PENGGENAPAN TANDA-TANDA ZAMAN MENJELANG KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI (METERAI V – WAHYU 6:9-11) – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 17 Januari 2021)

PENDAHULUAN

Meterai IV adalah sampar yaitu wabah penyakit yang berkembang menjadi pandemik dan bentuk penyakitnya adalah Covid-19. Sebenarnya meterai IV atau sampar yang menjadi pandemik ini sudah digenapi sejak Juni 1981, wujudnya adalah virus HIV dan virus ini masih berlangsung hingga kini.

Sebab itu tak ada satu bangsa di dunia yang menyatakan negaranya bebas HIV-AIDS. Dengan demikian, Covid-19 yang muncul pada bulan Desember 2019 adalah lanjutan dari sampar sebelumnya. Jadi, bila vaksin Covid berhasil mengatasi Covid-19, bisa saja sampar lainnya akan menyusul dan mewabah di seluruh dunia.

METERAI V
Banyak dikalangan hamba-hamba Tuhan, apalagi kaum awam yang tidak menyadari, bahwa sebenarnya sekarang penduduk dunia sedang menggenapi meterai ke V. Analoginya: Penduduk dunia sedang masuk pintu gerbang penggenapan meterai ke V.

Wahyu 6:9-11

APAKAH WUJUD METERAI KE V?
Wahyu 6:9 “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.”

Dan mereka berseru dengan suara nyaring katanya: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi? Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.”

Ayat di atas menjelaskan bahwa:

  1. Posisi jiwa-jiwa yang mati syahid ada di bawah mezbah (Imamat 4:7).
  2. Darah (jiwa) para syahid berseru dan bertanya: “Mengapa Allah tidak melakukan pembalasan kepada para penganiaya?” Allah akan melakukan pembalasan setelah jumlah orang yang dianiaya genap, yaitu pada saat Yesus datang kedua kali, tepatnya pada saat PERANG HARMAGEDON.

  1. Orang yang dianiaya menerima jubah putih → jubah kehormatan.
  2. Mereka akan berdiri di hadapan takhta Allah. Dengan memegang daun palem ditangan mereka, mereka memuliakan Allah (Wahyu 7:9).

AWAL PENGANIAYAAN
Mungkin sebagian kita bertanya, mengapa harus ada aniaya? Salah satu penyebab aniaya terjadi di akhir zaman adalah saat nubuat Yesus tentang pemberitaan Injil di akhir zaman digenapi.

Matius 24:14 berkata, “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, kemudian itu barulah tiba kesudahannya.”

Ayat ini menekankan bahwa Yesus tidak akan datang kedua kali, sebelum Injil Kristus diberitakan sampai ke seluruh dunia. Ada tiga reaksi atas pemberitaan injil, yaitu:

  1. Banyak orang dari berbagai bangsa dan agama menjadi percaya kepada Yesus.
  2. Yang lain acuh melihat orang-orang yang menjadi percaya kepada Yesus.
  3. Kaum garis keras akan menjadi marah dan melakukan perlawanan kepada para pengikut Yesus dengan kekerasan dan gerakan penganiayaan.

NEGARA-NEGARA MINORITAS
Penganiayaan, dialami para pengikut Yesus yang diam di negara atau daerah minoritas. Walaupun ada negara yang merupakan minoritas, tetapi negara itu menjunjung Hak Asasi. Pegiat Hak Asasi-nya tetap sulit untuk menegakkan Hak Asasi manusia. Sebab itu, penganiayaan tetap terjadi. Jangan heran menjelang kedatangan Yesus kedua kali, aniaya tidak hanya datang dari kaum agamawi saja tetapi dari para pegiat Hak Asasi Manusia. Mengapa ada pegiat Hak Asasi tetapi mereka justru melakukan penganiayaan kepada Pengikut Yesus?

Inilah alasannya mengapa penganiayaan semakin marak dilakukan terhadap pengikut Yesus. Binatang buas, yaitu manusia akhir zaman yang hatinya dikuasai roh Antikristus, bukan hanya akan datang dari kaum agamawi saja, tapi pegiat Hak Asasi juga membidik pengikut Yesus yang sejati. Sebab Pengikut Yesus yang sejati, sangat kuat dan kokoh berdiri di atas kebenaran Firman Allah.

Wah 17:1-2 “Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yg membawa tujuh cawan itu dan berkata kepadaku: “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu keputusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.”

Yang dimaksud pelacur disini bukanlah orang-orang yang menjajakan dirinya. Namun pelacur dalam ayat ini adalah orang-orang yang berkompromi dengan dosa. Dengan lain kata, ia melacurkan prinsip nilai-nilai rohani, yang seharusnya dipegang oleh seorang anak Tuhan.

SEBUAH BADAN DUNIA MENYATAKAN MUSUHNYA SEBAGAI GEREJA KRISTEN

https://news.un.org/en/story/2020/03/1058411

“Sebuah Badan Dunia mengatakan bahwa Gereja Kristen adalah musuh hak asasi manusia. Badan Dunia ini mengatakan bahwa ia akan menjadi agama dunia yang memberlakukan hukum kemanusiaan, bukan spiritual, sehingga dunia tidak tunduk pada doktrin Kristen sehingga mereka tidak dapat memaksakan spiritualnya, hukum.

Badan Dunia tersebut menyatakan bahwa prinsip dan deklarasinya berfungsi sebagai agama dunia untuk mengendalikan umat manusia. Dalam proyek ID 2020 mereka, mereka mengatakan bahwa adalah wajib untuk menyudutkan umat kristen untuk memisahkan keyakinan dan iman mereka, mereka tidak dapat terus memenangkan lebih banyak nyawa untuk doktrin Kristen mereka, kita harus mengambil kekuasaan dari Gereja.

Umat ​​Kristiani melakukan kejahatan terhadap Kesetaraan Gender dengan melarang hak asasi mereka, mereka adalah musuh kemanusiaan, proyek ini dideklarasikan pada tahun 2000 dan mulai diterapkan sebagian pada tahun 2006 dan digunakan sepenuhnya pada tahun 2020 sebagai hukum persamaan hak.

Menurut Badan Dunia tersebut atau Agama Dunia yang akan datang, orang Kristen ingin mengindoktrinasi kelompok LGBT untuk mengambil hak mereka dan beralih ke mereka untuk melepaskan hak mereka.

Mereka mengatakan bahwa itu adalah diskriminasi terhadap ideologi mereka, bahwa orang Kristen tidak mengizinkan Aborsi atau Perceraian, karena hukum mereka melarangnya dan mereka tidak menerima Poligami, di antara kejahatan lainnya dan ini melanggar hak-hak mereka, menurut Badan Dunia tersebut.

Badan Dunia tersebut mengatakan bahwa mereka akan menjadi agama sejati yang memungkinkan warga dunia bahagia dengan cara yang mereka inginkan untuk menjalani kehidupan dibawah Tata Dunia Baru, di bawah agama humanistik.

Agama Onuis baru menyatakan: Bahwa kita harus memblokir jalan menuju orang Kristen dan membubarkan domba mereka, sehingga mereka berhenti menjadi kelompok kekuasaan dan pertemuan. Umat ​​Kristiani adalah penghambat dan penentangan terhadap karya luar biasa Badan Dunia tersebut untuk Ideologi Gender dan inilah saatnya untuk merampas hak-hak mereka, untuk membentuk sebuah agama dengan hak humanistik, konstitusional dan moral bukan spiritual.

Pertumbuhan agama Kristen di dunia merupakan ancaman, kita harus menetralkan kelompok agama untuk kampanye mereka melawan proyek Ideologi Gender kita untuk mensterilkan anak-anak demi pengurangan populasi yang kita incar.

Umat ​​Kristen mempertahankan prinsip-prinsip tradisional berdasarkan Alkitab, yang tidak cocok untuk zaman Global dan pemerintah Badan Dunia saat ini untuk kemanusiaan baru.

Nilai-nilai mereka (umat Kristiani) berakar pada tafsir religius laki-laki dan perempuan secara diskriminatif, karena tidak ada yang bisa memindahkan mereka dari konsep mereka dan mereka tidak menerima perkawinan sejenis, dan ini melemahkan hak-hak mereka.

Badan Dunia ini mengatakan bahwa Gereja Kristen harus bergabung dengan mereka untuk membela hak asasi manusia, aborsi, komunitas LGTB dan lainnya menyatakan untuk tidak melakukannya, itu dianggap sebagai kejahatan rasial dan pelanggaran hak gender.

Badan Dunia tersebut menyatakan bahwa kejahatan besar ada di Amerika Latin, karena mereka tidak menyerah pada apa yang dikatakan Alkitab dan interpretasi ini bukan untuk zaman global ini. Kami telah melakukan pekerjaan yang gigih sehingga kelompok Kristen tidak memusatkan banyak orang, kami memutuskan untuk menghalangi jalan mereka, untuk mengubahnya, untuk melihat reaksi mereka terhadap kesepakatan dan untuk memecah belah dalam iman mereka sendiri, untuk bekerja untuk bagian yang paling rentan.

Ini adalah doktrin ular, untuk memerintah, ini memperjelas sejumlah besar kelompok agama baru dengan filosofi kami untuk mendukung keputusan kami. Kami memiliki pemimpin utama agama dunia, untuk mematuhi keputusan kami dan meneruskannya kepada bawahan mereka. Mereka berkata: Kita harus menghapus kesadaran religius pada agama Kristen, dengan ideologi baru untuk bekerja dalam kebebasan penuh dengan hak asasi manusia dan bukan hak spiritual untuk agama humanis baru seperti yang diusulkan oleh pemimpin Francisco.

Kami akan membuat undang-undang sehingga mereka tidak bisa menggunakan kebebasan beragama untuk berbicara menentang Ideologi Gender.

Badan Dunia tersebut menegaskan kembali: Gereja Kristen dan agama dunia tidak punya pilihan selain menerima posisi kami karena ini akan menjadi sistem yang akan diterapkan dalam proyek ID 2020, untuk menghancurkan musuh kita dan mereka akan terikat dibawah hukum.

Dengan proyek ini kami akan dapat melaksanakan aborsi dan menetralkan pertumbuhan global umat manusia melalui HOMOSEKSUALISME DAN LESBIAN-ISME dan kami akan memvaksinasi anak-anak dan remaja sehingga hanya 10% anak yang lahir, untuk pengurangan yang adil.

Kami akan menyatakan bahwa Gereja Kristen adalah tantangan berat yang akan kami atasi, karena kami sudah memukulnya dengan keras dalam ketidaktahuannya, kami mencabut haknya dan menurunkan imannya hingga 60% dan tantangannya adalah menurunkan keanggotaannya dan menghancurkan kepercayaannya. Kami akan mencabut hak-hak agama mereka dan mereka akan tunduk pada undang-undang baru atau mereka akan lenyap, kami tidak akan setuju dengan mereka, kami hanya menundukkan mereka pada sistem baru. Tujuan kami adalah mempersiapkan 1.000 juta lesbian dan 1.500 juta homoseksual, untuk mencegah kelahiran 5.000 juta anak dan menyebabkan kematian 500 juta orang melalui: VIRUS, EPIDEMIK, PANDEMIK, dan manipulasi lainnya yang tidak akan kami nyatakan untuk saat ini.

Ini adalah tantangan global yang akan kita capai dengan dukungan dari Gereja induk kita, yang memainkan peran berbeda demi kebaikan kita dan sekarang kita bersiap untuk menerima pemimpin besar kita, untuk mengglobalisasi dunia dan mengendalikan semua hal dalam sistem kita.

Bagi UNis, satu-satunya perjanjian dengan Gereja Kristen adalah menerima perjanjian hak dan bergabung dengan kami untuk meninggalkan kepercayaan Kristen dan teologis mereka terhadap proyek kami, jika tidak kami tidak akan membiarkannya berlalu.

Kita akan menerapkan hukum humanistik secara penuh terhadap prinsip-prinsip agama yang akan ditiadakan dan dibuang, karena sudah waktunya untuk mengontrol kemanusiaan dan agama humanistik kita akan membawa solusi agama melalui Badan Dunia tersebut.

DIMANAKAN KESETIAAN TUHAN? – Oleh Pdp. Corneles Kandau (Ibadah Raya – Minggu, 10 Januari 2021)

Mazmur 89:50
Di manakah kasih setia-Mu yang mula-mula, ya Tuhan, yang telah Kaujanjikan dengan sumpah kepada Daud demi kesetiaan-Mu?

PENDAHULUAN
Mazmur ini ditulis oleh Etan orang Ezrahi dengan dilatar belakangi keadaan bangsa Yehuda ditanah pembuangan. Pemazmur memohon Tuhan untuk memperhatikan bangsa Yehuda-keturunan Daud dengan merinci berbagai kesanggupan Allah dimasa lampau dan janji setia Tuhan kepada Daud dan keturunannya.

Lamanya penderitaan di tanah pembuangan membuat mereka merasa bahwa sepertinya Tuhan tidak lagi setia terhadap umat-Nya, sepertinya Tuhan sengaja bersembunyi begitu lama, sepertinya Tuhan membatalkan janji-Nya kepada Daud dan keturunannya.

KUNCI-CARA MEMAHAMI, MENYADARI DAN MENGALAMI ‘KESETIAAN TUHAN’
1. Kesetiaan Tuhan itu kekal dan tegak
Mazmur 89:3 Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.

2. Malaikat pun mensyukuri kesetiaan Tuhan
Mazmur 89:6 Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.

‘Jemaah orang-orang kudus’
Kalimat ini banyak diterjemahkan untuk merujuk kepada para penghuni sorga yaitu para malaikat Tuhan.

3. Kesetiaan adalah bagian yang tak terpisahkan dari diri Allah
Mazmur 89:9  Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu.

The Passion:

  • Your faithfulness shines all around you
    Kesetiaan-Mu bersinar disekitar-Mu

Amplified:

  • Your faithfulness surrounds You (as an intrinsic, unchangeable part of Your very being)
    Kesetiaan-Mu sebagai bagian intrinsik, yang tidak dapat diubah dari keberadaan-Mu

New Living:

  • You are entirely faithful
    Engkau sepenuhnya setia

KESETIAAN ADALAH SALAH SATU  KARAKTER YANG PALING MENONJOL DALAM DIRI ALLAH
Mazmur 89:15 Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu, kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Mu.

“Kesetiaan adalah bagian yang tak terpisahkan dari diri Allah, itu melekat pada diri Allah, menjadi karakter Allah yang tak bisa hilang oleh apapun yang terjadi disekeliling Allah bahkan Allah sendiri tidak bisa untuk tidak setia. Sebab itu menjadi identitas diri Allah.”

TUHAN SETIA KARENA MEMANG DEMIKIAN ADANYA DIRI-NYA.
2 Tim 2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”

APAPUN YANG DIKERJAKAN ALLAH SELALU DIKERJAKAN DENGAN PENUH KESETIAAN

 Mazmur 33:4 Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.

4. Kesetiaan Tuhan justru nyata dari bagaimana IA mendisiplinkan kita
Maz 89:31 Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku,

Maz 89:32 jika ketetapan-Ku mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku,

Maz 89:33 maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan GADA, dan kesalahan mereka dengan PUKULAN-PUKULAN.

Maz 89:34 Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.

GADA DAN PUKULAN
Gambaran seorang gembala dalam menggiring – menggembalakan domba-dombanya.

Ini gambaran tindakan kasih dan kesetiaan dalam wujud pendisplinan Tuhan dalam kehidupan kita.

KESADARAN PEMAZMUR BAHWA PENINDASAN SEBAGAI BUKTI KESETIAAN TUHAN

Mazmur 119:75 Aku tahu, ya TUHAN, bahwa hukum-hukum-Mu adil, dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan. 

KESAKSIAN PAULUS TENTANG KESETIAAN TUHAN

1 Kor 10:13 Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.

5. Kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada kesetiaan, keadaan dan fakta hidup kita
Sejarah Ketidaksetiaan Israel dan Kesetiaan Tuhan

Berulang kali Allah menunjukkan kesetiaan-Nya ditengah ketidaksetiaan umat pilihan-Nya.

Mazmur 89:33  Tetapi kasih setia-Ku tidak akan ¹ Kujauhkan dari padanya dan Aku ² tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.

 Mazmur 89:34  Aku ³ tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

Seburuk-buruknya manusia, namun itu tidak dapat mengubah kesetiaan Tuhan. Itu tidak mengubah kasih Tuhan, itu tidak mengubah cara Tuhan menyatakan kesetiaan-Nya. (Jangan salah paham, ini harus dipahami dari sudut pandang Allah)

PENUTUP
Kesetiaan Tuhan ada dari mulanya hingga kekekalan. Ia tidak pernah membatalkan apa yang Ia firmankan, Ia laksanakan itu dengan setia bahkan ketika kita salah menilai kesetiaan-Nya, bahkan ketika kita tidak mampu melihat kesetiaan-Nya dalam keadaan tertentu di hidup kita.

JANGAN TAKUT – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Sulung – Minggu, 03 Januari 2021)

Setiap manusia tentu memiliki rasa khawatir dan takut. Namun rasul Petrus menasehatkan untuk menyerahkan ketakutan kita kepada Tuhan.

1 Petrus 5:7 berkata, “Serahkanlah kekuatiranmu kepada-Nya sebab ia yang memelihara kamu.”

Kekuatiran adalah sama dengan ketakutan, tetapi kita patut mengucap syukur kepada Tuhan sebab kita dinasehati agar kita melepaskan dan menyerahkan kekuatiran atau ketakutan kita kepada Tuhan.

KETAKUTAN YANG BERLEBIHAN
Wajar atau manusiawi bila ada rasa takut atau kuatir dalam diri kita. Tetapi, sebagai anak Tuhan kita diingatkan untuk tidak mengijinkan ketakutan menguasai kita, seperti yang dialami oleh beberapa orang yang menimbulkan peristiwa besar sampai diliput dan dicatat dimedia masa. Orang yang memiliki ketakutan berlebihan akan melakukan hal-hal yang mengerikkan. Contohnya: Seorang Pendeta pulang ke rumah. Karena kuatir, ia tidak sengaja membunuh anaknya dengan menembak anaknya yang sedang bersembunyi di tanaman belakang rumah. Selain itu ada juga seorang remaja berusia 18 tahun yang membunuh ayahnya karena takut mati sendirian.

Di akhir zaman, kita seolah-olah tidak memiliki lagi ruang, tempat atau waktu yang aman (di rumah, jalan, kendaraan dan di manapun). Jadi ketakutan sangat berbahaya. Kita yang hidup di akhir zaman ini, kita akan melihat hal-hal mengerikkan yang akan terjadi kedepan.

Situasi yang mencekam seperti ini, pernah dialami Daud dan kemudian ia mengungkapkan isi hatinya kepada sahabatnya Yonatan dalam 1 Samuel 20:3b yang berkata “Namun, demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu, hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut.”

Perbedaannya adalah kekuatiran/ketakutan yang Daud alami adalah karena ancaman Saul. Tetapi kekuatiran / ketakutan yang kita alami adalah situasi dunia di abad-21, yang berkaitan dengan kondisi akhir zaman. Tanda-tanda zaman seperti apakah yang sekarang sedang terjadi atau digenapi dan kita rasakan sekarang? Mari kita pelajari kronologis peristiwa yang terjadi menjelang kedatangan Yesus ke dua kali.

Kalau kita melihat kronologi kedatangan Tuhan, maka semua hal itu harus terjadi.

Apa yang dimaksud dengan meterai? Meterai ini adalah sebuah kitab yang tidak dapat dibuka. Hanya Yesus yang dapat membuka meterai ini.

METERAI EMPAT
Wahyu 6:7-8 mencatat: “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: “Mari!”

Dan aku melihat; sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan binatang-binatang buas yang diam di bumi.”

Ayat ini menjelaskan bahwa pada saat Yesus membuka kitab yang termeterai yaitu meterai keempat, maka akan terjadi tanda-tanda zaman di muka bumi, yaitu berbagai peristiwa berupa maut atau kematian bersifat masal. Maut atau kematian ini terjadi dikarenakan akibat adanya:

  • Pedang, yaitu perang berskala global
  • Kelaparan, yaitu krisis ekonomi dunia
  • Sampar atau endemic yang berkembang menjadi pandemik → Covid-19
  • Binatang-binatang buas, yaitu orang-orang yang hatinya seperti binatang buas.

SAMPAR merupakan Pandemik. Covid-19 dalam 1 tahun telah membunuh 1,7 juta jiwa lebih dan yang terkontaminasi 7 juta jiwa lebih.

Maut/kematian juga terjadi akibat ‘Perang’. Perang ini mendunia, sejak perang dunia I dan perang dunia Il membuat perang di dunia ini tidak pernah berhenti. Ada pendapat bahwa akibat dari perang dunia maka telah muncul berbagai penyakit jenis baru yang menimbulkan wabah, yaitu pandemik yang mendunia. Konon terjadi perang antar negara besar yang menggunakan senjata biologis, yang munculnya virus baru dan penyakit yang baru: Virus Sarx, Flu Burung, dan setahun akhir-akhir ini muncul Virus covid-19 bahkan varian baru.

BINATANG BUAS DI BUMI
Yang dimaksud binatang disini adalah manusia yang berhati buas seperti binatang. Ajaran mereka adalah membunuh orang tidak seiman bukan dosa, tetapi ibadah kepada Tuhan. Hal ini telah Yesus nubuatkan. Yohanes 16:2 berkata “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.”

 JANGAN TAKUT
Ribuan tahun sebelumnya, Tuhan sudah bernubuat dan menasihati agar kita tidak usah takut menghadapi semuanya ini (Mazmur 91:1-6).

ALASAN KITA TIDAK USAH TAKUT
Bagaimana kita tidak takut dengan peristiwa yang terjadi di akhir zaman, khususnya sampar atau pandemik Covid-19 yang ganas ini? Alasannya dikatakan dalam Mazmur 91:7 yang berkata,  “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.”

Walau peristiwa dahsyat dan menakutkan itu terjadi di sekeliling kita, namun Tuhan menjamin kita, bahwa semua itu tidak akan berdampak kepada kita. Mengapa? Sebab Mazmur 91:9 berkata bahwa “Sebab Tuhan ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kau buat tempat perteduhanmu.”

Syaratnya, kita tidak hanya mengandalkan 3 M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) semata, tetapi kita harus menjadikan Tuhan Yesus sebagai tempat perlindungan dan naungan kita.

Mazmur 91:10 berkata, “Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu.”

Mengapa? Sebab Mazmur 91:11 berkata: “Sebab Tuhan akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga dan melindungi orang percaya.”

 RAGU DAN KURANG YAKIN
Tidak sedikit yang ragu dan kurang yakin akan pesan Tuhan yang menasihati agar kita agar jangan takut dengan semua malapetaka yang terjadi di akhir zaman. Orang yang terpapar Covid-19, bukan cuma mereka yang tidak percaya Yesus. Bahkan tidak sedikit anak Tuhan/orang Kristen yang turut merasakannya.

POSISI ORANG PERCAYA
Sebagai orang yang percaya kepada Yesus, kita harus senantiasa mengingat dan meyakini posisi kita dalam iman kita kepada Yesus. Posisi orang yang percaya kepada Yesus, oleh karya Yesus di kayu salib, kita telah dipindahkan dari maut ke dalam rencana Allah yang gagal dilakukan Adam dan Hawa.

DUA KEPASTIAN HIDUP ORANG PERCAYA
Orang yang percaya Yesus disebut Kristen. Dalam bahasa Yunani: CHRISTIANOS, artinya orang yang jalan hidupnya tidak menyimpang dari Firman Tuhan melainkan sama persis seperti jalan hidup Tuhan Yesus. Sebab itu, seorang pengikut Yesus yang setia berjalan diatas kebenaran Firman Allah, sampai di akhir hidupnya, ia akan diselamatkan (Matius 24:13).

Ada dua hal arti diselamatkan, yaitu
1. Hidup dalam rencana Allah
Artinya bila kita hidup sampai Yesus datang kedua kali, kita akan menggenapi rencana Allah. Rencana Allah seperti apa? Yaitu…

Posisi Orang Percaya Kepada Yesus
Rencana Allah yang mulia apabila kita setia, menjadi pengikut Yesus yang CHRISTIANOS, kita akan menggenapi rencana Allah yang gagal dilakukan oleh Adam dan Hawa, dalam Kejadian 1:26-28. Kita akan menjadi bagian dari:
a. Pengikut Yesus Yang Sejati; yaitu Gereja Sempurna; atau Mempelai Yesus Kristus.
b. Saat Antikristus menjadi penguasa di bumi, kita akan disingkirkan jauh dari mata Iblis (A.K).
c. Puncaknya kita akan menggenapi rencana Allah yang gagal dilakukan Adam dan Hawa, memerintah dengan Yesus di Langit Bumi Baru.

2. Dipanggil Tuhan
Bila sebelum Yesus datang kedua kali, atas kehendak Bapa orang itu dipanggil Tuhan, maka Firman Tuhan berkata: Orang yang sudah dipindahkan Tuhan ialah orang-orang yang “berbahagia.” Karena, mereka bersama-sama dengan Bapa di dalam sorga, seperti Firman Allah katakan dalam Wahyu 14:13 berkata, “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang- orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini. Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”

KESIMPULAN
Menghadapi tahun 2021 bukanlah hal yang mudah. Kita tentu dibayang-bayangi oleh kesusahan di tahun sebelumnya. Namun, janganlah takut sebab Allah berjanji akan mendampingi kita melewati semuanya.

Memiliki dan  Mengandalkan Yesus – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Akhir Tahun – Kamis, 31 Desember 2020)

Mazmur 146:5 “Berbahagialah orang  yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya” (ITB)

Mazmur 146:5 “Berbahagialah orang yang mengandalkan TUHAN Allahnya, dan mempunyai Allah Yakub sebagai penolongnya.” (BIS)

PENDAHULUAN
Pemazmur percaya jika kita mempunyai dan mengandalkan Yesus maka perjalanan kehidupan kita akan penuh dengan kebahagiaan dan berkat Tuhan. Setiap kita tentunya mempunyai tantangan dan permasalahan yang  berbeda tetapi jangan sekali-kali kita mencari pertolongan  manusia. Firman Tuhan datang malam ini mengingatkan kita karena kita tidak ada yang tahu hal apa yang akan kita hadapi di tahun 2021. Tetapi apapun yang akan kita hadapi,  jangan mencari pertolongan manusia. Firman Tuhan jelas berkata pada ayat ke 3 dan 4 bahwa manusia terbatas.

Mazmur 146:3 berkata, “Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.” Dengan kata lain, firman Tuhan jelas memperingatkan kita bahwa jangan mengandalkan dan berharap kepada manusia. Sekalipun orang kaya, saudara yang mampu, terpandang, dan sebagainya, tetapi mereka memiliki keterbatasan.

Mazmur 146:4 berkata, “Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah   maksud-maksudnya.” Artinya ketika mereka mati maka lenyaplah kemampuan mereka, rancangan-rancangan mereka dan pikiran-pikiran mereka.

CONTOH: ASA RAJA YEHUDA
2 Tawarikh 16:7-9 menceritakan, “Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: “Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu.

Bukankah tentara orang Etiopia dan Libia besar jumlahnya, kereta dan orang berkudanya sangat banyak? Namun TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, karena engkau bersandar kepada-Nya.

Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi  untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia .Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan. ” 

Akhir hidup Raja Asa

  • Menyimpan sakit hati
  • Menolak nabi Tuhan
  • Mengalami sakit dan tidak mencari Tuhan

2 Tawarikh 16:10 berkata,  “Maka sakit hatilah Asa karena perkataan pelihat itu, sehingga ia memasukkannya ke dalam penjara, sebab memang ia sangat marah terhadap dia karena perkara itu.”

2 Tawarikh 16:12  “ …Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah. Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib.”

Asa tidak mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Oleh sebab itu firman Tuhan dalam Yeremia 17:5-6 berkata: “Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.”

Inilah gambaran orang yang mencari pertolongan manusia, yang berharap kepada sesuatu yang fana. Raja Asa digambarkan seperti semak bulus. Semak bulus maupun pohon sama-sama memiliki akar. Namun, akar semak bulus tidak kuat sehingga mudah terputus dari sumber kehidupan, hingga akhirnya kering dan mati. Suatu kehidupan yang jauh dari Tuhan  yaitu kehidupan yang kering, tandus, sunyi dan jauh dari kebaikan Tuhan.

Itu sebabnya kita harus mempunyai sudut pandang bahwa ada pertolongan, masih ada harapan, masih ada Tuhan sumber kehidupan kita sehingga kita sebagai orang percaya tidak perlu takut menghadapi tahun 2021, asal memiliki dan mengandalkan Yesus.

Mazmur 146:5 menyebutkan berbahagialah orang yang mengandalkan TUHAN Allahnya, dan mempunyai Allah Yakub sebagai penolongnya. Mengapa? Sebab Ia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya“ (Mazmur 146:6”).

Dari ayat ini kita akan melihat suatu kebenaran tentang Allah, mengapa kita harus memiliki dan mengandalkan Yesus.
1. Dia berkuasa.
Yohanes 1:3 berkata, segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

2. Dia setia.
Ulangan 7:9 berkata, sebab itu haruslah kau ketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya  dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.

Ayat selanjutnya berkata dalam Mazmur 146:7-9 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, “TUHAN membuka mata orang-orang buta,dan  TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.”

Ketika kita membaca ayat ini, maka kita akan mendapatkan kebenaran yang ketiga tentang pribadi Allah  yaitu..

3. Dia memiliki belas kasihan.
Matius 14:14 berkata, Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada merekadan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Matius 9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” 

Lukas 7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan , lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

Matius 20:34 Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia. 

Mazmur 146:5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:

Memiliki Yesus (Allah Yakub)
Kejadian 32:26 “Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”

Hosea 12:4 “Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya.”

Memiliki Yesus
1 Yohanes 5:12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup ; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Ratapan 3:24 BIS :TUHAN adalah hartaku satu-satunya. Karena itu, aku berharap kepada-Nya.

Mazmur 146:5 Bis Berbahagialah orang yang mengandalkan TUHAN Allahnya, dan mempunyai Allah Yakub sebagai penolongnya.

Terus mengandalkan Tuhan berarti:

  • Menaruh harapannya pada Tuhan
  • Melekatkan diri kepada Tuhan
  • Mempercayakan sepenuhnya kepada Tuhan

Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Yeremia 17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 

Mengandalkan Tuhan = Batach (bhs. Ibrani), artinya lebih yakin, lebih merasa aman, lebih percaya dan lebih mempercayakan dirinya sepenuhnya hanya kepada Tuhan.

KESIMPULAN
Jadi ketika kita lebih mempercayakan diri kita dan menaruh harapan kita sepenuhnya hanya kepada Tuhan, maka janji Tuhan ini terjadi dan digenapi dalam segala aspek kehidupan kita. Yeremia 17:8 berkata, Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 

DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Natal – Minggu, 25 Desember 2020)

PENDAHULUAN
Di hari natal ini kita akan melihat mengenai janji. Ayat ini sebenarnya tidak lazim dibawakan pada hari natal, namun janji ini bukan hanya tertuju kepada Abraham, tetapi juga kepada setiap kita yang percaya kepadaNya.

Tuhan berjanji bahwa Abraham dan dan keturunan-nya (Israel) akan diberkati dan menjadi berkat bagi umat manusia di muka bumi. Secara perspektif, yang disebut keturunan Abraham, bukan hanya umat Israel secara lahiriah. Tetapi bagi kita, sebagai orang yang percaya kepada Yesus. Hal ini ditegaskan oleh Rasul Paulus dalam Galatia 3:7 berkata: “Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.”

Namun untuk diberkati dan menjadi berkat, maka kita harus melekat erat dengan sumber berkat itu, yaitu Tuhan. Ada beberapa contoh tokoh Alkitab yang akan menjadi perbandingan bagi kita.

SAUL RAJA ISRAEL
1 Sam 10:6 “Maka Roh Tuhan akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.”

Saul berubah menjadi manusia lain artinya ialah sifat, perilaku dan karakter Saul berubah menjadi baru.

Menjadi manusia baru harus menjadi pengalaman setiap orang Kristen yang ingin diberkati dan menjadi berkat. Menjadi manusia baru berarti ia harus bertobat dengan sungguh-sungguh dan menjadi ciptaan baru (2 Korintus 5:17). Mari kita lihat pengalaman Saul.

1 Sam 10:10 berkata bahwa ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia (Saul) dengan rombongannya!

1 Samuel 10:11 berkata, “Dan semua orang yang mengenalnya dari dulu melihat dengan heran, bahwa ia (Saul) bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi

itu; lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada yang lain: “Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa Saul juga termasuk golongan nabi?”

Maksudnya adalah, ketika Saul kepenuhan Roh dan bernubuat bersama-sama para nabi, orang-orang Israel yang melihatnya bertanya satu dengan lainnya: “Saul ini dilantik sebagai

raja atau sebagai nabi?” Artinya, status Saul adalah raja, tetapi cara hidup, sifat dan perilaku Saul tidak beda dengan cara hidup, sifat dan perilaku para nabi. Berikut ini beberapa sifat cara hidup Saul:

  • 1 Samuel 10:13-16 Kerendahan hati Saul.
  • 1 Samuel 10:27 Saul mempunyai penguasaan diri.
  • 1 Samuel 11:1-13 Saul tidak simpan dendam tetapi mengampuni.

Tetapi bila kita melihat kehidupan Saul maka sangat disayangkan bahwa Saul tidak mempertahankan hubungan yang erat dan intim ini dengan Tuhan sehingga Tuhan mengambil semua berkat dari Saul. Dan, walaupun Saul tetap memerintah sebagai raja, dan Saul mempunyai harta dan kuasa, tetapi hidup Saul tidak menjadi berkat bagi siapapun juga.

1 Samuel 13:13 mencatat perkataan Samuel kepada Saul:
“Perbuatanmu itu bodoh, Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu, sebab sedianya Tuhan mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selamanya”

1 Samuel 13:14
Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. Tuhan telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu.”

Sebenarnya, Allah telah menentukan bahwa kerajaan Israel secara turun temurun akan dipimpin oleh keluarga atau keturunan Saul. Artinya, bila Saul setia, maka Juru Selamat, yaitu Yesus, tidak lahir dari keturunan Daud bin Isai, tetapi dari keturunan Saul bin Kish(Kish, adalah ayah Saul). Saul kehilangan berkat karena ia tidak melekat dengan Yesus. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita, bahwa ketika kita kehilangan keintiman dengan Tuhan maka kita akan kehilangan banyak berkat, bahkan hal ini akan membuat orang lain mengganti posisi kita. Kita dapat menyimpulkan bahwa untuk diberkati dan menjadi berkat, kita harus membangun keintiman dengan Sang sumber berkat yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang adalah Natal kita.

ELISA dan MURID-MURIDNYA
2 Raja 6:1-7 menceritakan kisah Elisa dan murid-muridnya. Ada banyak arti rohani yang dapat kita petik dari kisah ini. 2 Raja 6:1 berkata: Pada suatu hari berkatalah rombongan nabi kepada Elisa: “Cobalah lihat, tempat tinggal kami di dekatmu ini adalah terlalu sesak bagi kami.”

Murid-murid nabi mempunyai keinginan untuk menjadi berkat. Sebab itu mereka berusaha memperluas tempat kediaman mereka. Bagi kita hal ini berarti, sekecil apapun andil kita dalam pelayanan, Yesus tidak akan lupa memberi upah yaitu mahkota kemuliaan bagi kita di sorga. Mungkin kita tidak dapat memberi kontribusi besar dalam pelayanan, namun marilah kita memulainya dari hal kecil, yaitu menjadi berkat.

Matius 10:42 berkata “Dan barang siapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upah dari padanya.”

2 Raja 6:2-3 berkata, “Baiklah kami pergi ke sungai Yordan dan masing-masing mengambil satu balok dari sana, supaya kami membuat tempat tinggal untuk kami”. Jawab Elisa: “Pergilah!” Lalu berkatalah seorang: “Silakan, ikutlah dengan hamba-hambamu ini.” Jawabnya: “Baik aku akan ikut.” Ketika mereka hendak berangkat, salah satu murid nabi merasa membutuhkan penyertaan Elisa.

Elisa berarti God Of Jehovah. Artinya: TUHAN adalah YEHOVA, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Kesadaran murid nabi Elisa ini, harus kita tiru dalam hidup dan pelayanan kita. Sebab kita membutuhkan penyertaan Tuhan Yesus dalam pelayanan dan kehidupan kita. Sehebat apapun kapasitas, talenta, bakat, kemampuan dan materi yang kita miliki, tanpa Yesus, kita bukan apa-apa dan tidak ada apa-apanya, melainkan nol besar.

2 Raja 6:4,5 “Maka ikutlah ia (Elisa) dengan mereka. Setelah mereka sampai di sungai Yordan, merekapun menebang pohon-pohon. Dan terjadilah, ketika seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, jatuhlah mata kapaknya ke dalam air. Lalu berteriak-teriaklah ia: “Wahai tuanku! Itu barang pinjaman!”

Kita melihat bahwa ketika seorang murid bekerja maka mata kapak yang dipakainya itu lepas dari gagangnya dan masuk dalam sungai Yordan. la berteriak kepada Elisa: “Wahai tuanku Itu barang pinjaman!”

Bila kita relevansikan dalam hidup kita, maka apakah ada yang kita miliki yang bukan kita pinjam dari Tuhan? Kekayaan, nafas kita pun adalah pinjaman dari Tuhan. Kalau semua Tuhan ambil dari kita yaitu, rumah, asset, tanah, uang, apalagi nyawa kita diambil dari diri kita, apa yang dapat kita lakukan? Tanpa Tuhan, hidup kita tidak lebih seperti: gagang kayu tanpa mata kapak. Apapun yang kita buat, tidak berarti apa-apa. Jangan berpikir kita dapat berbuat sesuatu tanpa Tuhan Yesus. Kita akan hancur tanpa-Nya (Hagai 1:6-7). Sebab itu, kalau kita ingin diberkati dan menjadi berkat, maka kita harus membangun hubungan yang erat dan intim dengan Tuhan Yesus, seperti sebuah gagang kayu yang terikat kuat dengan mata kapak yang tajam. Berapapun banyaknya modal yang kita miliki dan sehebat apapun talenta dan relasi yang kita punya, namun Yohanes 15:5b berkata, “…sebab di luar Aku (Yesus) kamu (kita) tidak dapat berbuat apa-apa.

CARA MENEMUKAN MATA KAPAK
2 Raja 6:6 berkata: Tetapi berkatalah abdi Allah: “Kemana jatuhnya? Lalu orang itu menunjukkan tempat itu kepadanya. Kemudian Elisa memotong sepotong kayu, lalu dilemparkannya ke sana, maka timbullah mata kapak itu dibuatnya.”

Bila kita mau diberkati dan menjadi berkat, maka kita harus jujur, terbuka dan mengakui semua dosa, kesalahan, kekurangan dan kelemahan kita di hadapan Tuhan.

MURID-MURID YESUS
Yohanes 21:1-11 Petrus dan rekan-rekannya ingin diberkati agar bisa menjadi berkat. Mereka berangkat menuju danau Tiberias untuk menangkap ikan. Tetapi mereka pergi tanpa Yesus. Semalaman mereka bekerja, dan tidak seekor ikan pun yang mereka tangkap. Dari pantai Yesus bertanya: Adakah kamu mempunyai lauk pauk? Dengan jujur mereka mengakui kegagalan mereka. Mereka menjawab: “Tidak ada!” Yesus menyuruh mereka menebar jala di sebelah kanan perahu mereka. Mereka melakukan perintah Yesus. Dan, yang terjadi jala mereka penuh ikan, sehingga perahu mereka hampir tenggelam. Tetapi jala mereka tidak koyak, tak seekorpun ikan yang hilang. Hal ini memberi pengertian kepada kita bahwa, Tuhan memberkati murid-murid secara total karena kejujuran dan ketatan mereka kepada Yesus. Mereka diberkati dan bisa menjadi berkat.

2 Raja-raja 6:6 mencatat bahwa, “Kemudian, Elisa memotong sepotong kayu dan melemparkan kayu tersebut ke dalam air tenpat mata kapak itu jatuh.”

Arti sepotong kayu dalam ayat ini dapat kita lihat dari beberapa ayat referensi lain, yaitu:

  • Yesaya 53:1-10, sekitar tahun 600-700 SM, nabi Yesaya menubuatkan bahwa Mesias, Juru Selamat akan lahir sebagai berikut:
  1. Kelahiran Yesus digambarkan seperti taruk dan tunas yang tumbuh (ayat 2)
  2. Yesus ditolak, dihina, dianggap tidak masuk perhitungan (ayat 3)
  3. Seumpama taruk/tunas yang tumbuh, Yesus dihina, sengsara, dipukul dan ditindas (ayat 4)

KESIMPULAN
Oleh kelahiran Yesus (natal) dan oleh kematian Yesus di salib (paskah), kita yang tenggelam dalam dosa dan maut, seperti mata kapak yang terbenam dalam sungai Yordan, oleh Kasih Karunia-Nya diangkat, dipakai dan dipergunakan oleh Yesus untuk diberkati dan menjadi berkat bagi kemuliaan nama Yesus.

ALLAH YANG TIDAK BERUBAH – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Perayaan Natal Sore – Minggu, 27 Desember 2020)

Yesaya 9:5
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Tema natal kita tahun ini adalah “Unchanging God” artinya Tuhan yang tidak berubah. Segala sesuatu yang ada di dunia ini bisa berubah! Sadar atau tidak sadar kita sedang hidup di zaman yang cepat sekali berubah. Lebih-lebih di masa pandemi seperti ini. Secara tiba-tiba akibat munculnya virus covid 19, semua aspek kehidupan yang kita jalani menjadi berubah.

  • Dalam aspek sosial – dulu sebelum pandemi saat bertemu kita bisa bersalaman, cipika-cipiki bahkan ada yang berpelukan, tetapi akibat pandemi semuanya itu berubah. Kita harus menjaga jarak satu dengan yang lain, tidak boleh bersalaman apalagi ciuman atau pelukan, semuanya itu pantang dilakukan.
  • Aspek kesehatan : dulu kita bebas kemana saja, tanpa takut terinveksi virus, sekarang kemana-mana harus pakai masker, dan bawa hand sanitizer dan sering cuci tangan. Rajin olah raga, minum vitamin untuk menjaga imunitas.
  • Aspek ekonomi : Penghasilan berkurang, produksi menurun, daya beli rendah, terjadi PHK dan pengangguran di mana-mana.
  • Aspek budaya : Gaya hidup manusia berubah total, tidak ada kemewahan yang ditunjukan, semua tampil sama yaitu mengenakan masker.

Di dalam keadaan dunia yang berubah seperti itu, kita sangat bersyukur karena berita natal pada tahun ini menyampaikan bahwa: Allah yang telah datang ke dunia menjadi manusia, yang lahir di kandang domba di Betlehem adalah “Allah yang tidak berubah dan tidak akan pernah berubah.” Inilah berita natal yang disampaikan oleh nabi Yesaya. 600 tahun sebelum kelahiranNya, nabi Yesaya telah menubuatkan bahwa seorang Putra Allah yang lahir ke dunia namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Salah satu gelar Tuhan Yesus adalah “Bapa yang Kekal”. Artinya keberadaanNya, eksistensiNya itu sudah ada dari kekekalan sampai kepada kekekalan. Dalam kitab Wahyu 1:8   firman Allah berkata:
“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”

Ibrani 13:8
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Sebagai manusia kita mungkin akan kuatir pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia ini. Kita kuatir adakan perubahan ekonomi, perubahan keuangan, usaha, kesehatan, kita kuatir bagaimana kalau orang-orang yang kita cintai tiba-tiba meninggalkan kita karena penyakit atau musibah yang terjadi,  dan lain-lain. Sekali lagi, selama kita hidup dalam dunia ini kita akan menghadapi berbagai perubahan, namun percayalah bahwa Allah yang kita sembah dalam diri Tuhan Yesus adalah Allah yang tidak berubah. Untuk itu marilah kita melihat beberapa kebenaran tentang Allah yang tidak berubah.

1. Keadaan yang berubah tidak merubah keadaan Allah
Maleakhi 3:6
Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.

Inilah yang disebut : “Immutabilitas Allah” artinya Allah tidak berubah, tidak pernah berubah dan tidak akan berubah. Allah adalah Allah. Segala yang ada dalam dunia ini bisa berubah, tetapi perubahan-perubahan dalam dunia ini sedikitpun tidak pernah merubah keadaan Allah. Allah tidak dipengaruhi keadaan terjadi, Allah tidak pernah beradaptasi dengan situasi yang kita alami. Dia kekal dan abadi.

Dalam alkitab ada orang-orang yang menyangka bahwa Allah bisa berubah karena keadaan atau situasi yang terjadi. Untuk itu mari kita lihat.

1 Raja-raja 20:23.
Pegawai-pegawai raja Aram berkata kepadanya: “Allah mereka ialah allah gunung; itulah sebabnya mereka lebih kuat dari pada kita. Tetapi apabila kita berperang melawan mereka di tanah rata, pastilah kita lebih kuat dari pada mereka.

Orang Aram mengenal Allahnya orang Israel adalah Allah gunung itulah sebabnya kalau mereka berperang di atas gunung maka orang Israel akan mengalami kemenangan. Maka dibuatlah strategi perang yang baru bukan peperangan di atas gunung atau dataran tinggi, sekarang mereka memancing orang Israel turun ke lembah atau tanah rata. Dan disanalah mereka menyerang bangsa Israel. Namun ternyata di lembahpun bangsa Israel mengalami kemenangan atas bangsa Aram. Di gunung atau di lembah orang Israel selalu menang, sebab Allahnya adalah Allah gunung dan lembah.

 ARTI GUNUNG dan LEMBAH
Gunung: menggambarkan keadaan-keadaan yang baik, indah dan menyenangkan (di atas gunung Allah menyediakan korban bagi Abraham, di atas gunung Musa melihat wajah Tuhan, di atas gunung murid melihat kemuliaan Allah dll).

Lembah: berbicara tentang: keadaan-keadaan yang kurang baik, bencana, masalah, sakit dll.

Dari kisah di atas kita dapat menarik beberapa kesimpulan:
a. Allah tidak dipengaruhi tempat.
Allah dapat bergerak di segala tempat. Di gunung atau di lembah, di mana saja Tuhan dapat menolong kita. Allah tidak bergantung dengan posisi dimana engkau berada, di desa atau di kota, apakah engkau jualan di pasar atau emperan rumah sekalipun, Tuhan bisa memberkati kita. Oleh sebab itu, jangan permasalahkan posisimu, tempat dimana engkau berada karena semua tempat dapat dijangkau oleh tanganNya. Di dalam dunia ini tidak ada tempat diluar perhatian Allah.

b. Allah tidak dipengaruhi oleh situasimu
Allah sanggup menolong dalam segala situasi. Apakah engkau sedang berada di atas gunung, dalam keadaan senang, berkelimpahan atau dalam situasi buruk, sepertinya engkau ada di lembah, Tuhan tetap mampu menolongnya. Apapun situasi yang dialami tidak pernah mempengaruhi Tuhan. Baik dalam situasi yang menyenangkan atau buruk, susah atau senang, sehat atau sakit, dalam segala situasi Tuhan mampu mengatasi.

2. Karena Allah abadi, maka setiap janji pasti digenapi
Matius 24:35  Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Mark. 13:31 Lukas 21:33)

Inilah bukti bahwa Allah tidak berubah! Apa yang diucapkan Allah, semuanya pasti digenapi. Bahkan langit dan bumi bisa berlalu, tetapi perkataan Tuhan tidak akan berlalu. Semua yang diucapkan Allah pasti digenapi satu persatu.

Natal yang kita rayakan pada saat ini menjadi bukti bahwa Allah menggenapi janji yang telah diucapkanNya.

NUBUATAN
a. Juru selamat dari keturunan Hawa, Kej 3:15
Penggenapan: Gal 4:4

b. Juru selamat berasalah dari ket Daud, Yes 9:6
penggenapan: Luk 1:31

c. Lahir dari seorang perawan, Yes 17:14
Penggenapan: Mat 1:18

d. Lahir di Betlehem, Mikha 5:1
Penggenapan: Luk 2:4

e. Disebut Imanuel, Yes 17:14
penggenapan: Mat 1:23

 Bilangan 23:19
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

3. Allah tidak berubah dalam kasihNya.
1Yohanes 4:10
Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Natal adalah pernyataan kasih Allah kepada manusia. Inilah kasih itu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Ketahuilah, musim akan berganti, tetapi kasih Allah akan tetap abadi. Tahun dapat berubah tetapi kasih akan makin bertambah. Jangan pernah meragukan kasih Tuhan, sebab kasih Tuhan tidak dipengaruhi oleh keadaan.

Kisah anak yang hilang, Lukas 15:11-32
Lukas 15:20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Meskipun anak bungsu ini telah menyakiti hati ayahnya, karena meninggalkan bapanya dan menghabiskan harta warisannya. Namun ketika ia datang kembali kepada ayahnya, ia diterima kembali dengan tangan terbuka. Bahkan dengan penuh kasih ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Yeremia 31:3
Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

Inilah kasih natal. Natal adalah Bapa yang berlari mendapatkan kita orang-orang berdosa. Dengan penuh kasih, Bapa mengutus anakNya datang ke dunia menjadi Anak Manusia agar Bapa dapat kembali merangkul dan mencium kita. Percayalah, kasih Bapa kita di sorga tidak pernah berubah. KasihNya tidak dipengaruhi oleh perbuatan dan kejahatan yang kita lakukan sebab kasihNya kekal abadi. Jika tahun 2020 ini ada banyak dosa dan kejahatan yang kita lakukan, jangan ragu untuk untuk datang kepadaNya. Ingatlah kasihNya, tetap sama dulu, sekarang dan selamanya. Kembalilah kepada Tuhan, maka engakau akan diterima apa adanya. Selamat hari natal, Tuhan memberkati. KJP!

TUHAN YANG TIDAK BERUBAH- oleh Pdt. Elisabeth Minandar (Ibadah Perayaan Natal 1 -Minggu, 27 Desember 2020)

Maleakhi 3:6
“Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.”

Dalam Alkitab kita melihat dari awal sampai akhir kitab dijelaskan bahwa Allah kita adalah Allah yang tidak berubah, sebab “Allah Yang Tidak Berubah” adalah satu dari sekian banyak sifat Allah. Sehubungan dengan Natal yang kita rayakan, saya ingin membahas satu dari sekian banyak sifat Allah yang tidak berubah yaitu mengenai/tentang: “Janji Allah”. Alkitab, mencatat begitu banyak janji Allah kepada kita yang percaya Yesus salah satunya adalah janji Tuhan tentang kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia ini.

DINUBUATKAN DI TAMAN EDEN
Janji Allah tentang kelahiran Yesus, sudah dinubuatkan Allah sejak manusia di Taman Eden setelah manusia jatuh dalam dosa. Hal ini dapat kita baca dalam kitab Kejadian 3:15 yang berkata, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Dikatakan: Allah akan mengadakan permusuhan antara engkau (Iblis) dan perempuan ini (Hawa), antara keturunanmu (keturunan Iblis) dan keturunannya (keturunan Hawa). Siapa yang dimaksud “keturunannya” atau keturunan Hawa? Kalau kita meneliti dari sejak zaman Adam sampai kepada kita di akhir zaman ini, ada empat macam manusia dilihat dari keturunannya.

  1. Ada seorang laki-laki, dia ada di dunia, tanpa ibu dan tanpa bapa. Siapa orang ini? Jawabnya: Adam.
  2. Ada perempuan, dia ada di dunia tanpa ibu dan tanpa bapa. Siapakah orang ini? Jawabnya: Hawa.
  3. Ada laki-laki dan perempuan, punya Ibu, punya bapa. Jumlahnya tak terbilang di bumi ini. Siapa orang-orang tersebut? Jawabnya: kita semua (penduduk dunia).
  4. Tapi ada satu-satunya keturunan di bumi ini yang disebut Keturunan Wanita, yaitu ada seorang lakl-laki, Dia tidak mempunyai bapak tetapi mempunyai ibu. Sebab ibunya, Maria dibuahi oleh Roh Kudus (Matius 1:20). Siapakah orang ini? Dialah YESUS, yang telah Allah nubuatkan dalam (Kejadian 3:16) yang disebut sebagai: “Keturunan Perempuan”.

Yesaya 7:14 berkata, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda (KIV: a virgin) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” Semua yang Allah janjikan, seolah-olah belum juga digenapi. Seiring dengan zaman makin maju dan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang, maka manusia semakin ragu; apakah Janji Allah ini benar-benar akan digenapi? Tetapi, Allah bekerja sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Lukas 1:26-37 menceritakan bagaimana Allah mengutus seorang malaikat bernama Gabriel kepada seorang perawan bernama Maria, memberi tahu bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Sebagai manusia Maria merasa, apa yang disampaikan Gabriel adalah sesuatu yang mustahil untuk bisa dipercaya. Alasan Maria karena ia belum bersuami (belum disentuh laki-laki/perawan). Mana mungkin seorang perawan bisa melahirkan anak? Gabriel memberi tahu Maria bahwa yang akan membuahinya adalah Roh Kudus, yaitu penggenapan nubuatan Allah di Taman Eden bahwa seorang Anak akan lahir oleh Keturunan Perempuan.

JANJI MANUSIA
Manusia begitu mudah membuat janji, tetapi mudah pula mengikarinya. Contohnya, ada seorang pria yang berjanji akan menikahi pacarnya, tetapi, pria itu justru menikahi gadis lain. Pepatah berkata: “Janji Adalah Hutang”, namun banyak manusia yang mengikarinya janjinya. Itulah manusia.

JANJI ALLAH
2 Petrus 3:9a dikatakan: “Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.” Jangan sampai kita meragukan janji Tuhan. Ketika berada dalam pergumulan yang berat. Jangan putus harapan, tetapi peganglah janji Tuhan. Berikut ini terdapat 9 janji Tuhan dari banyaknya janji Tuhan yang tertulis didalam Alkitab, yaitu:

  1. Janji Pengampunan
    1 Yohanes 1:9 berkata Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
  1. Janji Keselamatan
    Janji keselamatan hanya ada didalam Yesus. Roma 5:8-9 berkata, Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
  1. Kepastian Hidup Kekal
    Di dalam iman kepada Yesus hidup kekal, yaitu sorga, bukan mudah-mudahan, tetapi suatu kepastian Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
  1. Memiliki Kodrat Ilahi
    Menjadi serupa dengan Yesus akan kita alami, bila kita hidup sesuai Firman Allah, 2 Petrus 1:4 “Dengan jalan itu la telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar supaya oleh-nya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”
  1. Janji Memenuhi kebutuhan,
    Filipi 4:19 berkat “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”
  1. Janji Perlindungan
    Amsal 1:33 berkata bahwa, “Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.”
  1. Janji Hidup Damai Sejahtera
    Yohanes 14:27 berkata “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
  1. Janji Akan Dibangkitkan Saat Yesus Datang Kedua Kali
    Roma 10:9 berkata “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”
  1. Janji Hidup Sebagai Pemenang,
    Roma 8:37-39 berkata “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu dihari natal ini, kita belajar bahwa Allah kita adalah Allah yang tidak berubah. Manusia dapat berubah, keadaan dapat berubah, tetapi Allah kita tidak pernah berubah. Ia setia memegang janji-Nya bagi kita, dan Ia pula yang akan menepati setiap janji-Nya bagi kita.

Unchanging God/ Allah Yang Tidak Berubah – Oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 27 Desember 2020)

Allah Yang Tidak Berubah
Allah Yang Dulu, Sekarang dan Selamanya adalah Allah Yang Sama.
Allah Yang Kekal
Allah Yang Tetap Sama
Allah Yang Alfa dan Omega

Unchanging God
Mazmur 102:27  – Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah;

Mazmur 102:28 – tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.

Ibrani 13:8  Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Yesaya 8:23 -Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu.

Ada janji Tuhan yakni janji pemulihan Tuhan.

Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Matius 4:13-16

Yesaya 9:1
Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.

Telah terbit terang yang besar. Atasnya terang telah bersinar. Telah dinubuatkan.

Yesaya 9:2
Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.

Yesaya 9:3
Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.

Hakim 6:11,12 ; Hakim 7:25;

Yesaya 9:4
Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.

Yesaya 9:5
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita;

Anak telah lahir, seorang putra diberikan untuk kita.

Yesaya 9:5
lambang pemerintahan ada di atas bahunya.

Yesaya 22:21 Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.

Yesaya 22:22  Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka,

Yesaya 9:5 – Dan namanya disebutkan orang Penasihat Ajaib: Wonderful Counselor

Yes 28:29  Dan inipun datangnya dari TUHAN semesta alam; Ia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan.

  • Allah yang Perkasa: The Mighty God
    1Yoh 5:20  Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
  • Bapa yang Kekal: Everlasting Father
    Ibrani 2:13  dan lagi: “Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya,” dan lagi: “Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.”
    Ibrani 2:14  Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.
  • Raja Damai: Prince of Peace
    Efesus 4:14-18
    Yesaya 9:6  Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya.