JANGAN TAKUT – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Sulung – Minggu, 03 Januari 2021)

Setiap manusia tentu memiliki rasa khawatir dan takut. Namun rasul Petrus menasehatkan untuk menyerahkan ketakutan kita kepada Tuhan.

1 Petrus 5:7 berkata, “Serahkanlah kekuatiranmu kepada-Nya sebab ia yang memelihara kamu.”

Kekuatiran adalah sama dengan ketakutan, tetapi kita patut mengucap syukur kepada Tuhan sebab kita dinasehati agar kita melepaskan dan menyerahkan kekuatiran atau ketakutan kita kepada Tuhan.

KETAKUTAN YANG BERLEBIHAN
Wajar atau manusiawi bila ada rasa takut atau kuatir dalam diri kita. Tetapi, sebagai anak Tuhan kita diingatkan untuk tidak mengijinkan ketakutan menguasai kita, seperti yang dialami oleh beberapa orang yang menimbulkan peristiwa besar sampai diliput dan dicatat dimedia masa. Orang yang memiliki ketakutan berlebihan akan melakukan hal-hal yang mengerikkan. Contohnya: Seorang Pendeta pulang ke rumah. Karena kuatir, ia tidak sengaja membunuh anaknya dengan menembak anaknya yang sedang bersembunyi di tanaman belakang rumah. Selain itu ada juga seorang remaja berusia 18 tahun yang membunuh ayahnya karena takut mati sendirian.

Di akhir zaman, kita seolah-olah tidak memiliki lagi ruang, tempat atau waktu yang aman (di rumah, jalan, kendaraan dan di manapun). Jadi ketakutan sangat berbahaya. Kita yang hidup di akhir zaman ini, kita akan melihat hal-hal mengerikkan yang akan terjadi kedepan.

Situasi yang mencekam seperti ini, pernah dialami Daud dan kemudian ia mengungkapkan isi hatinya kepada sahabatnya Yonatan dalam 1 Samuel 20:3b yang berkata “Namun, demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu, hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut.”

Perbedaannya adalah kekuatiran/ketakutan yang Daud alami adalah karena ancaman Saul. Tetapi kekuatiran / ketakutan yang kita alami adalah situasi dunia di abad-21, yang berkaitan dengan kondisi akhir zaman. Tanda-tanda zaman seperti apakah yang sekarang sedang terjadi atau digenapi dan kita rasakan sekarang? Mari kita pelajari kronologis peristiwa yang terjadi menjelang kedatangan Yesus ke dua kali.

Kalau kita melihat kronologi kedatangan Tuhan, maka semua hal itu harus terjadi.

Apa yang dimaksud dengan meterai? Meterai ini adalah sebuah kitab yang tidak dapat dibuka. Hanya Yesus yang dapat membuka meterai ini.

METERAI EMPAT
Wahyu 6:7-8 mencatat: “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: “Mari!”

Dan aku melihat; sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan binatang-binatang buas yang diam di bumi.”

Ayat ini menjelaskan bahwa pada saat Yesus membuka kitab yang termeterai yaitu meterai keempat, maka akan terjadi tanda-tanda zaman di muka bumi, yaitu berbagai peristiwa berupa maut atau kematian bersifat masal. Maut atau kematian ini terjadi dikarenakan akibat adanya:

  • Pedang, yaitu perang berskala global
  • Kelaparan, yaitu krisis ekonomi dunia
  • Sampar atau endemic yang berkembang menjadi pandemik → Covid-19
  • Binatang-binatang buas, yaitu orang-orang yang hatinya seperti binatang buas.

SAMPAR merupakan Pandemik. Covid-19 dalam 1 tahun telah membunuh 1,7 juta jiwa lebih dan yang terkontaminasi 7 juta jiwa lebih.

Maut/kematian juga terjadi akibat ‘Perang’. Perang ini mendunia, sejak perang dunia I dan perang dunia Il membuat perang di dunia ini tidak pernah berhenti. Ada pendapat bahwa akibat dari perang dunia maka telah muncul berbagai penyakit jenis baru yang menimbulkan wabah, yaitu pandemik yang mendunia. Konon terjadi perang antar negara besar yang menggunakan senjata biologis, yang munculnya virus baru dan penyakit yang baru: Virus Sarx, Flu Burung, dan setahun akhir-akhir ini muncul Virus covid-19 bahkan varian baru.

BINATANG BUAS DI BUMI
Yang dimaksud binatang disini adalah manusia yang berhati buas seperti binatang. Ajaran mereka adalah membunuh orang tidak seiman bukan dosa, tetapi ibadah kepada Tuhan. Hal ini telah Yesus nubuatkan. Yohanes 16:2 berkata “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.”

 JANGAN TAKUT
Ribuan tahun sebelumnya, Tuhan sudah bernubuat dan menasihati agar kita tidak usah takut menghadapi semuanya ini (Mazmur 91:1-6).

ALASAN KITA TIDAK USAH TAKUT
Bagaimana kita tidak takut dengan peristiwa yang terjadi di akhir zaman, khususnya sampar atau pandemik Covid-19 yang ganas ini? Alasannya dikatakan dalam Mazmur 91:7 yang berkata,  “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.”

Walau peristiwa dahsyat dan menakutkan itu terjadi di sekeliling kita, namun Tuhan menjamin kita, bahwa semua itu tidak akan berdampak kepada kita. Mengapa? Sebab Mazmur 91:9 berkata bahwa “Sebab Tuhan ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kau buat tempat perteduhanmu.”

Syaratnya, kita tidak hanya mengandalkan 3 M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) semata, tetapi kita harus menjadikan Tuhan Yesus sebagai tempat perlindungan dan naungan kita.

Mazmur 91:10 berkata, “Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu.”

Mengapa? Sebab Mazmur 91:11 berkata: “Sebab Tuhan akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga dan melindungi orang percaya.”

 RAGU DAN KURANG YAKIN
Tidak sedikit yang ragu dan kurang yakin akan pesan Tuhan yang menasihati agar kita agar jangan takut dengan semua malapetaka yang terjadi di akhir zaman. Orang yang terpapar Covid-19, bukan cuma mereka yang tidak percaya Yesus. Bahkan tidak sedikit anak Tuhan/orang Kristen yang turut merasakannya.

POSISI ORANG PERCAYA
Sebagai orang yang percaya kepada Yesus, kita harus senantiasa mengingat dan meyakini posisi kita dalam iman kita kepada Yesus. Posisi orang yang percaya kepada Yesus, oleh karya Yesus di kayu salib, kita telah dipindahkan dari maut ke dalam rencana Allah yang gagal dilakukan Adam dan Hawa.

DUA KEPASTIAN HIDUP ORANG PERCAYA
Orang yang percaya Yesus disebut Kristen. Dalam bahasa Yunani: CHRISTIANOS, artinya orang yang jalan hidupnya tidak menyimpang dari Firman Tuhan melainkan sama persis seperti jalan hidup Tuhan Yesus. Sebab itu, seorang pengikut Yesus yang setia berjalan diatas kebenaran Firman Allah, sampai di akhir hidupnya, ia akan diselamatkan (Matius 24:13).

Ada dua hal arti diselamatkan, yaitu
1. Hidup dalam rencana Allah
Artinya bila kita hidup sampai Yesus datang kedua kali, kita akan menggenapi rencana Allah. Rencana Allah seperti apa? Yaitu…

Posisi Orang Percaya Kepada Yesus
Rencana Allah yang mulia apabila kita setia, menjadi pengikut Yesus yang CHRISTIANOS, kita akan menggenapi rencana Allah yang gagal dilakukan oleh Adam dan Hawa, dalam Kejadian 1:26-28. Kita akan menjadi bagian dari:
a. Pengikut Yesus Yang Sejati; yaitu Gereja Sempurna; atau Mempelai Yesus Kristus.
b. Saat Antikristus menjadi penguasa di bumi, kita akan disingkirkan jauh dari mata Iblis (A.K).
c. Puncaknya kita akan menggenapi rencana Allah yang gagal dilakukan Adam dan Hawa, memerintah dengan Yesus di Langit Bumi Baru.

2. Dipanggil Tuhan
Bila sebelum Yesus datang kedua kali, atas kehendak Bapa orang itu dipanggil Tuhan, maka Firman Tuhan berkata: Orang yang sudah dipindahkan Tuhan ialah orang-orang yang “berbahagia.” Karena, mereka bersama-sama dengan Bapa di dalam sorga, seperti Firman Allah katakan dalam Wahyu 14:13 berkata, “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang- orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini. Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”

KESIMPULAN
Menghadapi tahun 2021 bukanlah hal yang mudah. Kita tentu dibayang-bayangi oleh kesusahan di tahun sebelumnya. Namun, janganlah takut sebab Allah berjanji akan mendampingi kita melewati semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *