HIDUP DALAM KESETIAAN – oleh Pdm. Steven Pioh (Ibadah Raya 1 – Minggu, 25 April 2021)

Amsal 19:22

Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong. Kesetiaan adalah sikap mental positif yang harus ada dalam hidup orang Kristen atau pengikut Yesus.

Menjadi bagian hidup -> Dalam segala sesuatu tetap setia! 

Kenyataan yang terjadi, kesetiaan seseorang dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi. Kesetiaan kepada Tuhan adalah komitmen saudara kepada Tuhan untuk terus mengasihi Tuhan. Kesetiaan yang sebenarnya bukan hanya diperkataan, tapi sebuah tekad atau keterikatan yang sesungguhnya. Kesetiaan itu digambarkan seperti mercusuar yang berada di lautan.

Tetap berdiri teguh
Lukas 9:57-62
3 hal menjadi pelajaran yang bisa ambil dalam kesetiaan mengikuti Yesus
1. Kesetiaan adalah mengikut Tuhan dalam segala keadaan. Lukas 9:57-58

Lukas 9:57
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi
Apakah sikap antusias orang ini untuk ikut Yesus adalah bukti bahwa ia adalah orang yang setia?

Lukas 9:58
Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

Mengikut Yesus tidak hanya menikmati berkat, tetapi harus siap menerima penderitaan, kesulitan bahkan tantangan.

Kesetiaan mengikut Yesus tidak cukup hanya terlibat dalam pelayanan, tapi harus ada komitmen untuk tetap setia mengikuti Yesus apapun keadaannya.

Sekedar ikut/hanya mau terlibat : mau ikut tapi hanya dipermukaan saja. Jika ada resiko maka tidak mau ikut lagi

Berkomitmen untuk setia : tetap mengikuti walau apapun yang terjadi karena tekadnya.

Orang yang setia adalah orang yang sungguh-sungguh mengikut Tuhan apapun keadaanya.

2. Kesetiaan itu adalah pilihan. Lukas 9:59-60
Lukas 9:59
Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.“

Lukas 9:60
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Kesetiaan itu tidak tergantung kepada keadaan, tetapi pilihan yang kita ambil apapun keadaanya. Kesetiaan kepada Tuhan adalah pilihan yang diambil untuk menjadi bagian dalam hidupnya.

Murid Yesus -> Meminta izin untuk pulang ke rumah menguburkan bapanya -> Tindakan orang ini adalah penolakkan atas panggilan Yesus. Pilihan yang diambil oleh murid Yesus ini, bukan kepada Yesus prioritas dan komitmennya. Setiap pilihan yang kita ambil itu akan menunjukkan kepada siapa prioritas kita.

Yosua 24:15 “…aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!“.

Keputusan Yosua bukan karena ia melihat bangsa Israel dan keluarganya adalah pilihan Allah, tapi keputusannya merupakan hasil dari  kesetiaannya kepada Tuhan.

Kesetiaan saudara karena pilihan saudara memprioritaskan Tuhan dalam hidup ini. Harta, pekerjaan, jabatan, kesenangan berada dibawah Yesus sebagai prioritas utama.

3. Kesetiaan itu fokus pada kekekalan
Lukas 9:61-62
Lukas 9:61
Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.“

 Lukas 9:62
Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Dipanggil Yesus untuk mengikutiNya, tapi orang ini menjawab bahwa ia akan berpamitan dulu kepada keluarganya -> Gagal menentukan fokus hidupnya.

Ayat 62, Yesus mengilustrasikan bahwa tidak mungkin menghasilkan bajakan yang baik jika yang membajak menoleh kebelakang.

Bagaimana dengan hidup saudara, apakah hari-hari ini mulai gagal fokus?
Hati saudara tidak sepenuhnya tertuju kepada kekekalan. Fokus pada kekekalan akan menghasilkan kesetiaan yang sejati mengikuti Yesus.

2Korintus 4:18
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal

Kualitas kekristenan seseorang apakah ia benar-benar pengikut Tuhan yang setia bisa diukur dari komitmennya kepada Tuhan.

Bukan hanya upah sorga yang saudara nikmati karena kesetiaan kepada Tuhan, tapi selama berada di bumi ini berkat-berkat Allah akan menyertai saudara. Mengapa? Karena bukan hasil yang saudara kejar tapi saudara membangun kesetiaan saudara kepada Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *