PANTEKOSTA HERANLAH – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya 3 – Minggu, 23 Mei 2021)

Selamat datang di GPdI Mahanaim untuk Bapak/Ibu/Saudara/i yang hadir di Ibadah Peringatan Hari Pantekosta. Kisah Para Rasul 2:1, 4. Mengapa ada perbedaan istilah “pantekosta” dan “pentakosta”? Menurut asal katanya “pentakosta” berasal dari kata Yunani “pentekoste”. Secara harafiah berarti hari yang kelimapuluh. Gereja Pantekosta di Indonesia memakai istilah “pantekosta” dari Alkitab yang digunakan para pionir GPdI saat itu. Mereka menggunakan Alkitab berbahasa Melayu dari H.C. Klinkert yang terbit dan mengalami beberapa revisi di tahun 1800an. Kutipan langsung dari Kisah Para Rasul 2:1 adalah seperti ini: “Kapan Soedah sampe hari Pantekosta, di orang samowa ada berkoempoel dengan satoe hati ….”

Pengalaman Pantekosta bukanlah pengalaman sektarian, maksudnya hanya dialami oleh gereja-gereja pantekosta saja. Seharusnya ini adalah pengalaman dari seluruh orang yang percaya kepada Kristus. Karena Yesus pernah berkata bahwa lebih baik untuk pengikut Kristus mengalami pengalaman bersama oknum “Penghibur” yaitu Roh Kudus. Yohanes 16:7.

Yesus Kristus adalah oknum Allah yang penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:14. Roh Kudus juga disebut sebagai Roh Kasih Karunia. Ibrani 10:29. IA yang membuat seseorang bisa mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. 1Korintus 12:3. Dari sini kita bisa melihat kontinuitas dari karya kasih karunia Allah. Mulai dari penciptaan, pemilihan Abraham sebagai orang pilihan Tuhan, keturunannya (Israel) sebagai bangsa pilihan Allah, sampai kepada Gereja. Semuanya tentang kasih karunia Allah, dan tidak dapat diupayakan oleh hasil usaha kita. Efesus 2:8-9.

Itulah mengapa kita tidak dapat membanggakan diri terhadap kasih karunia yang kita dapatkan. Ilustrasi Hotman Paris, Basuki Tjahaja Purnama, Jeffrey S. Tjandra, Agnez Mo, siapa yang paling benar? Menurut Firman Tuhan tidak satu pun yang benar (Roma 3:10 dimana Paulus menulis berdasarkan Mazmur 14:1-3). Sehingga tidak mungkin seorang manusia menilai dirinya lebih benar dari yang lain, kalau semua manusia sama-sama mendapat kasih karunia.

Demikian karya Roh Kudus di Hari Pantekosta adalah bagian dari kasih karunia Allah. Suatu pemberian yang baik (Lukas 11:13) yang datang dari atas (Yakobus 1:17). Itu bukan untuk dibandingkan tetapi untuk dialami dan membawa perubahan, yaitu hidup menurut kehendak Allah. 1Petrus 4:6.

Kepenuhan Roh Kudus adalah kasih karunia tetapi orang tersebut harus mengalami pengalaman keselamatan di dalam Yesus Kristus terlebih dahulu (Kisah Para Rasul 4:12). Kemudian perlu diperhatikan bahwa komunitas memegang peran penting dalam seseorang menerima baptisan dan kepenuhan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2:1, 4; 4:31; 8:17; 10:44; 19:6).

Ini adalah pengalaman yang mengherankan karena Allah akan menyatakan diriNYA kepada mereka yang memiliki Roh Allah di dalam dirinya. 1Korintus 2:11. Heran karena Allah memberikan kuasaNYA bagi manusia. Kisah Para Rasul 1:8. Ini adalah sesuatu yang hanya menjadi angan-angan bagi orang-orang di luar Yesus, tetapi bagi kita ini adalah sesuatu yang nyata, sehingga kita bisa berseru seperti pemazmur: “Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.” (Mazmur 86:8).

HARI RAYA PENTAKOSTA- oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Raya Pentakosta1,2 – Minggu, 23 Mei 2021)

PENDAHULUAN
Dalam kejadian 3:15 telah dinubuatkan bahwa iblis akan dikalahkan oleh keturunan Hawa yang tidak lain adalah Yesus. Yesus mengalahkan iblis saat Yesus datang kedua kali (Harmagedon) dan juga pada perang Gog Magog, yang akan terjadi setelah Kerajaan 1000 Tahun berakhir.

Dalam Alkitab, perintah mengenai ibadah ditulis dalam Ulangan 16:16, yang berkata, “Tiga kali setahun setiap orang laki – laki di antaramu harus menghadap hadirat Tuhan, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya (1) Roti Tidak Beragi, pada hari raya (2) tujuh minggu dan pada hari raya (3) Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa.

TIGA HARI RAYA
Ayat ini menyebutkan ada tiga hari raya atau ibadah simbolik, antara lain:

  1. Hari raya Roti Tidak Beragi -> PASKAH
  2. Hari raya Tujuh Minggu -> PENTAKOSTA
  3. Hari raya PONDOK DAUN.

Ketiga hari raya ini wajib dirayakan bangsa Israel di zaman Perjanjian Lama.

Bagi kita orang-orang percaya yang hidup di masa Perjanjian Baru atau di akhir zaman, hari-hari raya ini merupakan:

  1. Hari Raya Paskah
  2. Hari Raya Pentakosta
  3. Hari Raya Pondok Daun

Harus menjadi pengalaman atau digenapi dalam hidup setiap orang yang mengaku beriman atau percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Dua dari tiga hari raya tersebut sudah digenapi dan dialami oleh orang percaya, antara lain:

  1. Hari Raya Paskah (karya kematian Yesus untuk menebus dosa kita di kayu salib).
  2. Hari Raya Pentakosta, (dicurahkannya Roh Kudus).
  3. Hari Raya Pondok Daun (belum digenapi)

WUJUD PENGGENAPAN KETIGA HARI RAYA
1. PASKAH
Pertama kali bangsa Israel merayakan paskah saat mereka berada di tanah Mesir. Mereka menyembelih seekor anak domba, mengolahnya, memakannya dan mereka dibebaskan dari jajahan Mesir (Keluaran 12:1-14).

Penggenapannya
Sebagai pengikut Yesus, kita tidak hanya merayakan hari raya paskah, tetapi kita mengalami pekerjaan penebusan oleh korban kematian Yesus di salib. Oleh iman kepada Yesus (Anak Domba Allah), dosa dan kejahatan kita diampuni (Yohanes 19:141; Roma 6:15-23). Kita selamat dan menjadi ciptaan baru (lahir baru), yaitu menjadi manusia baru (Kolose 1:12). Tetapi, pengiringan kita tidak boleh berhenti cuma sampai di sini. Kita harus menggenapi pengalaman rohani berikutnya.

2. PENTAKOSTA
Tujuh minggu setelah Paskah, tepatnya di hari ke-50, bangsa Israel merayakan Pentakosta. Mereka membawa persembahan hasil panen mereka sebagai korban sajian yaitu korban persembahan kepada Tuhan (Imamat 23:16-20). Penggenapan hari raya ini adalah lima puluh hari setelah Yesus mengorbankan hidup-Nya mati disalib, dikubur dan bangkit, Yesus harus naik ke surga untuk mengirimkan Roh Penolong atau Roh Penghibur agar semua orang yang percaya kepada Yesus dipenuhi dengan kuasa pantekosta, yaitu kuasa Roh Kudus. Mengapa kita harus penuh dengan Roh Kudus? Sebab Roh Kudus menjadi kuasa yang memampukan kita melakukan hal-hal yang tidak mungkin kita lakukan dengan akal dan kemampuan kita sebagai manusia. Dengan kuasa Roh Kudus, kita dimampukan untuk melakukan Firman Allah.

Yohanes 16:7 berkata, “Namun benar yang kukatakan ini kepadamu: adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”.

Lima puluh hari atau sepuluh hari setelah kenaikan Yesus ke sorga, dari sorga Yesus mencurahkan Roh Kudus bagi para murid, yang sedang berdoa di kamar loteng Yerusalem. Semua murid dipenuhi Roh Kudus, yang ditandai dengan bahasa-bahasa baru, yaitu bahasa roh, Glosolali (Kisah Rasul 2:1-13) kemudian dilanjutkan dengan hari raya yang ketiga.

3. PONDOK DAUN
Hari raya Pondok Daun dirayakan bangsa Israel setelah panen. Seluruh bangsa Israel tinggal di pondok dan mengadakan pesta sukacita (Imamat 23:34-44). Hari raya Pondok Daun belum digenapi, tetapi suatu saat pasti akan digenapi. Sebab tidak ada Hari Raya yang tidak digenapi. Bila hari raya ini digenapi, yang terjadi adalah pengikut Yesus yang sejati; gereja sempurna, mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir yang akan disingkirkan ke padang gurun. Tidak mungkin kita akan mengalami hari raya pondok daun apabila kita tidak pernah mengalami pentakosta. Kita tidak akan mengalami Pentakosta kalau tidak mengalami Paskah. Ketiganya (Paskah, Pentakosta dan Pondok Daun) berada  dalam penggenapannya saling terkait satu dengan lainnya. Artinya, kita tidak akan mengalami Pentakosta tanpa Paskah dan kita tidak akan alami Pondok Daun tanpa Pentakosta.

PASKAH
Pengalaman yang harus dialami secara pribadi adalah:

  • Percaya dan menerima Yesus
  • Menerima pengampunan
  • Bertobat
  • Diubahkan jadi manusia baru.

Pertanyaannya adalah, mengapa harus menjadi ciptaan baru?

PENTAKOSTA
Kita tidak mungkin akan menerima kuasa Pentakosta, yaitu dipenuhi Roh Kudus, kalau kita tidak benar-benar bertobat dan menjadi ciptaan atau manusia baru dalam Yesus.

Markus 2:22 berkata, “Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

PENGALAMAN PENTAKOSTA
Dipenuhi Roh Kudus, bukan untuk berbahasa roh tetapi oleh kuasa Roh Kudus, kita diberi kesanggupan untuk melakukan kehendak Allah. Sebab tanpa Roh Kudus, kita tidak mungkin sanggup menjadi pengikut Yesus yang sejati; gereja sempurna; mempelai wanita Kristus yaitu Hawa yang akhir. Sebaliknya, hanya oleh kekuatan Roh Penolong; Roh Kuasa dan Roh Penghibur yaitu Roh Kudus kita diberi kesanggupan untuk:

  • Melakukan perbuatan yang dilakukan Tuhan Yesus dalam hidup kita sehari-hari. Dan, mengekspresikan KARAKTER KRISTUS di mana pun kita hidup dan barada.
  • Pertolongan dari Roh Penolong yaitu KUASA Roh Kudus, kita diberikan kesanggupan untuk mengekspresikan KARAKTER KRISTUS yaitu SIFAT-SIFAT YESUS di mana pun kita barada.
  • Sehingga kita benar-benar menjadi: Pengikut Yesus Yang Sejati; Gereja Yang Sempurna, Mempelai Wanita Kristus, Hawa Yang Akhir, yang benar-benar SERUPA dengan Yesus.

Roma 8:29 berkata, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi SERUPA dengan gambaran Anak-Nya, supaya la, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

 

Karena hanya pengikut Yesus yang sejati; Gereja yang sempurna; mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir yang akan mengalami penggenapan HARI RAYA PONDOK DAUN. Hari Raya Pondok Daun diawali dengan Gereja Sempurna disingkirkan dan dipelihara dalam perlindungan Yesus di Padang Gurun.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu, untuk mengalami hari Raya Pondok Daun, kita harus mengalami pengalaman pentakosta terlebih dahulu, agar kita dapat mengalami kuasa Roh Kudus. Hal inilah yang akan memampukan kita untuk menjadi gereja yang sempurna.

 

 

TUJUAN ALLAH MEMBERIKAN URAPAN ROH KUDUS – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1,2 – Minggu, 16 Mei 2021)

KISAH PARA RASUL 10:37-38

Pendahuluan
 Ada beberapa pandangan yang keliru tentang orang yang diurapi oleh Roh Kudus.

  1. Mampu mengadakan mujizat.
  2. Bernubuat.
  3. Kalau jamah orang, akan jatuh rebah.
  4. Berkuasa atas kekuatan kegelapan.

Bagaimana dengan orang yang tidak memiliki kriteria itu? Orang itu tidak ada urapan Roh Kudusnya, cuma hanya pinter khotbah saja. Pandangan ini muncul dari sekelompok orang yang menganut paham NEO PANTEKOSTA (Karismatik ). Benarkah demikian? Apa kata Alkitab? Kita lihat contoh terbaik dari pribadi Yesus yang pasti benar yang tercatat dalam : Kisah 10:37-38 – “ Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan keliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”

Ada dua hal yang ditulis dalam ayat pokok tadi bahwa orang yang diurapi Tuhan akan :

  1. Berjalan melakukan perbuatan baik.
  2. Menyembuhkan orang sakit yang dikuasai Iblis.

Adalah benar bahwa orang yang diurapi akan diberi kuasa untuk menyembuhkan orang sakit yang dikuasai Iblis. Tetapi ini diurutan kedua, ada yang lebih esensial dari hal itu, yaitu yang pertama:  Orang yang diurapi Tuhan akan selalu berbuat baik.

Efesus 2:10 – “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Jangan keliru, perbuatan baik yang dilakukan disini, bukan supaya mendapatkan pahala, tetapi kita berbuat baik karena Roh Allah ada pada kita (Pengurapan). Dikatakan bahwa, karena kita ini buatan Allah, diciptakan kembali – lahir baru dalam Kristus Yesus oleh penebusan darah-Nya, untuk melakukan perbuatan baik. Seluruh potensi dan perbendaharaan pekerjaan baik dari Allah, akan diajarkan penuh kepada kita, seperti yang dikatakan dalam : Yohanes. 14:26a. – “ Tetapi Penghibur yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu…” . Urapan Roh Kudus yang ada dalam diri Yesus pun, mendorong-Nya untuk melakukan perbuatan baik.

Lukas 4:18-19 – “Roh Allah ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan rahmat Tuhan telah datang.

Hal urapan dari Tuhan untuk kita melakukan pekerjaan baik dari Roh Kudus, ini semua sudah dipersiapkan Allah sebelumnya, dan Ia mau kita orang yang diurapi-Nya hidup di dalamnya.  Jadi tujuan esensialnya bukan untuk kita dapat melakukan hal-hal yang supra natural, hal itu akan Tuhan sertakan dalam misi kita orang yang diurapi melakukan pekerjaan baik bagi Tuhan. Ini akan menjadi ciri khas yang tidak dapat dipungkiri dari orang yang diurapi Tuhan, sebab ada banyak orang mengaku mengenal Tuhan, tetapi buah-buah pengenalannya akan Tuhan tidak terbukti dalam hidupnya, sebaliknya mereka justru menyangkali Tuhan lewat pebuatannya.

Titus. 1:16 – “Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.”

Jika orang belum bertobat dan lahir baru, wajarlah mereka berbuat jahat, tetapi tidaklah wajar orang yang mengaku mengenal Allah masih saja berbuat jahat  Jika orang yang tidak mengenal Allah, wajar terbiasa berbuat jahat, maka kita orang yang percaya harusnya terbiasa juga berbuat baik.

2 Korintus 5:17 – “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Seseorang yang sudah mengaku percaya dan menerima Yesus dalam hidupnya sudah harus mengalami perubahan, hidup lamanya yang jahat sudah berlalu dan kehidupan yang baru dalam Kristus sudah datang dalam dirinya, bukan akan datang tetapi sudah datang dalam hidupnya. Bukti dari perubahan hidup orang percaya atau orang beriman adalah perbuatan baik atau kebajikannya.

2 Petrus 1:5 – “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan pada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

Kebajikan atau perbuatan baik merupakan bukti bahwa seseorang beriman yang mengasihi Tuhan dan sudah diselamatkan, baru kemudian meningkat kepada pengetahuan dan seterusnya. Bukti pertama dari orang yang sudah diselamatkan adalah kebajikan yaitu perbuatan baik karena urapan Roh Kudus.  Bagaimana dengan kuasa supra natural ?  Itu merupakan tambahan dari karunia Roh Kudus, yang akan dikaruniakan kepada orang percaya sesuai yang dikehendaki-Nya, yang utama adalah perubahan hidup orang percaya dari jahat kepada perbuatan yang baik.

Jangan kita terjebak atau berkajang pada hal-hal supra natural seperti bernubuat, mengadakan mujizat dan mengusir setan sebagai pegangan bahwa orang yang diurapi Tuhan harus memiliki kemampuan seperti itu. Memang benar hal itu merupakan pekerjaan Roh Kudus yang akan dipercayakan kepada orang yang melayani Tuhan sesuai kehendak-Nya, tetapi jangan menjadi pegangan bahwa hal supra natural itu sebagai hal yang utama.

Perhatikan dalam Matius 7:22-23 – “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga ? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.”  Jangan pikir bahwa orang yang sudah diurapi dan melakukan tanda mujizat, mengusir setan dan bernubuat lalu otomatis diterima Tuhan. Sebaliknya jika kita baca dalam  Lukas 19:17a – “Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba-Ku yang baik, ..” Tidak disebutkan baik sekali perbuatanmu hai yang telah bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Ku. Tetapi baik sekali perbuatanmu, mengapa ? karena hal mujizat, bernubuat dapat ditiru dan dipalsukan oleh Iblis,  Mat. 24:24.

TANTANGAN ORANG PERCAYA DALAM BERBUAT BAIK
Sekarang yang menjadi masalah adalah setelah kita diubahkan Tuhan dari gelap kepada terang, dari jahat kepada perbuatan baik, ada tantangan yang harus kita lalui, apakah tantangan itu ?

Galatia. 6:9 – “ Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” …  

Tantangannya adalah jemu, sekadang kita sudah berbuat baik masih tetap dijahati, kita sudah berubah masih dinyinyirin, disalahpahami dan banyak lagi yang lain yang menekan pekerjaan baik kita di dalam Tuhan, sampai pada titik nadir kita jadi jemu untuk berbuat baik lagi. Kita harus hati-hati disini, sebab jika kita kalah dengan tantangan dunia lalu berhenti berbuat baik, kita bisa menjadi ekstrim untuk tidak mau berbuat baik lagi. Memang selama kita masih diam dalam tubuh fana ini, pengaruh daging sangat kuat, bisa lelah, kecewa dan jemu untuk berbuat baik. Itulah sebabnya kita butuh urapan Roh Kudus yang penuh untuk memberi kemampuan kita melakukan pekerjaan baik yang Tuhan sudah persiapkan untuk kita hidup di dalamnya.  Roh Kudus akan memberi kemampuan untuk kita dapat melanjutkan kehendak Tuhan dalam hidup kita yaitu melakukan pekerjaan baik.

Mazmur 20:6 – “ Sekarang aku tahu, bahwa Tuhan memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.

Kemenangan yang gilang gemilang ini, bukanlah kemenangan biasa tetapi lebih dari sekedar pemenang.  Kemenangan yang gilang-gemilang ini memiliki dua makna. :

  1. Punya mental seorang pemenang.
  2. Terlatih untuk menjadi pemenang.

Roh Kudus diutus untuk memenuhi dan mengurapi kita bukan untuk jadi pecundang tetapi pemenang.

Kisah. 1:8 – “ Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Kata “Saksi “ = Martir. Umumnya orang mengartikan Syahid memang tidak salah, tetapi dalam hal ini martir pada realita hidupnya, yaitu orang yang sangat berpegang pada prinsip hidup dalam kebenaran. Demi kebenaran ia rela mati. Ketika disakiti ia rela mati untuk egonya dengan mengampuni, karena itulah kebenaran dari Tuhan. Itulah seorang martir, ia rela kehilangan hak untuk membalas tetapi mematikan kehendak dagingnya dan memilih tunduk kepada firman Tuhan, dia seorang martir, tidak harus menunggu mati syahid dulu.

Kesimpulan
Tujuan Roh Kudus memberikan urapan-Nya kepada kita adalah supaya kita mampu melakukan perbuatan baik dengan menjadi saksi bagi kasih dan kebaikan Tuhan yang besar bagi manusia, yang selanjutnya Roh Kudus sendiri yang akan melengkapi dengan karunia-karunia-Nya untuk kita mengerjakannya, sesuai dengan kehendak-Nya.

ROH KUDUS MENJADI KEBUTUHAN ORANG PERCAYA – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 16 Mei 2021)

Mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu….Bapa manakah di antara kamu jika anaknya minta ikan dari padanya akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Jadi kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada- Nya.” (Luk. 11:9-13)

 TENTANG PENULIS – LUKAS
Kolose 4: 14 “Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas.”
2 Tim 4:11a Hanya Lukas yang tinggal dengan aku…”

Lukas sebagai seorang tabib atau dokter sangat paham apa yang dibutuhkan oleh tubuh: tubuh perlu pangan atau makanan yang bernutrisi , sandang – pakaian yang kita pakai dan papan untuk kita tinggal dengan aman dan nyaman.

Tentu tidak salah jika kita berdoa meminta, memohon akan segala keperluan dan kebutuhan kita tetapi ada hal yang lebih mendesak yang seharusnya kita minta, kita cari kita ketuk yang jauh lebih penting dari perkara-perkara duniawi yaitu Roh kudus.

Baptisan, dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus
Baptisan Roh Kudus adalah pengalaman yang terjadi satu kali dalam hidup orang percaya, seperti baptisan air. Kita cukup dibaptis sekali untuk seumur hidup (kecuali baptisannya tidak sesuai Alkitab, baptisan itu harus diulang lagi). Demikian halnya dengan baptisan Roh Kudus. Kita hanya menerima sekali baptisan Roh Kudus, tetapi kepenuhan Roh Kudus harus terjadi setiap saat. Kita harus selalu dipenuhi dengan Roh Kudus.

Banyak orang Kristen sudah dipenuhi Roh Kudus tetapi tidak hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Akibatnya, hidup mereka tidak menjadi berkat tetapi menjadi batu sandungan bagi orang lain. Di gereja mereka berdoa dengan bahasa Roh (ber-glosolali), tetapi di rumah mereka hidup dalam hawa nafsu dan kedagingan. Dipenuhi Roh Kudus harus disertai penyerahan total kepada pimpinan dan  kehendak Roh Kudus.

Dari sini kita menarik kesimpulan bahwa, kita semua orang percaya butuh Roh Kudus. Kebutuhan dipenuhi Roh Kudus digambarkan seperti air dalam kehidupan rumah tangga kita, untuk mandi, mencuci, masak bahkan minum. Ketika air di rumah berkurang atau habis maka kita akan berusaha mendapatkan air. Demikian halnya dengan diri kita. Jadilah orang percaya yang selalu memerlukan Roh kudus.

Contoh:

  • Kisah Rasul 2:1-4120 Murid dipenuhi oleh Roh Kudus

Ayat 1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Ayat 2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
Ayat 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Ayat 4.Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus ,lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain , seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Ketika hari Pentakosta tiba, para rasul dan murid dipenuhi dengan Roh Kudus. Inilah saat pertama kali mereka dipenuhi Roh Kudus. Tetapi setelah mereka melayani dan bersaksi dengan berani maka mereka menghadapi tantangan dimana Petrus dan Yohanes ditangkap, diperhadapkan dengan mahkama agama .

  • Kisah Rasul 4:23-24,31Murid-murid kembali dipenuhi

Ayat 23. Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.
Ayat 24. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
Ayat 31. Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani  .

Ketika mereka dilepaskan, mereka berkumpul dengan saudara-saudara yang lain dalam satu tempat dan murid-murid kembali dipenuhi dengan Roh Kudus. Jadi di hari Pentakosta mereka dibaptis oleh Roh Kudus, kemudian mereka selalu dipenuhi Roh Kudus. Artinya dipenuhi Roh kudus adalah suatu kebutuhan setiap hari dalam hidup kita seperti kita membutuhkan air.

Nasihat rasul Paulus kepada jemaat Efesus.
Efesus 5:18“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.”

Siapakah jemaat Efesus? Dalam Kisah Rasul 19:1-6.
Ayat 1 Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
Ayat 2 Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus , ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar  , bahwa ada Roh Kudus.”
Ayat 3. Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.”
Ayat 4. Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah
bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus. 
Ayat 5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
Ayat 6. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka , dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh  dan bernubuat.

 Jemaat Efesus

  • Belum mengenal Roh kudus
  • Dibaptis kembali didalam nama Yesus Kristus
  • Dibaptis dan dipenuhi Roh kudus

Jemaat Efesus sudah dipenuhi dengan Roh Kudus, tetapi Paulus ingin agar jemaat Efesus untuk tetap penuh dengan Roh Kudus. Jemaat Efesus dianjurkan oleh rasul Paulus agar jangan mabuk oleh anggur tetapi penuh dengan Roh.

Mungkin saja kita tidak mabuk oleh anggur tetapi kita mabuk kekayaan, keinginan harta dunia ini, keinginan hawa nafsu akan kedudukan, dan keinginan nafsu daging, dll sehingga ini yang terus kita cari, kejar bahkan rela berusaha mendapatkan perkara-perkara ini.

Jadi gereja harus terus dipenuhi oleh Roh Kudus. Ketika kita dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus maka kemuliaan Roh kudus terpancar dalam kehidupan orang percaya sehingga orang melihat kemuliaan Allah dalam diri kita sehingga mereka memuliakan nama Allah.

 Bagaimana caranya agar kita terus penuh dengan Roh Kudus?

Untuk penuh dengan Roh Kudus, maka kita harus:
1.Dekat dengan sumbernya
Dalam perikop ini dijelaskan tentang bagaimana kita datang kepada Tuhan yaitu dengan memanggil Dia: Bapa.

Ayat 2. Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.

Panggilan kita kepada Dia dengan kata Bapa berbicara tentang hubungan, hubungan yang begitu dekat seperti seorang anak dengan Bapanya.

Saudara kapan terakhir saudara panggil Dia Bapa?
Kapan terakhir saudara datang mendekat dan berkata Bapa?
Hubungan kita dengan Tuhan itu dekat tetapi terkadang hubungan itu mulai terasa begitu jauh karena fokus kita sudah berubah, kita terfokus pada segala berkat jasmani, kenyamanan yang kita terima, karena kesibukan sehingga kita sudah tidak peduli akan kedekatan kita dengan Bapa kita. Bahkan lebih jauh lagi ketika kita melakukan hal yang menyakiti hati Bapa, kita berbuat dosa dan jauh dari Bapa.

Dalam pasal 11 ini kita melihat:

  • Dia Bapa yangmempunyai segalanya-kekudusan dan kerjaan-Nya
  • Dia Bapa yang mencukupkan segala yang kita perlu dan butuhkan
  • Dia Bapa yang mau mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita
  • Bapa kita di ulebih baik dari pada bapa kita di bumi.
  • Dia Bapa tahu untuk memberi yang terbaik buat anak-anak-Nya.

Lukas 11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
Lukas 11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
Lukas 11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Hubungan bapa dengan kita juga digambarkan seperti pribadi yang selalu mengandalkan dan menaruh harapannya pada Tuhan

Ayat 7. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Ayat 8. Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 

Jika saudara rindu dipenuhi Roh Kudus makaharus membangun hubungan yang baik dengan Tuhan, seperti seorang anak dekat dengan Bapanya, seperti sebuah pohon yang ditanam di tepi aliran air.

Manusia tidak hanya memiliki kebutuhan fisik, ia juga perlu kebutuhan jiwa dan rohani, hal ini hanya dipenuhi jika kita melekat dengan Sumber. Yesus adalah sumber segala sesuatu tetapi jika kita tidak melekat kepada-Nya, maka  kita akan mengalami kekeringan.

Pohon yang ditepi aliran air sungai adalah gambaran orang percaya yang dekat dengan Tuhan, sedangkan sungai adalah gambaran Tuhan Yesus (pembaptis Roh Kudus). Itu sebabnya orang-orang yang selalu dipenuhi Roh Kudus akan selalu memiliki kekuatan untuk bertahan dalam berbagai tekanan karena ia selalu menyerap kekuatan dari Tuhan Yesus.

Pertanyaannya: Sedekat apa saudara dengan “sungai”? Jangan hanya dekat secara fisik, sedangkan jiwa dan roh kita jauh dari Tuhan. Saudara datang ke gereja tetapi roh dan jiwa kita jauh dari Tuhan. Dunia akan semakin gersang, karena itu dekatlah diri anda dengan Tuhan.

2.Terus hidup dalam DOA
Untuk meminta apa yang kita butuhkan kepada-Nya maka 3x Yesus mengundang kita untuk berdoa, Ia memerintahkan agar kita berdoa.

Perhatikan. Ayat 7-8:Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”

Pengulangan tersebut jelas dimaksudkan untuk menyatakan, “Tuhan serius dengan hal ini.” Tuhan ingin kita melakukan hal ini. Dibutuhkan ketekunan, kesungguhan, keseriusan kita saat kita meminta apa yang kita butuhkan.

Mintalah kepada Bapamu apa yang kamu butuhkan. Carilah Bapamu agar mendapat pertolongan yang kamu butuhkan. Ketoklah pintu rumah Bapamu, maka Ia akan membukakan pintu dan memberi kepadamu apa yang kamu butuhkan. Mintalah, carilah, ketoklah.

Janji Bapa
Kisah para rasul 1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa  yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku.

Kisah para Rasul 1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air,  tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Inilah Janji Bapa yang diperlukan dan dibutuhkan oleh gereja akhir zaman, lebih dari kebutuhan jasmani karena Roh kudus itu adalah Pribadi Allah yang :

  • Menolong kita untuk kita bertumbuh dewasa, kuat dalam segala keadaan.
  • Menghibur kita dalam segala duka dan air mata kita.
  • Menginsfakan dunia akan dosa.
  • Memimpin kita kepada kebenaran.
  • Memberi kuasa untu bersaksi.
  • Memberi karunia dan buah.
  • Memberi jaminan.
  • Memberi kehidupan.
  • Memampukan kita mematikan keinginan daging.

Itu sebabnya berdoa berdoa dan berdoa, mintalah, carilah dan ketuklah
Ada 7 janji yang di katakan dalam ayat 7-8

  1. Mintalah Akan diberikan kepadamu;
  2. Carilah, Kamu akan mendapat;
  3. Ketoklah, Pintu akan dibukakan bagimu.
  4. Karena setiap orang yang meminta, menerima
  5. Setiap orang yang mencari, mendapat
  6. setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Kemudian pada akhir ayat 11b
  7. “Apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Milikilah kerinduan untuk datang kepada BAPA. Berdoalah kepada-Nya. Tidaklah sia-sia jika saudara berdoa. Allah tidak sedang mempermainkan kita. Ia menjawab. Ia mengaruniakan hal-hal yang baik ketika kita berdoa. Milikilah kerinduan. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, berdoalah dengan tekun. Tuhan Yesus memberkati.

PENTINGNYA KENAIKAN YESUS KE SURGA- Pdt. J. S. Minandar – Kamis, 13 Mei 2021 Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus

PENTINGNYA KENAIKAN YESUS KE SURGA

 

Yohanes 3:13

 

PENDAHULUAN

Ayat ini adalah penjelasan Yesus kepada Nikodemus. Nikodemus merupakan seorang pemimpin agama Yahudi, seorang Farisi yang datang kepada Yesus pada waktu tengah malam untuk bertanya kepada Yesus. Tidak ada yang telah naik ke surga selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Yesus. Tidak ada agama atau manusia yang bisa menjamin keselamatan atau surga selain Tuhan Yesus Kristus. Hanya Yesus yang dapat membawa Yesus ke surga karena Dia datang dari surga. Sebab dalam Yohanes 1:1 berkata, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yohanes 1:3 berkata, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (Firman) dan tanpa Dia (Firman) tidak ada satupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Jadi segala sesuatu yang ada dibumi dijadikan oleh Firman, yang tercatat didalam Yohanes 1:14 “Firman Itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

 

YESUS NAIK KE SURGA

Setelah Yesus mati di salib, dikubur, bangkit dihari ketiga. Setelah 40 hari Yesus beberapa kali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya disaksikan kurang lebih 500 murid-Nya, maka Yesus naik ke surga. Dia naik ke surga sebab Dia satu-satunya pribadi yang berasal dari surga. Mengapa Yesus harus ke surga? Mengapa Yesus tidak langsung membawa kita ke surga?

Ada beberapa tujuan Yesus naik ke surga:

  1. Menjadi pembela bagi kita

Yesus menjadi pembela dihadapan Bapa di surga sebab dalam Wahyu 12:10 berkata: “Dan aku mendengar suara yang nyaring di surga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.” Jadi, setiap hari, setiap saat iblis menuduh dosa-dosa kita dihadapan Bapa. Karena itu kita patut bersyukur sebab Yesus naik ke surga untuk menjadi pembela kita (Roma 8:33,34).

Ini juga yang dijelaskan rasul Paulus kepada kita didalam Kolose 2:14 yang berkata, “dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:”

 

  1. Menyediakan tempat bagi kita (Roma 6:23).

Saat kita berdosa hal ini akan berujung hukuman dan membuat kita kehilangan surga. Karena dosa maka akibatnya Yesus di surga sedangkan kita di neraka, kita terpisah. Tidak ada hal yang paling menyeramkan dalam hidup ini selain dipisahkan dengan Allah. Namun Yesus tidak menginginkan kita terpisah dengan Allah (Yohanes 13:3). Jadi, ini merupakan keinginan Allah. Yesus tidak mau kita terpisah dengan Allah. Yesus ingin di mana Yesus berada (di surga), di situ juga kita (saudara dan saya) berada. Sebab itu, Yesus rela menjadi manusia, dan disalibkan untuk menanggung dosa dengan cara dihukum bagi kita, dikubur dan bangkit pada hari ketiga. Setelah 40 hari, Yesus naik ke surga.

 

  1. Yesus akan datang kembali

Yesus harus datang kembali karena ini adalah satu-satunya cara agar kita bisa berada di tempat Yesus berada (surga). Sebab kita tidak bisa datang ke tempat Yesus berada tetapi, Yesus yang akan datang menjemput kita.

 

Catatan: Saat orang yang percaya dipanggil Tuhan ke rumah Bapa, yang masuk ke Firdaus (surga) adalah rohnya, tetapi jasadnya masih berada di dalam kubur.

 

Tetapi, saatnya tidak lama lagi, waktunya segera tiba seperti yang dikatakan rasul Paulus didalam 1 Tesalonika 4:16 yang berkata: “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga dan mereka yg mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu, kita yang hidup yang masih tinggal, akan

diangkut bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan diangkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

 

Inilah saat yang sangat luar biasa, yaitu saat pertemuan raya. Semua orang dari berbagai suku, bangsa dan bahasa bertemu Yesus di angkasa. Tidak ada dukacita, air mata, sakit dan penderitaan. Kita akan senang selama-lamanya bersama Yesus di dalam surga.

 

YANG TIDAK PERCAYA KEPADA YESUS

Bagaimana dengan mereka yang menolak dan yang tidak percaya kepada Yesus saat Yesus datang kedua kali?  Wahyu 19:21 menjawab:  “Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka”. Pedang yang dimaksud bukanlah pedang secara harfiah tetapi pedang yang dimaksud adalah Firman Allah.

 

KESIMPULAN

Jadi, kenaikan Yesus merupakan hal yang penting bagi orang percaya. Sebab, melalui kenaikan-Nya ke surga maka Ia menjadi pembela kita dihadapan Bapa sekaligus menyediakan tempat bagi kita, sehingga ketika Ia datang kembali untuk menjemput kita, maka kita dapat bersama dengan Dia di surga.

 

KUASA KEBANGKITAN Oleh: Pdt. Daniel Limpele, Ibadah Raya 3 – Minggu 09 Mei 2021

Yohanes 11:25
Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati.”

Ayat ini merupakan pernyataan langsung dari Yesus sebagai suatu jawaban mengenai kebangkitan. Berbicara tentang kebangkitan, maka kebangkitan itu adalah Yesus sendiri. Dan berbicara tentang hidup maka kehidupan juga adalah Yesus sendiri. Artinya, kebangkitan dan kehidupan adalah pribadi Yesus. Kita harus menerima pernyataan dari Yesus dan hal ini harus dimulai dari iman. Oleh sebab itu kita harus percaya bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Karena Yesus adalah kebangkitan dan hidup, maka Ia tentu tahu keadaan kita.

Ada beberapa contoh yang dapat kita lihat mengenai kepercayaan kepada kuasa kebangkitan.

ORANG-ORANG YAHUDI
Ada satu pertanyaan yang disampaikan oleh orang-orang Yahudi yang berada didalam bait Allah (Yohanes 10:22-24). Dari pertanyaan itu dapat dilihat bahwa mereka sedang berada didalam kebimbangan. Mereka hidup didalam pertanyaan-pertanyaan. Sekalipun mereka berada didalam Bait Allah, namun mereka mengalami kebimbangan. Karena kebimbangan ini, maka orang-orang itu hendak melempari Yesus dengan batu. Hati-hati dengan kebimbangan, karena kebimbangan merupakan ketidakpercayaan.

MURID-MURID
Yohanes 11:4 bercerita tentang saat dimana Yesus menerima kabar mengenai Lazarus yang sedang sakit. Pada waktu itu, Yesus ingin mengubah pola pikir murid-murid, sehingga Yesus membenarkan bahwa memang ada yang sakit namun penyakit itu tidak akan membawa kematian.

Ketika ada berita-berita yang tidak menyenangkan, Yesus memberikan sebuah contoh bagaimana cara meresponnya (Yohanes 11:7-10). Yesus mengajak murid-murid untuk kembali ke Yudea, namun murid-murid merespon dengan berkata : ayat 8 “Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?”. Murid-murid sendiri tidak percaya dan bimbang dengan kuasa Yesus. Yesus berkata bahwa murid-murid tidak memiliki terang didalam diri mereka karena mereka menolak ajakan Yesus.

ORANG-ORANG YANG DIKASIHI YESUSYohanes 11:21-22
Marta memiliki pengetahuan tentang Yesus dan ia percaya bahwa apa yang Yesus minta kepada Bapa akan terjadi. Kemudian Yesus menjawab bahwa Lazarus akan bangkit. Tetapi Marta berpikir bahwa Yesus akan menolongnya, tetapi nanti. Didalam Yohanes 11:27, menunjukkan bahwa Marta sempat percaya. Namun kemudian didalam ayat 39-40, menunjukkan Marta kemudian tidak percaya lagi kepada Yesus.

YAIRUS
Didalam kisah ini, menceritakan tentang Yairus yang justru percaya tentang kebangkitan. Tetapi dalam Ayat 40 menceritakan bahwa orang-orang yang datang untuk melawat Yairus tidak percaya mengenai kebangkitan. Sehingga mereka diusir Yesus, dan mereka tidak dapat melihat kuasa kebangkitan itu.

WANITA PENDARAHAN
Markus 5:25 menceritakan tentang seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun. Tetapi perempuan ini mengambil kesempatan “diluar penjadwalan” Yesus. Sekalipun sudah dua belas tahun ia mengalami penyakit itu, namun ia masih mau mengalami kesembuhan. Artinya, ada sesuatu yang kuat didalam dirinya sehingga mendorongnya untuk menerima kesembuhan. Sikapnya hanya menjamah ujung jubah Yesus, tetapi menunjukkan isi hati wanita ini. Markus 5:34, berkata bahwa ia karena iman maka perempuan ini bukan hanya mengalami kesembuhan, tetapi juga keselamatan.  Apabila kita membandingkan dengan keadaan murid-murid didalam ayat 31, maka kita menemukan bahwa ternyata murid-murid pun tidak bisa membandingkan siapa yang datang dengan iman, dan siapa yang datang hanya berbondong-bondong.

KESIMPULAN
Kuasa kebangkitan Yesus memberikan bukti bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Ia yang telah mati dan bangkit dari kematian berkuasa membangkitan dan memberikan kehidupan kepada orang-orang yang sudah mati.  Oleh sebab itu, janganlah kita menjadi orang-orang yang hanya berbondong-bondong mengikut Yesus tetapi tidak mengalami kuasa kebangkitan karena tidak percaya kepadaNya. Kekristenan berbicara mengenai kepercayaan kepada kuasa kebangkitan. Ketika kita percaya kepada kuasa kebangkitan, maka kita bukan hanya akan melihat kebangkitan tetapi kita juga akan mengalaminya. Tuhan memberkati.

RUANG TUNGGU PART 1 Oleh: Pdt. Joseph Priyono,Ibadah Raya 2 – Minggu 09 Mei 2021

RUANG TUNGGU – 1

Mazmur 70:1-6

 

 

Pendahuluan

Tema firman Allah hari ini adalah “RUANG TUNGGU” bagian 1.

Ruang tunggu adalah sebuah tempat atau ruangan untuk menunggu. Ruang tunggu biasa kita jumpai di berbagai tempat misalnya stasiun kereta, bandara, tempat praktek dokter, rumah sakit, bank dan berbagai instansi pemerintah. Di ruang tunggu biasanya disediakan berbagai fasilitas seperti tv, ruangan ber-ac, minuman, hingga makanan ringan. Semunya ini dilakukan agar para penunggu merasa nyaman selama waktu menunggu. Namun kenyataannya, senyaman apapun ruang tunggu disediakan, tidak ada seorangpun yang ingin berlama-lama berada di ruang tunggu. Semua orang ingin sesegera mungkin keluar dari ruang tunggu.

 

Dalam Mazmur 70 ini, kita melihat bahwa Daud sedang berada di ruang tunggu. Ia sedang menunggu Tuhan untuk menolongnya. Dari ayat-ayat yang telah kita baca Daud sedang menaikan  doa permohonan karena masalah hidup yang dialaminya. Dalam ayat 3, Daud sangat gelisah dan takut sebab para musuhnya ingin mencelakai dan mencabut nyawanya. Itulah sebabnya dalam ayat 2, Daud meminta kepada Allah agar segera menolong dan menyelamatkan dirinya.

 

Kata “segera” di sini menandakan bahwa Daud sedang berada dalam situasi gawat dan mendesak. Daud mendesak Allah agar segera menolong dan melepasakannya dari para musuhnya. Daud tidak ingin menunggu lebih lama lagi, ia berharap Allah segera mengulurkan tanganNya dan memukul para musuhnya. Bahkan dalam ayat 6, Daud menyadari dirinya sebagai orang yang sengsara dan miskin yang butuh pertolongan Tuhan. Oleh sebab itu ia menutup doanya dengan sebuah permohonan agar Tuhan jangan terlambat datang untuk menolongnya. Sekali lagi Daud ingin segera keluar dari ruang tunggu.

 

Hidup adalah menunggu

Sadarkah kita bahwa setiap orang sedang berada di ruang tunggu?

  • Dari lahir kita menunggu menjadi besar/dewasa. Setelah dewasa kita menunggu berumah tangga, berumah tangga menunggu tua, tua menunggu kematian. Orang yang mati menunggu kebangkitan
  • Anak sekolah menungu kenaikan kelas/kelulusan.
  • Bagi yang melamar kerja menunggu diterima kerja.
  • Yang diterima kerja menunggu hasil kerja/gaji, kenaikan pangkat/jabatan, dst.
  • Pemuda/i menunggu kapan pasangan datang lalu menikah.
  • Bahkan untuk hal-hal yang kita bayar sekalipun, kita harus tetap menunggu. Misalanya: Saat makan di restoran, kita menunggu makanan disiapkan lalu dihidangkan. Demikian juga saat kita belanja online, kita harus menunggu hingga pesanan datang.

 

Inilah kehidupan, bahwa kenyataannya dalam hidup ini tidak ada yang instant, sekali jadi atau tiba-tiba tersedia. Kita harus bersedia menantikan sampai datang apa yang kita harapkan.

 

Dalam alkitab ada banyak contoh orang-orang yang berada di ruang tunggu:

  • Nuh harus berada di ruang tunggu selama 120 th, sampai hujan turun ke bumi
  • Abraham menunggu di ruang tunggu selama 25 th sampai anak yang dijanjikan Tuhan yaitu Ishaklahir
  • Yusuf, 13 th berada di ruang tunggu, sampai mimpinya digenapi dimana ia perdana menteri di Mesir
  • Musa harus menanti 40 th di ruang tunggu di Median sebelum memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.
  • Untuk mendapatkan Rahel, Yakub harus berada di ruang tunggu selama 14 th. 7 hr.
  • Tuhan Yesus harus menunggu 30 th sebelum melayani manusia dan mati di kayu salib.
  • Murid-murid harus menunggu 10 hari untuk dipenuhi dengan Roh Kudus, dll.

 

Mengapa Tuhan membawa kita masuk ke ruang tungguNYA?

 

RUANG TUNGGU MELATIH KESABARAN

 

Ruang tunggu adalah arena untuk membentuk dan menumbuhkan kesabaran. Di ruang tunggu kesabaran kita diuji, apakah kita menjadi anak Tuhan yang memiliki kesabaran atau tidak. Sadarilah bahwa kesabaran merupakan hal yang penting dalam kekristenan, sebab kesabaran merupakan salah satu karakter pengikut Yesus yang sejati.

Mengapa kita harus menumbuhkan kesabaran dalam hidup ini?

 

  1. Tuhan bertindak sesuai waktu dan caraNya sendiri.

Yesaya 55:8,9

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

 

Tuhan memiliki banyak cara untuk menolong anak-anakNya dengan waktu yang berbeda-beda sesuai dengan maksud dan tujuanNya. Racangan kita berbeda dengan rancangan Tuhan dan jalan kita berbeda dengan jalanNya, itulah sebabnya kita harus bersabar untuk menanti rancangan dan kehendakNya terjadi dalam hidup kita.

 

Sadarilah apa yang kita anggap benar, belum tentuk benar dalam pemandangan Tuhan dan apa yang anggap sekaranglah waktunya, bagi Tuhan bisa jadi nanti atau tunggu.

 

Kej. 18:14  Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

 

Kej. 21:2  Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya

 

Sesungguhnya Tuhan tidak bergantung kepada situasi atau kondisi yang terjadi, Allah bekerja sesuai waktu yang telah ditetapkanNya. Meski Abraham dan Sara telah lanjut umurnya,  namun karena waktu yang ditetapkanNya telah tiba, maka Allah menyatakan kuasaNya. Abraham dan Sara mendapatkan seorang anak perjanjian yaitu Ishak. Inilah yang perlu kita yakini bahwa Tuhan bertindak berdasarkan waktu yang telah ditetapkanNya. Bahkan ketika manusia berkata tidak mungkin, mustahil tetapi jika waktu Tuhan telah datang maka Tuhan sanggup melakukan keajaiban.

 

Percayalah, jika waktuNya telah tiba maka tidak ada satu kuasa apapun yang dapat menghalangiNya. Jika waktu Tuhan telah datang, segala keajaiban pasti Dia kerjakan. Sebab itu bersabarlah, persiapkan diri sebab waktu Tuhan pasti terjadi. Meski tidak selalu yang tercepat, pertolongan Tuhan pasti datang pada waktu yang tepat. Jika jawaban Tuhan datang dengan cepat, bersyukurlah, tetapi jika seolah datang terlambat, bersabarlah.

 

Ibrani 6:15 

Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

 

  1. Tidak ada keberhasilan secara instan dan tidak ada sukses tanpa proses

Yakobus 5:7,8 

Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

 

Hidup adalah sebah proses. Seorang petani yang ingin menikmati hasil panen, ia harus siap menjalani proses tanam. Pertama-tama, petani harus menyiapkan lahan untuk menanam, setelah itu baru menaburkan benih, menunggu benih tumbuh, kemudian merawat benih yang telah tumbuh, memupuk, mengairi, menjaga dari hama hingga berbuah dan panen.

 

Hidup adalah proses, tidak instan.

Bagi anak sekolah untuk lulus SD butuh waktu 6 th, SMP 3 th, SMA 3 th, Sarjana 4 th.

Mereka yang bekerja atau berusaha harus menunggu lama untuk berhasil. Keberhasilan Saudara hari ini juga tidak sekali jadi butuh proses panjang. Coba lihat 20th atau 30 th yang lalu bagaimana usaha Saudara? Oleh sebab itu hargailah setiap proses yang sedang kita jalani sebab keberhasilan bukan terletak pada hasilnya, tetapi pada prosesnya. Kualitas kehidupan ditentukan oleh proses hidup yang kita jalani.

 

Orang-orang yang ditempa oleh kesukaran dan penderitaan akan bertumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berdaya tahan. Itulah sebabnya dalam berbagai kesukaraan dan kehilangan Ayub tetap sabar menjalaninya sebab ia percaya semua proses akan membuatnya seperti emas mulia.

Ayub 23:10 

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

 

Rasul Paulus memberi nasehat kepada jemaat di Roma agar tetap sabar dalam kesesakan.

Roma 12:12 

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

 

Apapun yang sedang terjadi, belajarlah untuk bersabar sebab kesabaran adalah senjata untuk memenangkan pertempuran.

Amsal 16:32

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota!

 

Pada zaman dahulu kota/kerajaan dikelilingi dengan benteng yang kokoh. Benteng itu dimaksudkan sebagai tameng untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Untuk dapat merebut kota, maka diperlukan prajurit yang hebat, strategi dan senjata yang canggih serta kesabaran. Pasukan harus bersabar menanti penghuni kota lengah sehingga dapat menyerbu dan menyerang kota tersebut. Tanpa kesabaran maka pasukan yang hebat dan senjata yang canggih sekalipun, tidak ada gunanya. Ini artinya  bahwa keunggulan manusia bukan terletak pada kekuatan fisiknya melainkan pada penguasaan dirinya. Kehebatan seorang pahlawan bukan terletak pada kemahiran menggunakan senjata atau keberanian dalam menyerang musuh, melainkan pada kesabaran menantikan waktu yang tepat untuk memberikan perlawanan dan memenangkan pertempuran.

Untuk itu bersabarlah sejenak jika Tuhan membawa kita masuk ke ruang tunggu, percayalah jika waktuNya telah tiba, Tuhan akan memberikan yang kita mau dan mencukupkan yang kita perlu. Tuhan memberkati. – KJP!

 

 

 

KARENA PENGENALAN AKAN YESUS YANG BENAR – Oleh Pdm. Melky Mokodongan, Ibadah Raya 1 Minggu 09 Mei 2021

Karena Pengenalan akan Yesus Yang Benar
Filipi 3:7-8

Ayat Pokok
Ay 7. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Ay 8. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Pendahuluan
Dalam Pasal tiga ini, diawali dengan ajakan kepada jemaat untuk bersukacita di dalam Tuhan, artinya ini menunjukan mereka sudah percaya dan memiliki pengenalan akan Yesus, sehingga Paulus menegaskan/memberi kepastian kembali apa yang sudah pernah disampaikan oleh Paulus sebelumnya.

 

Baru masuk pada ayat-ayat selanjutnya sebagai inti pesan dan gambaran yang disampaikan Paulus sebagai nasihat yang sangat penting dan perlu diperhatikan oleh jemaat.

 

Paulus melihat bahwa ada penyelewangan kebenaran yang mulai masuk dan mempengaruhi jemaat, sehingga Paulus katakan di ayat 2.

Di Ay 2 “Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,”

 

Sampai tiga kali Paulus katakan Hati-hati! Tentu ini merupakan hal yang darurat dan perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Paulus menegaskan kembali kepada mereka juga, di ayat 3.
karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah

Artinya apa?

Artinya jemaat yang sudah memiliki pengenalan akan Pribadi Yesus yang benar, jemaat yang sudah percaya kepada Yesus, dan beribadah kepada Allah bahkan lebih jauh lagi, mereka yang sudah memiliki keselamatan, dan tidak menaruh percaya kepada sesuatu yang bukan Allah/hal yang sementara. Lahiriah itukan hal yang sementara.

Maka jemaat diingatkan harus berhati-hati, waspada, jangan lupa bahwa mereka sudah memiliki pengenalan akan Yesus yang benar.

Sebagai seorang Hamba Tuhan, Paulus tidak ingin melihat jemaat dan pelayanan serta pemberitaan tentang Yesus yang adalah kebenaran sejati sudah dimiliki oleh jemaat Filipi hilang atau teralihkan karena orang-orang yang menyesatkan.

Seperti apa orang yang sudah mengenal Yesus? Atau apa sikap yang benar dari seseorang yang telah mengenal Pribadi Yesus?

Yang pertama; Orang yang telah memiliki pengenalan akan Yesus, pasti akan;
1. Menempatkan Yesus lebih utama dan Mulia dalam hidupnya. Ay 7,8
Ay 7. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus…,

Paulus tidak menempatkan keuntungan-keuntungan lahiriah/duniawi yang didapatkan sebagai hal yang utama dan mulia dalam hidupnya, tetapi yang utama dan mulia adalah Yesus..!

Itu sebabnya tegas Paulus berkata “apa yang dahulu keuntungan bagiku, sekarang ku anggap rugi. Karena Kristus Yesus.

Artinya, seseorang yang menempatkan Yesus sebagai satu-satunya yang tertinggi dalam hidupnya, adalah seseorang yang telah memiliki pengenalan akan Pribadi-Nya.

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita telah memiliki pengenalan akan Yesus yang benar? Kalau sudah, apakah kita telah menempatkan Yesus sebagai yang utama dan mulia? Atau yang lebih yang utama dalam hidup kita adalah uang/kentungan lahiriah?

Tidak salah kita cari uang, karena itu masih diperlukan selama kita dibumi, tetapi seharusnya kalau waktunya Ibadah maka itulah yang harus kita utamakan. Bukankan Alkitab berkata carilah dahulu kerajaan dan Kebenaran maka yg lain akan ditambahkan. Matius 6:33

Bapak ibu saudara yang dikasih Tuhan, sekali lagi “kalau kita telah memiliki pengenalan akan Yesus yang benar, maka dapat dipastikan kita akan menempatkan Yesus sebagai yang utama dalam hidup kita”.

Dari mana kita dapat memiliki pengenalan akan Yesus yang benar?
Kita dapat menemukan melalui Firman Allah. Karena Firman ini adalah kebenaran-Nya. Mazmur 119:160, Yohanes 17:17

Mazmur 119:160
Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.

Yohanes 17:17
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Itu sebabnya Cintailah Firman Allah, lakukanlah dengan sungguh2. Setialah beribadah, karena melalui ibadah kita menimakti Firman/ kebenaran-Nya.

Yang kedua adalah: seseorang yang telah memiliki pengenalan akan Yesus yang benar, memiliki;
2. Keberanian Melepaskan/menanggalkan. Ay 8b
Ay 8b. “Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus”,

Paulus berkata, oleh karena Dia, siapa Dia yg dimaksud oleh Paulus? Yang dimaksud Paulus disini menunjuk kepada Pribadi Yesus yang adalah kebenaran sejati.

Dikatakan oleh Paulus, oleh karena Yesus, artinya pengenalan akan Yesus yang benar maka “Paulus melepaskan, menanggalkan semuanya dan menganggap sebagai sampah.. Waaauw luar biasa.

Bapak ibu saudara yang di kasih Tuhan.
Selain Paulus menempatkan Yesus sebagai hal yang utama, Paulus juga berani melepaskan semua yang dianggap keuntungan, yaitu kebanggaan duniawi, sanjungan, ataupun penghormatan, termasuk di dalamnya materi. Semua itu dianggap sampah/kotoran belaka.

Pengenalan akan pribadi-Nya akan membuat sesorang berani mengambil sikap untuk melepaskan.

Nah Bagaimana dengan kita saat ini?
Adakah hal-hal yang mulai menggantikan posisi Yesus sebagai yang utama dalam hidup kita? Apakah kita punya kesanggupan/keberanian untuk melepaskan?

Bapak ibu yang dikasihi;

Hati-hatilah dengan keuntungan-keuntungan duniawi yang di anggap banyak orang sebagai sesuatu yang utama dalam hidupnya, karena itu dapat menggantikan posisi Yesus.

seharusnya ketika kita telah memiliki pengenalan akan Yesus yang benar, maka kita berani melepaskan semua hal yang berusaha menggeser posisi Yesus dalam hidup kita.

Yang ketiga;
3. Melupakan apa yang sudah dilepaskan/tinggalkan. Ay 13b
aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Melupakan artinya ‘TIDAK INGAT’ sesuatu yang telah dilepaskan/dibuang, tidak akan dingat lagi, bapak Gembala sering ilustrasikan/contoh kalau orang buang kotoran, itukan sampah, maka kalau kotoran itu sudah dibuang orang pasti tidak akan ingat lagi.

Apalagi kalau sudah disiram sampe bersih, benar-benar tidak ada lagi, orang tidak mungkin akan berpikir aduh sayang ya kenapa dibuang, justru dengan sendirinya akan melupakan.

Nah demikian juga dengan dosa yang sudah kita buang/tanggalkan, jangan pernah kita ingat-ingat lagi.. benar-benar harus dilupakan.

Jangan kita seperti istri Lot, kenikmatan/kesenangan duniawi sudah ditinggalkan, tetapi masih diingat, bahkan menoleh artinya Kembali kepada hal yang sudah ditanggalkan.

Quote: “Terkadang untuk masa depan dan kebahagiaanmu, engkau harus berani melepaskan bahkan melupakan”.

“Masa-masa sulit pasti akan dialami oleh orang-orang yang berani melupakan, tetapi pada waktunya kebahagian itu datang juga” (MRM)

dan yang keempat adalah;
4. Memiliki Tujuan Hidup. Ay 13b
Ay 13. aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Tujuan hidup Paulus adalah Yesus. Demikian jemaat Filipi, dan dengan demikian juga dengan kita saat ini.  Kita mengarahkan sepenuhnya hidup kita tertuju hanya kepada Yesus.

Mazmur 141:8a “Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju;”

Akhir dari Pengenalan akan Yesus yang benar?
1. Menjadi Serupa Dengan Pribadi-Nya. Ay 10
Filipi 3:10 (TB) Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

2. Kehidupan Kekal.
Filipi 3:11 (TB) supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Kebangkitan yang dimaksud Paulus disini bukan berbicara tentang kebangkitan secara umum, yaitu kebangkitan semua orang baik itu orang baik ataupun jahat.

Tetapi kebangkitan disini berbicara secara khusus, yaitu kebangkitan orang benar, atau orang-orang yang telah memiliki jaminan keselamatkan oleh Yesus.

3. Mendapatkan Mahkota.

1 Korintus 9:25b “Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi”

Kesimpulan.

Teruslah pertahankan pengenalan akan pribadi-Nya, melalui hidup yang mengutamakan Yesus, berani melepaskan, melupakan bahkan punya tujuan hidup karena Yesus.

Dialah satu-satunya jaminan kita, kepastian kita, bahkan keselamatan kita.

PEMISAHAN DAN DIUSIR DARI RUANG PESTA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Mei 2021)

Matius 22:1-14

PENDAHULUAN
Kisah ini menceritakan mengenai salah satu perumpamaan mengenai perjamuan kawin. Perumpamaan ini terdiri dua bagian:

  1. Orang-orang yang diundang tetapi menolak undangan raja (Matius 22:1-7)
  2. Orang-orang asing yang diundang raja (Matius 22:8-11)

Sedangkan arti dari perumpamaan ini adalah sebagai berikut:
1. Orang yang pertama diundang.
Orang-orang pertama yang diundang raja didalam (Matius 22:1-7) adalah bangsa Israel (orang Yahudi). Israel mendapat prioritas utama sebab mereka adalah anak-anak Abraham, bangsa pilihan Allah (Roma 9:7). Tetapi sangat disayangkan, Israel sebagai bangsa pilihan Allah secara kebangsaan, justru yang pertama-tama menolak Yesus. Mengapa Israel menolak Yesus? Israel menolak Yesus sebagai Mesias, sebab mereka salah menilai konsep keselamatan. Mereka menolak kematian Yesus di salib sebagai jalan keselamatan. Dan mereka menganggap konsep itu sebagai suatu kebodohan (1 Korintus 1:18; Roma 11:25-36).

2. Orang Kedua Yang Diundang.
Karena Israel (Yahudi) menolak Yesus, maka kasih karunia (keselamatan) di dalam Yesus ditawarkan kepada orang-orang non-Yahudi. Digambarkan sebagai orang-orang yang sebenarnya tidak layak untuk diselamatkan untuk menikmati pesta rohani di istana raja, yaitu sorga (Roma 11:11,12).

NON YAHUDI YANG SUDAH DI SURGA
Begitu banyak orang non Israel/Yahudi yang sudah menyambut undangan Yesus. Dan sekarang mereka sudah di Firdaus menikmati pesta bersama Bapa di surga. Mereka ada di surga yang kekal karena kasih karunia Yesus (Efesus 2:8,9).

ORANG NON-ISRAEL MENOLAK YESUS
Tidak sedikit orang-orang non-Israel walaupun sudah diundang masuk pesta bersama Yesus, tetapi:

  • Mereka menolak undangan pesta mulia.
  • Mereka menyesal tetapi penyesalan itu tidak bisa diperbaiki lagi (Lukas 15:19-31).

Roma 2:4,5 berkata, “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.”

PENGIKUT YESUS DI AKHIR ZAMAN
Gereja (orang percaya) di akhir zaman (kita), mempunyai peluang yang lebih mulia dibanding pengikut Yesus di zaman sebelumnya. Sebab, kemuliaan pengikut Yesus yang sejati: gereja yang sempurna atau mempelai wanita Kristus, yaitu Hawa yang akhir akan melebihi dari yang akan diterima oleh gereja di zaman sebelumnya. Kemuliaan yang akan diterima oleh gereja mula-mula dan gereja zaman pertengahan dicatat dalam 1 Korintus 15:45: “Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.”

GEREJA DI AKHIR ZAMAN
Kita yang hidup di akhir zaman, apabila kita masuk dalam bagian: pengikut Yesus yang sejati atau gereja sempurna atau mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir, kemuliaan yang kita terima adalah kelengkapan kemuliaan dari Trinitas Allah.

Wahyu 12:1 berkata, “Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.” Inilah pakaian kemuliaan pengikut Yesus yang sejati atau gereja sempurna atau mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir.

MASA SUKAR
Untuk masuk atau menjadi bagian dari pengikut Yesus yang sejati atau gereja yang sempurna atau mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir, kita harus menjadi pengikut Yesus yang setia dan memiliki daya tahan di masa sukar di akhir zaman (2 Timotius 3:1-6). Kesukaran akan menguji kita: apakah kita menjadi anak Tuhan seperti kehendak Allah atau kita justru menjadi merosot.

PENUTUP
Hanya ada dua pilihan bagi orang yang hidup di akhir zaman: menjadi pengikut Yesus yang sejati; gereja sempurna; mempelai wanita Kristus; Hawa yang akhir atau gereja yang diusir dari ruang pesta. Ini yang terjadi pada saat pemisahan tiba.

Matius 22:13 berkata “Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkan lah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Yang dimaksud dengan tempat kegelapan yang paling gelap dan tempat tangisan dan kertak gigi bukanlah siksa neraka, tetapi masa di mana Antikristus menjadi penguasa di bumi selama 3,5 tahun dan memerangi gereja yang tertinggal (Wahyu 12:17). Satu-satunya solusi adalah Wahyu 13:10, yang berkata: “Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.”

Oleh sebab itu, kenakanlah pakaian itu yaitu firman Allah sehingga kita masuk dalam pesta perjamuan yang Allah siapkan bagi kita yang memakai pakaian pesta.

HIDUP DALAM KESETIAAN – oleh Pdm. Steven Pioh (Ibadah Raya 1 – Minggu, 25 April 2021)

Amsal 19:22

Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong. Kesetiaan adalah sikap mental positif yang harus ada dalam hidup orang Kristen atau pengikut Yesus.

Menjadi bagian hidup -> Dalam segala sesuatu tetap setia! 

Kenyataan yang terjadi, kesetiaan seseorang dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi. Kesetiaan kepada Tuhan adalah komitmen saudara kepada Tuhan untuk terus mengasihi Tuhan. Kesetiaan yang sebenarnya bukan hanya diperkataan, tapi sebuah tekad atau keterikatan yang sesungguhnya. Kesetiaan itu digambarkan seperti mercusuar yang berada di lautan.

Tetap berdiri teguh
Lukas 9:57-62
3 hal menjadi pelajaran yang bisa ambil dalam kesetiaan mengikuti Yesus
1. Kesetiaan adalah mengikut Tuhan dalam segala keadaan. Lukas 9:57-58

Lukas 9:57
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi
Apakah sikap antusias orang ini untuk ikut Yesus adalah bukti bahwa ia adalah orang yang setia?

Lukas 9:58
Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

Mengikut Yesus tidak hanya menikmati berkat, tetapi harus siap menerima penderitaan, kesulitan bahkan tantangan.

Kesetiaan mengikut Yesus tidak cukup hanya terlibat dalam pelayanan, tapi harus ada komitmen untuk tetap setia mengikuti Yesus apapun keadaannya.

Sekedar ikut/hanya mau terlibat : mau ikut tapi hanya dipermukaan saja. Jika ada resiko maka tidak mau ikut lagi

Berkomitmen untuk setia : tetap mengikuti walau apapun yang terjadi karena tekadnya.

Orang yang setia adalah orang yang sungguh-sungguh mengikut Tuhan apapun keadaanya.

2. Kesetiaan itu adalah pilihan. Lukas 9:59-60
Lukas 9:59
Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.“

Lukas 9:60
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Kesetiaan itu tidak tergantung kepada keadaan, tetapi pilihan yang kita ambil apapun keadaanya. Kesetiaan kepada Tuhan adalah pilihan yang diambil untuk menjadi bagian dalam hidupnya.

Murid Yesus -> Meminta izin untuk pulang ke rumah menguburkan bapanya -> Tindakan orang ini adalah penolakkan atas panggilan Yesus. Pilihan yang diambil oleh murid Yesus ini, bukan kepada Yesus prioritas dan komitmennya. Setiap pilihan yang kita ambil itu akan menunjukkan kepada siapa prioritas kita.

Yosua 24:15 “…aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!“.

Keputusan Yosua bukan karena ia melihat bangsa Israel dan keluarganya adalah pilihan Allah, tapi keputusannya merupakan hasil dari  kesetiaannya kepada Tuhan.

Kesetiaan saudara karena pilihan saudara memprioritaskan Tuhan dalam hidup ini. Harta, pekerjaan, jabatan, kesenangan berada dibawah Yesus sebagai prioritas utama.

3. Kesetiaan itu fokus pada kekekalan
Lukas 9:61-62
Lukas 9:61
Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.“

 Lukas 9:62
Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Dipanggil Yesus untuk mengikutiNya, tapi orang ini menjawab bahwa ia akan berpamitan dulu kepada keluarganya -> Gagal menentukan fokus hidupnya.

Ayat 62, Yesus mengilustrasikan bahwa tidak mungkin menghasilkan bajakan yang baik jika yang membajak menoleh kebelakang.

Bagaimana dengan hidup saudara, apakah hari-hari ini mulai gagal fokus?
Hati saudara tidak sepenuhnya tertuju kepada kekekalan. Fokus pada kekekalan akan menghasilkan kesetiaan yang sejati mengikuti Yesus.

2Korintus 4:18
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal

Kualitas kekristenan seseorang apakah ia benar-benar pengikut Tuhan yang setia bisa diukur dari komitmennya kepada Tuhan.

Bukan hanya upah sorga yang saudara nikmati karena kesetiaan kepada Tuhan, tapi selama berada di bumi ini berkat-berkat Allah akan menyertai saudara. Mengapa? Karena bukan hasil yang saudara kejar tapi saudara membangun kesetiaan saudara kepada Tuhan.