YESUS SEBAGAI ADAM YANG AKHIR- oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 7 Maret 2021)

1 Korintus 15:45
Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.”

PENDAHULUAN
Mungkin ada di antara Saudara yang baru kali ini mendengar istilah: Adam yang akhir. Apa yang dimaksud dengan istilah Adam yang akhir? Mari kita melihat dan mempelajari perbandingan berikut ini:

ADAM
Adam mendapat gelar makhluk yang hidup, karena Adam adalah cikal bakal dari semua manusia yang hidup di muka bumi ini. Akibat Adam jatuh kedalam dosa, maka seluruh umat manusia yang merupakan keturunan Adam, menerima warisan Adam yaitu dosa. Upah dosa ialah maut, yaitu kematian atau siksaan yang kekal di dalam neraka (Roma 6:23). Selain itu oleh karena dosa, Adam dan Hawa gagal menggenapi rencana Allah (Kejadian 1:26-28).

ADAM YANG AKHIR
Tetapi, oleh karena kasih Allah yang besar kepada manusia sehingga Yesus, yaitu Adam yang akhir, yang adalah Roh yang menghidupkan, turun kedalam dunia untuk menebus dosa manusia. Oleh pengorbanan Yesus di atas kayu salib, setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Adam yang akhir maka segala dosanya diakhiri (diampuni) di dalam Yesus. Ia tidak akan mengalami maut yaitu kebinasaan didalam neraka, melainkan menerima hidup yang kekal di sorga. Selain itu, kegagalan Adam dan Hawa yaitu menggenapi rencana Allah, akan diakhiri oleh Yesus.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa:

  1. Oleh pengorbanan Yesus di salib, maka di dalam Yesus sebagai Adam yang akhir semua dosa dan kesalahan kita diakhiri.
  2. Oleh kematian Yesus, kegagalan Adam yaitu melakukan rencana Allah akan digenapi oleh Yesus sebagai Adam yang akhir.

KAPAN KEGAGALAN ADAM DIAKHIRI?
Pada umumnya kita sudah mengerti bahwa dosa yang diwariskan Adam kepada umat manusia, telah diakhiri oleh Yesus di kayu salib (Yohanes 19:30). Tetapi kapan Yesus akan mengakhiri kegagalan Adam dalam menggenapi rencana Allah?  (Kejadian 1: 26-28)

ADAM DAN HAWA DI TAMAN EDEN
Dalam kejadian 1:26-28, dijelaskan bahwa:
1. Adam Hawa dijadikan serupa dengan Allah.
Adam dan Hawa adalah manusia yang mulia dan sempurna, serupa dengan Allah.

2. Tujuan Allah menjadikan manusia supaya manusia beranak cucu, menghasilkan keturunan Ilahi, dan memenuhi bumi.
Manusia diberikan kuasa untuk memelihara bumi dan isinya tetap lestari,  juga menjadi penguasa atas bumi serta isinya. Manusia tidak dijadikan Allah untuk mati, tetapi hidup kekal di bumi sebagai penguasa atas bumi dan semua isinya. Tetapi Adam dan Hawa jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23).

3. Adam dan Hawa gagal melakukan rencana Allah akibat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.
Adam dan Hawa telah gagal total dalam menggenapi rencana Allah. Akibatnya, Adam dan Hawa diusir oleh Allah dari taman Eden. Kalau begitu, apakah Allah membiarkan rencana-Nya yang kudus dan mulia itu gagal total? Tentu saja tidak. Ayub 42:2 berkata, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” Tidak mungkin Allah membiarkan rencana-Nya gagal, termasuk rencana-Nya untuk melahirkan keturunan Ilahi dan memenuhi bumi (Kejadian 1:26-28). Masalahnya di taman Eden (langit bumi), Adam didampingi oleh Hawa dan gagal menggenapi rencana Allah di langit bumi yang baru (Wahyu 21:1-8). Siapa yang akan bersama Yesus sebagai Adam yang akhir untuk menggenapi rencana Allah? Yang mendampingi Yesus ialah pengikut Yesus yang sejati yaitu gereja yang sempurna atau mempelai wanita Kristus.

MENJADI PENGIKUT YESUS YANG SEJATI
Bila kita menelusuri sejarah gereja, umumnya bapa-bapa gereja menyebut kelahiran gereja yaitu himpunan orang percaya terjadi pada tahun 30 Masehi, tepatnya saat Yesus mati disalib. Saat itu lambung Yesus, yaitu lambung Adam yang akhir ditikam dan dari lambung Yesus, mengalir darah dan air. Dan pada saat itu lahir gereja, yaitu jemaat atau himpunan orang percaya dari generasi berganti generasi. Artinya, karena pengorbanan Yesus maka lahir gereja Tuhan, yaitu jemaat atau himpunan orang percaya terus hidup di muka bumi ini. Bila dilihat secara individu entah sudah berapa banyak hamba Tuhan begitu juga anak-anak Tuhan yang mati dalam iman. Dan mereka semua sekarang ada di Firdaus bersama Yesus. Kita tidak pernah berpikir dan menyangka, Tuhan telah mengizinkan kita hidup diakhir dari akhir zaman, di mana rencana Allah dalam Kejadian 1:26-28 harus digenapi.

PENGIKUT YESUS YANG SEJATI
Untuk menggenapi rencana Allah, yang gagal dilakukan Adam dan Hawa, sekarang Yesus, yakni Adam yang akhir sedang menantikan pengikut sempurna yaitu Hawa yang akhir yaitu sebagai “mempelai wanita Kristus”. Untuk maksud dan tujuan diatas, Yesus akan melakukan pemisahan didalam jemaat. 1 Korintus 1:19 berkata bahwa “Sebab di antara kamu (himpunan jemaat) harus ada perpecahan (pemisahan), supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji (berkualitas)”.

 Bekerja, berusaha, dan mencari uang tidak salah. Tetapi kita tidak boleh mengabaikan bahwa kita harus membangun kualitas rohani kita sehingga dalam penilaian Yesus, kita termasuk dalam bagian jemaat yang tahan uji atau pengikut Yesus yang sejati, gereja yang sempurna yaitu mempelai wanita kristus dan tidak salah bila saya sebut: “HAWA YANG AKHIR”.

KESIMPULAN
Saatnya sudah sangat dekat, kita akan masuk pada masa dimana kita tidak bisa lagi lari atau menghindar. Saatnya akan tiba dimana Yesus akan mengadakan pemisahan didalam gereja atau jemaat, yaitu himpunan orang percaya, sehingga akan nampak mana yang menjadi pengikut Yesus yang sejati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *