JALAN KE EDEN – oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Kematian Tuhan Yesus 1,3 – Jumat, 2 April 2021)

KEJADIAN 3:23, 24
“Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. la menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala – nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

TUJUAN ALLAH MENGUSIR MANUSIA
Upah Dosa Adalah Maut.
Kejadian 2:17; 3:2,3 “sebab pada hari engkau memakannya pasti engkau mati.” Kematian yang dimaksud bukan hanya putus nyawa tetapi manusia dipisahkan dari Allah selama-lamanya, yaitu siksa kekal di neraka (Roma 6:23).

Kasih dan Rencana Allah
Tujuan Allah mengusir Adam dan Hawa dari taman Eden adalah (Yohanes 3:16) karena Allah tidak menghendaki manusia binasa, Allah mempunyai rencana untuk menebus manusia, sebab Allah harus menggenapi rencana-Nya yang gagal dilakukan Adam (Kejadian 1:26-28).

Apa kaitannya antara diusirnya Adam dan Hawa dari Eden dengan dosa dan rencana Allah? Bila Adam dan Hawa yang berdosa memakan buah kehidupan, mereka akan hidup kekal di dalam dosa dan tidak bisa ditebus dan diampuni untuk selamanya, sehingga rencana Allah gagal dan tidak bisa dipulihkan selamanya.

Adam dan Hawa pasti ingin kembali ke taman Eden dan mengalami kemuliaan taman Eden. Tetapi ada perasaan yang sama yaitu: rasa takut! Takut karena apa? Apabila mereka terus berada di luar Eden, saat usia mereka mendekati 1000 tahun dan mereka harus menghadapi kematian maka upah dosa adalah maut kekal (Roma 6:33). Dan apabila Adam dan Hawa berusaha menghindar dari kematian dengan cara kembali ke taman Eden, mereka makin takut sebab dalam Kejadian 3:24 berkata,  “Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nya lah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.”

Perhatikan! Allah menempatkan beberapa kerub di gerbang Eden (Yesaya 6:2 – Serafim= malaikat bersayap), dengan pedang yang berkilau-kilauan di tangan mereka dan pedang itu dilayang-layangkan untuk menghalau serta membunuh setiap orang yang mencoba masuk ke taman Eden.

Roma 6:23a berkata, “Upah dosa adalah maut!” Seluruh umat manusia yang masih hidup di dunia statusnya sedang menunggu kematian, kemudian hukuman (maut).

Tidak ada seorang manusia yang bisa membawa kita ke taman Eden dan luput dari pedang maut yang membawa kita ke neraka. Bila kita masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan, gunakanlah kesempatan yang berharga ini untuk menerima kasih karunia Allah dan tetap bertahan dalam kasih karunia Allah apapun yang terjadi.

Roma 6:23a “Sebab upah dosa ialah maut.” Tidak ada seorang pun yang bisa menolak upah yang harus diterimanya dari dosa yang telah dibuatnya, yaitu maut atau neraka. Dan kita harus bersyukur, sebab ayat ini tidak berhenti sampai di bagian “a” saja, tetapi dilanjutkan ke bagian “b”. Roma 6:23b  berkata, “Tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Satu-satunya yang bisa membuat manusia lolos dari upah dosa, yaitu maut adalah Allah. Tetapi, untuk menyelamatkan manusia, Allah tidak bisa melanggar ketentuan atau hukum yang Allah sendiri telah jatuhkan yaitu, Upah dosa adalah maut!

CARA ALLAH MENJADI MANUSIA
Untuk menyelamatkan manusia dari dosa tidak ada cara lain, Allah harus menjelma menjadi manusia. Sebab, kalau Allah tidak menjadi manusia, Allah tidak bisa mati dan tidak bisa mengalami maut sebagai satu-satunya cara untuk menebus dosa manusia. Yohanes 1:1 berkata, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Selanjutnya dikatakan dalam Yohanes 1:14 bahwa, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

YESUS DI ATAS SALIB
Apakah yang Yesus lakukan setelah Yesus (Allah) menjelma menjadi manusia?

Yohanes 3:16 berkata, Sebab kasih Yesus yang begitu besar kepada umat manusia, Yesus tidak mau ada seorang pun manusia yang dihukum dan binasa di dalam neraka. Sebab itu, 1 Timotius 2:6 mengatakan: “yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan”.

Yesus menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib menjadi penebus yaitu menanggung dosa kita agar kita tidak dihukum dalam neraka, tetapi manusia bisa kembali ke taman Eden.

Di kayu salib Yesus memproklamirkan kembalinya manusia ke taman Eden didalam Lukas 23:43, yang berkata: “Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepada mu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

KRONOLOGIS UCAPAN YESUS DI SALIB
Lukas 23:36-37 berkata, “Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada- Nya dan berkata: “Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!”

Empat prajurit yang bertugas menyalibkan Yesus, mengolok-olok Yesus. Salah seorang penjahat yang sedang disalibkan bersama-sama Yesus turut menghujat dan mengolok-olok Yesus. Tetapi Lukas 23:39 berkata, “Seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu.” Penjahat yang telah mengolok-olok Yesus ini ditegur rekannya yang disalib bersama-sama. Rupanya dalam penderitaannya di salib, ia memperhatikan Yesus. Hal ini menimbulkan iman di hatinya, sehingga ketika ia mendengar rekannya mengolok-olok Yesus, ia menegur rekannya itu sebagai ekspresi kepercayaannya kepada Yesus.

Lukas 23:40-42 berkata, “Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Setelah berkata demikian, ia menyampaikan permohonannya (doa) kepada Yesus: “Lalu ia berkata: Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai raja.” la percaya, Yesus bukan seorang penjahat, tetapi Mesias, Raja dan Penyelamat yang dijanjikan oleh Allah. Yesus menjawab dan menyelamatkan orang yang beriman itu dan berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di Firdaus (Eden).” (Lukas 23:43)

KESIMPULAN
Yesuslah yang membuka jalan bagi kita untuk kita menikmati Eden (Firdaus). Jalan menuju Eden sudah terbuka karena Yesus yang terlebih dahulu melewati Kerub itu, sehingga Dia yang mati terkena pedang itu dan membuka jalan bagi kita semua. Seberapa besar apapun dosa yang telah dilakukan seseorang dimasa lalu, ketika ia percaya kepada Yesus maka ia akan terluput dari pedang maut dan menikmati Eden.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *