PEMISAHAN DALAM GEREJA-oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 21 Maret 2021)

1 Korintus 11:19

Beberapa minggu lalu kita telah membahas topik Yesus sebagai Adam yang akhir (1 Korintus 15:45):

  1. Oleh Yesus sebagai Adam yang akhir dosa kita diakhiri di kayu salib
  2. Yesus sebagai Adam yang akhir akan menggenapi rencana Allah (Kejadian 1:26-28)

PENYEBAB KEGAGALAN
Ada seseorang yang menjadi penyebab kegagalan rencana Allah yang gagal digenapi Adam dan Hawa. 1 Timotius 2:14 berkata, “Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.” Secara jelas dalam ayat ini mencatat bahwa Hawa-lah yang menjadi penyebab Adam berdosa dan mulai gagal dalam menggenapi rencana Allah.

Apakah kegagalan Hawa di taman Eden akan terulang lagi? Sebab, rencana Allah tidak bisa digenapi apabila hanya Adam saja yang menggenapi rencana Allah. Jadi, Adam tidak bisa seorang diri, Adam harus didampingi Hawa. Yesus sebagai Adam yang akhir tidak mungkin gagal dan yang mendampingi Yesus adalah Pengikut Yesus yang sejati atau gereja yang sempurna atau mempelai wanita, atau dapat juga kita sebut dengan istilah Hawa yang akhir.

Untuk mendapatkan pengikut Yesus yang sejati, Tuhan mengijinkan seluruh pengikut Yesus yang sejati mengalami ujian, masalah yang tidak pernah dirasakan oleh pengikut Yesus sebelumnya. Tujuannya tidak lain adalah untuk menguji, menyaring dan membentuk kita supaya benar-benar keluar sebagai jemaat yang berkualitas, yaitu: pengikut Yesus yang sejati/ gereja sempurna/ mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir dan bukan pengikut Yesus yang asal-asalan.

2 Korintus 11:2 berkata, “Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.” Paulus memiliki kerinduan agar suatu waktu ia sebagai gembala dapat membawa jemaat yang telah digembalakannya kepada mempelai laki-laki, yaitu Kristus.

Ayat 3 berkata, “Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya”

Diakhir zaman, si ular (iblis) akan begitu giat dengan kelicikannya menyesatkan dan memperdayakan pengikut Yesus yang sejati. Itu sebabnya, Yesus harus melakukan pemisahan didalam gereja untuk mendapat Hawa yang akhir sebab Yesus harus didampingi oleh Hawa yang akhir akan menggenapi rencana Allah yang gagal di taman Eden.

Sesudah pemisahan, di dunia ini akan muncul tiga macam gereja, yaitu:

  1. Gereja sempurna/ Pengikut Yesus yang sejati/ mempelai wanita/ Hawa yang akhir, yang akan mendampingi Adam yang akhir. Pada saat Antikristus berkuasa di bumi, maka gereja yang sempurna akan diluputkan Tuhan. Sebelum Antikristus datang maka gereja yang sempurna akan disingkirkan secara supra natural ke padang gurun (Wahyu 8:12,13; 12:14)
  1. Gereja yang tidak sempurna (Marius 25:1-13: gadis-gadis yang bodoh), mereka tidak mencapai kesempurnaan, sehingga mereka tertinggal dan harus masuk dalam pemerintahan Antikristus. Untuk menjadi selamat, mereka harus mempertahankan iman mereka sampai akhir.
  1. Gereja Palsu yaitu orang-orang kristen yang tidak berpegang kepada Firman Alah, sehingga mereka terseret dengan ajaran nabi Palusu. Mereka menjadi penyembah iblis atau Antikristus.

Oleh sebab itu sebagai orang Kristen diakhir zaman, kita harus membangun iman dan penurutan serta kesetiaan kepada Yesus, sehingga ketika pemisahan tiba, kita menjadi pengikut Yesus yang sejati.

Bagaimana menjadi pengikut Yesus yang sejati?
1. Pengiringan dan kesetiaan (Matius 25)

2. Membangun kekristenan (2 Petrus 1:5-8)

3. Kristianos: melakukan Firman Tuhan dengan taat sepenuhnya (1 petrus 2:5)

4. Rahasia besar (Efesus 5:31-32),

Firman Allah berkata suami dan istri dalam pernikahan Kristen adalah rahasia besar. Rahasia yang dimaksud adalah ikatan pernikahan suami dan istri dalam rumah tangga merupakan gambaran dari hubungan antara Kristus dengan gereja atau jemaat yaitu himpunan orang-orang percaya. Hal ini harus dipraktekkan dalam tiap-tiap rumah tangga oleh seorang suami dan seorang istri seperti yang tertulis didalam Efesus 5:33, yaitu: seorang suami harus mengasihi istri dan seorang istri harus mengasihi suami.

Hubungan suami-istri= Kristus – jemaat. Bila ikatan pernikahan tidak dipraktekkan dalam rumah tangga jasmani, yaitu mengasihi dan menghormati, bagaimana mungkin kita bisa mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan? Hal ini harus dipraktekkan oleh seluruh anggota jemaat. Bagaimana apabila ada anggota jemaat yang belum menikah? Maka mereka dapat memulainya dengan mempraktekkan perintah Yesus: Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Markus 12:29-31).

PENUTUP
Apabila Markus 12:29-31 kita lakukan dalam kehidupan kita, maka inilah arti rahasia besar itu. Jadi, sebagaimana suami istri saling menghormati dan mengasihi, demikian juga yang harus kita lakukan kepada Tuhan dan sesama kita. Rahasia besar pernikahan antara suami istri ini secara rohani harus dilakukan dengan melakukan nasehat Paulus yang berkata: “Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.”

 

Adapun cara menerapkan atau mengaplikasikannya dalam hidup kekristenan sehari-hari baik dalam rumah tangga maupun secara umum bagi mereka yang belum berumah tangga adalah dengan melakukan 2 Petrus 1:5-8 dan taat melakukan firman Allah dengan benar dan teliti. Sebaliknya, ketidaktaatan kita adalah bukti bahwa kita tidak memiliki penundukan dan kasih kita kepada Yesus.

“Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita (2 Petrus 1:5-8).”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *