TANGGUNG JAWAB ORANG YANG SUDAH DISELAMATKAN – oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Raya 2 dan 3 – Minggu, 18 April 2021)

1 Yohanes 3:16
Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa la telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.

PENDAHULUAN
Alkitab banyak memuat perintah atau kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orang yang telah ditebus dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus, Allah kita. Untuk itu, saya ingin mengajak Saudara untuk memperhatikan dan mempelajari 1 Yohanes 3:11-18. Orang yang sudah ditebus harus melakukan hal ini, yaitu mengasihi saudara seiman.

Dari perikop ini, ada dua hal yang harus kita lakukan sebagai Pengikut Yesus Yang Sejati :
1. Saling mengasihi
1 Yohanes 3:11
“Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi.”

Mengapa kita harus saling mengasihi satu dengan lainnya selama kita hidup di dunia ini? Konsep Allah menciptakan manusia sejak dunia dijadikan adalah supaya setiap manusia saling mengasihi.

Karena, dari awal Allah menjadikan manusia adalah untuk saling mengasihi, dan 1 Yohanes 3:12a berkata, bahwa “… bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya.”

Allah tidak pernah memerintahkan manusia membuat kekacauan: teror, permusuhan, bom bunuh diri, kerusuhan, dsb.

1 Yohanes 3:12b berkata, “Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatanya jahat dan perbuatan adiknya benar.”

Dunia menjadi rusak, penuh kejahatan, teror, pembunuhan, dan kacau, bukan karena rancangan Allah. Karena seluruh manusia telah dikuasai dosa, oleh sebab itu Yohanes mensehatkan agar kita jangan heran kalau kita dibenci dan dijahati.  “Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.” (1 Yohanes 3:13). Sebaliknya, justru aneh apabila ada orang Kristen, tetapi membenci saudaranya. Seperti Kain yang membenci Habel, adiknya.

1 Yohanes 3:14 berkata, “Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.”
Yang disebut: orang kristen adalah orang yang sudah dipindahkan Tuhan dari maut (neraka) kepada hidup (keselamatan). Sebagai bukti orang yang sudah pindah dari maut (neraka) kepada hidup (keselamatan) maka ia mengasihi saudara-saudaranya (sesama). Sebaliknya, apabila ada orang mengaku kristen, tetapi ia membenci saudaranya (sesama), berarti orang tersebut masih berada dalam maut (kebinasaan) dan belum hidup (selamat).

Tanggung jawab pengikut Kristus adalah kita harus membuktikan kepada orang-orang diluar Tuhan bahwa kita adalah orang-orang yang telah diselamatkan. Untuk membuktikan bahwa kita telah diselamatkan adalah dengan menjadi terang, salah satunya ialah tidak ada lagi kebencian dalam hidup kita.

Tetapi, oleh korban Yesus di kayu salib, kita telah disucikan, dibenarkan dan dilahirkan kembali (hidup yang lama berlalu dan yang baru telah datang – 2 Korintus 5:17) sehingga hidup kita tidak sama seperti Kain yang membenci Habel adiknya. Tetapi kita dapat saling mengasihi satu dengan lainnya.

Mengapa tidak boleh ada kebencian dalam hidup seorang pengikut Yesus? 1 Yohanes 3:15 berkata  “Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.”

Sebaliknya, hidup orang yang telah ditebus oleh korban darah Yesus di atas kayu salib, orang itu berusaha mematikan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan firman Allah (Kolose 3:5-10).

2.Menyerahkan nyawa kita untuk saudara kita (1 Yohanes 3:16-18)
1 Yohanes 3:16 berkata, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa la telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”

Kita sudah membahas dan mempelajari bahwa 1 Yohanes 3:11-15 menunjukkan perbuatan dari orang-orang yang mempraktekkan kasih Philia, yaitu kasih kepada saudara-saudara yang harus ditunjukkan antar jemaat. Tetapi sebagai pengikut Yesus, tidak cukup kita hanya sampai kepada tingkat kasih Philia. Yesus ingin agar kita terus bertumbuh dan hidup dalam kasih agape (1 Yohanes 3:16-18).

Empat Kategori Kasih

  • Kasih Eros- kasih antara pria dan wanita.
  • Kasih Storge – kasih antara keluarga.
  • Kasih Philia- kasih persahabatan.
    Ketiga kasih ini bisa dilakukan semua orang, bahkan yang tidak mengenal Yesus.
  • Kasih Agape : hanya bisa dilakukan oleh orang yang taat kepada Firman Allah dan Roh Kudus.

Orang Samaria Yang Baik Hati
Untuk memudahkan pengertian kita tentang “menyerahkan nyawa kepada saudara kita”, mari kita melihat Injil Lukas 10:25-37, tentang: “Kisah Orang Samaria Yang Baik Hati”. Dalam kisah ini diceritakan empat orang tokoh, antara lain:

1). Mr. X sebagai korban perampokan
2). Seorang Imam – tokoh rohani, dikenal paham dan mengerti Firman Allah
3). Seorang Lewi – dari kalangan kaum/umat yang dikhususkan sebagai pelayan Tuhan
4). Seorang Samaria – kaum marginal, orang yang dianggap musuh orang Yahudi

Status Kita Di Masa Lalu
Status kita dulu seperti Mr. X;  oleh karena dosa, kita sama seperti Mr. X yang telah dirampok, dipukul, dilukai dengan kondisi hampir mati dan tidak bisa menyelamatkan diri. Karena kasih agape, orang Samaria yang baik hati (sebagai gambaran Yesus), yang rela mengorbankan semua miliknya untuk menolong dan menyelamatkan si Mr. X dari kebinasaan, tanpa meminta apa pun.

Status kita sebagai pengikut Yesus, sekarang seperti Mr. X yang sudah aman dan selamat. Apabila suatu saat, kita melihat ada orang nyaris mati, terkapar di jalan karena telah dirampok, dipukuli seperti si Mr. X dulu, kira-kira apa yang akan  kita lakukan? Kalau yang kita lakukan adalah sama seperti yang dilakukan imam dan orang Lewi karena tidak memiliki kasih Agape, berarti kita adalah orang yang telah menerima, mengalami dan menikmati kasih agape dari Yesus tetapi kasih agape itu tidak ada dalam diri kita. Kita tidak melakukan perintah Yesus. Apabila hal ini terjadi, apa yang akan Yesus katakan kepada kita ketika kita ada di hadapan takhta Yesus? Matius 25:11, 12 menceritakan tentang lima gadis bodoh, yang berseru-seru: “Tuan bukakan kami pintu!” Dari dalam Yesus menjawab: “Aku tidak mengenal kamu!”

Apabila yang kita melakukan sama seperti yang dilakukan oleh orang Samaria yang baik hati, (gambaran Yesus) yang telah mempraktekkan kasih agape, berarti kita sudah menerima, mengalami dan menikmati kasih agape dari Yesus, dan kasih agape itu ada, hidup dan bertumbuh dalam hidup kita. Apakah yang Yesus akan katakan kepada kita pada saat kita berhadapan dengan Yesus jika kita melakukan kasih agape? Matius 25:21 berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil dan aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

KESIMPULAN
Kita telah menerima kasih Agape itu. Oleh sebab itu, kita harus memberikan kasih Agape ini kepada semua orang: baik yang percaya maupun yang belum percaya kepada Yesus. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai orang yang telah diselamatkan. Jangan pernah menyimpan kebencian, sebab saat kita membenci berarti kita tidak melakukan kasih Agape itu. Pada akhirnya ketika kita setia melakukan kasih Agape, maka kita akan menerima upah yang Allah sediakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *