BANGKIT DI MASA SULIT -Oleh Pdt. Joseph Priyono  (Ibadah Raya 2 dan 3 – Minggu, 14 Maret 2021)

Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Pendahuluan
Setiap orang  pernah mengalami masa sulit dalam hidupnya. Tidak ada seorangpun yang bebas  dari kesulitan hidup. Bahkan dalam keberhasilan dan kemenangan sekalipun, kesulitan selalu menjadi jalan untuk mencapainya.  Lebih-lebih pada saat ini, ketika pandemi belum berhenti, kesulitan seolah-olah menjadi kawan sejati yang selalu menyertai. Kesulitan selalu mengiringi langkah kaki menuju impian kita.

Jika kita membaca tokoh-tokoh alkitab baik dalam PL mapun PB, kesulitan menjadi bagian dalam hidup mereka.

  • Musa sebagai pemimpin besar bangsa Israel, telah mengalami kesulitan hidup sejak dilahirkan.
  • Yusuf, sebelum menjadi penguasa di Mesir, perjalanan hidupnya dipenuhi dengan penderitaan dan kesulitan.
  • Daud sebagai raja besar di Israel, tidak lepas dari kesulitan hidup.
  • Rasul Paulus, dalam 2Kor.11, ia mendaftarkan kesulitan hidup yang dialami saat melayani Tuhan.
  • Bahkan Tuhan Yesus sendiri saat melayani dunia ini, hidupNya dipenuhi kesulitan hingga mati di kayu salib.

Kesulitan akan selalu ada, tetapi yang menjadi persoalan bukan kesulitan apa yang sedang terjadi, tetapi bagaimana kita mengatasi kesulitan yang sedang kita alami. Sesulit apapun jalan yang kita tempuh atau seberat apapun beban yang sedang kita pikul, kita tidak boleh berhenti melangkah atau menyerah pasrah dengan keadaan yang terjadi. Kita harus berani menghadapi semua kesulitan yang sedang terjadi. Marilah kita belajar dari kehidupan Ester, bagaimana caranya ia dapat bangkit di masa sulit.

Jika kita membaca kitab Ester pasal empat ini,  maka kita akan mengetahui  bahwa pada saat itu Ester telah diangkat menjadi ratu menggantikan ratu Wasti. Ester secara resmi menjadi permaisuri raja Ahasyweros. Ia sekarang menikmati kemewahan kerajaan dan istana raja. Hidupnya berubah drastis dari seorang buangan menjadi permaisuri raja. Tetapi apakah kemewahan kerajaan dan tingginya kedudukan yang dimiliki Ester membebaskannya dari keadaan sulit? Tidak! Saat ini Ester mengalami kesulitan besar, karena Haman sedang merencanakan untuk membinasakan seluruh orang Yahudi yang ada di seluruh wilayah kerajaan Persia termasuk ratu Ester, sekalipun berada di dalam istana raja. Mengetahui orang-orang Yahudi dalam ancaman kematian, maka Mordekhai mengirim pesan kepada Ester agar menolong bangsanya dengan cara berbicara kepada raja agar membatalkan surat kuasa yang telah diterima Haman. Tetapi persoalannya, hukum kerajaan Persia tidak mengijinkan seorang ratu menghadap raja jika raja tidak memanggilnya. Dalam keadaan seperti itu,inilah pesan yang disampaikan Mordhekai kepada Ester:

Ester 4:13,14
maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: “Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”

Maka jawab Ester:
Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Inilah fakta kehidupan, bahwa dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang pasti. Sebagai seorang ratu, seharusnya Ester hidup dalam kebahagiaan dan kemewahan kerajaan. Tetapi nyatanya, ia sekarang justru mengalami kesulitan besar. Dia dan seluruh bangsanya diancam kematian.

Hidup dalam dunia ini tidak ada yang pasti, semuanya semu baik kekayaan, kedudukan, kekuasaan, ketenaran ataupun kecantikan dan ketampanan.  Sebab itu jangan andalkan hal-hal yang lahiriah, satu-satunya yang dapat kita andalkan adalah Allah. Berikut ini beberapa contoh bahwa kekayaan, ketenaran, uang dan jabatan bukan jaminan kebahagiaan.

  • Adolf Merckle orang terkaya dari Jerman, tetapi mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.
  • Michael Jackson, penyanyi terkenal dari USA, meninggal dengan cara meminum obat tidur hingga overdosis. Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.
  • Getulio Vargas, presiden Brazil meninggal dengan bunuh diri. Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia tentunya Getulio Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.
  • Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, meninggal karena meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis. Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Setiap orang memiliki kesulitan hidup masing-masing, entah besar atau kecil. Yang  pasti tidak ada seorang pun bebas dari kesulitan. Kesulitan apa yang sedang saudara alami? Jangan terpuruk dengan kesulitan yang sedang terjadi, bangkit dan atasi kesulitan itu. Marilah kita belajar dari ratu Ester, bagaiamana caranya ia mengatasi kesulitan hidupnya.

Bangkit dimasa sulit
1. Menghadaplah kepada Allah sebelum menghadap raja
Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang.

Inilah tindakan yang dipilih Ester untuk bangkit di masa sulit yaitu berpuasa. Ester memilih menghadap Tuhan lebih dahulu sebelum ia menghadap raja. Ia memilih bertemu dengan Raja di atas segala raja sebelum bertemu raja Ahasyweros. Bagi Ester Tuhan menjadi prioritas utama dan pertama dalam mencari solusi persoalannya. Bagaimana dengan kita?

Di saat sulit seperti ini, bukan membuat strategi baru yang utama, bukan menata atau merombak kembali usaha kita yang penting, tetapi yang dibutuhkan adalah mendekat kepada Allah. Ester sadar bahwa tanpa campur tangan Allah, mustahil dapat menembus undang-undang kerajaan. Hanya jika Tuhan bekerja maka ia akan diterima raja. Oleh sebab itu jalan satu-satunya adalah memohon pertolongan Tuhan dengan cara berpuasa.

Arti berpuasa
Imamat 16:29
Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu.

Inilah makna puasa, bukan sekedar tidak makan atau minum, tetapi tujuan puasa adalah merendahkan diri dihadapan Tuhan untuk memohon pertolongan dan belas kasihanNya.

Ester mengerti bahwa saat ia dapat menyentuh hati Tuhan, maka ia dapat menggerakkan tangan Tuhan. Satu anggukan kepala Tuhan akan menyelesaikan seluruh persoalan.

2Taw. 7:14
dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Di masa yang sulit seperti ini, jangan jauhi Tuhan, berbaliklah kepadaNya dan mohonkan belas kasihan Tuhan. Tanpa belas kasihan Tuhan, segala sesuatu yang kita kerjakan tidak akan menuai keberhasilan.

Berikut ini adalah contoh orang-orang yang mengutamakan untuk mencari Tuhan sebelum maju berperang.

  • Raja Hizkia (2Raja-raja 19:14)
    Saat menerima surat acaman dari musuh, Hizkia memilih pergi ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.
  • Daud (1Sam.30:1-8)
    Dalam keadaan yang terjepit karena kota Ziklag terbakar habis dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan musuh bahkan rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu, Daud memilih menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya dan bertanya kepada TUHAN sebagai solusi utama.

Dalam berbagai kesulitan yang kita alami, carilah Tuhan dan mohonkan belas kasihNya. Jika kita menerima kasih karunia Allah maka semua kesulitan akan terasa mudah untuk diselesaikan. Kasih karunialah yang memberikan kita kekuatan dan kemampun untuk berjalan melewati semua kesulitan.

2Kor. 12:9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

2Tim. 2:1  Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

2. Kemenangan tidak bisa ditunggu, Anda harus bergerak maju.
Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Ester dan bangsa Yahudi telah berpuasa dan mohon belas kasihan Tuhan, kita saatnya ia masuk menghadap raja, sebab ia sadar bahwa kemenangan tidak bisa ditunggu, Ester harus bergerak maju menuju arah yang dituju.  Jangan menunggu keadaan berubah baru melangkah. Bergeraklah maka Allah akan bertindak.

Peng. 11:4
Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.

Peng. 11:6
Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.

Teladanilah Ishak menabur meski di masa kelaparan.

Kej. 26:12
Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.

Lakukan saja yang kita bisa, selebihnya serahkan kepada Tuhan yang berkuasa. Kerjakan apa yang anda mampu dan biarkan Tuhan menjadi penentu.

3. Pengorbanan yang anda berikan menentukan kemenangan yang anda dapatkan.
Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Ukuran besarnya masalah kita bukan menentukan besarnya kesulitan yang kita hadapi, tetapi kemenangan yang akan terjadi. Kelas pertandingan anda menentukan hadiah yang anda dapatkan.

1Kor. 10:13  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Ketahuilah, besarnya musuh yang kita hadapi menunjukan besarnya kepercayaan Allah kepada kemampuan kita untuk mengatasinya. Sebab itu beranilah untuk bangkit meski keadaan masih sulit, percayalah saat kita mendahulukan Tuhan, maka Tuhan akan menyatakan kuasaNya atas kita. Saat kita menyentuh hati Tuhan, maka kita akan menggerakan tanganNya untuk bertindak. Bangkitlah di masa sulit. Tuhan memberkati. KJP!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *