TUHAN YANG TIDAK BERUBAH- oleh Pdt. Elisabeth Minandar (Ibadah Perayaan Natal 1 -Minggu, 27 Desember 2020)

Maleakhi 3:6
“Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.”

Dalam Alkitab kita melihat dari awal sampai akhir kitab dijelaskan bahwa Allah kita adalah Allah yang tidak berubah, sebab “Allah Yang Tidak Berubah” adalah satu dari sekian banyak sifat Allah. Sehubungan dengan Natal yang kita rayakan, saya ingin membahas satu dari sekian banyak sifat Allah yang tidak berubah yaitu mengenai/tentang: “Janji Allah”. Alkitab, mencatat begitu banyak janji Allah kepada kita yang percaya Yesus salah satunya adalah janji Tuhan tentang kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia ini.

DINUBUATKAN DI TAMAN EDEN
Janji Allah tentang kelahiran Yesus, sudah dinubuatkan Allah sejak manusia di Taman Eden setelah manusia jatuh dalam dosa. Hal ini dapat kita baca dalam kitab Kejadian 3:15 yang berkata, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Dikatakan: Allah akan mengadakan permusuhan antara engkau (Iblis) dan perempuan ini (Hawa), antara keturunanmu (keturunan Iblis) dan keturunannya (keturunan Hawa). Siapa yang dimaksud “keturunannya” atau keturunan Hawa? Kalau kita meneliti dari sejak zaman Adam sampai kepada kita di akhir zaman ini, ada empat macam manusia dilihat dari keturunannya.

  1. Ada seorang laki-laki, dia ada di dunia, tanpa ibu dan tanpa bapa. Siapa orang ini? Jawabnya: Adam.
  2. Ada perempuan, dia ada di dunia tanpa ibu dan tanpa bapa. Siapakah orang ini? Jawabnya: Hawa.
  3. Ada laki-laki dan perempuan, punya Ibu, punya bapa. Jumlahnya tak terbilang di bumi ini. Siapa orang-orang tersebut? Jawabnya: kita semua (penduduk dunia).
  4. Tapi ada satu-satunya keturunan di bumi ini yang disebut Keturunan Wanita, yaitu ada seorang lakl-laki, Dia tidak mempunyai bapak tetapi mempunyai ibu. Sebab ibunya, Maria dibuahi oleh Roh Kudus (Matius 1:20). Siapakah orang ini? Dialah YESUS, yang telah Allah nubuatkan dalam (Kejadian 3:16) yang disebut sebagai: “Keturunan Perempuan”.

Yesaya 7:14 berkata, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda (KIV: a virgin) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” Semua yang Allah janjikan, seolah-olah belum juga digenapi. Seiring dengan zaman makin maju dan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang, maka manusia semakin ragu; apakah Janji Allah ini benar-benar akan digenapi? Tetapi, Allah bekerja sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Lukas 1:26-37 menceritakan bagaimana Allah mengutus seorang malaikat bernama Gabriel kepada seorang perawan bernama Maria, memberi tahu bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Sebagai manusia Maria merasa, apa yang disampaikan Gabriel adalah sesuatu yang mustahil untuk bisa dipercaya. Alasan Maria karena ia belum bersuami (belum disentuh laki-laki/perawan). Mana mungkin seorang perawan bisa melahirkan anak? Gabriel memberi tahu Maria bahwa yang akan membuahinya adalah Roh Kudus, yaitu penggenapan nubuatan Allah di Taman Eden bahwa seorang Anak akan lahir oleh Keturunan Perempuan.

JANJI MANUSIA
Manusia begitu mudah membuat janji, tetapi mudah pula mengikarinya. Contohnya, ada seorang pria yang berjanji akan menikahi pacarnya, tetapi, pria itu justru menikahi gadis lain. Pepatah berkata: “Janji Adalah Hutang”, namun banyak manusia yang mengikarinya janjinya. Itulah manusia.

JANJI ALLAH
2 Petrus 3:9a dikatakan: “Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.” Jangan sampai kita meragukan janji Tuhan. Ketika berada dalam pergumulan yang berat. Jangan putus harapan, tetapi peganglah janji Tuhan. Berikut ini terdapat 9 janji Tuhan dari banyaknya janji Tuhan yang tertulis didalam Alkitab, yaitu:

  1. Janji Pengampunan
    1 Yohanes 1:9 berkata Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
  1. Janji Keselamatan
    Janji keselamatan hanya ada didalam Yesus. Roma 5:8-9 berkata, Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
  1. Kepastian Hidup Kekal
    Di dalam iman kepada Yesus hidup kekal, yaitu sorga, bukan mudah-mudahan, tetapi suatu kepastian Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
  1. Memiliki Kodrat Ilahi
    Menjadi serupa dengan Yesus akan kita alami, bila kita hidup sesuai Firman Allah, 2 Petrus 1:4 “Dengan jalan itu la telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar supaya oleh-nya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”
  1. Janji Memenuhi kebutuhan,
    Filipi 4:19 berkat “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”
  1. Janji Perlindungan
    Amsal 1:33 berkata bahwa, “Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.”
  1. Janji Hidup Damai Sejahtera
    Yohanes 14:27 berkata “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
  1. Janji Akan Dibangkitkan Saat Yesus Datang Kedua Kali
    Roma 10:9 berkata “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”
  1. Janji Hidup Sebagai Pemenang,
    Roma 8:37-39 berkata “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu dihari natal ini, kita belajar bahwa Allah kita adalah Allah yang tidak berubah. Manusia dapat berubah, keadaan dapat berubah, tetapi Allah kita tidak pernah berubah. Ia setia memegang janji-Nya bagi kita, dan Ia pula yang akan menepati setiap janji-Nya bagi kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *