Memiliki dan  Mengandalkan Yesus – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Akhir Tahun – Kamis, 31 Desember 2020)

Mazmur 146:5 “Berbahagialah orang  yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya” (ITB)

Mazmur 146:5 “Berbahagialah orang yang mengandalkan TUHAN Allahnya, dan mempunyai Allah Yakub sebagai penolongnya.” (BIS)

PENDAHULUAN
Pemazmur percaya jika kita mempunyai dan mengandalkan Yesus maka perjalanan kehidupan kita akan penuh dengan kebahagiaan dan berkat Tuhan. Setiap kita tentunya mempunyai tantangan dan permasalahan yang  berbeda tetapi jangan sekali-kali kita mencari pertolongan  manusia. Firman Tuhan datang malam ini mengingatkan kita karena kita tidak ada yang tahu hal apa yang akan kita hadapi di tahun 2021. Tetapi apapun yang akan kita hadapi,  jangan mencari pertolongan manusia. Firman Tuhan jelas berkata pada ayat ke 3 dan 4 bahwa manusia terbatas.

Mazmur 146:3 berkata, “Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.” Dengan kata lain, firman Tuhan jelas memperingatkan kita bahwa jangan mengandalkan dan berharap kepada manusia. Sekalipun orang kaya, saudara yang mampu, terpandang, dan sebagainya, tetapi mereka memiliki keterbatasan.

Mazmur 146:4 berkata, “Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah   maksud-maksudnya.” Artinya ketika mereka mati maka lenyaplah kemampuan mereka, rancangan-rancangan mereka dan pikiran-pikiran mereka.

CONTOH: ASA RAJA YEHUDA
2 Tawarikh 16:7-9 menceritakan, “Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: “Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu.

Bukankah tentara orang Etiopia dan Libia besar jumlahnya, kereta dan orang berkudanya sangat banyak? Namun TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, karena engkau bersandar kepada-Nya.

Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi  untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia .Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan. ” 

Akhir hidup Raja Asa

  • Menyimpan sakit hati
  • Menolak nabi Tuhan
  • Mengalami sakit dan tidak mencari Tuhan

2 Tawarikh 16:10 berkata,  “Maka sakit hatilah Asa karena perkataan pelihat itu, sehingga ia memasukkannya ke dalam penjara, sebab memang ia sangat marah terhadap dia karena perkara itu.”

2 Tawarikh 16:12  “ …Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah. Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib.”

Asa tidak mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Oleh sebab itu firman Tuhan dalam Yeremia 17:5-6 berkata: “Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.”

Inilah gambaran orang yang mencari pertolongan manusia, yang berharap kepada sesuatu yang fana. Raja Asa digambarkan seperti semak bulus. Semak bulus maupun pohon sama-sama memiliki akar. Namun, akar semak bulus tidak kuat sehingga mudah terputus dari sumber kehidupan, hingga akhirnya kering dan mati. Suatu kehidupan yang jauh dari Tuhan  yaitu kehidupan yang kering, tandus, sunyi dan jauh dari kebaikan Tuhan.

Itu sebabnya kita harus mempunyai sudut pandang bahwa ada pertolongan, masih ada harapan, masih ada Tuhan sumber kehidupan kita sehingga kita sebagai orang percaya tidak perlu takut menghadapi tahun 2021, asal memiliki dan mengandalkan Yesus.

Mazmur 146:5 menyebutkan berbahagialah orang yang mengandalkan TUHAN Allahnya, dan mempunyai Allah Yakub sebagai penolongnya. Mengapa? Sebab Ia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya“ (Mazmur 146:6”).

Dari ayat ini kita akan melihat suatu kebenaran tentang Allah, mengapa kita harus memiliki dan mengandalkan Yesus.
1. Dia berkuasa.
Yohanes 1:3 berkata, segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

2. Dia setia.
Ulangan 7:9 berkata, sebab itu haruslah kau ketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya  dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.

Ayat selanjutnya berkata dalam Mazmur 146:7-9 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, “TUHAN membuka mata orang-orang buta,dan  TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.”

Ketika kita membaca ayat ini, maka kita akan mendapatkan kebenaran yang ketiga tentang pribadi Allah  yaitu..

3. Dia memiliki belas kasihan.
Matius 14:14 berkata, Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada merekadan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Matius 9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” 

Lukas 7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan , lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

Matius 20:34 Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia. 

Mazmur 146:5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:

Memiliki Yesus (Allah Yakub)
Kejadian 32:26 “Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”

Hosea 12:4 “Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya.”

Memiliki Yesus
1 Yohanes 5:12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup ; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Ratapan 3:24 BIS :TUHAN adalah hartaku satu-satunya. Karena itu, aku berharap kepada-Nya.

Mazmur 146:5 Bis Berbahagialah orang yang mengandalkan TUHAN Allahnya, dan mempunyai Allah Yakub sebagai penolongnya.

Terus mengandalkan Tuhan berarti:

  • Menaruh harapannya pada Tuhan
  • Melekatkan diri kepada Tuhan
  • Mempercayakan sepenuhnya kepada Tuhan

Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Yeremia 17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 

Mengandalkan Tuhan = Batach (bhs. Ibrani), artinya lebih yakin, lebih merasa aman, lebih percaya dan lebih mempercayakan dirinya sepenuhnya hanya kepada Tuhan.

KESIMPULAN
Jadi ketika kita lebih mempercayakan diri kita dan menaruh harapan kita sepenuhnya hanya kepada Tuhan, maka janji Tuhan ini terjadi dan digenapi dalam segala aspek kehidupan kita. Yeremia 17:8 berkata, Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *