PEMISAHAN DAN DIUSIR DARI RUANG PESTA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Mei 2021)

Matius 22:1-14

PENDAHULUAN
Kisah ini menceritakan mengenai salah satu perumpamaan mengenai perjamuan kawin. Perumpamaan ini terdiri dua bagian:

  1. Orang-orang yang diundang tetapi menolak undangan raja (Matius 22:1-7)
  2. Orang-orang asing yang diundang raja (Matius 22:8-11)

Sedangkan arti dari perumpamaan ini adalah sebagai berikut:
1. Orang yang pertama diundang.
Orang-orang pertama yang diundang raja didalam (Matius 22:1-7) adalah bangsa Israel (orang Yahudi). Israel mendapat prioritas utama sebab mereka adalah anak-anak Abraham, bangsa pilihan Allah (Roma 9:7). Tetapi sangat disayangkan, Israel sebagai bangsa pilihan Allah secara kebangsaan, justru yang pertama-tama menolak Yesus. Mengapa Israel menolak Yesus? Israel menolak Yesus sebagai Mesias, sebab mereka salah menilai konsep keselamatan. Mereka menolak kematian Yesus di salib sebagai jalan keselamatan. Dan mereka menganggap konsep itu sebagai suatu kebodohan (1 Korintus 1:18; Roma 11:25-36).

2. Orang Kedua Yang Diundang.
Karena Israel (Yahudi) menolak Yesus, maka kasih karunia (keselamatan) di dalam Yesus ditawarkan kepada orang-orang non-Yahudi. Digambarkan sebagai orang-orang yang sebenarnya tidak layak untuk diselamatkan untuk menikmati pesta rohani di istana raja, yaitu sorga (Roma 11:11,12).

NON YAHUDI YANG SUDAH DI SURGA
Begitu banyak orang non Israel/Yahudi yang sudah menyambut undangan Yesus. Dan sekarang mereka sudah di Firdaus menikmati pesta bersama Bapa di surga. Mereka ada di surga yang kekal karena kasih karunia Yesus (Efesus 2:8,9).

ORANG NON-ISRAEL MENOLAK YESUS
Tidak sedikit orang-orang non-Israel walaupun sudah diundang masuk pesta bersama Yesus, tetapi:

  • Mereka menolak undangan pesta mulia.
  • Mereka menyesal tetapi penyesalan itu tidak bisa diperbaiki lagi (Lukas 15:19-31).

Roma 2:4,5 berkata, “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.”

PENGIKUT YESUS DI AKHIR ZAMAN
Gereja (orang percaya) di akhir zaman (kita), mempunyai peluang yang lebih mulia dibanding pengikut Yesus di zaman sebelumnya. Sebab, kemuliaan pengikut Yesus yang sejati: gereja yang sempurna atau mempelai wanita Kristus, yaitu Hawa yang akhir akan melebihi dari yang akan diterima oleh gereja di zaman sebelumnya. Kemuliaan yang akan diterima oleh gereja mula-mula dan gereja zaman pertengahan dicatat dalam 1 Korintus 15:45: “Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.”

GEREJA DI AKHIR ZAMAN
Kita yang hidup di akhir zaman, apabila kita masuk dalam bagian: pengikut Yesus yang sejati atau gereja sempurna atau mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir, kemuliaan yang kita terima adalah kelengkapan kemuliaan dari Trinitas Allah.

Wahyu 12:1 berkata, “Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.” Inilah pakaian kemuliaan pengikut Yesus yang sejati atau gereja sempurna atau mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir.

MASA SUKAR
Untuk masuk atau menjadi bagian dari pengikut Yesus yang sejati atau gereja yang sempurna atau mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir, kita harus menjadi pengikut Yesus yang setia dan memiliki daya tahan di masa sukar di akhir zaman (2 Timotius 3:1-6). Kesukaran akan menguji kita: apakah kita menjadi anak Tuhan seperti kehendak Allah atau kita justru menjadi merosot.

PENUTUP
Hanya ada dua pilihan bagi orang yang hidup di akhir zaman: menjadi pengikut Yesus yang sejati; gereja sempurna; mempelai wanita Kristus; Hawa yang akhir atau gereja yang diusir dari ruang pesta. Ini yang terjadi pada saat pemisahan tiba.

Matius 22:13 berkata “Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkan lah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Yang dimaksud dengan tempat kegelapan yang paling gelap dan tempat tangisan dan kertak gigi bukanlah siksa neraka, tetapi masa di mana Antikristus menjadi penguasa di bumi selama 3,5 tahun dan memerangi gereja yang tertinggal (Wahyu 12:17). Satu-satunya solusi adalah Wahyu 13:10, yang berkata: “Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.”

Oleh sebab itu, kenakanlah pakaian itu yaitu firman Allah sehingga kita masuk dalam pesta perjamuan yang Allah siapkan bagi kita yang memakai pakaian pesta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *