HIDUP OLEH PERCAYA – Oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 14 Maret 2021)

Habakuk 2:4
“Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.”

PENDAHULUAN
Tidaklah gampang menjalani kehidupan di tengah penderitaan dengan iman seperti pesan Allah “orang benar akan hidup oleh percayanya”. Tetapi sesungguhnya, ini adalah pesan penting Allah melalui nabi Habakuk kepada orang benar supaya tetap hidup melangkah, berjalan dan bertindak dengan iman.

SITUASI SAAT ITU
Habakuk 1:2-4
Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak , tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik. 

Pada saat itu, orang benar berada dalam kondisi menderita, teraniaya dan mereka terjepit di tengah-tengah orang fasik (Israel yang tidak setia). Kemudian, Allah akan mendatangkan murka kepada orang Israel yang berlaku fasik dan tidak setia dengan kesusahan dari orang Kasdim (Habakuk 1:6).

Situasi saat itu adalah orang Israel sudah hidup benar dan setia dihadapan Allah tetapi mereka mengalami banyak penderitaan, ditambah lagi kenyataan ketika Allah menghukum orang fasik maka orang benar juga akan terkena dampaknya (sama-sama mengalami kondisi itu).

Namun Tuhan berjanji bahwa Ia akan mengadakan perbedaan ditengah penderitaan, kesukaran, aniaya, yang sedang dan akan terjadi jika orang benar hidup dengan iman percayanya.

Roma 1:17
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Injil (firman Allah) didalamnya menyatakan kebenaran Allah yang membebaskan, menyelamatkan kita, dengan iman kita kepada Allah dalam Yesus Kristus.

Apa yang kita butuhkan untuk bertahan hidup? Kebutuhan primer: yaitu sandang, pangan, papan. Hal itu mungkin akan menjadi jawaban bagi kita. Itu memang kebutuhan yang paling mendasar yang menjadi ukuran apakah hidup sudah layak atau tidak. Bisakah kita hidup tanpa ketiga hal tersebut? Tentu tidak bisa karena ini merupakan hal yang penting. Tetapi Alkitab menyebutkan satu hal lain yang sangat penting karena menjadi ukuran dari kehidupan. Untuk sekedar hidup di dunia ini mungkin cukup dengan 3 hal tersebut, tetapi untuk dapat hidup sebagai orang benar ada satu hal lain lagi yang dibutuhkan, yaitu iman.

Ada beberapa hal untuk melangkah dari iman kepada iman, yaitu:
1. Iman yang menyelamatkan
Efesus 2:8 berkata, sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman ; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”

Besar sekali pengaruh iman yang kita miliki. Ketika kita beriman  maka kita diselamatkan. Tuhan memberikan kasih karuniaNya untuk menyelamatkan kita, tetapi tergantung dari iman yang ada pada kita. Ketika kita percaya akan kasih karunia didalam Yesus Kristus maka kita akan memperoleh keselamatan sehingga kita menjadi orang benar. Iman bukan hanya berarti sekedar menerima Yesus tetapi iman sangat berperan dalam kehidupan. Hidup oleh iman mengarah kepada sebuah proses kehidupan, daya serta kekuatan.

2. Iman bertumbuh dalam pengajaran
Artinya iman yang bertahan oleh karena pengajaran akan firman Tuhan yang murni. Roma 10:17 berkata, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

Dimana saudara tertanam, firman yang kita terima, itulah yang akan membentuk kualitas iman kita. Jangan sembarang membuka hati untuk sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Pengajaran yang sehat akan menghasilkan iman yang kuat. Pengajaran yang benar akan mejadikan iman saudara besar. Jika iman saudara bertumbuh kuat dan besar maka segala situasi yang kita dengar dari Habakuk, maka kita akan bertahan. Penderitaan apa yang kita alami hari-hari ini, goncangan yang Tuhan ijinkan terjadi, maka kita akan terlihat berkualitas.

Ilustrasi
Petani kentang setelah panen langsung membawa kentang-kentang itu ke bak mobilnya untuk dijual. Ada yang bertanya apakah pak tani tidak repot memisahkan kentang besar dan kentang kecil di pasar nanti?  Pak tani menjawab justru tidak repot. Sebab selama perjalanan nanti, akan ada banyak goncangan karena jalan tidak rata yang akan dilalui mobil itu. Kentang yang besar akan selalu tampil ke permukaan sedangkan kentang kecil akan turun ke bawah dengan sendirinya.

Seperti itulah orang benar yang hidup oleh percayanya. Dia tidak akan mudah goyah karena goncangan, justru goncangan akan membuatnya mampu bertahan dan tetap muncul di permukaan.

Nabi Habakuk menggambarkan iman yang kuat bertumbuh seperti kaki rusa, kaki yang kuat di tempat yang terjal, kasar bahkan bukit bebatuan.

Habakuk 3:19
“ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.”

Rahasia kekuatan iman kaki rusa adalah iman yang didasari dengan hubungan kepada Tuhan dalam pengajaran akan firman yang murni sehingga iman menjadi kuat.

Roma 1:16
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah  yang menyelamatkan setiap orang.

Habakuk 3:17-18
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN , beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan  aku.

Iman yang sudah tidak terpengaruh oleh kondisi yang terjadi dalam hidup orang benar, baik kondisi saat ini maupun kondisi yang akan datang.

KESIMPULAN
Banyak tantangan yang akan terjadi, namun percayalah kepadaNya. Hiduplah dengan iman karena hidup dengan iman yang akan membuat kita kuat ditengah tantangan kehidupan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *