BENAR-BENAR MENGALAMI TUHAN – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya – Minggu, 31 Januari 2021)

1 Timotius
Ibadah mengandung janji untuk kekekalan. Ibadah adalah kehendak Tuhan. Kerinduan Allah adalah agar ibadah dapat dilakukan setiap harinya. Allah rindu kita menemukan esensi dari ibadah kita. Allah juga rindu dalam ibadah, kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Selain itu ibadah adalah persekutuan dengan Allah, bagaimana Allah menjumpai umat-Nya. Siapapun kita dan dimanapun kita beribadah, persiapkan diri kita untuk berjumpa dengan Tuhan sehingga kita di lawati oleh Tuhan, bukan dilewati oleh Tuhan.

Ada sebuah alasan mengapa Allah ingin berjumpa dengan kita. Alasan perjumpaan Allah dengan manusia adalah karena kerinduan-Nya. Ada beberapa perjumpaan yang dapat kita lihat didalam Alkitab, yaitu:

  • Perjumpaan di taman Eden (Kejadian 3:8). Dari ayat ini kita melihat bahwa sebenarnya manusia intens berhubungan dengan Tuhan sebelum manusia jatuh kedalam dosa. Setiap hari Allah datang dan berjumpa dengan manusia. Namun karena manusia jatuh kedalam dosa, maka manusia tidak dapat berjumpa lagi dengan Tuhan secara langsung.
  • Perjumpaan Tabernakel (Keluaran 29:42-44)
    Ayat ini menunjukkan kerinduan Tuhan untuk berjumpa dengan manusia. Allah menguduskan sebuah tempat pertemuan yang disebut Tabernakel Musa, dan menguduskan imam-imam agar Allah dapat berjumpa kembali dengan manusia.
  • Perjumpaan dalam Perjanjian Baru (Yohanes 1:14).
    Perjumpaan ini yang mewakili keadaan manusia saat ini ketika berjumpa dengan Tuhan. Dia bukan Allah yang harus dijumpai dengan berbagai ritual keagamaan, namun Dia turun kedalam dunia, menjadi manusia untuk dekat dengan kita. Dia menjadi manusia agar dapat berjumpa dengan kita. Berdiam=skenoo, artinya berkemah, tinggal, bershekinah dengan manusia.
  • Perjumpaan dalam Kekekalan (Wahyu 21:3-4).
    Ini merupakan perjumpaan tanpa tangisan. Disana tidak ada lagi kesusahan, tidak ada ratap tangis, sebab perjumpaan ini merupakan tujuan akhir dari pada kehidupan orang percaya.

Dari keempat perjumpaan ini, biarlah kita mengerti bahwa Allah sungguh-sungguh ingin berjumpa dengan kita. Ada beberapa alasan kerinduan Allah untuk berjumpa dengan kita:
1. Kita adalah milik Allah (Kejadian 1:26).
Allah bangga dengan karya-Nya, yaitu kita. Kita bukan diciptakan lewat perkataan, namun Allah membentuk kita. Oleh sebab itu Allah mencari kita agar kita tidak hancur binasa karena dosa. Ada orang-orang yang berpendapat bahwa malaikat adalah ciptaan mulia. Kita adalah ciptaan yang paling mulia, bukan malaikat. Sebab ketika kita jatuh kedalam dosa, maka Allah menebus kita.

2. Kita telah ditebus (1 Petrus 1:18-19).
Kita telah direbut dari dalam dosa agar kita tidak binasa, melainkan dapat berjumpa dengan Allah lewat ibadah kita.

Contoh seorang perempuan pendosa (Lukas 7:36-38).
Suatu waktu Yesus diundang makan di sebuah rumah seorang Farisi. Namun sementara Yesus makan, maka perempuan pendosa ini datang membawa buli-buli pualam yang berisi minyak narwastu dan membasuh kaki Yesus.

Apa yang dibawa perempuan ini sehingga ia dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan?

1). Datang dengan percaya (ayat 37b).
Perempuan ini percaya bahwa ketika dia datang kepada Yesus, maka dia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Kata datang membawa dalam terjemahan asli ditulis komizoo, yang berarti dia percaya bahwa ketika ia datang maka ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Ketika dia datang dengan iman percayanya, maka ia mendapat kebebasan. Mengapa imannya dapat memberkati perempuan ini? Ibrani 11:1 berkata iman adalah bukti dari sesuatu yang tidak dilihat. Ibrani 11:6 berkata bahwa Allah memberi upah kepada orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ada banyak orang disitu, tetapi mengapa hanya perempuan ini yang mendapat lawatan? Karena ia datang berbeda dengan orang-orang lain. Dia datang dengan iman kepada Yesus.

2). Menjadikan Yesus sebagai pertama dan utama yang layak untuk di sembah.
Perempuan ini berbeda dengan yang lain. Perjumpaan ini menjadi pusat dari perhatian wanita ini (Lukas 7:38). Perempuan ini tidak salah fokus dengan celaan orang lain dan hinaan orang lain. Ia tahu bahwa saat ia datang untuk bertemu dengan Tuhan, berjumpa dengan Tuhan maka ia akan memperoleh berkat. Perempuan ini menjadikan Yesus sebagai pusat penyembahan-Nya.

Mari kita lihat beberapa langkah perempuan ini: Datang -> Membasahi kaki-Nya dengan air mata -> Menyekanya dengan rambutnya kemudian ia mencium kakiNya -> Meminyakinya dengan minyak wangi. Artinya langkah wanita ini semakin mengerucut mengarah kepada Tuhan. Arti kata penyembahan dalam bahasa aslinya adalah Proskoneo yang berarti: mencium. Mencium tidak mungkin dilakukan dari jarak jauh. Yang dilakukan perempuan ini sebuah tindakan penyembahan. Dalam kata lain kataphileo yang berarti mencium kaki Yesus berulang-ulang seperti anjing menjilat tuannya dan memberi penghormatan. Seekor anjing yang datang kepada tuannya dimulai dengan menghampiri dari belakang, didekati tuannya dan menjilat kaki atau tangan tuannya. Kemudian perempuan ini menerima kebebasan. Lukas 7:50 berkata bahwa imannya telah menyelamatkannya.

KESIMPULAN
Kerinduan Allah adalah bahwa tujuan kita datang beribadah ialah agar kita berjumpa dengan Tuhan. Ketika kita datang kepada Tuhan, pastikanlah kita menerima janji-janji yang luar biasa dari Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *