ALLAH YANG TIDAK BERUBAH – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Perayaan Natal Sore – Minggu, 27 Desember 2020)

Yesaya 9:5
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Tema natal kita tahun ini adalah “Unchanging God” artinya Tuhan yang tidak berubah. Segala sesuatu yang ada di dunia ini bisa berubah! Sadar atau tidak sadar kita sedang hidup di zaman yang cepat sekali berubah. Lebih-lebih di masa pandemi seperti ini. Secara tiba-tiba akibat munculnya virus covid 19, semua aspek kehidupan yang kita jalani menjadi berubah.

  • Dalam aspek sosial – dulu sebelum pandemi saat bertemu kita bisa bersalaman, cipika-cipiki bahkan ada yang berpelukan, tetapi akibat pandemi semuanya itu berubah. Kita harus menjaga jarak satu dengan yang lain, tidak boleh bersalaman apalagi ciuman atau pelukan, semuanya itu pantang dilakukan.
  • Aspek kesehatan : dulu kita bebas kemana saja, tanpa takut terinveksi virus, sekarang kemana-mana harus pakai masker, dan bawa hand sanitizer dan sering cuci tangan. Rajin olah raga, minum vitamin untuk menjaga imunitas.
  • Aspek ekonomi : Penghasilan berkurang, produksi menurun, daya beli rendah, terjadi PHK dan pengangguran di mana-mana.
  • Aspek budaya : Gaya hidup manusia berubah total, tidak ada kemewahan yang ditunjukan, semua tampil sama yaitu mengenakan masker.

Di dalam keadaan dunia yang berubah seperti itu, kita sangat bersyukur karena berita natal pada tahun ini menyampaikan bahwa: Allah yang telah datang ke dunia menjadi manusia, yang lahir di kandang domba di Betlehem adalah “Allah yang tidak berubah dan tidak akan pernah berubah.” Inilah berita natal yang disampaikan oleh nabi Yesaya. 600 tahun sebelum kelahiranNya, nabi Yesaya telah menubuatkan bahwa seorang Putra Allah yang lahir ke dunia namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Salah satu gelar Tuhan Yesus adalah “Bapa yang Kekal”. Artinya keberadaanNya, eksistensiNya itu sudah ada dari kekekalan sampai kepada kekekalan. Dalam kitab Wahyu 1:8   firman Allah berkata:
“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”

Ibrani 13:8
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Sebagai manusia kita mungkin akan kuatir pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia ini. Kita kuatir adakan perubahan ekonomi, perubahan keuangan, usaha, kesehatan, kita kuatir bagaimana kalau orang-orang yang kita cintai tiba-tiba meninggalkan kita karena penyakit atau musibah yang terjadi,  dan lain-lain. Sekali lagi, selama kita hidup dalam dunia ini kita akan menghadapi berbagai perubahan, namun percayalah bahwa Allah yang kita sembah dalam diri Tuhan Yesus adalah Allah yang tidak berubah. Untuk itu marilah kita melihat beberapa kebenaran tentang Allah yang tidak berubah.

1. Keadaan yang berubah tidak merubah keadaan Allah
Maleakhi 3:6
Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.

Inilah yang disebut : “Immutabilitas Allah” artinya Allah tidak berubah, tidak pernah berubah dan tidak akan berubah. Allah adalah Allah. Segala yang ada dalam dunia ini bisa berubah, tetapi perubahan-perubahan dalam dunia ini sedikitpun tidak pernah merubah keadaan Allah. Allah tidak dipengaruhi keadaan terjadi, Allah tidak pernah beradaptasi dengan situasi yang kita alami. Dia kekal dan abadi.

Dalam alkitab ada orang-orang yang menyangka bahwa Allah bisa berubah karena keadaan atau situasi yang terjadi. Untuk itu mari kita lihat.

1 Raja-raja 20:23.
Pegawai-pegawai raja Aram berkata kepadanya: “Allah mereka ialah allah gunung; itulah sebabnya mereka lebih kuat dari pada kita. Tetapi apabila kita berperang melawan mereka di tanah rata, pastilah kita lebih kuat dari pada mereka.

Orang Aram mengenal Allahnya orang Israel adalah Allah gunung itulah sebabnya kalau mereka berperang di atas gunung maka orang Israel akan mengalami kemenangan. Maka dibuatlah strategi perang yang baru bukan peperangan di atas gunung atau dataran tinggi, sekarang mereka memancing orang Israel turun ke lembah atau tanah rata. Dan disanalah mereka menyerang bangsa Israel. Namun ternyata di lembahpun bangsa Israel mengalami kemenangan atas bangsa Aram. Di gunung atau di lembah orang Israel selalu menang, sebab Allahnya adalah Allah gunung dan lembah.

 ARTI GUNUNG dan LEMBAH
Gunung: menggambarkan keadaan-keadaan yang baik, indah dan menyenangkan (di atas gunung Allah menyediakan korban bagi Abraham, di atas gunung Musa melihat wajah Tuhan, di atas gunung murid melihat kemuliaan Allah dll).

Lembah: berbicara tentang: keadaan-keadaan yang kurang baik, bencana, masalah, sakit dll.

Dari kisah di atas kita dapat menarik beberapa kesimpulan:
a. Allah tidak dipengaruhi tempat.
Allah dapat bergerak di segala tempat. Di gunung atau di lembah, di mana saja Tuhan dapat menolong kita. Allah tidak bergantung dengan posisi dimana engkau berada, di desa atau di kota, apakah engkau jualan di pasar atau emperan rumah sekalipun, Tuhan bisa memberkati kita. Oleh sebab itu, jangan permasalahkan posisimu, tempat dimana engkau berada karena semua tempat dapat dijangkau oleh tanganNya. Di dalam dunia ini tidak ada tempat diluar perhatian Allah.

b. Allah tidak dipengaruhi oleh situasimu
Allah sanggup menolong dalam segala situasi. Apakah engkau sedang berada di atas gunung, dalam keadaan senang, berkelimpahan atau dalam situasi buruk, sepertinya engkau ada di lembah, Tuhan tetap mampu menolongnya. Apapun situasi yang dialami tidak pernah mempengaruhi Tuhan. Baik dalam situasi yang menyenangkan atau buruk, susah atau senang, sehat atau sakit, dalam segala situasi Tuhan mampu mengatasi.

2. Karena Allah abadi, maka setiap janji pasti digenapi
Matius 24:35  Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Mark. 13:31 Lukas 21:33)

Inilah bukti bahwa Allah tidak berubah! Apa yang diucapkan Allah, semuanya pasti digenapi. Bahkan langit dan bumi bisa berlalu, tetapi perkataan Tuhan tidak akan berlalu. Semua yang diucapkan Allah pasti digenapi satu persatu.

Natal yang kita rayakan pada saat ini menjadi bukti bahwa Allah menggenapi janji yang telah diucapkanNya.

NUBUATAN
a. Juru selamat dari keturunan Hawa, Kej 3:15
Penggenapan: Gal 4:4

b. Juru selamat berasalah dari ket Daud, Yes 9:6
penggenapan: Luk 1:31

c. Lahir dari seorang perawan, Yes 17:14
Penggenapan: Mat 1:18

d. Lahir di Betlehem, Mikha 5:1
Penggenapan: Luk 2:4

e. Disebut Imanuel, Yes 17:14
penggenapan: Mat 1:23

 Bilangan 23:19
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

3. Allah tidak berubah dalam kasihNya.
1Yohanes 4:10
Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Natal adalah pernyataan kasih Allah kepada manusia. Inilah kasih itu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Ketahuilah, musim akan berganti, tetapi kasih Allah akan tetap abadi. Tahun dapat berubah tetapi kasih akan makin bertambah. Jangan pernah meragukan kasih Tuhan, sebab kasih Tuhan tidak dipengaruhi oleh keadaan.

Kisah anak yang hilang, Lukas 15:11-32
Lukas 15:20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Meskipun anak bungsu ini telah menyakiti hati ayahnya, karena meninggalkan bapanya dan menghabiskan harta warisannya. Namun ketika ia datang kembali kepada ayahnya, ia diterima kembali dengan tangan terbuka. Bahkan dengan penuh kasih ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Yeremia 31:3
Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

Inilah kasih natal. Natal adalah Bapa yang berlari mendapatkan kita orang-orang berdosa. Dengan penuh kasih, Bapa mengutus anakNya datang ke dunia menjadi Anak Manusia agar Bapa dapat kembali merangkul dan mencium kita. Percayalah, kasih Bapa kita di sorga tidak pernah berubah. KasihNya tidak dipengaruhi oleh perbuatan dan kejahatan yang kita lakukan sebab kasihNya kekal abadi. Jika tahun 2020 ini ada banyak dosa dan kejahatan yang kita lakukan, jangan ragu untuk untuk datang kepadaNya. Ingatlah kasihNya, tetap sama dulu, sekarang dan selamanya. Kembalilah kepada Tuhan, maka engakau akan diterima apa adanya. Selamat hari natal, Tuhan memberkati. KJP!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *