juga dikalahkan oleh Media-Persia.

Jika kita memperhatikan tempat asal orang-orang majus ini dan jarak yang mereka tempuh, tentu perjalanan ini bukanlah perjalanan yang mudah. Ada banyak kesulitan dan tantangan yang mereka hadapi diperjalanan. Pada awalnya mereka melihat bintang di Timur sebagai penanda lahirnya seorang raja, lalu melalui pimpinan bintang itu mereka memulai perjalanan mencari raja yang baru dilahirkan. Rupa-rupanya bintang itu tidak selalu nampak menyertai perjalanan mereka, ada waktunya dimana bintang itu hilang sehingga mereka harus berjalan tanpa tuntunan bintang. Orang-orang majus harus terus berjalan meski tanpa tuntunan, arah dan alamat yang jelas sampai mereka menemukan raja yang baru dilahirkan. Puji Tuhan, oleh pertolongan Tuhan, pada akhirnya mereka menemukan Yesus dalam sebuah rumah bersama dengan orang tuanya.

Hidup adalah sebuah perjalanan.
Hidup adalah sebuah perjalanan, maka tugas kita hanya berjalan dan terus berjalan, hingga kita sampai di tempat tujuan. Perjalanan ini diawali saat kita dilahirkan dan akan diakhiri saat kita meninggalkan dunia ini. Pertanyaannya? Bagaimana cara kita mengakhiri perjalanan hidup ini dengan baik. Bagaimanakah cara kita memenangkan perjalanan yang kita lakukan. Melalui kisah perjalanan orang majus ini, marilah kita belajar menapaki hari bersama Tuhan sampai kita meraih keberhasilan.

Prinsip-prinsip menapaki hari bersama dengan Tuhan
1. Fokuslah kepada siapa yang menyertai, bukan jalan yang kita lalui.

Perhatikanlah ayat 2 dan 9
Mat 2:2  dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Mat 2:9  Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

Apakah yang membuat orang-orang majus ini berhasil menemukan Yesus? Karena mereka fokus kepada siapa yang menyertai, bukan jalan yang dilalui. Jika orang-orang majus ini memperhatikan jalan yang mereka lalui, kesulitan yang dihadapi dan tantangan yang dialami, tentu mereka akan berhenti menempuh perjalanan ini. Untunglah mata mereka tertuju kepada siapa yang menyertai bukan tantangan yang menghalangi. Kehadiran bintang di Timur adalah sebuah pertanda akan penyertaan Tuhan dalam perjalanan yang mereka lakukan.

Jika kita ingin berhasil dalam menjalani hidup ini, maka fokuskan perhatian kita kepada Tuhan yang menyertai bukan jalan yang kita lalui. Banyak orang gagal menjalani hidup ini, bukan kurangnya pengetahuan yang mereka miliki, bukan sedikitnya modal yang dimiliki atau ketiadaan relasi, tetapi karena mata mereka tertuju kepada jalan yang dilalui bukan Tuhan yang menyertai.

Banyak orang berhenti di tengah jalan karena tak tahan dengan tantangan dan kesulitan diperjalanan. Tidak sedikit mereka memilih untuk menyerah dan berhenti melangkah karena tak kuat menghadapi masalah.  Ketahuilah, selama mata dan perhatian kita hanya tertuju kepada jalan yang kita lalui kita akan berhenti, tetapi jika mata kita tertuju kepada Tuhan yang menyertai maka kita akan terus berjalan maju dan mengalahkan setiap tantangan, kesulitan dan hambatan satu persatu.

Berapa banyak diantara kita yang meyakini akan pernyertaan Tuhan dalam perjalanan yang sedang kita lakukan? Sadarilah, jika kita dapat menjalani tahun 2020 sampai hari ini, itu semua terjadi karena Tuhan menyertai. Di tengah-tengah kesulitan yang sedang kita hadapi karena pendemi, penyertaan Tuhan akan selalu menjadi jawaban. Orang-orang yang sadar akan penyertaan Tuhan selalu memiliki keberanian untuk menjalani kehidupan.

Mazmur 23:4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Apa yang membuat pemazmur tidak pernah takut dengan jalan yang lalui? Bahkan ditengah-tengah lembah kekelaman sekalipun? Keyakinan akan penyertaan Tuhan.  Hidup yang kita jalani kadang-kadang menghantar kita berjalan dalam lembah kekelaman. Kita berada di jalan-jalan yang menakutkan, penuh mara dan bahaya, berdiri diantara hidup dan mati, kita berada dalam pilihan melangkah maju atau menyerah kalah, dipulihkan atau mengalami kehancuran. Jika itu yang sedang kita hadapai yakinlah akan penyertaan Tuhan. Percayalah, Tuhan tidak hanya menyertai kita di jalan yang tenang dan senang, tetapi Tuhan juga beserta di jalan yang menakutkan, sulit dan bahaya sekalipun.

Sebaliknya orang-orang yang tidak menyadari akan penyertaan, mereka akan mengalami ketakutan saat ujian dan kesulitan datang.

Mat 8:25, 26
Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Murid-murid sedang bersama Tuhan Yesus. Mereka ada dalam satu perahu, satu perjalanan, namun sayangnya murid-murid tidak menyadari akan penyertaan Tuhan dalam diri mereka. Itulah sebabnya mereka berteriak-teriak ketakutan saat gelambong datang.

Jangan takut memasuki tahun baru 2021, Tuhan yang telah menyertai kita di tahun ini, Tuhan yang sama akan menyertai kita memasuki tahun baru yang akan datang. Percayalah akan penyertaan Tuhan yang memberikan kemenangan kepada anak-anakNya. Ingatlah, bukan kemana kita melangkah, tetapi dengan siapa kita melangkah.

2Tawarikh 32:7,8
“Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.” Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali.

Sadarkah kita bahwa saat kita merayakan natal disetiap bulan Desember, Pribadi yang kita rayakan yaitu Tuhan Yesus Kristus yang lahir di kandang Betlehem namanya disebut : “Imanuel”yang berarti: Allah menyertai kita.

Matius 1:23
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.

Bahkan ketika Tuhan Yesus naik ke sorga, Dia berikan Roh Kudus untuk menyertai kita selama-lamanya.

Yohanes 14:16
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

2. Jangan berhenti, meski tantangan dan rintangan menghalangi.
Ayat 7  Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

Karena tidak mengetahui alamat atau tempat dimana bayi Yesus dilahirkan, maka rombongan orang majus ini menuju istana Herodes dan bertanya dimana raja yang baru lahir itu. Bukannya mendapat jawaban yang melegakan, Herodes justru menginterogasi orang-orang majus ini. Dikatakan: dengan teliti Herodes bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

Perjalanan yang ditempuh oleh orang-orang majus ini tidaklah mudah. Ada banyak kesulitan dan rintangan yang mereka hadapi dalam perjalanan, dan sekarang mereka menghadapi tantangan dari pihak kerajaan Herodes. Pertanyaanya, apakah mereka berhenti saat tantangan dan rintangan menghalangi? Tidak! Meskipun menghadapi banyak kesulitan dan tantangan namun orang-orang majus tetap berjalan maju hingga bertemu dengan bayi Yesus yang dilahirkan.

Sadarilah, bahwa tidak ada jalan mudah untuk meraih keberhasilan. Sukses itu butuh perjuangan kerja keras dan usaha. Sebab itu jangan menyerah meski pikiran dan tubuh telah lelah, jangan berhenti meski banyak tantangan yang menghalangi. Ingatlah: Orang-orang yang tidak mudah menyerah, tidak pernah kalah.

 2 Tawarikh 15: 7
tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”

 Ezra 10:4
Bangkitlah, karena hal itu adalah tugasmu. Kami akan mendampingi engkau. Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!”

Apapun keadaan yang sedang engkau alami, janganlah berhenti untuk menjalani hidup ini. Kuatkanlah hati, teguhkan iman dan bangunlah kepercayaan kepada Tuhan bahwa Tuhan tidak akan membiarkan engkau berjalan sendirian. Melangkahlah dengan penuh keberanian, yakinlah bersama Tuhan kita raih kemenangan. Tuhan memberkati. KJP!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *