BERKAT TUHAN ATAS PERHIMPUNAN UMATNYA – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya – Minggu, 24 Januari 2021)

Bilangan 6:21-27

PENDAHULUAN
Tidak ada seorangpun yang tidak mau diberkati, semua membutuhkan berkat Tuhan. Memberkati merupakan sifat dan kehendak Tuhan kepada manusia ciptaanNya.

Ada dua bagian berkat.
1. Berkat secara umum (Matius 5:45)
Berkat secara umum contohnya: matahari, oksigen, hujan merupakan berkat secara umum. Berkat ini diberikan baik kepada orang percaya maupun orang yang tidak percaya. Berkat secara umum ini, meliputi semua golongan manusia secara umum yang dikategorikan sebagai :
✓ Orang yang jahat dan orang yang baik.
✓ Orang benar dan orang yang tidak benar.
Orang yang jahat adalah orang yang tidak benar. Orang benar adalah orang yang baik. Orang jahat bisa melakukan hal yang baik, tetapi ia tidak benar. Namun orang benar pasti melakukan hal-hal yang baik.

2. Berkat untuk orang benar yaitu berkat khusus.
Berkat khusus ini adalah berkat kepada orang yang dikatakan Tuhan sebagai orang yang benar. Menjadi benar dan baik, karena dibenarkan oleh penebusan dosa lewat karya salib Kristus sehingga menjadi orang-orang yang baik karena melakukan kebenaran.

Berkat khusus bagi orang percaya meliputi :

  • Keselamatan. Tidak ada keselamatan diluar Yesus. Ini merupakan hal yang mutlak.
  • Pemeliharaan Allah – rinciannya ada pada bahasan kita, dalam ayat pokok.
  • Damai sejahtera. Dunia juga bisa memberikannya tetapi hanya bergantung kepada keadaan. Damai sejahtera kepada orang yang percaya adalah orang percaya yang tidak bergantung kepada keadaan.
  • Waris kerajaan Allah.
  • Kehidupan kekal.

Untuk berkat pemeliharaan Allah, sudah Tuhan berlakukan kepada umat-Nya yang percaya sejak Perjanjian Lama, yaitu kepada umat Tuhan Perjanjian Lama yang tidak lain adalah bangsa pilihan Tuhan (Israel). Namun mereka banyak melakukan dosa dihadapan Tuhan. Ucapan berkat ini terus berlaku sampai kepada kita umat Tuhan dalam Perjanjian Baru, yaitu kita orang-orang yang percaya. Apa saja berkat itu?

Bilangan 6:22-27
TUHAN berfirman kepada Musa:
“Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:
TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”

Berkat ini diucapkan imam kepada bangsa Israel setelah mereka selesai beribadah kepada Tuhan. Berkat inipun diucapkan kepada jemaat yang datang dalam perhimpunan ibadah, sebelum mereka meninggalkan perhimpunan. Meski dalam format ucapan yang berbeda namun intinya sama, yaitu mengucapkan berkat dari Tuhan kepada umat-Nya/jemaat. Beberapa gereja masih mengutip ayat ini dengan mengucapkannya untuk memberkati jemaat yang berhimpun.

Setidaknya ada 3 hal besar yang Tuhan ucapkan lewat ayat ini.

1. Bilangan 6:24 berkata “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau”

  • Kata “memberkati engkau” berarti membuat segala sesuatu yang kita kerjakan dibuatNya berhasil (Mazmur 1:3, Mazmur 1:3).

“la seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Hal ini yang dialami oleh Yusuf (Kejadian 39:2). Tuhan menyertai Yusuf sehingga menjadi orang yang selalu berhasil dalam segala pekerjaannya.

“Melindungi engkau”. Kata melindungi berarti:

  • Dijaga – seperti biji mata-Nya (Mazmur 121:5a)
  • Dibela (Amsal 6:22)
  • Dinaungi- sama seperti Ayub yang dinaungi Tuhan sebelum iblis merusak hidupnya (Mazmur 121:5b).
  • Diawasi – Amsal 15:3
  • Dibungkus – Yohanes 15:9.

Orang yang sungguh-sungguh beribadah, baik yang beribadah dari rumah ataupun secara langsung, akan menerima berkat-berkat ini.

2. Bilangan 6: 25 berkata “TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia“

  • “Menyinari engkau dengan wajah-Nya.”

– Memberi pencerahan (Yeremia 9:24, Efesus 3:18).
Kita membutuhkan pencerahan dalam kehidupan kita, sebab banyak masalah dalam kehidupan kita yang membutuhkan pencerahan agar kita tidak salah bertindak.

– Memberi petunjuk (Mazmur 119:135).
Penyesatan sering terjadi di akhir dari sebuah keputusan, oleh sebab itu kita membutuhkan petunjuk.

– Diperkenan untuk menemui (Mazmur 27:8).
Artinya kita diberi kesempatan untuk berjumpa dengan Tuhan dalam segala waktu.

  • “Memberi engkau kasih karunia.”

– Mendapat kemurahan (Nuh, sehingga ia terhindar dari air bah karena ia hidup berbeda dengan orang-orang sezamannya, Kejadian 6:8)
– Mendapat kepercayaan (Daud)
– Dipilih atau dikhususkan (Contohnya Maria, diberi kepercayaan untuk melahirkan Tuhan Yesus, Lukas 2:28)
– Pemberian-pemberian yang terbaik.

3. Bilangan 6:26 berkata “TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera”.

  • “Menghadapkan wajah-Nya kepadamu”, hal ini berarti:

– Memberi perhatian Mazmur 89:15.
– Memberi perkenanan (Mazmur17:15). Tuhan berkenan kepada doa, harapan, dll.

Lawan dari menghadapkan wajah adalah memalingkan wajah. Berbahaya jika sampai Tuhan memalingkan wajah-Nya, karena hal ini berarti la murka kepada kita. Allah pernah memalingkan wajah-Nya terhadap bangsa Israel yang selalu memberontak kepadanya (Yesaya 11:5).

Contoh lain adalah Abraham. Tuhan pernah bungkam terhadap Abraham karena ia tidak sabar terhadap proses Tuhan, sehingga ia mengambil Hagar. Selain itu Daud. Karena dosa perzinahan dan pembunuhan yang diperbuat Daud sehingga Allah pernah marah terhadap Daud. Hati-hati bila Allah memalingkan wajah-Nya dari kita, sebab hal itu dapat berakibat fatal.

  • “Memberi engkau damai sejahtera” berarti:

– Damai sejahtera Tuhan berbeda dengan yang diberikan dunia, damai sejahtera Tuhan mengatasi kegelisahan dan kegentaran hati kita dalam menghadapi situasi dunia ini (Yohanes. 14:27).
– Damai sejahtera-Nya melampaui segala akal, karena sumbernya dari Roh Kudus. “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:7). Melampaui segala akal artinya sampai kepada hal-hal yang tak terpikirkan oleh kita. Kata “akan memelihara” dipakai kata dalam bahasa Yunani Ini istilah yang dipakai dalam kemiliteran, yang berarti menjaga atau membentengi gerbang kehidupan batiniah kita, sampai kepada pikiran, kehendak dan perasaan kita.

Yang menjadi perhatian kita kemudian adalah, kepada siapa berkat ini diucapkan dan dilakukan? Jawabnya kepada jemaat yang datang berhimpun dalam hadirat-Nya untuk beribadah, menghormati, mengasihi, dan membawa korban kepada Tuhan. Inilah pentingnya kita hadir dalam perhimpunan kepada Tuhan, karena semua berkat ini diberikan kepada kita dan terus diperbaharui setiap kita beribadah.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu, beribadalah dengan sunggung-sunguh. Saat melakukan ibadah, lakukanlah dengan segenap hati, sampai ibadah selesai, sehingga saat doa berkat, kita menerima berkat yang luar biasa dari Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *