VAKSIN COVID-19 DAN CHIP MENURUT ALKITAB – oleh Pdt. J.S Minandar (Ibadah Raya- Minggu, 21 Februari 2021)

Beberapa waktu lalu kita telah membahas Meterai ke-IV di dalam Wahyu 6:7-8. Meterai ke IV merupakan maut atau kematian yang disebabkan oleh hal-hal di bawah ini:
– Pedang- Perang dalam skala global
– Kelaparan- Krisis ekonomi dunia
– Sampar- Endemik, pandemic Covid-19
– Binatang buas :  orang-orang yang hatinya buas sebab dikuasai roh Antikristus

SAMPAR COVID-19
Sekarang kita sedang menggenapi Meterai 5. Tetapi lanjutan Meterai 4, masih muncul yaitu: pandemic Covid-19. Dalam 1 tahun telah tewas 2 juta jiwa lebih dan terpapar virus 100 juta jiwa lebih. Adapun salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan cara vaksinasi Covid-19. Di satu sisi manusia berupaya mengatasi covid- 19, tetapi disisi lain muncul pula pendapat yang membuat kita sebagai pengikut Yesus menjadi bingung, sebab ada hamba-hamba Tuhan dan jemaat yang mengaku mendapat pesan Tuhan bahwa: kita harus menolak vaksinasi Covid-19.

Penyebaran penyakit Covid-19 ini, dalam waktu cepat telah menjadi pandemic di seluruh dunia. Dalam 1 tahun, orang yang meninggal akibat Covid-19 di seluruh dunia mencapai 2 juta jiwa, yang terkontaminasi mencapai 111 juta jiwa. Negara-negara di dunia berupaya untuk mengatasi pandemic yang terus berjangkit ini.

Bila Covid-19 tidak segera diatasi, tidak menutup kemungkinan bisa menelan korban lebih banyak. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasinya adalah lewat program vaksinasi. Beberapa negara telah berhasil menciptakan vaksin Covid-19 dengan nama: Sinovac, Pfizer; Moderna; Merah Putih dan masih ada lainnya. Tidak sedikit orang yang divaksin: presiden AS, presiden RI,dll.

ISU ANTIKRISTUS
Pada umumnya, orang senang dengan ditemukannya vaksin Covid-19. Tetapi, di sisi lain ada orang yang mengingatkan bahkan melarang agar anak- anak Tuhan menolak vaksin Covid-19. Alasan mereka melarang untuk menerima vaksin Covid-19, karena vaksin Covid-19 itu adalah cara Antikristus memasukkan tanda/chip Antikristus kepada semua umat manusia di dunia ini. Menurut isu yang berkembang, cairan vaksin Corona-19 adalah tanda atau chip Antikristus. Dengan lain kata: Menerima vaksin Corona-19, adalah identik dengan menerima chip/tanda Antikristus. Dengan beredarnya isu ini di media sosial telah membuat orang Kristen menjadi bingung, takut dan tidak sedikit pengikut Yesus yang menolak untuk divaksinasi Covid-19. Pertanyaannya: “Apakah benar vaksinasi covid-19 adalah cara Antikristus menanamkan tanda atau chip Antikristus ke tubuh umat manusia?”

Contoh:
Seorang wanita mengaku, ia mendengar suara Tuhan untuk menolak vaksinasi Covid-19. Lalu ia memviralkan lewat video anjuran tersebut.

TANDA BINATANG
Sebelum kita bahas lebih jauh tentang tanda/chip, terlebih dahulu kita pelajari Firman Allah dalam Wahyu 12 dan Wahyu 13.

Dijelaskan tentang 3 jenis binatang, antara lain:

  • Pasal 12:1-6, menceritakan tentang seekor naga, dengan jelas ditulis dalam Wahyu 12:9 yaitu, naga adalah Iblis/satan.
  • Pasal 13:1-10, menceritakan tentang seekor binatang yang keluar dari laut yaitu Antikristus.
  • Pasal 13:11-18, menceritakan tentang seekor binatang yang keluar dari dalam bumi,yaitu: nabi palsu.

Kalau kita memperhatikan lebih jauh lagi dalam Wahyu 13:2, maka kita akan menemukan bahwa, Iblis memberi kepada Antikristus kekuatan, takhta dan kekuasaannya, sehingga Antikristus akan menjadi manusia yang paling berkuasa di muka bumi ini selama 3,5 tahun. Antikristus akan dibantu oleh nabi palsu (Wahyu 13:13; Wahyu 13:14). Mujizat nabi palsu telah membuat orang tertarik dan menjadi pengikut Antikristus. Wahyu 13:15 berkata bahwa nabi palsu membuat patung Antikristus dan memberi nyawa kepada patung itu, sehingga semua manusia diharuskan menyembah Iblis, Antikristus dan patungnya. Patung Antikristus berkuasa melakukan sesuatu kepada yang tidak mau menyembah patung.

MEMERANGI GEREJA – ORANG PERCAYA
Iblis memberi kekuatan, takhta dan kekuasaannya kepada Antikristus, bukan hanya untuk berkuasa tetapi untuk memerangi orang-orang percaya, Wahyu 13:7. Caranya adalah:
1. Antikristus akan memaksa semua orang untuk menyembah Iblis dan menyembah Antikristus atau patungnya (Wahyu 13:4,15).
2. Dipaksa untuk menghujat Allah (Wahyu 13:5). Kalau tetap tidak mau, maka Antikristus dan nabi palsu akan..
3. Memerangi para pengikut Yesus (gereja yang tidak sempurna / 5 gadis bodoh) dengan cara:
– Penyiksaan fisik (Matius 24:21).
– Tidak bisa memakai fasilitas umum dan bertransaksi, sebab semua fasilitas hanya bisa diakses dengan menggunakan tanda/chip (Wahyu 13:17).

PENGGUNAAN TANDA/CHIP
Sejauh ini, umumnya kita sudah paham manfaat dan kemudahan tanda atau chip dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Tanda atau chip yang kita gunakan selama ini, masih ditanam di luar tubuh kita, misalnya: KTP; ATM, Credit Card, E-Tol, M.Banking, Passport dan masih banyak lainnya. Menggunakan tanda atau chip yang sekarang kita gunakan lebih maju bila dibandingkan dengan cara konvensional di zaman kita dahulu. Tetapi yang kita gunakan sekarang ini, walaupun lebih maju dibanding yang dahulu namun dianggap masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Sebab itu demi keamanan, efektivitas, privasi dan masih banyak hal dan kepentingan lainnya (khusus bagi Antikristus sebagai penguasa dunia), maka tanda atau chip itu paling efektif ditanamkan di dalam tubuh manusia. Sebab itu Antikristus akan menjadikan tanda atau chip sebagai sarana dan cara untuk bisa mengendalikan dan menguasai semua bidang dan sistem kehidupan manusia di muka bumi.

ANTIKRISTUS PENGUASA DUNIA
Bagi Antikristus, hal ini bukan sesuatu yang sulit, sebab Antikristus telah menerima kekuatan, dan takhta (kedudukan) dan kekuasaan yang besar dari iblis untuk menguasai dunia (Wahyu 13:2). Sehingga semua bidang kehidupan dunia dikuasai oleh Antikris, mulai dari ekonomi, sosial, keuangan, perdagangan, keamanan dan agama (kecuali gereja sempurna dan pengikut Yesus yang berpegang firman Allah).

APAKAH TANDA/CHIPS ITU HOAX?
Ada orang-orang yang berkata bahwa hamba-hamba Tuhan hanya menakut-nakuti. Ada pendapat lain yang berkata bahwa chip sudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari, jadi tidak perlu dibahas. Ada juga yang berkata bahwa tanda ini bukanlah tanda yang digunakan secara jasmani, tetapi secara rohani. Artinya, untuk menjadi pengikut Antikristus, orang tidak perlu menerima tanda atau chip Antikristus dalam bentuk fisik. Tetapi dengan iman di hati, kita menolak ajaran ini, sebab ditulis dalam Wahyu 13:16 yang berkata, “Dan ia (Antikristus) menyebabkan sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin merdeka atau hamba,diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya.”

BENTUK TANDA ATAU CHIP
Yang menjadi persoalan adalah: “Seperti apakah bentuk tanda atau chip itu?” Apa berupa cairan seperti issue yang berkembang pada hari-hari ini? Atau seperti yang kita lihat selama ini ada di KTP; ATM, Credit Card, E-Tol, M.Banking, Passport dan lain-lainnya? Atau seperti apa? Di luar negeri ada perusahaan juga orang pribadi yang telah menerapkan teknologi atau cara kerja atau teknologi tanda atau chip ini kepada para karyawan atau orang yang dianggap penting. Apabila kita perhatikan, bentuk tanda atau chip itu bukan berupa cairan. Selain itu jarum suntik yang digunakan tanda atau chip tidak kecil seperti jarum suntik vaksin, sebab bahasa Inggris chip: kepingan; serpihan kecil dan bukan cairan. Kepingan/serpihan itu dimodifikasi demikian rupa sehingga bisa dimasukkan ke tubuh manusia.

DI MANA TANDA/CHIP DITERAPKAN?
Sesuai Firman Allah dalam Wahyu 13:16, bahwa tanda atau chip Antikristus diterapkan di tubuh manusia pada bagian tangan atau dahi. Catatan: yang disebut tangan bukan seluruh bagian tangan dari bahu sampai jari. Tetapi di tangan atau dahi.

Setiap orang yang menerima tanda atau chip Antikristus karena menjadi pengikut Antikristus dan menjadi penyembah Antikristus, orang-orang yang seperti itu namanya tidak tertulis dalam kitab Kehidupan. Dengan lain kata, kalau ada pengikut Yesus yang karena ingin mendapat fasilitas Antikristus dan tidak mau mengalami aniaya Antikristus, nama mereka akan dihapus dari kitab kehidupan (Wahyu 13:8). Orang yang namanya tidak tercatat didalam Kitab Kehidupan, ia akan dibuang ke dalam neraka yang kekal. Hal yang sama akan dialami oleh mereka yang namanya dihapus dari kitab kehidupan.

KESIMPULAN
Setelah kita menelaah Firman Tuhan, maka kita dapat ambil kesimpulan bahwa vaksin Covid-19 bukan program Antikristus yang berusaha memasukkan tanda atau chip Antikristus ke dalam tubuh manusia. Sebab itu berhati-hatilah sebab segala sesuatu harus diuji dengan Firman Tuhan.

DISTRACTION – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya – Minggu, 14 Februari 2021)

“Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka..”
Amsal 4:25

PENDAHULUAN
Semua orang tentu memiliki impian akan masa depan,  namun tidak semua orang berhasil meraih impiannya. Kegagalan-kegagalan yang dialami kadang-kadang bukan karena keterbatasan yang mereka miliki tetapi ada hal-hal yang menariknya keluar dari jalur yang seharusnya dilalui. Agar kita dapat menghindari kegagalan yang terjadi, marilah kita belajar tentang “Distraction – Distraksi”

Apakah yang dimaksud dengan Distraction? Kata distract berasal dari kata Latin “distractus” artinya : “to draw in different directions”: menarik ke arah yang lain. Jadi kata distraction atau distraksi dapat diartikan sebagai: hal/benda yang dapat mengubah/menarik/mengalihkan pikiran atau perhatian kita ke arah yang lain/berbeda.  Dengan kata lain: distraksi merupakan segala sesuatu yang menghalangi seseorang untuk memberikan atensi penuh kepada sesuatu atau seseorang yang seharusnya diperhatikan. Contohnya : Saat kita sedang mendengarkan khotbah, tiba-tiba gadget/HP yang kita pegang bergetar, dengan spontan perhatian teralihkan dari memperhatikan sang pengkhotbah sekarang beralih kepada Hp yang bergetar. Itulah distraksi. Demikian juga dengan pikiran kita. Saat kita sedang beribadah, pikiran kita dapat terdistraksi dengan hal-hal yang telah terjadi di masa lalu, atau perkara-perkara yang kita tinggalkan di rumah.

Hidup ini penuh dengan distraksi yang membuat kita beralih dari apa yang seharusnya kita kerjakan sebagai anak-anak Tuhan. Dalam firman Allah ada banyak contoh tokoh alkitab yang gagal di tengah jalan karena terdistraksi dengan perkara-perkara duniawi. Mereka gagal mencapai finishing well karena terdistraksi oleh daya tarik dunia. Misalnya:

  • Adam dan Hawa: gagal memenuhi kehendak Allah karena terdistraksi oleh perkataan dusta setan dan daya tarik buah pengetahuan baik dan jahat. (Kej. 3:1-7)
  • Bangsa Israel, khususnya generasi pertama yang keluar dari Mesir, gagal masuk Kanaan karena terdistraksi oleh kenikmatkan makanan di Mesir. (Bil. 11:1-5)
  • Simson gagal menjaga dirinya sebagai seorang nazir Allah karena terdistraksi oleh kecantikan gadis dari lembah Sorek yang bernama Delila. (Hak. 16:1-4)
  • Raja Saul gagal menjadikan dia dan keturunannya sebagai raja atas Israel karena terdistraksi oleh rasa takutnya kepada musuh yang dihadapinya. (1Sam 13:1-13)
  • Daud gagal menunjukan kepemimpinan yang bersih karena terdistraksi oleh kemolekan Batsyeba (2Sam 11:1-4)
  • Murid-murid kembali menjadi penjala ikan karena terdistraksi kekecewaan atas kematian sang guru (Yoh.21:1-3)
  • Demas, dia meninggalkan pelayanan karena terdistraksi oleh mecintai dunia. (2Tim. 4:9-10) dll.

Tidak ada orang yang kebal terhadap distraksi. Jika tidak hati-hati perhatian kita dapat teralihkan kepada hal-hal duniawi dan cinta kita kepada Tuhan dapat tergeser kepada hal-hal lain diluar Tuhan. Kepada jemaat di Korintus, rasul Pulus memberikan peringatan agar waspada terhadap penyesatan yang dapat membuat iman dan kesetiaan mereka kepada Tuhan terdistraksi.

2Korintus 11:3
Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Distraksi Corona
Hampir setahun Corona ada di Indonesia, sejak Maret 2020 hingga saat ini kita dibombardir dengan berita-berita tentang Corona. Dari istana hingga desa membicarakan tentang Corona. Media sosial hingga media online tidak pernah sepi dengan berita Corona. Bahkan berita Corona mengalahkan berita tentang bencana. Bencana usai berita selesai, tapi Corona beritanya tak selesai-selesai. Berhatilah-hatilah dengan berita tentang Corona yang kita dengar, karena hal itu dapat mendistraksi iman kita sehingga lebih fokus kepada Corona dari pada fokus kepada Tuhan.

Apakah tanda-tandanya bahwa kita telah terdistraksi oleh Corona?

  1. Lebih sering membicarakan Corona daripada membicarakan Tuhan dan kuasaNya
  2. Lebih banyak cari tahu tentang Corona daripada cari tahu kehendak Tuhan
  3. Lebih banyak baca berita Corona daripada baca firmanNya.
  4. Lebih sadar hadirnya Corona daripada hadirnya Tuhan dan penyertaanNya
  5. Lebih takut kepada Corona daripada percaya kepada kuasaNya

Melawan Distraksi Dunia
Agar kita dapat melawan distraksi dunia yang semakin kuat di akhir zaman ini, maka kita harus kembali kepada firman Allah. Firman Allah adalah dasar kehidupan yang kokoh, yang tidak akan tergoncangkan oleh apapun juga. Mari kita perhatikan kembali ayat pokok kita.

Amsal 4:25
“Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka

Ini cara agar kita tidak terdistraksi oleh dunia yaitu menetapkan pandangan kita agar tetap lurus ke depan. Terus memandang ke depan memiliki beberapa pengertian, yaitu :
a. Meninggalkan yang ada di belakang
Mata yang memandang ke depan berarti tak lagi melihat apa yang ada di belakang. Seluruh perhatiannya diarahkan kepada apa yang di depan, ke arah jalan yang hendak ditempuh.

Filipi 3:13
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku

Ketahuilah bahwa keberhasilan dalam pengiringan kita kepada Tuhan ditentukan oleh keberanian meninggalkan apa yang ada di belakang. Inilah yang dimaksud pertobatan.

Luk 9:61,62
Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Demikianlah seharusnya kita mengikut Tuhan, segala sesuatu harus ditinggalkan dan dilepaskan demi menjemput hidup dan pengalaman yang baru, yang jauh lebih berharga dan mulia bersama-sama dengan Tuhan Yesus.

b. Fokus kepada tujuan hidup kita.
“Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan mukamu tetap ke muka”.

Artinya kita harus mengembalikan arah tujuan hidup kita ke arah yang benar yaitu kepada kehendak dan keinginan Tuhan. Hidup kita harus mengarah kepada tujuan kekal bukan kepada kenikmatan dunia.

1Korintus 9:25
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

2Korintus 4:18
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Saya mengutip sebuah tulisan yang saya terima melalui WA Group. Tidak tahu siapa penulisnya, tetapi sangat menginspirasi. Berikut penuturannya:
Antonio Vieira Monteiro, Presiden Dewan Direktur Santander Bank Portugal, ia meninggal dunia akibat Covid-19, sepulangnya dari Italia.

Yang membuat perhatian saya adalah tulisan putrinya di medsos, yaitu:
“Kami keluarga kaya berlimpah harta. Tetapi ayahku wafat seorang diri, sulit bernafas bagai tercekik, sambil mencari sesuatu yang gratis tanpa biaya, yaitu udara segar, sedang hartanya ditinggal di rumah”.

Dari perkataan ini kita dapat menarik pelajaran: bahwa semua harta, jabatan dan kekuasaan, tak dapat menyelamatkannya saat kematian menjemput kita. Sebab itu pastikanlah bahwa arah pandangan dan tujuan hidup kita hanya tertuju kepada Tuhan dan kekekalan.

Apakah yang sedang kita kejar saat ini? Hidup kekal atau hidup saat ini. Arahkanlah hidup kita kepada tujuan kekal yaitu kerajaan Allah dan kebenaranNya.

Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan segala kenikmatan dunia itu seperti bayangan, semu, fana. Makin dikejar makin menjauh. Oleh sebab itu berbaliklah, arahkan dirimu kepada Allah, maka bayangan akan selalu mengikutimu. Saat kita membelakangi dunia dan mengejar Tuhan, maka berkat-berkat Tuhan akan senantiasa menyertai perjalanan kita.

c. Mengarahkan kehidupan kepada Kristus dan kehendakNya.
Ibrani 12:2
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Mengarahkan kehidupan kepada Kristus dan kehendakNya, itu berarti:

  • Menjadikan Yesus sebagai pemimpin hidup kita. Dia gembala, kita domba-dombaNya. Tuhan berjalan di depan, kita mengikuti dari belakang.
    Kel. 13:21  TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.
  • Mempercayai Tuhan sepenuhnya
    Mat. 9:21
      Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
    Wanita ini datang dengan penuh keberanian karena percaya akan kasih karunia Allah dan kebaikan hati Tuhan. Menurut aturan Taurat, orang yang sakit pendarahan harus dijauhi/disingkirkan karena dapat menyebabkan orang lain menjadi najis. Semua tempat yang diduduki, semua barang yang disentuh dan siapapun yang bersentuhan dengannya menjadi najis. Itulah sebabnya, tidak mudah baginya untuk mendekati Yesus apalagi menyentuh jumbai jubahNya. Namun imannya dan perhatiannya hanya tertuju kepada Yesus, Ia percaya akan kasih dan karuniaNya pasti diberikan kepadanya. Dengan penuh percaya ia terus medesak maju hingga menyentuh jumbai jubah Yesus, sedikitpun ia tidak terdistraksi oleh omongan orang-orang sekitarnya, sampai berhasil menjamah jubahNya dan seketika itu sembuhlah ia dari sakitnya.

Sesulit apapun jalan yang sedang kita lalui, tetaplah memandang Tuhan, percayalah diujung perjalanan ada pertolongan dan kemenangan yang Tuhan telah sediakan. Tuhan memberkati. KJP!

 

Penggenapan TANDA-TANDA zaman menjelang KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 7 Februari 2021)

Wahyu 6:12-17

Sebelum kita melihat meterai ke VI, mari kita perhatikan gambar berikut.

Keterangan gambar:
Garis panjang merupakan garis waktu, sedangkan tanda merah setelah salib merupakan tanda waktu yang panjang sebelum peristiwa-peristiwa akhir zaman terjadi. Peristiwa pertama adalah awal pemerintahan Antikris selama 3,5 tahun, kemudian disusul dengan kedatangan Yesus. Namun sebelum peristiwa kedatangan Yesus terjadi, ada tanda-tanda berupa pembukaan meterai, peniupan sangkakala. Sangkakala ke 4 ditiup persis ketika Antikris menyatakan diri. Sangkakala ke-7 ditiup tepat selama masa pemerintahan Antikristus. Setelah Yesus datang, orang-orang yang masih hidup akan diubahkan, dan orang-orang yang mati akan dibangkitkan. Inilah yang disebut pengangkatan (repture). Setelah itu, barulah cawan murka Allah ditumpahkan, dari cawan 1-6. Sebelum cawan ke-7 dicurahkan, maka akan terjadi perang Harmagedon.

Pembahasan kita telah sampai kepada meterai ke VI. Beberapa waktu sebelumnya kita telah membahas meterai 1-5, saudara dapat melihat pada catatan-catatan sebelumnya.

PENDAHULUAN
Sebelumnya, meterai ke V adalah aniaya terhadap orang-orang percaya. Dan aniaya terus berlangsung pada puncaknya, yaitu pada masa Antikris selama 3,5 tahun. Kita akan melihat meterai ke-VI yang merupakan bencana alam. Kalau kita perhatikan keadaan dunia pada hari-hari ini, maka bencana alam semakin meningkat. Bagaimana meterai ini diwujudkan? (Wahyu 6:12-15)

Sebagaimana dampak Meterai I, II, III, IV dan V terjadi secara global artinya dialami oleh semua manusia dan terjadi di seluruh daerah, bangsa dan negara di dunia begitu juga pada saat Meterai VI dibuka. Bencana yang terjadi akan melanda di seluruh daerah, bangsa dan negara di dunia.

BENTUK BENCANA ALAM
Adapun bencana-bencana itu dicatat dalam kitab Wahyu 6:12-15, rinciannya antara lain:

  • Terjadi gempa bumi yang dahsyat
  • Matahari menjadi hitam seperti karung rambut
  • Bulan menjadi merah seluruhnya
  • Bintang-bintang dilangit berjatuhan
  • Langit menyusut, (terjadi penyusutan kerak bumi).
  • Terjadi pergeseran gunung-gunung dari tempatnya

Dampaknya, semua orang mulai dari para petinggi, dan orang-orang berkuasa sampai rakyat jelata, bersembunyi di celah-celah batu karena mereka semua dilanda oleh ketakutan yang luar biasa. Hal ini membuat mereka menjadi putus asa. Wahyu 6:16 berkata, “Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.”

Mereka yang luput dari bencana mengalami ketakutan dan merasa putus asa yang luar biasa sehingga mereka menganggap bahwa orang-orang yang mati akibat bencana, mereka lebih enak dan beruntung dibanding dengan mereka yang hidup dan luput dari bencana. Sebab itu, mereka memilih mati dan mereka mohon dan berseru kepada gunung-gunung agar gunung itu runtuh dan menimpa mereka supaya mereka mati dan selesai sudah.

Bagaimana orang percaya (Pengikut Yesus), yang hidup ditengah-tengah masa sukar ini? Dengan dibukanya Meterai IV (Covid-19) dan meterai V (aniaya) oleh kehendak Tuhan tak sedikit anak Tuhan/hamba Tuhan oleh kehendak Tuhan yang telah dipanggil Tuhan.

Sesuai Firman Allah maka, Yesaya 57:1-2; Lukas 23:43, kita bersama-sama dengan Yesus di Firdaus. Kalau kita ingin masuk dalam rencana Allah,yaitu rencana yang gagal dilaksanakan oleh Adam dan Hawa, seperti yang ditulis dalam Kejadian 1:26-28, maka kita harus menjadi:

  • Pengikut Yesus Yang Sejati
  • Gereja yang sempurna
  • Mempelai wanita Kristus yang akan menikah dengan Kristus.

Pengikut Yesus Yang Sejati
Pengikut Yesus yang sejati adalah orang-orang percaya yang kualitas rohaninya seperti Yesus (Roma 8:29a). Tujuan Yesus memanggil kita adalah agar kita menjadi serupa dengan Kristus. Untuk menjadi serupa atau sekualitas dengan Yesus kita harus menjadi Christianos.

SERUPA DENGAN YESUS
Untuk menjadi serupa atau sekualitas dengan Yesus, kita harus menjadi: CHRISTIANOS. Artinya: sebagai pengikut Yesus, kita harus menjalani hidup dengan sungguh-sungguh, yaitu melakukan Firman Allah secara persis yaitu tidak keluar dari firman Allah apalagi sampai menyimpang dari Firman Allah).

Christianos adalah seperti mengikut jejak kaki Yesus. Pengikut Yesus yang sejati adalah orang Kristen yang jalan hidupnya sama dengan jalan hidup Tuhan Yesus, yaitu melakukan Firman Allah sesuai atau sama persis dengan Firman Tuhan, atau tidak keluar dari Firman Allah apalagi menyimpang atau bertentangan Firman Allah. Selain itu Christianos juga mengandung arti: dalam pengiringan kita kepada Yesus, selama kita hidup, kita harus bersedia mengalami semua pengalaman yang Yesus telah alami, selama Yesus hidup di muka bumi ini. Hal ini Yesus katakan kepada setiap orang yang mau mengikut Yesus, Matius 16:24.

Matius 16:24,25 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut AKU, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya (nyawanya).”

Ada 2 perbedaan dalam kata “nyawa”  jika dilihat dari bahasa Yunani:
Psuche= kehidupan daging masih menyangkut.
Zoe = kehidupan kekal.

Minimal ada lima hal yang harus nyata dan benar-benar kita jalani dalam hidup kita, antara lain :

  1. Sebagaimana Yesus dilahirkan secara ilahi, demikian juga Pengikut Yesus Yang Sejati adalah orang yang alami kelahiran baru, (lahir dari atas) yaitu kelahiran secara rohani (kedua) oleh pekerjaan Firman dan Roh Kudus, (Yohanes 3:3,5).
  2. Dibaptis dalam air (Matius 3:13-15)
  3. Dibaptis oleh Roh Kudus, Matius 3:16
  4. Melayani Bapa dan pekerjaan yang Bapa tugaskan kepada Yesus, (Markus 10:45)
  5. Yesus alami penderitaan, kita juga harus mengalami penderitaan bersama-sama dengan Yesus (Roma 8:17).

MENJELANG KEDATANGAN YESUS
Sebab itu, menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali dan dengan digenapinya Meterai “Aniaya”, maka sebagai pengikut Yesus kita akan diperhadapkan dengan “aniaya” dengan berbagai penderitaan, sampai kualitas rohani kita menjadi sama seperti Yesus. Dan kita menjadi pengikut Yesus yang sejati, di mana kita akan dimeteraikan menjadi Gereja Sempurna yaitu Mempelai Wanita Kristus dimana kita akan menggenapi Meterai VII – Wahyu 8:1, yaitu penikahan rohani antara Kristus dengan Gereja-Nya yaitu kita, Pengikut Yesus Yang Sejati. Karena hanya Pengikut Yesus Yang Sejati, yaitu Gereja Yang Sempurna, yang adalah Mempelai Wanita Kristus yang akan masuk dalam Pernikahan Rohani dengan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki. Tidak bisa tidak, Yesus harus mengadakan PEMISAHAN di dalam Gereja (Jemaat). Hal ini akan dimulai dengan Gereja (Jemaat) Lokal sampai Gereja (Jemaat) Secara Universal.

PENUTUP
Sebab itu jangan heran bagi kita Gereja (Jemaat – orang Kristen) yang hidup di akhir, semakin kita dekat dengan kedatangan Yesus kedua kali, keadaan zaman bukan semakin menjadi baik, tetapi semakin sukar. Itu sebabnya dengan terjadinya kesukaran akibat:
Meterai IV- Pandemik
Meterai V-Aniaya
Meterai VI- bencana Alam

Melalui kesempatan ini kualitas kerohanian kita bukan semakin menurun, sebaliknya semakin berkualitas di hadapan Allah.

BENAR-BENAR MENGALAMI TUHAN – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya – Minggu, 31 Januari 2021)

1 Timotius
Ibadah mengandung janji untuk kekekalan. Ibadah adalah kehendak Tuhan. Kerinduan Allah adalah agar ibadah dapat dilakukan setiap harinya. Allah rindu kita menemukan esensi dari ibadah kita. Allah juga rindu dalam ibadah, kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Selain itu ibadah adalah persekutuan dengan Allah, bagaimana Allah menjumpai umat-Nya. Siapapun kita dan dimanapun kita beribadah, persiapkan diri kita untuk berjumpa dengan Tuhan sehingga kita di lawati oleh Tuhan, bukan dilewati oleh Tuhan.

Ada sebuah alasan mengapa Allah ingin berjumpa dengan kita. Alasan perjumpaan Allah dengan manusia adalah karena kerinduan-Nya. Ada beberapa perjumpaan yang dapat kita lihat didalam Alkitab, yaitu:

  • Perjumpaan di taman Eden (Kejadian 3:8). Dari ayat ini kita melihat bahwa sebenarnya manusia intens berhubungan dengan Tuhan sebelum manusia jatuh kedalam dosa. Setiap hari Allah datang dan berjumpa dengan manusia. Namun karena manusia jatuh kedalam dosa, maka manusia tidak dapat berjumpa lagi dengan Tuhan secara langsung.
  • Perjumpaan Tabernakel (Keluaran 29:42-44)
    Ayat ini menunjukkan kerinduan Tuhan untuk berjumpa dengan manusia. Allah menguduskan sebuah tempat pertemuan yang disebut Tabernakel Musa, dan menguduskan imam-imam agar Allah dapat berjumpa kembali dengan manusia.
  • Perjumpaan dalam Perjanjian Baru (Yohanes 1:14).
    Perjumpaan ini yang mewakili keadaan manusia saat ini ketika berjumpa dengan Tuhan. Dia bukan Allah yang harus dijumpai dengan berbagai ritual keagamaan, namun Dia turun kedalam dunia, menjadi manusia untuk dekat dengan kita. Dia menjadi manusia agar dapat berjumpa dengan kita. Berdiam=skenoo, artinya berkemah, tinggal, bershekinah dengan manusia.
  • Perjumpaan dalam Kekekalan (Wahyu 21:3-4).
    Ini merupakan perjumpaan tanpa tangisan. Disana tidak ada lagi kesusahan, tidak ada ratap tangis, sebab perjumpaan ini merupakan tujuan akhir dari pada kehidupan orang percaya.

Dari keempat perjumpaan ini, biarlah kita mengerti bahwa Allah sungguh-sungguh ingin berjumpa dengan kita. Ada beberapa alasan kerinduan Allah untuk berjumpa dengan kita:
1. Kita adalah milik Allah (Kejadian 1:26).
Allah bangga dengan karya-Nya, yaitu kita. Kita bukan diciptakan lewat perkataan, namun Allah membentuk kita. Oleh sebab itu Allah mencari kita agar kita tidak hancur binasa karena dosa. Ada orang-orang yang berpendapat bahwa malaikat adalah ciptaan mulia. Kita adalah ciptaan yang paling mulia, bukan malaikat. Sebab ketika kita jatuh kedalam dosa, maka Allah menebus kita.

2. Kita telah ditebus (1 Petrus 1:18-19).
Kita telah direbut dari dalam dosa agar kita tidak binasa, melainkan dapat berjumpa dengan Allah lewat ibadah kita.

Contoh seorang perempuan pendosa (Lukas 7:36-38).
Suatu waktu Yesus diundang makan di sebuah rumah seorang Farisi. Namun sementara Yesus makan, maka perempuan pendosa ini datang membawa buli-buli pualam yang berisi minyak narwastu dan membasuh kaki Yesus.

Apa yang dibawa perempuan ini sehingga ia dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan?

1). Datang dengan percaya (ayat 37b).
Perempuan ini percaya bahwa ketika dia datang kepada Yesus, maka dia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Kata datang membawa dalam terjemahan asli ditulis komizoo, yang berarti dia percaya bahwa ketika ia datang maka ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Ketika dia datang dengan iman percayanya, maka ia mendapat kebebasan. Mengapa imannya dapat memberkati perempuan ini? Ibrani 11:1 berkata iman adalah bukti dari sesuatu yang tidak dilihat. Ibrani 11:6 berkata bahwa Allah memberi upah kepada orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ada banyak orang disitu, tetapi mengapa hanya perempuan ini yang mendapat lawatan? Karena ia datang berbeda dengan orang-orang lain. Dia datang dengan iman kepada Yesus.

2). Menjadikan Yesus sebagai pertama dan utama yang layak untuk di sembah.
Perempuan ini berbeda dengan yang lain. Perjumpaan ini menjadi pusat dari perhatian wanita ini (Lukas 7:38). Perempuan ini tidak salah fokus dengan celaan orang lain dan hinaan orang lain. Ia tahu bahwa saat ia datang untuk bertemu dengan Tuhan, berjumpa dengan Tuhan maka ia akan memperoleh berkat. Perempuan ini menjadikan Yesus sebagai pusat penyembahan-Nya.

Mari kita lihat beberapa langkah perempuan ini: Datang -> Membasahi kaki-Nya dengan air mata -> Menyekanya dengan rambutnya kemudian ia mencium kakiNya -> Meminyakinya dengan minyak wangi. Artinya langkah wanita ini semakin mengerucut mengarah kepada Tuhan. Arti kata penyembahan dalam bahasa aslinya adalah Proskoneo yang berarti: mencium. Mencium tidak mungkin dilakukan dari jarak jauh. Yang dilakukan perempuan ini sebuah tindakan penyembahan. Dalam kata lain kataphileo yang berarti mencium kaki Yesus berulang-ulang seperti anjing menjilat tuannya dan memberi penghormatan. Seekor anjing yang datang kepada tuannya dimulai dengan menghampiri dari belakang, didekati tuannya dan menjilat kaki atau tangan tuannya. Kemudian perempuan ini menerima kebebasan. Lukas 7:50 berkata bahwa imannya telah menyelamatkannya.

KESIMPULAN
Kerinduan Allah adalah bahwa tujuan kita datang beribadah ialah agar kita berjumpa dengan Tuhan. Ketika kita datang kepada Tuhan, pastikanlah kita menerima janji-janji yang luar biasa dari Tuhan.