DIMANAKAN KESETIAAN TUHAN? – Oleh Pdp. Corneles Kandau (Ibadah Raya – Minggu, 10 Januari 2021)

Mazmur 89:50
Di manakah kasih setia-Mu yang mula-mula, ya Tuhan, yang telah Kaujanjikan dengan sumpah kepada Daud demi kesetiaan-Mu?

PENDAHULUAN
Mazmur ini ditulis oleh Etan orang Ezrahi dengan dilatar belakangi keadaan bangsa Yehuda ditanah pembuangan. Pemazmur memohon Tuhan untuk memperhatikan bangsa Yehuda-keturunan Daud dengan merinci berbagai kesanggupan Allah dimasa lampau dan janji setia Tuhan kepada Daud dan keturunannya.

Lamanya penderitaan di tanah pembuangan membuat mereka merasa bahwa sepertinya Tuhan tidak lagi setia terhadap umat-Nya, sepertinya Tuhan sengaja bersembunyi begitu lama, sepertinya Tuhan membatalkan janji-Nya kepada Daud dan keturunannya.

KUNCI-CARA MEMAHAMI, MENYADARI DAN MENGALAMI ‘KESETIAAN TUHAN’
1. Kesetiaan Tuhan itu kekal dan tegak
Mazmur 89:3 Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.

2. Malaikat pun mensyukuri kesetiaan Tuhan
Mazmur 89:6 Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.

‘Jemaah orang-orang kudus’
Kalimat ini banyak diterjemahkan untuk merujuk kepada para penghuni sorga yaitu para malaikat Tuhan.

3. Kesetiaan adalah bagian yang tak terpisahkan dari diri Allah
Mazmur 89:9  Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu.

The Passion:

  • Your faithfulness shines all around you
    Kesetiaan-Mu bersinar disekitar-Mu

Amplified:

  • Your faithfulness surrounds You (as an intrinsic, unchangeable part of Your very being)
    Kesetiaan-Mu sebagai bagian intrinsik, yang tidak dapat diubah dari keberadaan-Mu

New Living:

  • You are entirely faithful
    Engkau sepenuhnya setia

KESETIAAN ADALAH SALAH SATU  KARAKTER YANG PALING MENONJOL DALAM DIRI ALLAH
Mazmur 89:15 Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu, kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Mu.

“Kesetiaan adalah bagian yang tak terpisahkan dari diri Allah, itu melekat pada diri Allah, menjadi karakter Allah yang tak bisa hilang oleh apapun yang terjadi disekeliling Allah bahkan Allah sendiri tidak bisa untuk tidak setia. Sebab itu menjadi identitas diri Allah.”

TUHAN SETIA KARENA MEMANG DEMIKIAN ADANYA DIRI-NYA.
2 Tim 2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”

APAPUN YANG DIKERJAKAN ALLAH SELALU DIKERJAKAN DENGAN PENUH KESETIAAN

 Mazmur 33:4 Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.

4. Kesetiaan Tuhan justru nyata dari bagaimana IA mendisiplinkan kita
Maz 89:31 Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku,

Maz 89:32 jika ketetapan-Ku mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku,

Maz 89:33 maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan GADA, dan kesalahan mereka dengan PUKULAN-PUKULAN.

Maz 89:34 Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.

GADA DAN PUKULAN
Gambaran seorang gembala dalam menggiring – menggembalakan domba-dombanya.

Ini gambaran tindakan kasih dan kesetiaan dalam wujud pendisplinan Tuhan dalam kehidupan kita.

KESADARAN PEMAZMUR BAHWA PENINDASAN SEBAGAI BUKTI KESETIAAN TUHAN

Mazmur 119:75 Aku tahu, ya TUHAN, bahwa hukum-hukum-Mu adil, dan bahwa Engkau telah menindas aku dalam kesetiaan. 

KESAKSIAN PAULUS TENTANG KESETIAAN TUHAN

1 Kor 10:13 Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.

5. Kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada kesetiaan, keadaan dan fakta hidup kita
Sejarah Ketidaksetiaan Israel dan Kesetiaan Tuhan

Berulang kali Allah menunjukkan kesetiaan-Nya ditengah ketidaksetiaan umat pilihan-Nya.

Mazmur 89:33  Tetapi kasih setia-Ku tidak akan ¹ Kujauhkan dari padanya dan Aku ² tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.

 Mazmur 89:34  Aku ³ tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

Seburuk-buruknya manusia, namun itu tidak dapat mengubah kesetiaan Tuhan. Itu tidak mengubah kasih Tuhan, itu tidak mengubah cara Tuhan menyatakan kesetiaan-Nya. (Jangan salah paham, ini harus dipahami dari sudut pandang Allah)

PENUTUP
Kesetiaan Tuhan ada dari mulanya hingga kekekalan. Ia tidak pernah membatalkan apa yang Ia firmankan, Ia laksanakan itu dengan setia bahkan ketika kita salah menilai kesetiaan-Nya, bahkan ketika kita tidak mampu melihat kesetiaan-Nya dalam keadaan tertentu di hidup kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *