Penggenapan TANDA-TANDA zaman menjelang KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 7 Februari 2021)

Wahyu 6:12-17

Sebelum kita melihat meterai ke VI, mari kita perhatikan gambar berikut.

Keterangan gambar:
Garis panjang merupakan garis waktu, sedangkan tanda merah setelah salib merupakan tanda waktu yang panjang sebelum peristiwa-peristiwa akhir zaman terjadi. Peristiwa pertama adalah awal pemerintahan Antikris selama 3,5 tahun, kemudian disusul dengan kedatangan Yesus. Namun sebelum peristiwa kedatangan Yesus terjadi, ada tanda-tanda berupa pembukaan meterai, peniupan sangkakala. Sangkakala ke 4 ditiup persis ketika Antikris menyatakan diri. Sangkakala ke-7 ditiup tepat selama masa pemerintahan Antikristus. Setelah Yesus datang, orang-orang yang masih hidup akan diubahkan, dan orang-orang yang mati akan dibangkitkan. Inilah yang disebut pengangkatan (repture). Setelah itu, barulah cawan murka Allah ditumpahkan, dari cawan 1-6. Sebelum cawan ke-7 dicurahkan, maka akan terjadi perang Harmagedon.

Pembahasan kita telah sampai kepada meterai ke VI. Beberapa waktu sebelumnya kita telah membahas meterai 1-5, saudara dapat melihat pada catatan-catatan sebelumnya.

PENDAHULUAN
Sebelumnya, meterai ke V adalah aniaya terhadap orang-orang percaya. Dan aniaya terus berlangsung pada puncaknya, yaitu pada masa Antikris selama 3,5 tahun. Kita akan melihat meterai ke-VI yang merupakan bencana alam. Kalau kita perhatikan keadaan dunia pada hari-hari ini, maka bencana alam semakin meningkat. Bagaimana meterai ini diwujudkan? (Wahyu 6:12-15)

Sebagaimana dampak Meterai I, II, III, IV dan V terjadi secara global artinya dialami oleh semua manusia dan terjadi di seluruh daerah, bangsa dan negara di dunia begitu juga pada saat Meterai VI dibuka. Bencana yang terjadi akan melanda di seluruh daerah, bangsa dan negara di dunia.

BENTUK BENCANA ALAM
Adapun bencana-bencana itu dicatat dalam kitab Wahyu 6:12-15, rinciannya antara lain:

  • Terjadi gempa bumi yang dahsyat
  • Matahari menjadi hitam seperti karung rambut
  • Bulan menjadi merah seluruhnya
  • Bintang-bintang dilangit berjatuhan
  • Langit menyusut, (terjadi penyusutan kerak bumi).
  • Terjadi pergeseran gunung-gunung dari tempatnya

Dampaknya, semua orang mulai dari para petinggi, dan orang-orang berkuasa sampai rakyat jelata, bersembunyi di celah-celah batu karena mereka semua dilanda oleh ketakutan yang luar biasa. Hal ini membuat mereka menjadi putus asa. Wahyu 6:16 berkata, “Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.”

Mereka yang luput dari bencana mengalami ketakutan dan merasa putus asa yang luar biasa sehingga mereka menganggap bahwa orang-orang yang mati akibat bencana, mereka lebih enak dan beruntung dibanding dengan mereka yang hidup dan luput dari bencana. Sebab itu, mereka memilih mati dan mereka mohon dan berseru kepada gunung-gunung agar gunung itu runtuh dan menimpa mereka supaya mereka mati dan selesai sudah.

Bagaimana orang percaya (Pengikut Yesus), yang hidup ditengah-tengah masa sukar ini? Dengan dibukanya Meterai IV (Covid-19) dan meterai V (aniaya) oleh kehendak Tuhan tak sedikit anak Tuhan/hamba Tuhan oleh kehendak Tuhan yang telah dipanggil Tuhan.

Sesuai Firman Allah maka, Yesaya 57:1-2; Lukas 23:43, kita bersama-sama dengan Yesus di Firdaus. Kalau kita ingin masuk dalam rencana Allah,yaitu rencana yang gagal dilaksanakan oleh Adam dan Hawa, seperti yang ditulis dalam Kejadian 1:26-28, maka kita harus menjadi:

  • Pengikut Yesus Yang Sejati
  • Gereja yang sempurna
  • Mempelai wanita Kristus yang akan menikah dengan Kristus.

Pengikut Yesus Yang Sejati
Pengikut Yesus yang sejati adalah orang-orang percaya yang kualitas rohaninya seperti Yesus (Roma 8:29a). Tujuan Yesus memanggil kita adalah agar kita menjadi serupa dengan Kristus. Untuk menjadi serupa atau sekualitas dengan Yesus kita harus menjadi Christianos.

SERUPA DENGAN YESUS
Untuk menjadi serupa atau sekualitas dengan Yesus, kita harus menjadi: CHRISTIANOS. Artinya: sebagai pengikut Yesus, kita harus menjalani hidup dengan sungguh-sungguh, yaitu melakukan Firman Allah secara persis yaitu tidak keluar dari firman Allah apalagi sampai menyimpang dari Firman Allah).

Christianos adalah seperti mengikut jejak kaki Yesus. Pengikut Yesus yang sejati adalah orang Kristen yang jalan hidupnya sama dengan jalan hidup Tuhan Yesus, yaitu melakukan Firman Allah sesuai atau sama persis dengan Firman Tuhan, atau tidak keluar dari Firman Allah apalagi menyimpang atau bertentangan Firman Allah. Selain itu Christianos juga mengandung arti: dalam pengiringan kita kepada Yesus, selama kita hidup, kita harus bersedia mengalami semua pengalaman yang Yesus telah alami, selama Yesus hidup di muka bumi ini. Hal ini Yesus katakan kepada setiap orang yang mau mengikut Yesus, Matius 16:24.

Matius 16:24,25 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut AKU, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya (nyawanya).”

Ada 2 perbedaan dalam kata “nyawa”  jika dilihat dari bahasa Yunani:
Psuche= kehidupan daging masih menyangkut.
Zoe = kehidupan kekal.

Minimal ada lima hal yang harus nyata dan benar-benar kita jalani dalam hidup kita, antara lain :

  1. Sebagaimana Yesus dilahirkan secara ilahi, demikian juga Pengikut Yesus Yang Sejati adalah orang yang alami kelahiran baru, (lahir dari atas) yaitu kelahiran secara rohani (kedua) oleh pekerjaan Firman dan Roh Kudus, (Yohanes 3:3,5).
  2. Dibaptis dalam air (Matius 3:13-15)
  3. Dibaptis oleh Roh Kudus, Matius 3:16
  4. Melayani Bapa dan pekerjaan yang Bapa tugaskan kepada Yesus, (Markus 10:45)
  5. Yesus alami penderitaan, kita juga harus mengalami penderitaan bersama-sama dengan Yesus (Roma 8:17).

MENJELANG KEDATANGAN YESUS
Sebab itu, menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali dan dengan digenapinya Meterai “Aniaya”, maka sebagai pengikut Yesus kita akan diperhadapkan dengan “aniaya” dengan berbagai penderitaan, sampai kualitas rohani kita menjadi sama seperti Yesus. Dan kita menjadi pengikut Yesus yang sejati, di mana kita akan dimeteraikan menjadi Gereja Sempurna yaitu Mempelai Wanita Kristus dimana kita akan menggenapi Meterai VII – Wahyu 8:1, yaitu penikahan rohani antara Kristus dengan Gereja-Nya yaitu kita, Pengikut Yesus Yang Sejati. Karena hanya Pengikut Yesus Yang Sejati, yaitu Gereja Yang Sempurna, yang adalah Mempelai Wanita Kristus yang akan masuk dalam Pernikahan Rohani dengan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki. Tidak bisa tidak, Yesus harus mengadakan PEMISAHAN di dalam Gereja (Jemaat). Hal ini akan dimulai dengan Gereja (Jemaat) Lokal sampai Gereja (Jemaat) Secara Universal.

PENUTUP
Sebab itu jangan heran bagi kita Gereja (Jemaat – orang Kristen) yang hidup di akhir, semakin kita dekat dengan kedatangan Yesus kedua kali, keadaan zaman bukan semakin menjadi baik, tetapi semakin sukar. Itu sebabnya dengan terjadinya kesukaran akibat:
Meterai IV- Pandemik
Meterai V-Aniaya
Meterai VI- bencana Alam

Melalui kesempatan ini kualitas kerohanian kita bukan semakin menurun, sebaliknya semakin berkualitas di hadapan Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *