YESUS HIDUP ADA HARI ESOK – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 26 April 2021)

Kematian Yesus di Golgota telah mengguncang iman para murid-Nya sehingga mereka pun melepaskan tugas dan tanggung jawabnya sebagai murid Yesus ditengah dunia yaitu memberitakan kabar baik.  Kondisi para murid pada waktu Yesus mati dikayu salib adalah: ada yang menangis dan berdukacita, ada pula yang menyembunyikan diri karena ketakutan, beberapa dari mereka mengalami lemah iman dan ada yang kembali ke profesi semula sebagai nelayan dan juga ada yang kembali ke kampung halaman dengan kecewa.

Matius 28:6 – Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.

Inilah berita kebangkitan Tesys, dikatakan bahwa Yesus tidak ada dan kubur itu sudah kosong. Kubur yang kosong adalah bukti nyata bahwa Yesus telah bangkit. Kebangkitan Yesus dari kematian bukanlah rekayasa atau cerita dongeng atau mimpi, melainkan sebuah kebenaran. Ini adalah pengenapan dari apa yang dikatakan Yesus kepada murid-muridNya,  “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”  (Matius 17:22-23).  Hal ini menunjukkan bahwa firman Tuhan adalah ya dan amin.  Tidak ada janji firmanNya yang tidak Dia tepati.

Kebangkitan Yesus menyatakan bahwa Ia Allah yang tidak berdusta. KebangkitanNya membuktikan bahwa Yesus bukan hanya sebagai Juruselamat, tetapi juga sebagai Tuhan yang hidup dan berkuasa!

Dan ketika Dia menyatakan kepada murid-murid bahwa Ia hidup maka:
1. Ada masa depan.
Yohanes  20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,

Kondisi Maria Magdalena pada waktu itu menangis dan berduka selain karena kematian Yesus, juga karena mayat Yesus hilang. Sedih adalah emosi naluriah yang dapat dirasakan setiap orang. Kesedihan bisa menghampiri saudara sesekali atau bahkan hampir setiap hari, tergantung pada apa yang sedang terjadi dalam hidup saudara.

Kesedihan dan duka apa yang saudara alami hari-hari ini? Kesedihan seseorang karena kehilangan orang dicintai adalah hal yang wajar. Jika kita bersedih karena kegagalan bersedihlah. Jika kita bersedih karena dirugikan atau bersedih karena saudara ditinggalkan seseorang yang dikasihi menagislah. Tetapi kita harus sadar, ketika kita bersedih, menangis dan berduka berkepanjanagan atau berlarut-larut, maka kita tidak akan melihat kemuliaan Tuhan, tidak melihat masa depan.

Maria tidak dapat melihat Yesus.
Yohanes 22:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ,tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 

Kesedihan dapat menghalangi kita untuk melihat masa depan, untuk bangkit dan membuka lembaran baru, itu sebabnya jangan bersedih berlarut-larut.

Ketika Maria bersedih Yesus menegur Maria dan berkata dalam Yohanes 22:15 Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” 

Dari ayat ini menjelaskan kepada kita, tidak perlu menangis berlarut-larut.  Tanggalkan duka, manusia lama, dan kesedihan serta duka kita karena Yesus yang mati, yang dicari dan hilang telah bangkit dan hidup  untuk selamanya.

Dikatakan siapa yang engkau cari cari? Artinya yang di cari / yang hilang dan mati sudah hidup. Yesus hidup memeberikan masa depan ada hari esok.

Yohanes 20:16 Kata Yesus kepadanya: “Maria!“… ini adalah sapaan Yesus yang mengubahkan duka dan tangisan Maria sehingga Maria dipulihkan dan dapat melihat Yesus dan sapaan ini juga berarti Yesus mengenal kita dan tahu kondisi kita.

Ketika Yesus berkata dan menyapa Maria dalam Yohanes 20:16 Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!  “, artinya Guru.

Dari sapaan Yesus yang khas menyadarkan dirinya. Yesus hidup dan menjadikan Maria manusia baru, manusia yang mampu melihat harapan, keselamatan masa depan. Ia yang tadinya tidak dapat melihat dan mengenal Yesus yang bangkit pada akhirnya menjadi saksi pengalaman perjumpaan dengan Sang Guru. Sapaan Yesus berarti Ia mengenal kita dan tahu kondisi kita.

Sapaan yang sama dari Firman Allah menyapa saudara ”Mengapa kamu menangis,siapakah yang engkau cari” artinya karena Yesus yang mati, yang dicari dan hilang telah bangkit dan hidup  untuk selamanya mengubah saya dan saudara untuk terus memiliki harapan, masa depan yang cerah didalam Yesus.

2. Memberi damai sejahtera
Yohanes 20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempatdengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!  

Setiap orang percaya bisa saja mengalami rasa takut. Yesus hidup dan menampakan diri kepada murid-murid dalam ketakutan mereka, Yesus memberikan “Damai sejahtera.”

Ada dua kali kata damai sejahtera yang Yesus ucapkan dalam rumah itu.
1). Damai sejahtera, ayat 19
Damai sejahtera yang diberikan oleh Yesus saat Kematian Yesus dikayu salib yaitu mendamaikan kita dengan Allah.

Ketika manusia jatuh dalam dosa maka manusia hidup didalam rasa takut, kegelisahan karena dosa yang dilakukan tetapi damai sejahtera pertama menekankan  bahwa sumber damai sejahtera itu diberikan ketika Yesus menjadi korban mendamikan kita dengan Allah.

Roma 5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

2). Damai sejahtera
Yohanes 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku,   demikian juga sekarang Aku mengutus kamu. 

Damai sejahtera yang kedua Yesus menekankan kepada murid-murid apapun kondisi yang terjadi di sekitar kita tidak akan merampas damai sejahtera yang diberikan Yesus kepada kita dan damai sejahtera itu yang akan membuat murid-murid berani dan mampu keluar memberitakan tentang Yesus.

Damai sejahtera ini adalah pekerjaan dari pribadi Roh kudus, dalam Yohanes 20:22 dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: ‘Terimalah Roh kudus. Dari ayat ini bukan berarti murid-murid pada waktu itu dipenuhi oleh Roh kudus, karena Roh Kudus akan memenuhi mereka nanti ketika Yesus naik ke sorga dan itu terjadi ruang loteng Yerusalem, tetapi maksunya adalah:

  • Yesus memberikan nafas kehidupan yang membaharukan yaitu lahir baru bagi murid-murid
  • Yesus ingin menjelaskan bahwa damai sejahtera akan mereka peroleh dari Roh Kudus yang mengingatkan mereka saat pesan Yesus dipasal 14 yaitu janji Roh penghibur.

Yohanes 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

3. Meneguhkan Iman percaya
Yohanes 20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka”Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya,sekali-kali aku tidak akan percaya.

Paska kematian Yesus di kayu salib membuat iman murid-murid Yesus menjadi sangat terguncang.  Salah satunya adalah Tomas, yang memilih untuk meninggalkan persekutuan yang biasa diadakan di suatu tempat bersama dengan murid-murid lainnya dalam ayat 24.  “Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.” 

Tomas tidak lagi hadir karena terguncang imannya dan frustasi. Mengapa Tomas ragu?

  • Karena beranggapan bahwa kematian Yesus di kayu salib adalah akhir segalanya.  Bahkan ketika murid-murid lainnya menceritakan perihal kebangkitan Yesus kepadanya ia bersikap skeptis dan sama sekali tidak percaya.  Tomas butuh bukti konkret untuk percaya.  Begitu mudahnya iman Tomas memudar, padahal ketika masih bersama-sama Yesus ia mendengar sendiri apa yang dikatakan Yesus bahwa Ia akan mati disalibkan dan bangkit dari kubur pada hari yang ketiga.
  • Karena konsep pemahaman Tomas tentang Mesias salah. Menurut Tomas bahwa Mesias akan datang dalam semarak dan penuh kemegahan, bukan kesederhanaan.  Sementara Tuhan Yesus datang sebagai hamba yang sederhana dan malah harus menderita, dan mati secara memalukan di kayu salib.
  • Karena Tomas tidak mengenal Yesus lebih dalam. Ternyata 3,5 tahun diajar dan hidup bersama dengan Yesus tidak cukup bagi Tomas mengenal pribadi-Nya secara benar. Namun begitu Yesus datang kepada Tomas secara pribadi dan menampakkan diri kepadanya, serta berkata, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”  (ayat 27)

Hati-hati dengan keraguan
1. Keraguan membuat kita kehilangan keselamatan
Dengan Iman kita memperoleh keselamatan, bagaimana kita peroleh keselamatan jika kita iman kita ragu?

2. Keraguan membuat kita tidak akan bertumbuh
Pertumbuhan menurut 2 Petrus 1:5 dimulai dari iman dan meningkat sampai kasih akan semua orang, bagaimana mungkin dapat meningkat jika iman kita ragu?

3. Keraguan tidak akan menikmati janji Tuhan
Janji Tuhan kita terima dengan iman percaya kita, bagaimana menikmati janji Tuhan jika Iman kita ragu?

4. Keraguan tidak dapat melakukan perkara yang besar
Jika engkau memiliki iman sebesar biji sesawi maka akan memindahkan gunung artinya melakukan perkara yang besar. Bagaimana bisa terjadi jika iman kita ragu?

Tetapi ketika Yesus hidup Ia menyatakan diri, Iman Tomas diteguhkan
Yohanes 20: 27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah. ” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku !” 

Roma 1:17…” orang benar akan hidup oleh iman.”
Ketika iman dipulihkan maka keselamatan menjadi milik kita, iman kita bertumbuh, kita dapat menikmati janji Tuhan dan melakukan perkara yang besar didepan kita seperti halnya Tomas, Tomas menjadi saksi yang luar biasa bahkan rela mati demi pemberita Injil Kristus di India.

Mungkin kita juga pernah kecewa karena setelah menerima dan mengenal Kristus, masalah bertubi-tubi menimpa kita. Atau apa yang terjadi dalam hidup kita, tidak sesuai harapan kita.

Kita kecewa dan meninggalkan persekutuan, sama seperti yang Tomas lakukan. Tapi Tomas yang dulunya mengalami kekecewaan dan menjauh dari Tuhan, akhirnya kembali mengikut Tuhan. Bukan hanya kembali, tapi ia juga memberikan seluruh hidupnya untuk Tuhan. Saudaraku, bangun kembali iman percaya saudara, percayai Tuhan sepenuhnya bahwa Ia Allah yang bangkit dan hidup sanggup memulihkan iman percaya saudara dan memulihkan keadaan kita.

Kesimpulan
Yesus hidup ada hari esok, Ia memberikan masa depan buat kita, memberikan damai sejahtera yang mengalahkan ketakutan dan Yesus hidup meneguhkan iman percaya kita. Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *